
Aquilla telah memasuki Dungeon of Whisper bersama dengan Styx, para Siren, serta mantan anggota Chemia.
Sesuai dengan perkiraan Djinn…
“Uhm…? Gue ada di mana?”
“Ah, sial! Ternyata kayak gini lagi, ya?!”
“Aduh! Aku sendirian lagi!”
…mereka terpisah.
Beruntung, Angela telah mempersiapkan semuanya dengan burung gagak yang ia berikan kepada semua rekan-rekannya.
“Adakah yang bisa mendengar suara saya?”
Tanya Angela kepada lewat burung gagaknya.
“Oh! Angela! Untung aja ada burung gagak lo! Jadinya kita bisa tau ada di mana! Ahaa—”
“Hueeekk…”
““…””
Semua mendengar suara seseorang yang muntah ketika Myllo sedang berbicara.
“M-M-Maafkan aku, semuanya…”
“Ahahaha! Ternyata Delolliah masih mabok teleportasi ya?!”
““…””
Semua hanya terdiam ketika mengetahui bahwa Delolliah yang mual. Namun mereka lebih heran dengan Myllo yang menertawakannya.
“Haduh, padahal kalo minum dia juga sama parahnya kayak Delolliah…”
Pikir Styx sambil menempuk jidatnya.
Setelah itu, mereka semua saling bersahut-sahutan untuk memberi kabar keberadaan mereka.
“Aku berada di tengah-tengah… hutan? Tidak, sepertinya yang kulihat ini adalah rumput laut yang besar.”
Jelas Eìmgrotr tentang keberadaannya.
“Huuuh! Untung aja gue nggak jatoh!”
“Dalbert! Lo ada di mana?!”
“Gue ada di tepi jurang gitu!”
Jelas Dalbert kepada Myllo lewat burung gagak di pundaknya.
“Tempat ini… kok kayak di bawah laut, ya? Anehnya, kira masih bisa gerak normal, terus kita masih bisa bernafas?”
“Memang tempat ini ada di bawah laut. Tidak. Lebih tepatnya, dataran ini berada di bawah laut.”
“Dataran di bawah laut?!”
Tanya Gia kepada Pielloda dengan terkejut.
Sambil yang lainnya bersahut-sahutan, Angela mencari tahu keberadaan semua anggota lewat mata dari burung gagak yang berada di pundak masing-masing anggota.
Hingga tiba-tiba, ia menyadari ada sesuatu yang janggal.
“Tuan Geri! Di belakang anda!”
“Hah?! Belakang a—”
“Graaaurr…”
“HYAAAAA!!! BINATANG APA IEU, ANYING?!?!”
Teriak Garry dengan panik, ketika melihat adanya sesosok mahluk berbentuk beruang, dengan sirip dan ekor ikan.
“Dari suaranya, aku menduga bahwa Garry diserang dengan Teddy Fish! Pasti ia berada di Teddy Lair!”
Jelas Jennania kepada mereka semua.
“Nyonya Jennania, aku dan Aegaly berada tidak jauh dari Teddy Lair! Kami akan menjemputnya!”
Seru Pielloda, setelah ia melihat keberaadan Aegaly dari jauh.
“Baiklah, Pielloda! Aku juga akan ke sana! Tunggu kami, Garry!”
“HYAAAA!!! TOLONG AING, TEH JENNAAAA!!!”
Kembali teriak Garry dengan panik.
Namun, permasalahan tidak berakhir bersama Garry saja.
“*Dor, dor, dor!”
Seketika mereka melihat adanya suara tembakan.
Dengan itu, Myllo menyadari bahwa rekannya sedang berada dalam masalah.
“Dalbert! Lo kenapa?!”
“A-Ada banyak banget hiu yang punya kaki—Oi! Machinno! Kok lo tiba-tiba ada di depan gue?!”
Jelas Dalbert, sambil berlari dikejar oleh mahluk laut yang ia deskripsikan, serta menemukan Machinno.
Namun, alih-alih menjawab Dalbert…
“*Puink, puink, puink…”
…ia justru berlari.
“Ma-Machinno! Jangan lari du—”
“Aaaaah! Machinno takuuut!”
Seru Machinno dengan nada sedikit datar.
“Aku mengetahui lokasi tersebut! Aku akan pergi membantu Dalbert dan Machinno!”
“Aku akan ikut bersamamu, Nautina!”
“Baiklah, Kailinophe!”
Balas Nautina, sambil berlari bersama Kailinophe untuk menghampiri Dalbert.
