Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 236. The Cursed Prince



Djinnardio Vamulran.


Pria keturunan High Elf yang tidak memiliki Jiwa. Oleh karena itu, ia selalu menjadi bahan cemoohan seluruh Elf yang berada di dalam Vamulran Kingdom.


Namun, ada sebutan lain baginya yang hanya diketahui oleh beberapa orang.


“…”


Kala itu, Djinnardio masih berusia 6 tahun.


“*Bruk!”


“Aw!”


Ia sedang diintimidasi oleh beberapa saudara sepupunya.


“Hahaha! Dasar lemah! Apakah ini cucu yang kakek banggakan?!”


Sahut pria yang bernama Firothil Vamulran, yang merupakan anak sulung dari Uthoril Vamulran, Anak Kesepuluh dari Raja Bivomüne.


“Hey, hey, hey! Berhati-hatilah dengannya, kakak Firothil! Jika kita sampai ketahuan, tentu anda mengetahui apa


yang akan kakek lakukan kepada orang tua kita, bukan?!”


“Hah?! Apakah anda—”


“Tidak menikmatinya?! Oh! Tentu saja saya menikmati proses “penghukuman” kita terhadap anak kecil yang terlalu


dicintai kakek ini!”


Sahut Tarricea Vamulran, adik dari Firothil, yang merupakan anak perempuan sulung dari Uthoril.


Di antara mereka, terdapat seorang High Elf remaja yang begitu khawatir akan keadaan Djinnardio.


“Hey, Goraflar! Apa yang anda lakukan?! Apakah anda khawatir dengan kakek?!”


“…”


Goraflar Vamulran, anak dari Ynasel Vamulran, Anak Kesebelas dari Raja Bivomüne, hanya terdiam ketika


ditanya oleh Tarricea.


Karena kekhawatiran dari Goraflar, Firothil dan Tarricea juga menjadi khawatir.


“Hey, Kakak Firothil, apakah kita jauh dari masalah, dengan membawa anak dari Bibi Ynasel ini?!”


Tanya Tarricea dengan berbisik.


“Me-Memangnya ada a—”


“Apakah anda tidak tahu? Bibi Ynasel itu berada di pihak Luscika! Berbeda dengan ayah kita yang berada di pihak Paman Aranual!”


Jelas Tarricea kepada Firothil.


“Cih! Tidak masalah!”


Balas Firothil, sambil melanjuti aksinya kepada Djinnardio.


“Goraflar! Perhatikan baik-baik!”


“*Bhuk!”


“Aw!”


“*Bhuk!”


“Anak kecil sepertinya…”


“*Bhuk!”


“…hanya akan…”


“*Bhuk!”


“…membuat keberadaan kita…”


“*Bhuk!”


“…dilupakan di kerajaan ini!”


“*Bhuk!”


Jelas Firothil, sambil memukul Djinnardio kecil secara terus menerus.


“M-M-Maafkan saya, Sepupu Firothil. Saya tidak bisa melakukan tindakan seperti itu…”


Kata Goraflar kepada Firothil, sambil mengkhawatirkan Djinnardio.


“Hah?!”


“Bibi Luscika… adalah wanita yang baik kepada ibu saya. Oleh karena itu—”


“Itu hanyalah kedok dari ****** itu!”


““!!!””


Semua terkejut ketika Firothil berkata seperti itu.


Namun, berbeda dengan anak dari wanita yang ia hina.


“Asal anda tahu saja, Goraflar! Wanita itu tidak lebih dari sekedar pembunuh yang hanya bisa hidup di medan pertempu—”


“*ZHUMMM……”


““!!!””


Mereka bertiga terkejut ketika merasakan aura yang sangat menakutkan, yang bahkan bisa dirasakan di seluruh wilayah kastil Vamulran Kingdom.


“A-A-Apa itu?!”


““!!!””


Mereka lebih dikejutkan dengan rupa Djinnardio, dengan sepasang tanduk yang keluar dari dahinya, serta sayap hitam yang besar.


Tidak lama kemudian…


““*CRATTT!!!””


…Djinnardio kecil membunuh mereka bertiga dengan sangat brutal.


“*Krrrkk… krrrkk…”


“Cih! Ternyata sebagian diri gue pecah ke dunia luar, ya?!”


Bisik Djinnardio kecil, sambil meregangkan tubuhnya.


Tidak lama kemudian, beberapa penjaga di sekitar kastil datang dan hendak menghentikannya.


Akan tetapi…


““…””


…Djinnardio dengan sangat mudah membunuh mereka semua.


“M-M-Mahluk apakah ini?!”


“I-Itu I-I-Iblis!”


Seru beberapa penjaga kerajaan dengan ketakutan.


“Minggir kalian semua!”


“Y-Y-Yang Mulia Raja?! Putri Mahkota?! Tuan Muda?!”


Sahut salah seorang penjaga ketika melihat adanya Raja Bivomüne, Putri Luscika, dan Pangeran Theorlt, yang datang dari belakang.


Dengan kehadiran mereka, Raja Bivomüne langsung membawa kedua anaknya beserta Djinnardio kecil ke luar Vamulran Kingdom dengan sihirnya.


“*Vwrunggg…”


“Hoo… Lo takut ya kalo gue—”


“*DHUMMM………”


“Saya perintahkan kepada anda untuk kembali!”


“…”


Namun, bukan berarti tidak ada perlawanan darinya.


“Hraaaaagh!”


