Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 369. Do What You Think is Right



Aquilla berhasil menghentikan krisis yang berada di Kumotochi. Karena bantuan Myllo dan rekan-rekannya, kini Tetsuo lebih berani untuk mewujudkan keinginan dan harapannya sebagai seorang Shogun, di tanah yang berada di atas awan itu.


Setelah mengetahui keberadaan Hidden Dungeon di wilayah tersebut, Myllo dan anggota Aquilla lainnya menjadi lebih semangat untuk memasuki wilayah rahasia yang menjadi incaran semua Petualang itu, sementara Djinn menjadi gelisah karena adanya kaitan antara dirinya sendiri dengan Hidden Dungeon.


Tetapi sebelum mereka memasuki wilayah tersebut, ada suatu kejadian yang tidak mereka ketahui di Dunia Bawah, tepatnya beberapa minggu sebelum mereka berhasil mengalahkan anggota Bakufu.


“*Shrak!”


““WUOOOAAAAAHHH!!!””


““*Prok, prok, prok…””


Di Chaoeseum, saat itu semua penonton bersorak sorai ketika mendapati beberapa Petualang yang berhasil


menghadapi sesosok monster besar.


Walaupun ada korban jiwa dari antara beberapa Petualang, nyatanya mereka tidak peduli dengan itu semua.


Pertarungan yang sengit, aksi sihir dan pedang, serta pertumpahan darah yang mendebarkan jantung.


Hanya itu saja yang mereka pedulikan dari pertarungan yang ada di tengah arena tersebut.


“S-Sialan…! A-Andai gue bisa lebih—”


“Maha, cukup! Ayo kita balik!”


“Z-Zorlyan… tapi—”


“Gue paham sama yang lo rasain! Tapi kita nggak punya pilihan lain, selain ngikutin kemauan semua yang ada di sini!”


“Keuk…!”


Dengan rasa bersalah karena hilangnya beberapa nyawa Petualang, Mahadia mengikuti apa yang dikatakan oleh Zorlyan, Kapten-nya. Bersama-sama mereka meninggalkan arena pertarungan, lalu diikat dengan Mana-Restrictions oleh beberapa orang yang melayani Leonard Rochdale.


“Cepet jalan!”


“*Dhuk!”


“Cih! Dasar bajingan—”


“Cukup, Maha! Jangan lawan dia!”


“Cih!”


Dengan memendam rasa benci setelah ditendang oleh salah seorang pengawal, Mahadia kembali mengikuti


perintah Zorlyan dan berjalan bersamanya dalam pengawalan ketat para pengawal.


Namun ketika mereka berjalan bersama melewati beberapa tahanan Petualang, Mahadia mendapati sesuatu yang berbeda dari biasanya.


“Hm?”


“Ada apa, Maha?”


Tanya Zorlyan kepada Mahadia, yang terlihat seperti menyaksikan sesuatu.


“Nggak. Cuma ngerasa ada yang beda.”


“Oh, maksud lo tempat itu?”


“Ya. Biasanya yang ngunjungin tempat itu cuma Leonard sama perempuan yang selalu bareng dia. Tapi kok tiba-tiba ada banyak orang yang—”


“Woy! Buruan jalan!”


““…””


Zorlyan dan Mahadia hanya menatap salah seorang pengawal dengan tajam, setelah pengawal tersebut berseru dengan kasar kepada mereka.


Namun karena tidak punya pilihan apa-apa, mereka hanya bisa mengikuti perintah dari pengawal tersebut, walaupun pengawal tersebut…


“Ng-Ng-Ngeri banget…! G-Gue kira gue bakalan mati…!”


…merasa takut karena tatapan tajam mereka.


Sementara itu, di sisi lain bawah tanah Chaoseum, di mana orang-orang yang sebelumnya dilihat oleh Mahadia berjalan bersama menuju sebuah penjara yang khusus.