Setelah mengetahui adanya Garry dan Dalbert bersama tantangan yang mereka hadapi, kali ini giliran Lephta yang memberikan laporan terkait permasalahan yang ia hadapi.
“HYAAAAA!!! TOLOOONGGG!!!”
“Lephta! Ada apa?!”
“ADA BANYAK BANGET MAHLUK LAUT YANG NGEJAR AKUUUU!!!”
Teriak Lephta dengan panik, setelah ia melihat adanya ribuan ikan pari yang berukuran sekecil serangga.
Akan tetapi…
((Snow Blow))
“*Fwush…”
“*Shrrrkk…”
…Eimgrotr menemukannya dan langsung merapal sihirnya untuk membekukan ribuan mahluk laut tersebut.
“Mahluk kecil itu… jika tidak salah bernama Stington, bukan?! Tidak kusangka kita semua akan menghadapi habitat yang sudah punah di tempat ini!”
Pikirnya tentang mahluk kecil tersebut.
“Waaaah… Masuk sini pasti ada aja ya tantangannya! Ahahaha!”
Seru Myllo dengan riang.
Namun, Delolliah merasa ada yang janggal.
“Jennania. Apakah kau berpikir seperti yang aku pikirkan?”
“Ya. Ini adalah mekanisme pertahanan Laguna Empire dari kedatangan para pendatang dari luar Dungeon of Whisper.”
Balas Jennania kepada Delolliah.
“Hah? Mekanisme pertahanan?”
“Ya. Mekanisme itu disiapkan oleh Kakak Euphonia jika ada pendatang dari luar Hidden Dungeon, Myllo.”
“Akan tetapi, seharusnya mekanisme pertahanan ini tidak seharusnya aktif jika kami, Para Siren, datang.”
Jelas Delolliah dan Jennania kepada Myllo.
“Terus, kok tiba-tiba aktif?”
Tanya Gia dengan heran.
“Maafkan aku, Gia. Satu jawaban yang pasti adalah…”
“Ulah Kakak Nemesia!”
Kembali jelas Delolliah dan Jennania secara bergantian.
Saat menjelaskan kepada para pendatang, seketika mereka dikejutkan dengan peringatan Angela.
“Nyonya Styx! Di belakang anda!”
““!!!””
Peringatan tersebut mengejutkan semuanya, khususnya Myllo.
“Styx! Lo kenapa?!”
“Tenang aja. Gue cuma disamperin sama orang-orang yang tinggal di sini!”
“Maksud lo…”
“Siren!”
“Apa yang anda lakukan di tempat ini, Iblis?!”
Seru salah seorang Siren, yang lengkap dengan zirah dan tombak yang panjang.
Karena merasa terancam, Styx memegang kedua pisaunya untuk berjaga-jaga.
Namun…
“Kalo gue serang mereka, bisa-bisa Delolliah atau Jennania sakit hati sama gue. Artinya gue harus…”
“*Swush!”
…ia lebih memilih untuk melarikan diri dari Siren yang menghadapinya.
Walaupun sudah berlari dengan sangat cepat, beberapa Siren bisa mengejarnya dengan kecepatan yang sama. Akan tetapi, ia merasa heran ketika melihat kejaran para Siren itu.
“Kok mereka ngejar gue kayak lagi berenang?!”
Tanya Styx dengan heran.
“Styx! Larilah secepat mungkin!”
“Kenapa emangnya?!”
“Tempat ini adalah teritori kami, para Siren! Mereka yang mengejar anda diuntungkan dengan lokasi ini!”
Jelas Delolliah kepada Styx.
“Angela! Di manakah Styx berada?!”
“Ia berada di sekitar koral yang kasar dan besar, yang terlihat seperti di atas bukit!”
Jawab Angela kepada Jennania.
Setelah mendengar penjelasannya, Myllo dan Jennania mengadah ke atas koral yang besar dan melihat Styx yang sedang berlari.
“Ah! Aku melihatnya!”
“Gue juga!”
Seru Jennania dan Myllo secara bergantian, sambil berusaha secepatnya menuju Styx.
“Mati kau, Iblis!”
“*Swush!”
Teriak salah seorang Siren yang mengejar Styx, sambil melempar tombak ke arahnya.
Namun…
“*Tuk!”
Myllo yang datang langsung menghentikan laju dari lemparan tombak tersebut. Tidak lama kemudian, Jennania
juga datang menyusul Myllo dan Styx.
“Hentikan!”
Teriak Jennania, selaku salah satu Permaisuri, kepada para Siren.
