
“…”
Bismont jalan ke arah gue. Kayaknya ada yang mau diomongin.
“Djinn.”
“Hm?”
“Balik gih ke Meldek sama Kak Styx.”
Hah? Kak Styx?
“Ayo balik ke ruangan lo. Ada yang mau gue sampein ke kalian bertiga.”
“I…Iya.”
Yah, ujung-ujungnya gue di minta untuk balik ke ruangan gue lagi.
Waktu gue masuk, gue liat Meldek yang…
“*Ngunggg… (suara sihir penyembuhan)”
…lagi diapain tuh?
“Tu—Djinn!”
“Gimana? Mending—”
“Syukurlah anda baik-baik saja!”
“Hah?! Harusnya gue yang ngomong kayak gitu!”
“Ti-Tidak! Jika anda terluka, saya semakin kecewa karena tidak bisa memenuhi janji saya dengan Tuan Phistria!”
Serius dia masih khawatirin gue?!
Sedangkan Styx…
“Lo gila, ya?! Kenapa lo nggak biarin dia aja, sih?!”
“Makanya itu! Gue juga bilang—”
“Diem lo, pengecut!”
Hah?! Pengecut?!
“Tidak! Jangan salahkan beliau, Styx! Ia hanya menepati janji saya saja!”
“Tapi kan—”
“*Krieeekk… (suara membuka
pintu)”
“Meldek bener, Kak.”
Nih lagi! Kenapa lo manggil dia pake kata ‘kak’ sih?!
“Mohon izin gue perkenalan diri sekali lagi. Gue Bismont Louisson, Duke dari Erviga Kingdom. Sejujurnya gue di sini karena mendiang ibu gue nitip untuk jaga desa kelahirannya ini.”
“I-Ibu anda adalah penduduk desa ini?! Bukankah—”
“Biar gue ceritain sedikit tentang keluarga gue.”
Abis itu Koki yang namanya Bismont ini cerita, kalo bapaknya dia, Duke sebelumnya, jatuh cinta sama ibunya yang cuma penduduk desa.
Ternyata ibunya itu bisa dibilang ‘Kembang Desa’ di sini, tapi harus ninggalin desanya karena nikah sama Duke.
Makanya itu dia selalu dateng ke desa ini, yang pernah ditinggalin ibunya.
“Ya untungnya sih House of Louisson itu tolak yang namanya perjodohan. Makanya mendiang ayah bisa menikah sama ibu! Graahahaa!”
“Oh, seperti itu ya—”
“Tapi yang lebih penting, liat berita ini!”
Hm?
Dia ngasih unjuk koran? Kok cuma selembar doang korannya?
“…”
HAH?! KOK BISA DI GESER-GESER BACAANNYA?! PANTESAN AJA CUMA SELEMBAR! EFEKTIF BANGET!
Tapi kan di dunia ini bahasanya beda, ya?!
Kali aja waktu gue baca—
“…”
Eh?! Kok kontennya jadi Bahasa Indo?!
Waktu gue baca ‘koran’ ini, ada beberapa kalimat yang kayak gini tulisannya…
“Djinnardio Vamulran, Cucu dari Raja Vamulran, Bivomüne Vamulran, Dinyatakan Meninggal Dunia.”
“Ia meninggal dunia di usia ke-17 tahun.”
“Ditemukan banyak racun-racun terlarang dan berbahaya di kediamannya.”
“Penyebab utamanya adalah tekanan batin yang dialaminya karena tidak memiliki Jiwa, serta kematian kedua orang tuanya.”
"Bukti-bukti ditemukan setelah kediamannya diserang oleh kumpulan Goblin."
Itu beberapa kalimat penting yang gue liat dari koran ini.
“Keterlaluan!”
Hah? Meldek kenapa marah?
“Berita ini berita palsu!”
“Ya, gue juga baru sadar Djinn siapa sebenernya waktu liat wajahnya yang mirip sama gambar di situ.”
Mereka mungkin ngomel-ngomel waktu liat berita ini. Padahal gue sendiri nggak masalah.
Eh, tapi dibanding nggak masalah…
Justru gue ngerasa kalo berita ini malah bagus! Seenggaknya ada hal positif yang bisa gue ambil dari berita ini!
“Mengapa mereka seberani itu untuk—”
“Yaudah lah, biarin aja Mel.”
“Ma-Maksud anda, Tu—Djinn?”
“Selama dunia ini tau gue udah mati, harusnya udah nggak ada yang mau ngejar gue lagi, kan?”
