Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 378. Fight Whoever Stands in Our Way



Djinn baru saja menyelesaikan pertarungannya dengan Slasher. Namun tanpa ia ketahui, Myllo telah bertemu dengan Sonda, yang hendak meminta tolong kepadanya.


Kini, Myllo dan Dalbert telah tiba menghampiri Djinn bersama Sonda. Tetapi Sonda terpaksa menolong sesama rekannya karena Djinn yang mengalahkannya.


“Jadi, mereka datang ke tempat ini dan meminta pertolongan kalian karena adanya seseorang yang datang dari luar Kumotochi?!”


“Ya! Mereka mau minta tolong ke kita karena Kapten mereka itu temen lama Kak Sylv! Hehe!”


“Haaaaahhh…! Andai saja Djinn-kun tidak langsung menyerang Beastman itu, mungkin tidak perlu ada perkelahian seperti tadi!”


Seru Ryūhime, sambil menghela nafasnya.


“Haaah?! Kok salah gue?! Kan dia duluan yang mulai! Ngapain dia lempar ****** singa bersayap itu?!”


“Hey! Akui juga kesalahanmu! Kau juga mengambil kesimpulan terlalu cepat, Djinn-kun!”


“Cih! Emang gue salah sih! Tapi…”


“Mm?!”


“…nggak. Gue emang salah. Maafin gue.”


Jawab Djinn kepada Ryūhime, walaupun merasa kesal.


“Terus kenapa mereka tiba-tiba ada di sini, Mil?”


Tanya Djinn kepada Myllo.


“Hmmm… Gimana ya jelasinnya—”


“Udah, biar gue aja yang jelasin.”


“Oh gitu! Hehe! OK, Dalbert! Kalo gitu gue minum sake dulu—”


“Woy! Kok lo bawa gituan ke sini?!”


“Nggak apa-apa! Sekalian kita tunggu Gia, Garry, sama Machinno! Hihihi!”


““Haaaah…””


Djinn, Dalbert, serta Ryūhime hanya bisa menghela nafas karena kelakuan Myllo.


Setelah itu, Dalbert menjelaskan rangkaian kejadian sebelum bertemu Djinn, beberapa saat yang lalu.


……………


Saat itu, Myllo dan keempat anggota Aquilla lainnya mendengar pesan yang disampaikan Ryūhime menggunakan sihirnya.


Karena pesan tersebut, mereka hendak bergegas menuju rekannya tersebut. Namun ketika dalam perjalanan, Machinno menghampiri sesuatu karena rasa penasarannya.


“*Puink, puink, puink…”


Ia menghampiri bangkai seekor Hainu yang terbakar. Kemudian ia menyentuh bangkai tersebut.


“Oi, Machinno! Kita nggak ada waktu—”


“Tunggu, Myllo! Kayaknya Machinno temuin sesuatu yang aneh dari Hainu itu!”


Sela Dalbert, yang kemudian menghampiri Machinno yang berada di dekat Hainu tersebut.


“Garry, lo tadi nggak pake Sihir Api untuk bakar Hainu ini, kan?”


“Nggak, atuh! Aing teh cuma pakai sihir untuk bantu kalian wae! Emangnya ada apa atuh, Dalbert?!”


“Hmm… kalo gitu, siapa yang bakar Hainu ini? Tambah lagi, bangkai Hainu ini masih hangat.”


Jelas Dalbert terkait bangkai Hainu tersebut.


Di saat ia sedang menganalisa Yōkai tersebut…


“Roaaaarrr!”


…tiba-tiba muncul seekor Haneko yang terbakar, yang terbang melewati mereka.


“Roaaarrr! Roaaarrr!”


“Et! Eta singa bersayap—”


“*Dor!”


“…”


Dalbert langsung menembak Haneko yang terbakar itu, ketika mahluk tersebut hendak menghampiri kelima anggota Aquilla.


“Haneko ini dateng dari mana?!”


“Kayaknya dari sana.”


Jawab Dalbert, sambil menunjuk arah kedatangannya.


“Huff! Huff! Huff!”


““!!!””


Kemudian mereka semua dikejutkan dengan adanya Sonda yang sedang bertarung dengan beberapa mahluk yang berada di Hidden Dungeon.


