
Saat ini, semua Kaum Naga
mengalihkan perhatian mereka terhadap kelompok yang dipimpin oleh Myllo.
“Ruoaaaar!!!”
“OK! Waktunya kita mulai!”
““Ya!””
Seru Djinn, Gia, Garry, dan
Dalbert atas perintah Myllo.
“Eagle View!”
Dengan sihirnya, Dalbert merubah
pistol yang ia pegang menjadi elang, yang ia gunakan untuk memantau arah
serangan dari Kaum Naga yang akan menyerang mereka berlima.
““Ruoaaar!””
“45° horizontal dari hadapan
kita, jarak 23-zyat, ada gerombolan Wyrm!”
“OK!”
Seru Gia atas informasi dari Dalbert.
““Ruoaaarrr!””
“Iron Crusher!”
“*Prang! (suara serangan keras
pedang besar)”
“Rrrr!”
Dengan World Quaker, Gia
menghentikan langkah dari beberapa Wyrm yang hendak menuju mereka berlima.
“Myllo! Djinn! Sekarang!”
““Ya!””
Myllo dan Djinn pun bersama
menyerang sekumpulan Wyrm itu.
“Zegin Twister!”
“*Fwush! (suara angin topan)”
““Ruoaaarrrr!””
Myllo mengangkat para Wyrm itu
dengan cara membuat angin topan dari kekuatn Zegin yang mengangkat semua Wyrm
itu.
“Judgement: Multi-Charge!”
““*JGRUM! (suara sambaran
petir)””
Djinn langsung menghancurkan para
Wyrm itu dengan Sihir Petir miliknya, serta kekuatan tambahan dari Sky Dragon
yang ia temui.
““*Boom! (suara semburan bola
api)””
“Jarak 50° horizontal gue, 50-zyat!
Ada bola api dari beberapa Naga sama Wyvern!”
Seru Dalbert yang memberikan
informasi datangnya serangan.
Djinn pun mengerti apa maksud
dari Dalbert.
“*JGRUM! (suara sambaran petir)”
“*Boom! (suara ledakan)”
Ia langsung menggunakan sihir
petirnya untuk menangkal bola-bola api tersebut hingga meledak.
“Ruoaaar!”
Ledakan yang dibuat oleh Djinn
tidak menghentikan beberapa Naga yang langsung mendarat untuk menyerang mereka
semua.
“Beberapa Naga ada yang dateng
untuk nyerang kita!”
“OK, Dalbert!”
Gia pun langsung melompat dengan
tinggi untuk menahan para Naga itu.
“*Prang! (suara pedang besar
beradu)”
World Quaker yang ia gunakan
saling beradu dengan cakar salah satu Naga.
Namun…
“*Chrak! (suara cakar Naga)”
“Argh!”
…Gia tidak sanggup untuk menahan
serangan Naga-Naga lainnya.
Melihat anggotanya terluka, Myllo
pun langsung khawatir.
“Gia! Hati-hati!”
Seru Myllo yang sedang
mengkhawatirkan Gia.
Djinn mengerti akan kekhawatiran
Myllo. Maka dari itu, ia langsung memberikan solusi kepadanya.
“Myl! Kalo gue lempar ke arah
Gia, lo mau nggak?!”
“Boleh!”
Balas Myllo tanpa ragu.
Mendengar jawaban dari Myllo,
Djinn pun langsung memegang lengan Myllo untuk melemparnya ke arah Gia.
“Siap, ya?!”
“Ya! Lempar sekarang!”
“OK!”
“*Fwush, fwush, swush! (suara
ayunan dan lemparan)”
Djinn melempar Myllo ke arah Gia,
lalu…
“Zegin Blast!”
“*Swush! Swush! Swush! (suara
banyak ayunan tongkat)”
““Ruoaaar!””
…ia mengayunkan tongkatnya,
hingga terbentuk bilah angin yang menyerang para Wyvern itu hingga berguguran.
“Gia!”
“*Hup! (suara tangkapan)”
“Lo nggak apa-apa, kan?!”
