
“Melchizedek.”
“!!!”
Te-Ternyata pindah lagi ya siarannya?
Gue kira cuma liat masa lalu itu doang.
Entah kenapa, gue rasa siaran yang sekarang lebih panjang daripada di Erviga.
Oh ya, ngomong-ngomong…
“…”
…Melchizedek ada di depan dewa-dewa ini lagi?
“Salam hamba, Dewa Sakhtice.”
“Dengarkan dan taatilah perintah-Ku.”
““…””
Ada yang aneh.
Kenapa semua dewa yang ada di sini kesannya negatif banget? Selain Sakhtice yang ekspresinya selalu datar, dewa-dewa lainnya keliatan marah, murung, bahkan nggak peduli sama Melchizedek.
“Hamba siap mendengar dan menaati perintah Sang Keadilan…”
“…”
Sakhitce nggak langsung ngomong karena perhatiin dewa-dewa lainnya.
“Musnahkanlah seluruh Siren pria.”
“!!!”
Kok dimusnahin?! Nih orang gila kali, ya?! Emangnya kenapa?!
“5 tahun dari sekarang, akan terjadi kehancuran yang disebabkan oleh mereka semua. Sebelum itu terjadi, Aku memerintahkanmu untuk—”
“Ma-Maafkan hamba, Sang Keadilan…”
“Hm?”
“Sebagai Saint dari seluruh Dewa dan Dewi di Geoterra, sepertinya hamba tidak sanggup mengemban tugas tersebut.”
Ya iyalah! Gila aja kali orang sebaik dia harus bantai orang-orang yang kejahatannya baru muncul 5 tahun lagi!
“Melchizedek.”
“Hamba siap—”
“*DHUMMMMMMMMMMMMM………”
“Urgh…”
A-Aura macem apa ini?! Bahkan gue juga ikut ngerasain tekanannya!
“Apakah kau hendak menentang—”
“Diem Lo, Sakhtice.”
Itu Zegin dewinya Myllo, kan?
“Dia bukan Saint Lo aja! Dia juga Saint Gue! Dia punya kebebasan untuk tentuin pilihannya!”
“Zegin! Aku sedang tidak berbicara dengan—”
“Lo kira segampang itu dia bantai mereka semua?!”
“…”
Makasih banyak, Zegin! Gue juga setuju sama lo!
“Aku tidak menyangka bahwa masih ada yang menentang-Ku di antara kita semua.”
““…””
Dewa-dewa yang lain pada diem aja?
Apa mungkin mereka semua juga nggak ada yang setuju sama dia?!
Eh, sebelum itu…
Kenapa orang kayak dia bisa jadi pemimpin dewa-dewa ini semua?!
Bahkan ngeliat gelagatnya, gue nggak akan pernah akuin orang ini sebagai dewa!
“Melchizedek. Aku akan memberikanmu pilihan tentang tugas yang Kuberikan kepadamu.”
“Ha-Hamba bersyukur akan itu, Sang Keadi—”
“Namun Aku sudah menyangka akan hal ini, karena Aku memiliki kuasa atas Ruang dan Waktu. Seperti Zegin yang menentang-Ku.”
“Cih!”
Menyangka?
Apa maksud dewa satu i—
“Selain itu, Aku hendak menegurmu akan dosa besar yang telah dilakukan oleh sahabat-sahabatmu.”
D-Dosa besar?! Apa maksud dia?!
“I-Izinkan hamba mendengar dosa sahabat hamba, Dewa Sakhtice. Jika ada kesalahan yang disebabkan sahabat-sahabat hamba, maka hamba siap mengingatkan mereka.”
“Tentunya kau sudah tahu, Malchizedek”
Emangnya dosa apaan, sih?! Bukannya temen-temennya Melchizedek tuh orang baik semua, ya?!
“Alfgorth Vamulran dan Syllia Laguna.”
Hah?! Itu kan dua orang pertama yang ikut dia, bukan?!
“Tidak sepantasnya dua ras yang berbeda seperti mereka saling jatuh cinta. Terlebih lagi, yang menjalin asmara adalah Mahluk Abadi dan Mahluk Fana. Apakah perlu Aku ingatkan kembali akan hal itu, Melchizedek?”
““!!!””
Mereka saling jatuh cinta aja salah?!
“Kau dengar Aku, Amoreal?”
“…”
Amoreal…
Kalo nggak salah salah satu dewi yang “masih” disembah di dunia ini, kan?