“Myllo! Mereka itu—”


“Kita bantu dia!”


“Bantu dia?! Tapi kata Ryūhime—”


“Nggak apa-apa! Insting gue bilang, kita harus bantu dia dulu!”


Tegas Myllo kepada Gia dan Dalbert, sebelum mereka melompat bersama menuju awan di mana ada Sonda yang sedang bertarung dengan mahluk-mahluk tersebut.


“Chaaaaakkk!”


“Cih! Nggak gue sangka ada Griffin di si—”


“Hyaaaattt!”


“*Tuk!”


“!!!”


Sonda begitu terkejut ketika mendapati Myllo yang seketika datang membantunya.


“*Dor, dor, dor!”


“Hraaaaagh!”


“*Prang!”


Ia kemudian menyaksikan Dalbert dan Gia yang ikut membantunya.


“Chaaaak! Chaaaaakkk!”


“Sana pergi! Kalo perlu panggil temen-temen lo! Biar gue hajar kalian semua!”


Seru Myllo yang mencemooh seekor Griffin yang melarikan diri.


“Woy, cewek! Lo nggak apa-a—”


“Akhirnya gue ketemu kalian, Aquilla!”


““Hah…?””


Sahut Myllo, Gia, Garry, serta Dalbert, yang heran dengan pernyataan Sonda.


“Oi! Lo masih mau culik kita, ya—”


“Nggak! Jujur kita udah nggak ada niatan untuk ngelakuin hal kayak gitu lagi!”


Jelas Sonda kepada Myllo.


“Sebelumnya, nama gue Sonda Methrima! Gue Striker Kasta Kuning dari Taurus Party, yang dipimpin Tarruc!”


“Oh itu ya nama lo?! Kalo Tarruc sih gue pasti tau! Walaupun dia itu temennya Kak Sylv, dia juga abang gue! Hihihi!”


“Terus ngapain kalian ke sini—”


“Gue mau minta tolong ke kalian, supaya kalian ikut ke Chaoseum! Bukan sebagai tawanan kita, tapi sebagai Party yang mau hancurin apa yang udah dibuat Leonard!”


Jelas Sonda terkait kedatangannya bersama rekan-rekannya.


“K-Karena dia… Kapten Tarruc—”


“Harusnya kan Tarruc bisa menang lawan Leonard! Kenapa dia bisa ditangkep mereka?!”


Tanya Myllo dengan penasaran, terkait cerita Tarruc yang tertangkap oleh Leonard.


“Lo bener, Myllo.”


“Bener?!”


“Ya. Kapten Tarruc sebenernya menang lawan Leonard! Tapi…”


“Mm?”


“…kalo nggak karena 3 monster yang ikut bareng Leonard… mungkin kita…”


“Ceritain ke kita yang sebenernya!”


Pinta Myllo kepada Sonda.


Akhirnya Sonda menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Party yang dipimpin oleh Tarruc.


“K-Kira-kira 5 bulan yang lalu, kita ketemu anggota Leo Guild. Waktu itu mereka lagi nyari Petualang-Petualang yang bisa dibawa ke Chaoseum.”


“Terus?”


“Waktu itu kita semua hampir menang. Tapi tiba-tiba Leonard dateng bareng 3 anggotanya yang paling kuat. 3 orang itu sebelumnya kriminal bahaya yang pernah dikalahin Leonard! Tapi nggak tau kenapa, mereka tiba-tiba setia banget sama Leonard!”


““!!!””


Kelima anggota Aquilla sangat terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh Sonda terkait 3 monster yang ia sebutkan sebelumnya.


“Mereka bertiga kriminal?! Emang siapa aja?!”


“Bastheus Brawrackus, mantan pemimpin Black Guild yang namanya Tubir, yang selalu culik orang untuk diajak bertarung;


Passius Lunar, mantan pembunuh berantai yang korbannya ada ratusan ribu;


Marwell Morc, mantan Petualang yang jadi buronan, karena bunuh anggota Centra Geoterra.


Karena mereka itu anggota paling bahaya dari Leo Guild, Leonard kasih mereka sebutan sebagai The Executioners.”


Jelas Sonda terkait ketiga kriminal yang setia kepada Leonard.


