Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 400. Self Blame



“Semuanya…! Kita akhirnya… sampe di tempat ini…!”


Aduh! Pindah siaran lagi!


Padahal tadi baru rekrut Stephanus, yang diusir dari Katedral!


Tapi tempai ini ada di mana?


Kok di tempat ini berasa… serem ya…?


“…”


Oh ya, ngomong-ngomong Stephanus tuh Keeper Kasta Hijau. Artinya cuma dia aja yang Kasta Hijau, sedangkan yang lainnya Kasta Merah.


“Ahahaha! Nggak disangka! Ternyata ada satu tempat rahasia kayak gini!”


“Kirain cuma ada tujuh tempat aja! Ternyata ada delapan!”


“Ya! Ternyata petualangan kita nggak sia-sia, ya!”


“Kita nggak perlu buat Guild untuk cari tau semua sejarah masa lalu!”


“Bener banget! Kalo nggak ada Kapten Greymore, mungkin kita nggak akan bisa sampe sini!”


E-Emangnya… mereka lagi ada di mana sih…?


Kok keliatannya mereka seneng banget…?


“Semuanya! Kalian mau ikut masuk nggak?!”


“Nggak usah, Kapten! Kita tunggu lo aja di sini! Lagian kita nggak akan pernah tau kan, siapa yang tiba-tiba


nyerang kita?!”


“Ya! Mending lo masuk aja, Kapten Greymore! Biar kita yang jagain tempat ini!”


“Aaahahaha! OK! Gue masuk dulu!”


““Siap, Kapten!””


“…”


Tempat ini…


Jangan-jangan… tempat ini tuh… Hidden Dungeon?!


Atau lebih parahnya lagi…


Final Dungeon?!


“*Bwung…”


Eh?! Kok gue nggak bisa ikutin Greymore yang masuk ke dalem?!


“*Bwung…”


Entah kenapa, gue dihadang sesuatu yang transparan! Makanya gue nggak bisa ikutin dia!


Ada apa nih?! Bukannya sekarang gue jadi hantu?! Kok gue nggak bisa masuk ke dalem?!


“S-Semuanya… s-saya hendak bertanya kepada anda sekalian…”


“Hm? Tanya aja, Stephanus! Nggak usah malu-malu!”


“A-Apakah kalian semua selalu mencari tempat seperti ini, sebelum saya bergabung?”


“Oh iya! Lo belom ada satu tahun ya ikut bareng kita?!”


“Hmm… mulai dari mana ya ceritanya—”


“Biar gue aja yang ceritain! Kalian semua nggak sepinter gue sama Greymore!”


““Hah?! Apa lo bilang?!””


“…”


Orang yang namanya Trazior ceritain ke Stephanus tentang petualangan Phoenix.


“A-Ada dataran di atas awan?!”


“Ya! Namanya Kumotochi! Di sana tuh unik banget! Ada arus laut yang bergerak ke atas! Makanya kita bisa


sama-sama pergi ke atas sana!”


“Woy, sialan! Namanya Kumotta Jūkyo! Bukan Kumotochi! Siapa sih yang ganti namanya?!”


“Ghahaha! Ikutin aja kali aturan Dunia Bawah!”


“Sialan kalian, Warga Bawah!”


Tuh kan! Pasti Kitsune yang namanya Tsuyoshi ini juga orang Kumotochi!


“Bagaimana dengan tempat yang paling berbahaya yang pernah kalian kunjungi?”


“Kalo bahaya sih… semuanya juga bahaya! Ya nggak?!”


““Hahahaha!””


“B-Benar juga—”


“Bahaya yang kayak gimana dulu nih, Stephanus?! Kalo bahaya karena lawannya, mungkin di sini yang paling bahaya!”


Hah?! Tempat mereka ini bahaya?!


Artinya… yang gue rasain ini bener dong?!


“Tapi ada satu tempat, yang kita sendiri juga nyesel datenginnya!”


“M-Menyesal…?”


“Ya. Tempat itu ada di Kontinen Timur. Di sana cuma ada konflik antara Manusia sama High Elf. Bahkan kaum lainnya juga ikut tersiksa karena mereka.”


Haaaaah…!


Nggak salah lagi! Pasti yang Heidi bilang itu tuh Arschtein Empire sama Vamulran Kingdom!


Bahkan Petualang pun juga nyesel ya pergi ke sana!


Eh…? Tapi tadi cewek itu bilang apa?


Kaum lainnya ikut tersiksa—


“K-Konflik? Apakah kalian juga ikut berperang di sana—”


“Hmph! Ngapain?! Kita nggak sampe satu minggu ada di sana! Bahkan kalo nggak karena ada Hidden Dungeon di sana, mungkin kita nggak akan selama itu di sana!”


Hah?! Ada Hidden Dungeon?!


Tunggu, tunggu, tunggu…


Kalo dipikir-pikir lagi sih, wajar aja!


Soalnya kakeknya Djinnardio itu Great Sage, bukan?!


“Yang dibilang Heidi bener banget! Yang satu sombong banget! Yang satu lagi aji mumpung banget! Kesannya


mereka dianggap korban para High Elf, padahal mereka sendiri juga nggak ada bedanya!”


Hah?! Maksudnya apaan?!


Gue keseringan denger ini-itu tentang Vamulran, tapi baru kali ini nih gue denger tentang Arschtein!


Terus apa maksudnya Trazior tentang Arschtein?! Apa mereka sama ngeselinnya kayak Vamulran?!


……………


Anggota Phoenix terus cerita-cerita tentang pengalaman mereka, khususnya pengalaman mereka masuk Hidden Dungeon.


