
Gue masih di markas ikatan bandit ini untuk jelasin yang gue tau tentang Bandit Legendaris, yang sebenernya itu Chuck. Gue yakin, Dalbert juga tau tentang yang gue pikirin. Tapi ada satu hal yang nggak dia tau tentang orang itu.
Makanya itu gue sebenernya berencana untuk jelasin ke mereka secepetnya tentang orang yang kita cari, karena
gue khawatir sama Si Brengsek itu yang harus lawan mereka sendirian.
Masalahnya, Myllo perintahin ke gue tuh di luar ekspektasi gue.
“Selain orang yang lagi dilawan Dalbert sama orang yang mau bunuh Cleaner, gue mau sisa “kepala” mereka untuk dengerin penjelasan lo!”
“Haaah?! Kenapa juga kita—”
“Insting gue bilang ada sesuatu yang nggak beres dari antara mereka! Makanya itu—”
“Myllo! Kan Djinn bilang Dalbert lagi ada bahaya! Jadi kita harus buru-buru untuk bantu dia!”
Untungnya Gia juga nggak tenang soal kondisi Dalbert, kayak gue. Tapi menurut gue, Myllo juga nggak salah.
Aneh aja kalo salah satu dari antara mereka tiba-tiba mau bunuh rekannya sendiri.
“Yaudah lah, angkat aja mereka dari—”
“Myllo…”
“Ah! Machinno!”
Eh! Tiba-tiba dia bawain dua kepala bandit itu dong!
Yang satu tuh yang gue kalahin di luar markas, sementara yang satu lagi tuh yang dipukul Gia sampe ke luar markas.
Kalo dipikir-pikir lagi…
“Hm? Kenapa kamu liat-liat aku, Djinn? Kamu mau jadi pacar a—”
“Nggak. Makasih.”
“Cih!”
…ngeri banget nih cewek! Dia bahkan bisa pukul orang sekeras itu!
K-Kalo pukulannya sekeras itu… gimana nasib Myllo yang waktu itu dia pukul[1]…? Semoga aja gue nggak pernah senasib kayak mereka berdua…
“Myllo, yang satu teh denyut nadinya pelan karena kehabisan napas. Yang satu lagi teh kepalanya memar. Jadinya mereka berdua—”
“Minggir dulu!”
“Et! Teteh teh mau ngapa—”
“*Bwush!”
Eh buset! Kok yang gue kalahin tadi tiba-tiba disembur pake alkohol?!
“*Dhuk!”
“Bangun!”
Bahkan yang dikalahin Gia pun ditendang kepalanya?!
“Uhuk, uhuk, uhuk! Siapa yang berani-beraninya semburin alkohol ke muka gue yang ganteng ini?!”
“Sialan… Ada yang berani-beraninya tendang kepala gue?!”
““…””
Gue sama temen-temen gue nggak percaya sama yang kita liat! Padahal mereka berdua mau disembuhin Garry! Tapi gara-gara cewek ini, tiba-tiba mereka sadar!
“Cleaner…?”
“Woy, Cleaner! Lo kan yang tendang kepala gu—”
“Udah bangun, kan?! Mending kalian berdua duduk tenang sambil buka kuping kalian selebar-lebarnya untuk dengerin orang ini!”
““…””
Dari tatapan mereka berdua, keliatannya mereka nggak mau terima apa yang mau gue sampein.
“Hah?! Buat apa kita dengerin dia?!”
“Hmph! Lo mau denger Petualang?! Nggak gue sangka, Cleaner! Ternyata lo serendah i—”
“Kalo kalian mau tau tentang inceran kita, mending kalian dengerin orang i—”
“Kenapa kita harus dengerin Petualang, Cleaner—”
“Bill! Benjie! Untuk sekali ini aja, tolong dengerin permintaan gue!”
Bill? Benjie? Itu nama asli mereka?
Kalo nggak salah, yang badan gede itu dipanggil Bull, bukan?
“Cleaner—Enggak. Maksud gue, Naomi. Kenapa lo sampe minta tolong kayak gitu?”
“Padahal… lo itu termasuk orang yang paling gengsian untuk minta tolong, bukan?”
Gengsian minta tolong ya?
Haha. Kenapa gue keinget diri gue yang dulu ya?