“Bastheus Brawrackus? Jadi dia ya yang bunuh bapaknya Charlie-Chico, sekaligus hancurin Party mereka?[1]”


Pikir Dalbert, setelah mendengar nama Bastheus.


“G-Gila!”


“Mereka semua mantan kriminal yang dikalahin Leonard?! Kok bisa mereka tiba-tiba setia sama Leonard?!”


“Gue juga nggak tau! Tapi yang pasti… mereka sama brutalnya kayak Leonard!”


Jelas Sonda, sebelum melanjutkan kembali ceritanya.


“Waktu itu… Kapten Tarruc hampir menang lawan Leonard! M-Masalahnya… kita semua kalah di tangan mereka bertiga…! T-Tambah lagi…”


““…””


“Wakil Kapten kita… Aravo Mahuaki… mati dibunuh Leonard… sebagai bayaran… karena Tarruc berani kalahin dia…!”


““!!!””


Seluruh anggota Aquilla kembali dikejutkan dengan cerita Sonda.


Karena cerita tersebut, mereka menjadi sangat marah.


“Keterlaluan! Alesan macem apa itu?! Emangnya dia nggak terima kekalahannya?!”


“Kurang ajar! Orang itu nggak ada bedanya sama pecundang!”


“Anying! Eta orang teh teu pantes disebutkeun sebagai Petualang!”


Sahut Dalbert, Gia, dan Garry dengan kesal.


Tetapi dari antara anggota Aquilla…


“Leonard…! Nggak gue sangka lo udah serendah itu…!”


…tentunya Myllo yang merasa paling kesal dengan pria yang sebelumnya ia kagumi itu.


“OK, semuanya! Kita nggak ada waktu banyak-banyak lagi! Ayo kita secepetnya balik lagi ke Djinn!”


“Terus, gimana untuk Chamber of Ancient Armament, Myllo?”


Tanya Dalbert terkait keputusan Myllo.


“…”


Myllo pun menatap arah hembusan angin yang kencang berasal, yang berasal dari Chamber of Ancient Armament.


“Kalian semua udah tau kan lokasi Chamber of Ancient Armament?!”


“Tau, Myllo.”


“OK! Gia, Garry, Machinno, tolong cari anggota Taurus yang lain! Biar gue, Dalbert, sama Sonda balik ke Djinn! Nanti kita ketemuan di Chamber of Ancient Armament!”


““Siap, Kapten!””


Jawab keempat anggota Aquilla, yang langsung bergegas melakasanakan arahan Myllo.


……………


“Kira-kira gitu ceritanya.”


Sahut Dalbert, setelah ia telah menjelaskan semuanya kepada Djinn dan Ryūhime.


“Terus, di sini ada apa aja?”


“…”


Mendengar pertanyaan Dalbert, Djinn pun menjelaskan kepada rekan-rekannya terkait semua kejadian yang ia hadapi, mulai dari pertarungan melawan para mahluk buas, pertemuannya dengan Ayasaki, serta pertarungannya dengan Slasher.


“Kok bisa… dia begitu…?”


Tanya Dalbert terkait Ayasaki kepada Djinn.


“Gue juga nggak tau. Tapi kalo gue dipaksa jawab pertanyaan lo, mungkin dia cuma mau ada yang orang yang bisa bunuh dia sebagai Dungeon God.”


“Shishō…”


“…”


Ryūhime merasa khawatir terhadap gurunya, setelah ia mendengar kembali penjelasan Djinn. Sementara Myllo hanya terdiam.


“Mil, terus kita gimana?”


“Ayo kita lanjutin perjalanan kita ke Chamber of Ancient Armament! Karena itu tujuan kita di sini, kita nggak boleh ragu!”


“Artinya…”


“Mau siapapun yang hadang jalan kita, bahkan Ekor Hijau pun, kita lawan!”


Seru Myllo, dengan yakin untuk menghadapi wanita yang mengajarkan teknik tongkat kepadanya.


_______________


[1]Charlie-Chico, sepasang Klemens Kembar, yang sebelumnya merupakan dua pimpinan Gemini Party. Seperti nasib ayah mereka, Chase Klemens, Party yang mereka pimpin juga dihancurkan oleh Bastheus Brawrackus (Chapter 300 & Chapter 304).