“Ya. Di situ kita ketemu Siren. Di sana juga—”


“Sssttt! Jangan dilanjutin lagi! Kasian dikit sama Dox!”


““…””


Maksud Zymyphas tuh tentang kakaknya Delolliah ya[1]?


“…”


Pantes aja katanya Myllo kesel banget, walaupun gue cuma denger cerita Gia aja di dalem Seagle, sebelum kita ke Kumotochi.


Oh iya, mereka nggak ngerasa aneh ya?


Perasaan di sini kayak udah hampir seharian. Tapi mereka lupa ya sama Greymore, yang udah kelamaan di dalem—


“Tunggu dulu, semua! Ada yang nggak beres!”


“Ada apa, Dox?”


“Kapten Greymore kok… lama banget ya di dalem…?”


U-Untung aja Dox sadar. Padahal gue baru mau nanya, kalo emang bisa nanya.


“Bener. Perasaan dulu nggak selama ini, deh. Kenapa sekarang lama banget?”


““…””


Mereka sama-sama berdiri. Kira-kira mereka mau ngapain ya? Manggil Greymore dari luar, atau dobrak masuk?


“Kapten!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


“Lo nggak apa-apa kan, Kapten?!”


 “*Bruk, bruk, bruk…”


“Greymore! Ada apa di dalem sana, Greymore?!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


““Kapten!””


Mereka terus pukul-pukul gerbang Chamber of Ancient Armament itu, di mana gerbangnya terbuat dari batu yang keras banget.


“A-Apa kita harus paksa masuk ke dalem kali ya?!”


“P-Paksa masuk?! Seriusan?!”


“E-Emangnya boleh paksa masuk gitu aja?!”


“L-Lebih baik kita coba terlebih dahulu! A-Aku khawatir dengan Kapten Greymore!”


“Yaudah! Minggir kalian! Biar gue yang dobrak gerbangnya!”


““…””


Semuanya pada minggir, sedangkan Zymyphas mau dobrak gerbangnya.


“*BRUK!!!”


“Cih! Keras juga!”


“*BRUK!!!”


“Sialan! Kenapa nggak mau kebuka gerbangnya?! Kalo gitu, biar gue ambil jarak untuk dobrak gerbangnya!”


“…”


Zymyphas mundur beberapa langkah supaya dia bisa lari untuk dobrak gerbangnya.


Tapi sebelum dia dobrak gerbangnya…


“…”


…tiba-tiba gerbangnya kebuka!


“E-EEEEHHH—”


“Ups! Untung aja gue tahan lo, sebelum lo tiban Kapten Greymore!”


“…”


Trazior tuh pake telekinesis ya?


Dia tiba-tiba bikin Zymyphas melayang-layang.


“K-Kapten! Ada apa—”


“K-K-Kacau… banget…! Semuanya… kacau banget…! Hiks!”


“A-Apanya yang kacau, Kapten—”


“T-Ternyata… gue ini… jahat banget…!”


“J-Jahat…?! A-Apa maksudmu, Kapten?! Mengapa kau—”


“Harusnya dunia nggak begini! Harusnya semuanya baik-baik aja! Tapi karena gue… karena gue…!”


“K-Kapten…”


Cih! Bahkan Greymore pun ngerasain apa yang gue rasain!


“…”


Brengsek!


Andai gue bisa pukul diri gue sebelumnya, mungkin gue pukul sebanyak-banyaknya! Pokoknya pukulan gue nggak akan berhenti, sampe dia sadar sama perbuatannya!


“Heidi! Stephanus! Gimana keadaan Kapten?!”


“A-Aku nggak temuin adanya gejala yang aneh, Trazior!”


“S-Saya juga tidak menemukan apa-apa! Jika dilihat dari reaksinya…”


“Ya. Kapten lagi terguncang. Mungkin karena masa lalu yang dia liat berat banget.”


“T-Tapi Kapten nggak pernah sampe kayak gini, kan?! Kenapa sekarang… dia malah nyalahin dirinya sendiri…?!”


S-Sekarang?!


Emangnya… Greymore nggak sadar, kalo dia itu—


“Kita bawa pergi dia aja dulu!”


“Yaudah! Biar gue yang angkat Kapten balik ke luar!”


“OK, Zymyphas! Kalo gitu waktunya kita keluar dari tempat ini, sebelum penghuni asli tau kita ada di sini!”


Akhirnya mereka sama-sama pergi. Zymyphas angkat Greymore yang nangis-nangis.


Tapi waktu mereka jalan…


“Semuanya! Angkat senjata!”


““*Chringgg…””


…mereka dihadang sama satu orang, yang kayaknya nggak mereka kenal.


Tapi gue tau banget sama orang yang hadang mereka.


“D-Dia itu… beneran Manusia, kan…?”


“Kok bisa ada Manusia di sini—”


“Semuanya! Hati-hati! Bisa aja dia cuma ilusi!”


Mungkin Dox bilang dia ilusi. Tapi gue yakin banget, kalo orang ini bukan ilusi.


“Aku bukanlah sebuah ilusi. Aku sangatlah nyata.”


“B-Bukan ilusi?! Terus lo ini—”


“Mungkin diriku kalian kenal dengan sebutan All-Saint. Great Sage. Pahlawan Pertama.”


““!!!””


“Ya. Aku adalah Melchizedek.”


_______________


[1]Djinn mendapati Dox yang menjalin hubungan dengan Euphonia, ketika ia hendak mengembalikan memori Delolliah yang hilang (Chapter 175). Namun Nemesia mengkonfirmasi hubungan mereka berdua, ketika Zaghemin mengamuk di dalam Hidden Dungeon of Whisper (Chapter 239).