“Mungkin supaya lebih enak, mending kita betiga perkenalan sekali lagi. Nama gue Naomi McLean, alias Cleaner. Yang satu ini namanya Bill Butch, alias Butcher. Yang terakhir namanya Benjie Bartolh, alias Bull.”
“Gue Myllo Olfret! Calon Petualang Nomor Satu di
Duni—”
“Mil, keliatannya mereka udah tau siapa kita. Jadinya lo nggak perlu—”
“Aaaargh!”
“*Tung!”
Aduh! Kok kepala gue—
“Kurang ajar lo, Djinn!”
“Ngehe lo! Kenapa kepala gue harus dipukul—”
“Udah, udah, udah! Mending kamu jelasin ke mereka, Djinn!”
““…””
Gara-gara Gia, gue jelasin ke mereka semua tentang yang gue tau.
Pertama-tama, mulai dari Chuck yang udah selalu gue curigain semenjak pertama kali dia ketemu Aquilla. Waktu itu gue nggak tau sihir macem apa yang dia pake. Tapi kalo bisa bikin pingsan lebih dari 10 orang kayak gitu tanpa adanya aura, gue rasa dia itu bukan sekedar Petualang Kasta Kuning aja.
Abis itu gue juga jelasin ke mereka semua tentang cara dia manipulasi semua yang ada. Inti dari penjelasan gue kali ini, gue yakin kalo Chuck itu mau adu domba Aquilla sama Dreaded Band. Masalahnya ada beberapa hal yang gue heran.
Apa tujuan kita diadu domba?
“Tapi… aku penasaran, deh.”
“Apa, Gia?”
“Kok tongkatnya Myllo diambil? Emangnya tongkat kamu tuh ada apanya sih, Myllo? Kok tiba-tiba dicuri—”
“Tongkat itu… senjata pertama Kak Sylv, sebelum dia jadi Petualang Nomor Satu di Geoterra!”
““!!!””
“Mungkin nggak ada yang spesial dari tongkat itu! Lagipula Kak Sylv pake tongkat itu cuma untuk latihan aja! Tapi itu aja sisa peninggalan dari Kak Sylv yang masih gue pegang! Makanya gue nggak boleh kehilangan senjata itu!”
Sebenernya gue bisa jawab pertanyaan Gia, kalo Chuck cuma mau bikin Myllo jadi lebih lemah. Mungkin dari segi kekuatan, Myllo nggak keliatan lebih lemah. Justru Myllo jadi lebih lemah dari segi mental.
“Pantes aja kamu kesel banget, Myllo.”
“Semoga… Myllo mendapatkan kembali tongkatnya.”
“…”
Abis itu, gue jelasin sesuatu yang mungkin temen-temen gue juga nggak tau, termasuk Dalbert.
“Pertama, dari gerak-geriknya. Gue liat Chuck yang anter kita ke tempat Sheriff itu lebih condong pake tangan kanan. Tapi Chuck yang ikut makan bareng kita di kedai itu pasti kembarnya, yang lebih condong pake tangan kiri.”
“Hah?! Masa kamu liat sampe se-detail itu?!”
“Gue dari awal udah nggak percaya dia. Makanya gue perhatiin terus gerak-geriknya.”
Ya. Feeling gue udah nggak enak dari dia dateng bantuin kita.
“Kedua, mungkin ini bener-bener gue doang sih yang paham, semenjak gue ini perokok.”
““Hm?!””
“Chuck yang kita temuin di kedai itu perokok berat. Tapi Chuck yang ikut perjalanan bareng kita ke sini tuh Chuck yang sama, yang anter kita ke Sheriff. Gue yakin banget kalo Chuck yang ikut kita itu jelas-jelas bukan perokok.”
Tapi yang masih nggak masuk akal itu cuma satu.
Kok bisa dia tuker-tukeran secepet itu? Padahal kan perjalanan dari Beckbuck ke markas bandit ini jauh.
“Tunggu dulu! Denger penjelasan kalian, gue jadi mau ngecek ruangan khususnya!”
“Bill, maksud lo…”
“Kita masing-masing punya ruangan khusus kita. Kita bahkan sumpah untuk nggak masuk tanpa ijin, karena ada banyak rahasia kita. Tapi karena kondisi ini mendesak, kita harus langgar sumpah kita untuk masuk ke ruangan bajingan itu!”