Terus dia itu dewi apa? Dewi Cinta ya, kalo nggak salah?
“Untuk membayar kesalahan yang ia perbuat, maka wanita itu harus menumpahkan darah sanak saudaranya. Selain itu, pria yang telah bersamamu juga akan menanggung akibat dari perbuatannya.”
““!!!””
Nih orang gila, ya?! Cuma karena suka sama beda ras, dia harus bunuh sesama ras-nya sendiri?!
“Sakhtice! Apa maksud-Mu?! Bahkan Engkau tidak menjelaskan kepada Kami terkait bayaran atas dosanya!”
“Itu adalah siksaan besar bagi mereka!”
“Apakah sebesar itukah dosa Siren dan Elf tersebut?!”
Untung aja masih ada beberapa dewa yang nolak perintah gila dari dewa ini!
“Aku adalah Hukum! Aku adalah Keseimbangan! Aku adalah Keadilan! Aku dipercayakan oleh Sang Alpha untuk menjaga dunia ini, khususnya mencegah kedatangan Sang Omega! Oleh karena itu, perbuatan tercela mereka berdua bisa menjadi titik awal kedatangan Mahluk Kiamat tersebut!”
Sang Omega? Emang mahluk macem apa dia? Kenapa dewa ini parno banget sama Omega i—
……………
“Hentikan semua kegilaan ini, ayah!”
“!!!”
Siarannya berubah lagi, dong!
Cih! Masih belom siap gue pindah-pindah kayak gini!
Ngomong-ngomong… Ini bukannya tempat di mana gue lawan Nemesia, ya?
Artinya ini ada di Laguna Empire lagi?
Tapi kok…
“…”
…ada banyak banget jasad Merfolk sama… Naga?
“Hanya karena tidak ingin berbagi kekuasan dengan Posagon Empire yang dikuasai Sea Dragon Empress, Zyndrorres, haruskah Engkau bertindak di luar akal sehat seperti itu?!”
Jadi selama ini para Siren lagi perang sama Naga?!
“Tu-Tunggu dulu, memang ia melakukan apa, Sylli—”
“Perhatikan baik-baik, Feyroq!”
“Mm?”
“Kaisar Laguna menangkap Sea Dragon dan Merfolk sebagai bayaran dari kontraknya dengan Iblis, lalu sebagai gantinya Ia mendapat Serpent-Heart!”
Serpent-Heart…
“!!!”
I-Itu bukannya Gazo Stone?!
“Dengan Serpent-Heart itu, Ia memaksa seluruh Siren pria untuk memakan batu tersebut. Lalu mereka yang
“!!!”
Ja-Jadi selama ini Sea Serpent itu aslinya Siren cowok?!
“Umph!”
Su-Sumpah! Gue eneg sendiri!
Sama aja gue makan mahluk berakal, dong?!
……………
“*Kraaaaw!”
Gue lagi mual tiba-tiba siarannya berubah lagi!
“…”
Sekarang kayaknya gue ada di luar Laguna, deh.
Yang ada di sini cuma…
“*BWUSH!!!”
“(RRRRRRRR!!!)”
…Syllia yang lagi bantai semua Siren cowok, sambil nunggang Hueyacoatl…?
Tunggu! Entah kenapa gue jadi keinget sesuatu!
“…”
Coba pikir baik-baik, Djinn…
“!!!”
Cerita rakyat Clamista tentang Ocean Witch sama Hueyacoatl!
Kalo dari cerita itu, Ocean Witch bantai seluruh Siren.
Nggak gue sangka kalo yang dibantai itu sebenernya Siren yang udah jadi Sea Serpent!
Artinya…
Kakaknya Delolliah itu dong yang sebenernya Ocean Witch?!
Oh iya, ngomong-ngomong yang lainnya ke mana?! Kok nggak—
“*Bhuk!”
“Urgh…”
Eh! Kenapa Melchizedek dipukul Alfgorth?!
“Mengapa anda baru menjelaskan sekarang tentang aku dan Syllia, Melchizedek?!”
Maksudnya tentang “hukuman” Syllia dari dewa bajingan itu?!
“Dengar saya, Melchizedek!”
“…”
“Jika sesuatu terjadi kepadanya, jangan anda pikir saya bisa memaafkan anda! Paham?!”
“Ya, Alfgorth. Andai… aku bisa menjelaskannya kepadanya.”
Dia ngomong gitu ke depan muka Alfgorth, yang marah sampe nangis-nangis.