“K-Kita disuruh untuk cari Petualang lagi, Kapten…”


“S-Sebelumnya… misi kita gagal. I-Itu semua karena kita digagalin sama Keeper mereka, Garry Geri! Belom lagi


karena Wakil Kapten yang namanya Djinn Dracorion!”


“K-Kami tahu, bahwa cara kami salah, Kapten. T-T-Tetapi… kami akan lakukan apapun… agar anda selamat,bKapten!”


Kata Slasher, Sonda, dan Kritach secara bergantian, dari luar penjara kepada seseorang.


“Hahaha…”


“Hm?! K-Kapten…?”


“Nggak. Denger nama Aquilla, tiba-tiba gue jadi keinget sama adek gue yang namanya Myllo. Nggak disangka, kalo dia bener-bener bawa nama itu sebagai Kapten yang baru.”


Kata Tarruc Taur, Kapten dari Taurus Party, yang sebelumnya menjadi Frontliner Nomor Dua di Geoterra, sebelum ia tertangkap oleh Leonard Rochdale.


“Jadi, kalian dipaksa Leonard untuk bawa mereka?”


“Ya, Kapten—”


“J-J-Jujur aja… k-k-kita berenam bingung, Kapten.”


Potong Mila, ketika Sonda sedang menjawab.


“K-K-Kapten selalu cerita tentang Aquilla yang dulu! T-Tentang anggota-anggotanya… termasuk Myllo The Wind…! T-T-Tapi sekarang kita… kita harus…”


“Mila…”


Bisik Sonda sambil menyaksikan air mata yang menggelinang di pipi Mila.


“…”


Tarruc yang juga melihat tangisan Mila, seketika teringat akan masa lalu, di mana ia sedang berada di antara Myllo dan Sylvia yang sedang berbicara.


“Kenapa Kak Sylv nggak bisa ngelakuin apa yang menurut Kak Sylv bener?! Kenapa harus ngikutin kemauan orang lain?!”


“…”


Karena hal tersebut, Tarruc pun berpikir.


“Nggak gue sangka. Padahal lo ngomong ke Sylv, tapi justru gue yang kemakan omongan lo, Myllo.”


Oleh karena itu, ia merasa dicerahkan untuk menenangkan Mila dan anggota lainnya.


“Lakuin apa yang menurut kalian benar.”


“M-Maksud lo—”


“Kalo emang menurut kalian tangkep Myllo itu benar, lakuin aja. Tapi kalo kalian pikir tindakan itu salah, coba minta tolong ke mereka, supaya mereka mau bantuin kalian.”


“T-Tapi kalo lo kenapa-kenapa, Kap—”


“Bahkan kalo pilihan harus relain nyawa gue, gue rela! Selama itu semua kalian lakuin karena apa yang kalian


Seru Tarruc kepada mereka semua.


“K-K-Kapten…! Tapi kita semua rela ngelakuin ini demi—”


“Hobart. Lo juga tau kan, kalo yang dibilang Leonard itu omong kosong?”


Tanya Tarruc kepada Hobart yang mempertanyakan keputusannya.


 “Coba pikir baik-baik!”


““…””


“Buat apa dia ngancem kita kayak gini, kalo dia sendiri juga masih butuh Petualang?!”


“A-Artinya…”


“Dia nggak akan lepas kita semua! Justru dia cuma mau manfaatin kalian yang takut kalo gue kenapa-kenapa! Karena kalo sampe orang lain tau ada Tarruc Taur, mantan anggota Aquilla, dijebak di sini, ujung-ujungnya dia yang terancam! Makanya dia pinter manfaatin kita, supaya kalian fokus untuk cari Petualang, dengan taruhan nyawa gue!”


Jelas Tarruc kepada anggotanya.


“Makanya itu, gue mau ingetin kalian sekali lagi!”


““…””


“Jangan takut! Lakuin apa yang menurut kalian benar!”