Mereka bertarung satu sama lain tanpa henti.


““…””


Pertarungan mereka berlangsung selama satu bulan.


Hingga akhirnya…


“Graaaaagh! Dasar High Elf brengseeeekkk!”


““…””


…Djinnardio kembali seperti semula.


“Ayah, apakah anak sa—”


“Saya sudah menyegel Iblis yang berada di dalam Tubuh Djinnardio, Luscika. Semoga saja segel itu terus bertahan selama—Uhok!”


“*Crat!”


““Ayah!””


Teriak Luscika dan Theorlt dengan cemas ketika Raja Bivomüne mengeluarkan darah dari batuknya.


“Se-Selama ia tidak dikuasai dengan amarah dan kebencian, saya yakin segel itu tetap kuat!”


“Ayah…”


“…”


Dengan berakhirnya pertarungan antara tiga anggota kerajaan Vamulran dengan Iblis di dalam Tubuh Djinnardio, beberapa hal terjadi di seluruh kerajaan.


“Ayah! Anak saya mati karena—”


“Saya paham dengan apa yang anda rasakan, Ynasel! Akan tetapi—”


“Sampai kapan pun, anda akan tetap membela cucu kesayangan anda yang menjadi Iblis, ayah!”


“Y-Ynasel—”


“Aranual selama ini benar, ayah! Anda bukanlah pria yang adil!”


Seru Ynasel, sambil meninggalkan ruang singgasana Raja Bivomüne.


Oleh karena kejadian tersebut, Ynasel yang berada di pihak Luscika seketika beralih ke pihak Aranual.


“Saya harap anda sekalian bisa merahasiakan kejadian tersebut dari publik! Paham?!”


““Pa-Paham, Yang Mulia.””


Beberapa personil kerajaan merahasiakan kejadian tersebut.


Namun, bagi mereka yang mengetahui kejadian itu mulai memanggil Djinnardio sebagai…


Pangeran Terkutuk.


Walaupun panggilan tersebut mulai digunakan oleh beberapa oknum, namun pada kenyataannya tidak semua orang mengetahui fakta dibalik kejadian tersebut.


“I-I-Ibu… Dji-Dji-Djinnardio minta maaf karena ibu dihina—”


“*Phuk…”


“Tidak, nak! Maafkan ibu yang tidak bisa menjagamu! Karena ketiadaan ibu disampingmu, kamu harus menelan pil pahit atas tindakan saudara-saudaramu yang membencimu karena ibu!”


“Hiks! Hiks! Ibu…”


Djinnardio menangis dengan deras di dalam pelukan ibunya.


Ia menyadari bahwa dengan umurnya yang masih belia, tanpa sadar ia telah membunuh seseorang.


“Djinnardio, hanya satu pinta ibu, nak.”


“…”


“Kendalikan amarahmu. Janganlah ada kebencian dari dalam dirimu.”


“I-Ibu…”


“Bisakah kamu memenuhi permintan ibu?”


“Ya, bu… hiks!”


Balas Djinnardio kepada ibunya.


Oleh karena itu, Djinnardio tidak melakukan perlawanan ketika dirinya harus mengalami ketidakadilan dari paman, bibi, saudara, bahkan rakyat Vamulran Kingdom.


Sementara Iblis yang tersegel di dalam Tubuh Djinnardio…


“Lawan! Lawan! LAWAN! DASAR LEMAH! BRENGSEK!”


…semakin mengamuk karena aksi diam dari Djinnardio.


……………


11 tahun kemudian, ketika Djinnardio meninggal dunia dan Dwi Lukman datang menggantikan Roh dari Djinnardio.


“Ah… Ini separuh gue yang hilang!”


“Hahaha! Akhirnya kita bisa jadi satu lagi!”


Iblis yang berada di dalam Tubuh Djinnardio bertemu kembali dengan separuh dirinya yang hilang.


Secara perlahan-lahan, ia kembali bersatu.


“Ha… Ha… Ha… Kapan ya kira-kira waktunya gue ambil alih Tubuh dari Roh ini…?”


Bisiknya, sambil menunggu waktu kedatangannya.


Namun pada kenyataannya, kedatangannya tidak berlangsung lama.


“*BHUK!!!”


“*Crat…”


“Cih! Gue belom bisa ambil alih Tubuh ini sepenuhnya, ya?!”


Pikir Iblis itu, yang mengendalikan Tubuh Djinnardio, sambil menghancurkan 10 Ghoul yang sangat kuat[1].


Tidak lama kemudian…


“*DHUMMM……”


“…”


…ia merasakan aura yang sangat kuat dari dalam Tubuh yang ia kendalikan.


“Apa yang anda lakukan?! KEMBALILAH!!!”


“Uaaaargh!”


Iblis itu kembali disegel oleh Luscika yang berada di dalam Djinnardio.


“Djinnardio!”


“*BHUK, BHUK, BHUK…”


“Lukman!”


“*Phak!”


……………


Dan kali ini…


“Hahaha… Sekarang udah nggak ada cewek sialan itu! Kekuatan gue udah penuh! Udah nggak ada yang bisa berhentiin gue!”


…Iblis itu kembali dan akan membawa malapetaka besar bagi seluruh pihak yang berada di dalam Hidden Dungeon of Whisper.


__________________


[1]Ketika Djinn hilang kendali, saat menghadapi 10 Ghoul yang diperintahkan Derrek (Chapter 55).