
Naga yang ada di depan gue ini,
Sky Dragon, janji ke gue kalo gue bakal menang lawan Maverick.
Jujur aja, gue juga bingung
maksud Naga ini tuh apa.
Sampe ujung-ujungnya dia minta
gue untuk janji sesuatu ke dia.
“(Sepertinya…kau sudah mengetahui…jika
kami sedang dikendalikan.)”
“Ya, gue tau.”
“(Maka dari itu…berjanjilah
kepadaku.)”
Maksudnya janji untuk bebasin
mereka semua?
“Janji apa?”
“(Berjanjilah…agar kau membunuh semua Kaum Naga…termasuk…4 Naga itu!)”
“!!!”
Kok dibunuh semua?!
“(Lihatlah kondisiku…)”
Kondisi dia?
Keliatannya sih kayak kesakitan
gitu.
“(Aku…berhasil melepas diri…dari
kendali pria itu. Akan tetapi…nyawaku adalah harga yang harus dibayar…untuk
terlepas dari kendalinya.)”
Ja…Jadi mereka semua bakal mati
kalo berani bebasin diri dari kontrol Maverick?!
Oh iya.
Kalo gue inget-inget lagi, Garry
hampir mati waktu mau bebasin Yssalq.
Iya, kan?
“(Maka dari itu…berjanjilah
padaku…agar kau mau membunuh Kaum Naga…khususnya semua Naga…yang menyerang!)”
Duh, gue jadi nggak enak sama
beberapa Naga yang gue kenal.
Tapi…
“OK. Gue janji untuk bunuh mereka
semua.”
“(Ba…Baiklah. Aku akan…memberikan
seluruh kekuatanku kepadamu.)”
“!!!”
Dia mau ngasih semua kekuatan
dia?!
Bukannya dia udah mau mati?!
“Tunggu du—”
“Ruoaaaaaarrr!”
“*JGRUM! (suara sambaran petir
dari langit)”
Eh, buset!
Dia bisa manggil petir dari
langit?!
Apa mungkin…gue juga bisa pake
kekuatan kayak gi—
“(Se…Sebutkan namamu, sebelum aku
memberikan ini semua kepadamu!)”
“*Crrrkk… (suara aliran petir)”
Ba…Bahkan badan dia jadi terang
karena petir yang masuk ke badannya!
“Djinn.”
“(Ba…Baiklah…Djinn.
Sebelumnya…maafkan aku…karena ini cukup…menyakitkan)”
Me…Menyakit—
“*JGRUMMMM!!! (suara aliran petir
besar)”
“Aaaargh!”
Brengsek nggak nyangka gue…
“…”
Eh, kok—
“(Se…Sepertinya…hanya itu yang
bisa…kuberikan…)”
Eh? Udah selesai?!
“!!!”
I…Ini kekuatan yang dikasih Naga
ini—
“(Sepertinya…kau tidak menyadari
sesuatu…yang bahkan…pria itu…tidak sadari…)”
Ha…Hah?!
“Emangnya apa?!”
“(…)”
“!!!”
Oh! Gitu, ya?!
Kalo gitu kenapa gue bisa
pingsan?!
Apa mungkin karena—
“(Terimalah…kekuatan itu…dan
penuhilah…jan…ji…mu…)”
Naga ini keliatannya udah mati.
“Ya, gue janji!”
OK. Karena gue dapet kekuatan
tambahan, gue nggak boleh sia-siain kekuatan ini!
Sekarang waktunya gue balik ke
kota itu!
……………
Gue lari untuk samperin kota
tadi.
Tapi waktu gue belom sampe di
sana, gue liat udah banyak banget Kaum Naga yang ‘ngantri’ di sini!
“*Swush! (suara berlari kencang)”
““!!!””
OK! Beberapa Kaum Naga udah
arahin perhatiannya ke gue!
“Judgement!”
“*JGRUM!!! (suara pukulan petir
keras)”
““Ruoaaar!””
Gi…Gila!
Sekali pukul, langsung ada 10
Wyrm yang hancur?!
““Ruoaaarrrrr!””
Bagus! Ayo sini semua ke gue!
““*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara
banyak pukulan petir)””
Nggak cuma Wyrm doang, Dragonkin
yang lain juga langsung hancur karena Judgement!
““*Ruoaaaarr!””
Nah, tantangan paling besarnya
udah mulai ke gue semua!
“Haurpp!”
“Cih!”
Ada Naga yang mau makan gue!
“Heaaaargh!”
“*Crrrrrkkk! (suara aliran
petir)”
“Ruoaaa—”
“*JGRUM! (suara sambaran petir)”
Ba…Bahkan Naga yang mau makan gue
ini langsung hancur karena petir gue ini?!
““*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara
banyak pukulan petir)””
Gue hajar terus semua Kaum Naga
yang mau lari ke arah gue.
Tapi gue nggak boleh kehilangan
fokus!
Khususnya karena jumlah mereka
yang banyak banget!
““*Vwumm! (suara banyak semburan
api)””
Cih! Bahkan mereka bisa barengan
semburin apinya ke gue!
“*JGRUM! (suara pukulan keras
petir)”
““Aaaarrr!””
Untung sekali pukul mereka bisa—
“*Hup! (suara tangkapan Naga)”
“Urgh!”
Brengsek! Ada Naga yang nangkep
gue!
“Judgement: Multi-Charged!”
“*JGRUM! (suara sambaran keras
petir)”
Gue samber kepala Naga yang
nangkep gue ini pake petir!
Emang sih dia mati.
“Ruoaaar!”
…ada Wyrm yang muncul dari bawah
untuk makan gue—
“Zegin Blow!”
“*Fwush! (suara hempasan angin)”
“Ruoaaar…”
My…Myllo!