“Ya! Tenang aja, Myl—”
““Ruoaaar!””
Raung beberapa Naga yang hendak
menyerang Myllo yang baru saja menangkap Gia.
Djinn pun tidak tinggal diam
Ia menggunakan beberapa Wyvern
yang akan jatuh ke dataran sebagai pijakannya untuk melompat ke arah Myllo dan
Gia.
Akan tetapi…
“*Dhuk! (suara tendangan)”
“Bu…Buset deh…”
…karena kekuatan besarnya, semua
Wyvern yang ia jadikan pijakan pun mati ketika ia melompat dari Wyvern satu ke
Wyvern lainnya.
“Myl! Gia! Arahin gue ke
Naga-Naga itu!”
Seru Djinn.
Myllo dan Gia mengerti maksud
dari Djinn,
Maka dari itu…
“Gia! Nggak apa-apa, ya?!”
“Ya!”
Myllo pun berpijak di telapak
kaki Gia, lalu mereka saling menendang, sehingga Myllo melaju semakin ke atas,
sedangkan Gia melaju ke arah Djinn yang ada di bawahnya dengan cepat.
“Djinn!”
“…”
Djinn hanya menangguk saja.
Lengannya ditangkap oleh Gia,
lalu Gia melemparnya ke arah Myllo.
“Djinn! Gue pake angin gue, ya?!”
“Pake aja!”
“Zegin Blow!”
“*Fwush! (suara hembusan angin)”
Dengan anginnya, Myllo
menghembuskan Djinn ke arah Naga-Naga yang terbang ke arahnya.
“Heaaaagh!”
“*JGRUM! (suara pukulan petir)”
Dengan pukulannya, Djinn berhasil
membunuh semua Naga itu.
“Hehe!”
“Hmph!”
Myllo dan Djinn pun tersenyum
karena keberhasilan mereka mengalahkan para Naga itu, sembari mereka mendarat
bersama Gia.
Namun ketika mereka mendarat…
““Ruoaaar!””
…terlihat beberapa Drake dan Wyrm
yang berjalan menuju mereka semua.
“*Prang! (suara pedang besar
beradu)”
“*Fwush! (suara hembusan angin)”
Tangkisan Gia berhasil diikuti
oleh serangan Myllo.
“Judgement: Hammer Fist!”
“*JGRUM! (suara pukulan keras
petir)”
Djinn yang mengikuti serangan
Myllo pun membunuh semua Drake dan Wyrm itu.
Namun semua tidak berhenti sampai
di situ saja.
““Ruoaaar!””
“Ada tiga lokasi serangan!”
Seru Dalbert, sambil melihat semua
pergerakan Kaum Naga yang mengelilingi mereka dari mata elang yang ia ciptakan.
“205°
horizontal gue, 79-zyat di udara, ada beberapa Naga! 279° horizontal gue, 138-zyat,
ada gerombolan Drake! 205° horizontal gue, 476-zyat, ada beberapa Wyvern di
udara bareng Wyrm!”Lanjut Dalbert.
“OK! Djinn, lo ke Naga! Gia, lo
ke Drake! Biarin gue yang ke Wyvern sama Wyrm itu!”
““Siap!””
Seru Djinn dan Gia atas perintah
Myllo.
Djinn pun berlari ke arah
Naga-Naga sesuai dengan arahan Dalbert.
Namun, ia juga mengkhawatirkan
keadaan Myllo dan Gia.
“Mereka berdua keliatannya
kayaknya udah agak capek. Tambah lagi Gia yang luka karena Wyvern serangan
tadi.”
Pikir Djinn.
Akan tetapi, Garry sadar akan
kondisi mereka.
“Spirit Summoning: Trailing
Heal!”
Dengan sihirnya, Garry memanggil
Roh untuk mengikuti pergerakan Myllo dan Gia, sambil menyembuhkan mereka
masing-masing.
“Wuaaah! Rasa capek gue ilang!”
Seru Myllo kepada Garry, walaupun
ia tidak memperdulikannya karena sedang fokus dengan mantra sihirnya.
“Bahkan luka-luka aku ilang!