Ngomong-ngomong, ini semua rekan-rekannya Melchizedek yang gue liat di Erviga, kan?
Bahkan Flamiza pun ada di si—
“Melchizedek. Apakah artinya… apa yang harus dialami oleh kekasihku, Siegfried, juga merupakan hukuman
yang harus kami teri—”
“A-Aku tidak tahu tentang itu, Flamiza. Aku bersumpah demi Ketujuh Penguasa, bahwa aku tidak mengetahui akan hal itu!”
“Keuk!”
Bener juga, ya!
Kalo emang hubungan antar ras dilarang, artinya hubungan Flamiza sama Dracorion juga terlarang dong?!
……………
Beberapa hari kemudian, Syllia berhasil bantai semua Siren yang berubah jadi Sea Serpent.
“(VAAAA MOOOO RAAAAA…)”
“Ya. Jika bukan karena engkau yang diberikan kepadaku oleh Dewi Amoreal dan Dewi Gennisia, mungkin aku tidak
akan bisa bertahan menghadapi mereka semua, Jörnarr.”
Dikasih Amoreal sama Gennisia?
Oh, ya…
“Ada mitos tentang Penguasa Laut, yang katanya lahir dari nadi Sang Dewi! Gue nggak nyangka ini pertama
kalinya gue liat beginian!”
…kalo nggak salah Logrim juga pernah cerita tentang itu.
Tapi nggak gue sangka, ternyata Hueyacoatl itu pemberian dua dewi.
“Syllia!”
“*Phuk!”
“M-Mengapa anda tidak mengizinkan kami untuk terlibat menghadapi semuanya?! Tidakkah anda tidak memperdulikan kami yang mengkhawatirkan anda?!”
“Alfgorth… Maafkan aku, kekasihku. Ini semua… kesalahan ayahku. Maka dari itu, akulah yang pantas untuk menyelesaikan semuanya.”
Alfgorth tiba-tiba peluk Syllia sambil nangis…
Eh, dia bilang apa?! Syllia nggak ijinin mereka untuk bantuin dia?!
Kalo gitu apa yang dibilang Delolliah tentang kakaknya ini…
“Dulu, aku ingat akan seseorang yang selalu berusaha untuk mengemban dosanya sendirian. Padahal ia memiliki adik-adiknya, serta sahabat baik di sekitarnya.”
…maksudnya kejadian yang ada di sini?
Dia dianggap berdosa sama Sakhtice. Padahal dia bisa aja biarin temen-temennya untuk bantuin dia. Tapi karena ini urusan dia sama ras-nya sendiri, jadinya dia yang bantai semua yang dilakuin bapaknya sendiri.
Eh iya…
Kenapa Melchizedek sama temen-temennya nggak ada yang bantuin Syllia?
Awalnya gue kira mereka nggak bantuin karena nggak dibolehin Sakhtice untuk bantuin dia.
Tapi mau dibantu atau nggak dibantu, ini bener-bener keterlaluan!
“*Druk…”
Melchizedek tiba-tiba sujud di depan mereka berdua.
“Ti-Tidak. Seharusnya aku yang meminta maaf, Syllia! Sebagai pemimpin kalian, seharusnya aku bisa berbuat
banyak! A-Andai aku bisa—”
“Jelaskan kepada kami, Melchizedek.”
“…”
“Kira-kira, hukuman macam apa yang harus diderita oleh Alfgorth? Siksaan macam apa yang akan dilewatinya?”
Mungkin dia nanya gitu sebagai langkah preventif, supaya Alfgorth nggak ngerasain apa yang udah dia lewatin.
“Untuk itu…”
……………
“*Brak!”
Aaaaaagh! Ganti lagi siarannya, sialan!
Tapi kok…
“…”
…gue kayak ada di dalem kedai gitu, ya?
Terus, siapa orang yang di samping gue ini?
Entah kenapa, dari yang gue liat, mukanya udah kayak orang depresi yang mau mati a—
“Kau telah melihat ingatanku, bukan… hicc!”
“!!!”
Di-Dia ngomong sama gue?!
Eh, tunggu! Dia ini… Melchizedek…?
Gi-Gila…
Dari yang di awalnya gue liat dia periang, abis itu keliatan kayak orang yang punya banyak tekanan, giliran sekarang… dia keliatan kayak orang depresi.
Kok gue ngerasa kalo dia yang justru dihukum ya?
Terus gimana nasibnya Syllia sama Alfgorth?