“*Hup! (suara tangkapan)”
Myllo nangkep gue yang hampir
jatoh.
“*Bruk… (suara mendarat)”
“Djinn! Sorry gue
datengnya kelamaan! Hehe!”
“Y…Ya!”
Kalo ada Myllo, harusnya ada…
“*Prang! (suara pukulan pedang
besar)”
“Halo, Djinn! Kamu udah kangen
kan, sama aku?!”
“Hah?! Nggak!”
“Cih!”
Nih cewek masih sempet-sempetnya
ge—
“Ruoaaa—”
“Spirit Summoning: Water Magic!”
“*Bwush… (suara sihir air)”
Hah?! Dia itu kan…
“Kenapa sia teh liat-liat?! Teteh geulis aja atuh yang boleh liat-liat aing!”
Kok bocah mesum ini bisa ada di
si—
“*Dor, dor, dor! (suara banyak
tembakan pistol)”
“Woy! Malah ngobrol kalian!”
Da…Dalbert?!
“Gue kira lo udah mati,
brengsek!”
“Hah?! Lo khawatir atau mau
ngatain doang, bego!”
“Woy! Ngomong apa lo?!”
“Lo yang ngomong a—”
“Woy, woy, woy! Ayo kita lawan
Kaum Naga ini dulu!”
““Y…Ya…””
Untung aja ada Myllo yang
ngingetin kita…
“Ruoaaaarrr!”
Duh, Kaum Naga ini masih banyak,
lagi!
“OK kalian semua! Denger gue
baik-baik!”
Hm? Si Dongo mau ngapa—
“Gia! Gue minta lo untuk tahan
serangan fisik Naga!”
Eh, tapi kan—
“OK, Myllo! Tapi aku belom tentu
bisa jagain kalian dari serangan sihir Kaum Naga!”
“Nggak apa-apa! Untuk soal itu,
biarin Djinn aja!”
Biarin gue yang nahan serangan
sihir, ya?
“Garry! Gue minta lo untuk jagain
kondisi kita semua, khususnya Gia!”
“Siap, Myllo!”
Berarti Garry pake sihirnya untuk
nyembuhin kita semua, ya?
“Dalbert! Gue minta lo untuk
pantau Kaum Naga yang mau nyerang kita dari segala arah!”
“Cih! Gue sebenernya nggak suka
disuruh-suruh! Tapi untuk kali ini, gue turutin lo!”
“Bagus!”
Dalbert bahkan diperintahin
Myllo.
“Djinn! Mungkin lo dapet yang
paling berat! Siap, nggak?!”
“Si…Siap.”
Kira-kira gue disuruh ngapain,
ya?
“Sesuai yang gue bilang, gue mau
lo bantu Gia untuk tahan serangan sihir dari mereka semua!”
Itu doang, kan?
“Ada lagi?”
“Gue juga mau lo juga jadi daya
serang kedua gue, sekalian bunuh semua Kaum Naga ini!”
Artinya gue bantu Gia bertahan
sama bantu Myllo nyerang, ya?
“Siap, Kapten!”
Entah kenapa, rasanya ini kayak—
“Hehe! Akhirnya kita kerja sama
kayak di dalam satu Party, ya?!”
Padahal gue baru mikir kayak
gitu.
“Hihi! Iya, kamu bener Myllo!”
“Ternyata teh ini ya yang
namanya Party?!”
“Cih! E…Emangnya gue ini
Petualang?!”
Semua keliatannya pada seneng,
kecuali Dalbert.
“…”
Eh, kok muka dia merah?!
“OK! Sebelum kita bergerak, gue
cuma mau bilang kalo sejarah dan legenda kita bakal di mulai dari sini! Kalian
semua siap, kan?!”
““Siap, Kapten!””
Eh, eh, eh! Tunggu dulu!
“Bocah mesum ini ikut kita,
Myl?!”
“Hehe! Pastinya!”
“O…Oooh…”
Gue sebenernya udah curiga sih
gara-gara dia akrab banget sama Myllo selama di hutan.
“Kenapa?! *Sia*teh nggak
terima ada aing ngikut Myllo?!”
“Nggak kok.”
Asli, gue masih nggak percaya
kalo dia ini beneran ikut rombongan kita!
Ya seenggaknya gue beruntung lah
ada mereka berempat, jadinya ada yang bantu gue.
Apalagi, gue nggak boleh pake
kekuatan dari Sky Dragon tadi untuk ngalahin Kaum Naga ini!
Ini semua karena satu hal.
Karena Si Biadab yang namanya Maverick
belom muncul!
Gue yakin banget, selesai kita
berlima ngalahin semua Kaum Naga ini, pasti dia muncul waktu kita udah
kecapean. Karena dia sendiri juga ngincer gue, kan?
Makanya itu gue harus irit-irit
pake kekuatan tambahan ini!
““Ruoaaar!””
“OK! Sebelum kita bergerak, gue cuma mau bilang
kalo sejarah dan legenda kita bakal di mulai dari sini! Kalian semua
siap, kan?!”
““Ya!””
Hm…
Dari yang gue itung, kira-kira
ada 250 Kaum Naga.
Jumlah mereka masing-masing ada
35 Naga, 40 Wyvern, 50 Drake, sama 60 Wyrm.
Jumlahnya keliatan mustahil untuk
dilawan.
““Haha…””
Gue sama Myllo ketawa kecil.
“Kenapa kalian berdua ketawa?!”
“Nggak, kok. Cuma ngerasa kita
berlima bisa menang aja! Ya kan, Djinn?!”
“Ya!”
Ternyata Myllo juga mikir hal yang
sama ya kayak gue?
Nggak tau kenapa, gue ngerasa
kalo kita berlima bisa ngalahin mereka semua!