Makasih ya, Garry! Muaah!”
menggodanya. Akan tetapi, Garry masih tetap berkonstrasi.
Walaupun…
“*Craaat… (suara hidung mimisan)”
“Woy! Kok lo mimisan?!”
…ia mimisan karena terlalu senang
dengan godaan Gia.
Oleh karena sembuhnya Myllo dan
Gia, kekhawatiran Djinn pun memudar dan ia mengembalikan fokusnya ke Naga-Naga
yang ada di hadapannya.
“*Swush! (suara gerakan cepat)”
“*JGRUM! (suara pukulan keras
petir)”
““Ruoaaar…””
Djinn berhasil membunuh Naga-Naga
yang ada di hadapannya.
Namun…
“Haaaurp!”
“Urgh!”
…ada satu Naga yang berhasil
menggigitnya sambil terbang membawanya.
Naga itu hendak membakar Djinn
dengan semburan apinya ketika mengigitnya.
Djinn yang mengetahui itu
langsung memanfaatkan kesempatan yang ia dapat.
“*JGRUM! (suara sambaran petir)”
“*BOOM! (suara ledakan)”
Ia langsung menyambar petir ke
dalam mulut Naga itu, hingga meledak.
“Aaaaaa…”
Karena ledakan itu, Djinn pun
terpental ke udara dan hendak mendarat ke arah pertarungan Myllo melawan
beberapa Wyvern dan Wyrm.
“Hyaaatt!”
“*Tuk! (suara pukulan tongkat)”
“Raaawr!”
“Tuk! (suara pukulan tongkat)”
Sambil mendarat, Djinn
memperhatikan pertarungan Myllo.
“Myllo! Belakang lo!”
Seru Djinn, ketika Myllo hendak
diserang oleh seekor Wyrm dari depan dan seekor Wyvern dari belakang.
Maka dari itu…
“Hyaaat!”
“*Fwush! (suara hembusan angin)”
“*JGRUM! (suara sihir petir)”
Myllo mengalahkan Wyrm yang ada
di depannya, sementara Djinn membunuh Wyvern yang akan menyerang Myllo dari
belakang, ketika ia mendarat.
Sedangkan Gia…
“*Prang! (suara pedang besar
beradu)”
“Cih!”
…berhasil menangkis serangan dari
beberap Drake. Walaupun serangannya tidak efektif, setidaknya ia berhasil
mencederai semua Drake itu.
““*Swush! (suara gerakan cepat)””
Myllo dan Djinn bersama-sama
berlari ke arah Gia.
““Hraaaagh!””
“*Fwush! (suara hembusan angin)”
“*JGRUM! (suara pukulan keras
petir)”
Bersama-sama mereka berdua
mengalahkan semua Drake itu.
“Ruoaaaar!”
“Ada satu Naga di atas kita!”
Seru Dalbert yang memberikan
informasi terbaru tentang Kaum Naga.
Naga itu pun hendak menyemburkan
api ke arah mereka.
Namun…
“*Boom! (suara ledakan)”
…Djinn kembali menggunakan sihir
petirnya untuk menangkal api tersebut.
Tanpa mereka semua sadari,
Dalbert merubah elang ciptaannya menjadi senapan jitu.
“*Dor! (suara tembakan senapan
jitu)”
“Ruoaaar!”
Ia menembak sayap dari Naga itu,
sehingga Naga itu terjatuh.
Ketika Naga itu hampir menyentuh
darat…
“Judgement!”
“*JGRUM!!! (suara pukulan keras
petir)”
…Djinn melompat dengan tinggi dan
langsung membunuh Naga itu.
Tanpa mereka sadari, ada dua Naga
yang hendak menyerang Garry dan Dalbert dari atas langit.
““Ruooaaaar!””
““!!!””
Mendengar raungan dua Naga itu,
Myllo pun langsung mengutamakan keselamatan mereka berdua.
“Dalbert! Garry! Kita bertiga
nggak bisa bantu kalian!”
“Tenang, Myllo!”
“Biarkeun aing sama
orang ini!”