Akan tetapi, ada sesuatu yang tidak ia duga.
““*Druk!””
“!!!”
Jennania dikejutkan dengan para Siren yang masih mengarahkan tombak kepadanya.
“Jennania Laguna! Kau telah melanggar Perjanjian Sakral, dengan melarikan diri dari Laguna Empire! Oleh karena itu, kau harus kami tangkap!”
Seru salah satu Siren kepada Jennania.
“Oi, Jennania! Lo bukannya ngejar Delolliah doang?!”
“Ya. Namun aku mengejarnya tanpa seizin Kakak Nemesia.”
“Waduh! Gawat nih kalo kayak gini!”
Seru Myllo dengan sedikit tersenyum, sambil memegang erat tongkatnya.
Bersama dengan Styx dan Jennania, ia bersiap menghadapi para Siren.
Akan tetapi, ketika mereka bertiga sedang bersiap, mereka justru dikejutkan dengan berita Angela lewat burung gagak itu.
“Gawat!”
““Gawat?!””
“Kami dikepung oleh kumpulan Siren!”
Jelas Angela, yang sudah berkumpul bersama Zhivreeg dan Delolliah, sambil berdiri di tengah banyak Siren.
“Delolliah Laguna! Kau telah diasingkan dari Laguna Empire karena kekacauan yang telah kau lakukan, seratus tahun yang lalu!”
“…”
Delolliah terdiam karena merasa bersalah.
Namun, mendengar semua itu, tanpa diduga ada seseorang yang sangat marah dengan pernyataan para Siren.
“Delolliah. Jennania. Mereka ini ikutin perintah kakak kalian, kan?”
“Ya, Myl—”
“KAKAK MACEM APA YANG USIR ADEKNYA SENDIRI?!?! KAKAK MACEM APA YANG MAU TANGKAP ADEKNYA SENDIRI?!?!”
““!!!””
Semua yang memiliki burung gagak di pundaknya terkejut ketika mendengar suara teriakan Myllo.
“Woy kalian! Bawa gue ke cewek yang namanya Nemesia! Biar gue hajar orang itu!”
““!!!””
Para Siren terkejut dengan pernyataan Myllo.
Dengan begitu, para Siren mendapat perintah baru lewat telepati.
“Saudari-saudariku! Karena Delolliah dan Jennania membawa orang-orang yang berbahaya, maka mereka semua harus dibunuh!”
““Baik, Iadolis!””
Seru para Siren kepada seorang wanita yang bernama Iadolis.
“Iadolis? Siapa dia, Jennania?”
“Ia merupakan Jendral dari pasukan tempur Siren.”
Jawab Jennania kepada Myllo.
Dengan ini, semua orang yang memasuki Dungeon of Whisper mendapati permasalahan dan lawannya masing-masing.
Akan tetapi, berita terbaru dari Angela membuat anggota Aquilla tidak tenang.
“Myllo, maafkan saya.”
“Hah?! Ada apa Angela?!”
“Saya baru menyadari, bahwa ada satu burung gagak saya yang tidak ada respon. Kemungkinan besar, burung gagak itu hancur.”
“Hancur…? Tunggu! Jangan-jangan…”
“Ya. Burung gagak yang ada bersama Tuan Dracorion hancur. Oleh karena itu, saya tidak mengetahui adanya kabar dari pria itu.”
““!!!””
Seluruh anggota Aquilla terkejut.
“Djinn…”
“Semoga kamu nggak kenapa-kenapa!”
“Sianying teh ke mana?!”
“Dari semua orang, kenapa dia yang harus hilang?!”
Pikir seluruh anggota Aquilla dengan tidak tenang.
……………
Sementara Djinn…
““*Shringgg…””
“!!!”
Ia sangat terkejut, ketika ia mendapati dirinya berada di dalam ruang singgasana yang berada di dalam Laguna Empire.
“Kok gue datengnya di sini, sih?!”
Pikir Djinn dengan kesal.
Lalu, ia melihat sesosok wanita yang duduk di antara 5 kursi singgasana.
“Apakah kau adalah Pria Terjanji?”
“Ya.”
Jawab Djinn dengan singkat.
“Aku adalah Nemesia Laguna, kakak dari Delolliah dan Jennania, yang akan mengakhiri hidupmu dan mereka berdua.”
“!!!”
Djinn merasa sangat kesal ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Nemesia.
Namun ia juga berpikir…
“Orang ini pasti jauh lebih kuat daripada Delolliah atau Jennania!”