“T-Tapi kita nggak akan bisa—”


“Mau kalian ketauan pun, dia nggak akan apa-apain gue! Tapi kalian yang—”


“OK! Kita paham, Kapten!”


Seru Slasher kepadanya, tanpa memperdulikan rekan-rekannya.


“Semoga kita…”


“*Pret…”


““WOY—””


“…bisa lakuin perintah lo!”


Seru Slasher, walaupun berbicara sambil mengeluarkan kentut.


Karena hal tersebut, mereka pun hendak menjalani tugas yang dibebankan oleh Leonard kepada mereka.


Beberapa minggu kemudian, mereka hendak pergi mencari Aquilla bersama beberapa anggota Leo Guild. Mereka sudah berada di tengah laut, dengan sebuah kapal besar yang dimiliki oleh Leonard.


“Terus gimana cara kita tau lokasi mereka?!”


“A-A-Aku tau lokasi mereka sekarang…!”


Jawab Mila, ketika ditanyakan oleh salah seorang anggota Leo.


((Mark Locator))


“…”


Dengan sihirnya, Mila membuka sebuah kertas yang berisikan peta, di mana terdapat dua titik yang berkedip.


“I-Ini lokasi kertas ini. Tapi kalo titik ini kok… Hm? Kok ada yang aneh, ya?”


“Ada apa, Mila?”


“A-Aku nggak tau, Kritach. Tapi keliatannya… lokasi ini… ada di atas sana…?”


Jawab Mila, sambil menunjuk ke atas awan.


““Mm?””


Sebagian dari mereka tidak mengetahui apa yang dimaksud Mila. Bahkan Mila sendiri juga merasa heran dengan sihirnya.


Namun dari antara mereka semua, hanya Slasher, Kritach, Sonda, dan Lozrick saja yang mengetahui petunjuk tersebut.


“A-Artinya…”


“Mereka semua ada di Kumotochi, ya?”


Sahut Kritach dan Lozrick.


Sementara Slasher…


“Cih!”


…merasa kesal setelah mengetahui keberadaan Aquilla saat ini.


“Lozrick, lo inget kan cara jalan ke sana?”


“Ya. Mumpung kita ada di jalur yang pas, kita bisa pergi ke sana, tanpa harus muter-muter.”


Jawab Lozrick kepada Sonda.


Setelah mengetahui keberadaan Aquilla, mereka semua bersama-sama hendak pergi menuju Kumotochi.


Dalam perjalanan, Hobart merasa heran dengan sihir yang digunakan oleh Mila.


“Mila, kok lo bisa tau kalo mereka ada di atas awan.”


“Ya. Sihir aku bisa tau keberadaan sesuatu yang udah aku kasih tanda. Kalo udah aku kasih tanda, lokasinya nanti muncul di peta.”


“Kasih tanda? Emangnya lo kasih tanda di mana?”


“A-Aku kasih tanda di salah satu dari antara mereka, Hobart.”


Jawab Mila kepada Hobart.


……………


Sementara itu, di Kumotochi.


“Hihihi! Ayo kita masuk Hidden Dungeon!”


““Ya!””


Myllo dan anggota Aquilla hendak memasuki Hidden Dungeon yang berada di Kumotochi.


Selain mereka, terdapat Ryūhime yang akan menemani perjalanan mereka.


Tetapi sebelum mereka memasuki Hidden Dungeon, Dalbert merasa ada yang aneh dengan Machinno.


“Machinno, kaki lo kok… ada tanda yang kedap-kedip?”


“Machinno… tidak tahu.”


“Tapi lo nggak apa-apa, kan?”


“Machinno… baik-baik saja.”


Jawab Machinno, yang tidak menyadari, bahwa dirinya telah diberikan tanda oleh Mila, ketika ia dan Aquilla sedang berada di Hazhroom Forest, saat Garry sedang dikejar oleh Kritach dan Sonda.