Balas Dalbert dan Garry kepada
seruan Myllo.
““Ruooaaaar!””
Dua Naga itu mendarat ke arah
mereka.
Karena itu, Dalbert dan Garry
langsung mempersiapkan serangan mereka berdua.
“Sniper: Sniping Eagle!”
“*DOR!”
Dengan akurasi yang sangat tajam
dan tembakan yang lebih cepat daripada senapan jitu sebelumnya, Dalbert
membidik titik kelemahan dari dua Naga itu, hingga menembus kedua Naga itu.
““Ruaaar!””
Kedua Naga itu mendarat bebas ke
arah mereka berdua.
Dan kali ini, Garry yang beraksi.
“Spirit Summoning: Earth Magic!”
“*Brrrrk! (suara batu memanjang)”
Dengan sihirnya, Garry memanggil
beberapa Roh yang menggunakan elemen Bumi untuk menyerang dua Naga tersebut
hingga tewas.
Setelah mereka berdua berhasil
menghentikan dua Naga itu, Myllo menanyakan tentang informasi kedatangan Kaum
Naga kepada Dalbert.
“Dalbert! Di mana lagi serangan
Kaum Naga?!”
“Sebentar.”
Balas Dalbert, sambil merubah
senapan jitunya menjadi elang.
Saat memeriksa sekelilingnya…
“…”
…ia hanya terdiam saja.
“Ooooi! Dalbert! Dari mana lagi
serangan Kaum Naga ini?!”
“bis…”
Balas Dalbert dengan wajah
terkejut.
“Hm?! Ngomong apaan sih, lo?!”
“U…Udah abis.”
“Oh gi—”
““HAAAAAH?!?!””
Mereka berempat begitu terkejut
ketika mereka telat menyadari bahwa berhasil mengalahkan 250 Naga tanpa
adanya bantuan dari pihak manapun.
Melihat pertarungan mereka
berlima, semua yang ada berada di sekitar mereka begitu terkejut.
“Gi…Gila. Mereka berlima ngalahin
Kaum Naga sendirian…?”
Tanya Zorlyan yang begitu
terkejut bersama dengan anggotanya.
“Bo…Bos berhasil lawan Kaum Naga
bareng Petualang-Petualang itu…?”
Pikir Alethra yang diikuti dengan
anggota BBE lainnya.
Walaupun sebagian besar terkejut,
namun tidak bagi yang lainnya yang menyaksikan pertarungan mereka.
“Haha! Saya yakin mereka memang
sanggup mengalahkan sanak saudara kita!”
Kata Göhran yang kembali dalam
Wujud Manusia miliknya, yang diikuti oleh senyum dari Rakhzar.
“Hmph. Akhirnya lo semakin kuat
ya, Djinn.”
“Bang Phonso! Bang Myllo
berhasil—”
“Hahaha! Gue yakin dia makin
kuat, tapi nggak nyangka dia sekuat itu!”
Kata Lupherius, Bismont, dan
Alphonso secara bergiliran.
Namun, orang-orang di sekitar
kemah evakuasi dan Vigrias Capital justru mengeluarkan reaksi yang berbeda.
“I…Ini…kayak dongeng, ya…?”
“Walaupun mereka berkelompok…tapi
mereka semua ngingetin kita sama…”
““Dracorion.””
Kata beberapa warga penduduk asli
Erviga yang menyaksikan dari jauh.
Sedangkan di tempat tersembunyi
di dalam Vigrias Capital.
“*Crang! (suara membanting
gelas)”
“*Brak! (suara menendang meja)”
“Sial! Sial, sial, sial, SIAL!”
Teriak Maverick yang kesal dengan
keberhasilan Djinn dan rekan-rekannya dalam mengalahkan Kaum Naga.
Tidak hanya itu saja, bahkan Jiwa
milik Flamiza yang ia gunakan pun mulai memudar
“Baiklah jika kau masih berani
menampakkan dirimu, Pria Terjanji! Lebih baik aku yang memburumu secara
langsung!”
Tegas Maverick sambil berjalan ke
luar dari ruangan miliknya.