“Biar yang lain aja yang ambil. Gue cuma mau hidup tenang aja tanpa beban.”
“…”
“Ada yang mau lo sampein?”
“Tidak, Djinn. Selama itu keputusan anda, saya hanya bisa mengikutinya.”
“Nggak ada paksaan, kan?”
“Tentu saja tidak! Karena anda, saya mendapat pandangan baru, bahwa takhta itu bisa saja membuat kita tidak tenang.”
Makanya itu gue nggak suka politik.
Tapi kalo sampe bener-bener gue jadi raja, mungkin gue nyesel sih karena berandai-andai kayak gitu sebelum mati di dunia lama gue.
“Djinn benar. Tapi ada tujuan lain lagi kenapa gue kumpulin kalian bertiga di sini.”
““Hm?””
“Kalian ada rencana untuk serang balik Goldiggia, kan?”
Loh! Kok dia tau?!
“Ja-Jangan curiga dulu! Gue bisa denger kalian bahas itu!”
“Kenapa bisa?!”
“Ka-Kamar kita… samping-sampingan!”
““Ah…””
Pantes aja dia denger.
((Soundproof))
Hm? Dia ngapain?
“Harusnya kalian pasang sihir kayak gini supaya nggak ada yang denger.”
“Mohon maaf, Yang Mulia. Sepertinya kami tidak ada yang bisa menggunakan sihir seperti itu.”
“Oh pantesan…”
Di-Dia pake sihir kedap suara, gitu?
“Kalo dibilang serang balik Goldiggia sebenernya nggak. Gue cuma mau cari adek gue yang diculik sama mereka.”
“OK, kalo gitu gue ada informasi untuk kalian! Karena gue juga mau kelompok hina itu hancur!”
“…”
Bismont abis itu ngasih kita gambar peta kerajaan ini, yang ada tiga titik warna merah.
“Titik-titik ini apa?”
“Titik-titik ini artinya Penampungan, tempat di mana para calon budak ditahan.”
Penampungan?
“Sebenernya ada lima titik Penampungan, tapi kalian udah hancurin titik ini, dan yang satu lagi juga udah
hancur.”
Loh! Ada yang hancurin?!
“Siapa yang menghancurkan Penampungan ini, Yang Mulia?”
“Dia itu mantan rekan dari Kak Styx yang sama-sama di Aquilla! Adik dari Pahlawan Sylvia Starfell, dan juga
Calon Petualang Terbaik, Bang Myllo Olfret!”
Hah?! Mantan rekannya Styx?!
“Cih! Si Ngeselin lagi!”
Loh, gue kira malah seneng.
“Tu-Tunggu! Mengapa anda memanggil Styx dengan ‘kak’? Bukankah umur anda sudah jauh lebih tua daripada—”
“Karena gue penggemar berat Aquilla.”
““Hah?!””
Te-Ternyata agak aneh juga nih orang…
“To-Tolong hajar Goldiggia sampe tuntas! Jangankan warga, bangsawan pun banyak yang menderita karena mereka!”
“Ba-Bangsawan!”
“Ya! Ada bangsawan yang kerja sama bareng mereka, kayak personil gue tadi, tapi ada juga bangsawan yang nolak
untuk kerja sama! Dan kalo mereka nolak…”
““…””
“…ujung-ujungnya anggota keluarga mereka terancam. Dan lebih parahnya lagi, ada beberapa bangsawan yang difitnah karena pembunuhan terhadap warga. Padahal itu ulah Goldiggia!”
““!!!””
Gila! Kok bisa bangsawan digituin?!
“Ma-Makanya itu! Gue mohon sekali lagi ke kalian untuk serang Goldiggia!”
Emang sih kita ujung-ujungnya serang Goldiggia, tapi kan cuma untuk bebasin adeknya Styx doang. Kalo udah
ketemu, artinya—
“OK! Gue siap untuk serang Goldiggia!”
“Mu…Mungkin saya lemah, akan tetapi saya siap membantu!”
Woy, woy, woy! Itu mah urusan Bismont—
“Terima kasih banyak! Kalo gitu, gue juga bantu kalian semaksimal mungkin! Masih banyak bangsawan kotor yang kerja sama bareng Goldiggia! Makanya, serahin bangsawan-bangsawan itu ke gue!”
Oh, jadi dia mau nyari bangsawan kotor, ya. Makanya itu dia minta kita untuk serang Goldiggia.
“Djinn? Lo gimana?”
“OK. Gue juga masih ada urusan sama Goldiggia.”
Ya, gue belom lawan Cewek Bertudung itu!