““…””
Kita ikutin Bill ke ruangannya Chuck.
Sampe waktu sampe di ruangannya…
“I-Ini…”
“Instant Portal…!”
…kita temuin portal yang mirip kayak yang dipake Snake di Xia Village[2].
“Cih! Pantes aja dia tiba-tiba selalu masuk ruangan ini! Ternyata dia selalu pergi lewat portal ini?!”
Oh ya. Bener juga.
Berarti pertanyaan yang gue pikirin udah kejawab.
Tapi masih ada pertanyaan yang belom bisa gue ja—
“Terus… siapa yang selama ini tuker-tukeran identitas sama dia…?”
“A-Apa mungkin orang yang namanya Zerron itu—”
“Nggak. Kayak yang dibilang Djinn. Zerron itu nggak lebih dari sekedar alat aja.”
Ya. Cuma itu aja yang nggak kita tau jawabannya.
“Hmph! Padahal katanya Petualang! Tapi tindakan dia nggak kayak Petualang!”
Tunggu…
Petualang ya, Myllo bilang.
Kalo nggak salah nama Party dia apa? Gemini?
“Mil! Makasih banyak, Mil!”
“Hah?! Makasih?! Emangnya gue bantu apa, Djinn—”
“Kalo nggak karena lo yang bahas-bahas soal Petualang, gue nggak akan tau tentang identitas dia!”
“A-Apa maksud lo, Djinn—”
“Mereka berdua itu sepasang kembar!”
““!!!””
Gue yakin mereka pasti kaget. Makanya itu gue jelasin ke mereka tentang jawaban gue.
“Kok kamu bisa tau—”
“Mungkin ini kedengeran konyol, tapi gue tau dari nama Party mereka yang namanya Gemini! Karena itu gue yakin, kalo Chuck atau kembarnya itu Leader dari Party itu! Ya mungkin ini karena asumsi aja sih. Tapi—”
“*Brak!”
“Sialan…!”
Hah? Ada apa sama Naomi?
“Ada apa, Nao—”
“Maafin gue, Bill. Benjie.”
“Mm?”
“Dari antara kalian berempat… gue paling percaya sama dia! Tapi nggak gue sangka… kalo selama ini orang yang gue percaya itu udah nggak ada!”
““!!!””
Udah nggak ada?!
“Naomi! Maksud lo a—”
“Tunggu… jangan bilang…”
“Mereka bukan Chester yang kita kenal! Tapi mereka itu…”
“Dua kembar Chester lainnya!”
Hah?! Jadi sebenernya mereka itu kembar tiga?!
“Naomi. Benjie.”
““Hm.””
Mereka berdua cuma ngangguk aja waktu dipanggil temennya?
“Aquilla, sebelum kita lanjut, gue mau pastiin sesuatu dulu.”
““…””
“Kalian itu… anjingnya Centra Geoterra, bukan?”
Hah?! Maksud orang ini a—
“Nggak mungkin! Kita ini belom ada di tengah-tengah Ranking Petualang! Kalo kita anjingnya Centra Geoterra, harusnya gue atau Djinn udah ada di Kasta Jingga atau Kasta Merah!”
Oh gitu?!
P-Pantes aja gue nggak nemuin nama gue atau Myllo di Ranking Petualang…
“Hmm… gitu ya. Yaudah deh. Kalo gitu, biar gue ceritain ke kalian tentang siapa yang sebenernya harus kalian waspadain di tempat ini!”
“Emang sia—”
“Mil, kira-kira penjelasan gue udah selesai. Jadinya gue boleh langsung susul Dalbert ya?”
“Oh iya! Yaudah! Gih pergi sana! Semoga dia baik-baik aja!”
Kalo denger cerita dia kayaknya kelamaan! Jadinya gue harus secepetnya untuk bantu Dalbert!
Semoga aja, dia nggak kenapa-kenapa!
_______________
[1]Myllo menghina bentuk fisik Gia. Karena itu Gia memukulnya dengan sangat keras (Chapter 94).
[2]Instant Portal adalah Artifact yang ditemukan Djinn, yang bisa menteleportasikan seseorang secara langsung. Djinn menggunakan Instant Portal untuk pergi menuju kediaman Derrek, dari markas Serpentis yang berada di bawah tanah (Chapter 46).