Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 141. All Five



Naga yang ada di depan gue ini,


Sky Dragon, janji ke gue kalo gue bakal menang lawan Maverick.


Jujur aja, gue juga bingung


maksud Naga ini tuh apa.


Sampe ujung-ujungnya dia minta


gue untuk janji sesuatu ke dia.


“(Sepertinya…kau sudah mengetahui…jika


kami sedang dikendalikan.)”


“Ya, gue tau.”


“(Maka dari itu…berjanjilah


kepadaku.)”


Maksudnya janji untuk bebasin


mereka semua?


“Janji apa?”


“(Berjanjilah…agar kau membunuh semua Kaum Naga…termasuk…4 Naga itu!)”


“!!!”


Kok dibunuh semua?!


“(Lihatlah kondisiku…)”


Kondisi dia?


Keliatannya sih kayak kesakitan


gitu.


“(Aku…berhasil melepas diri…dari


kendali pria itu. Akan tetapi…nyawaku adalah harga yang harus dibayar…untuk


terlepas dari kendalinya.)”


Ja…Jadi mereka semua bakal mati


kalo berani bebasin diri dari kontrol Maverick?!


Oh iya.


Kalo gue inget-inget lagi, Garry


hampir mati waktu mau bebasin Yssalq.


Iya, kan?


“(Maka dari itu…berjanjilah


padaku…agar kau mau membunuh Kaum Naga…khususnya semua Naga…yang menyerang!)”


Duh, gue jadi nggak enak sama


beberapa Naga yang gue kenal.


Tapi…


“OK. Gue janji untuk bunuh mereka


semua.”


“(Ba…Baiklah. Aku akan…memberikan


seluruh kekuatanku kepadamu.)”


“!!!”


Dia mau ngasih semua kekuatan


dia?!


Bukannya dia udah mau mati?!


“Tunggu du—”


“Ruoaaaaaarrr!”


“*JGRUM! (suara sambaran petir


dari langit)”


Eh, buset!


Dia bisa manggil petir dari


langit?!


Apa mungkin…gue juga bisa pake


kekuatan kayak gi—


“(Se…Sebutkan namamu, sebelum aku


memberikan ini semua kepadamu!)”


“*Crrrkk… (suara aliran petir)”


Ba…Bahkan badan dia jadi terang


karena petir yang masuk ke badannya!


“Djinn.”


“(Ba…Baiklah…Djinn.


Sebelumnya…maafkan aku…karena ini cukup…menyakitkan)”


Me…Menyakit—


“*JGRUMMMM!!! (suara aliran petir


besar)”


“Aaaargh!”


Brengsek nggak nyangka gue…


“…”


Eh, kok—


“(Se…Sepertinya…hanya itu yang


bisa…kuberikan…)”


Eh? Udah selesai?!


“!!!”


I…Ini kekuatan yang dikasih Naga


ini—


“(Sepertinya…kau tidak menyadari


sesuatu…yang bahkan…pria itu…tidak sadari…)”


Ha…Hah?!


“Emangnya apa?!”


“(…)”


“!!!”


Oh! Gitu, ya?!


Kalo gitu kenapa gue bisa


pingsan?!


Apa mungkin karena—


“(Terimalah…kekuatan itu…dan


penuhilah…jan…ji…mu…)”


Naga ini keliatannya udah mati.


“Ya, gue janji!”


OK. Karena gue dapet kekuatan


tambahan, gue nggak boleh sia-siain kekuatan ini!


Sekarang waktunya gue balik ke


kota itu!


……………


Gue lari untuk samperin kota


tadi.


Tapi waktu gue belom sampe di


sana, gue liat udah banyak banget Kaum Naga yang ‘ngantri’ di sini!


“*Swush! (suara berlari kencang)”


““!!!””


OK! Beberapa Kaum Naga udah


arahin perhatiannya ke gue!


“Judgement!”


“*JGRUM!!! (suara pukulan petir


keras)”


““Ruoaaar!””


Gi…Gila!


Sekali pukul, langsung ada 10


Wyrm yang hancur?!


““Ruoaaarrrrr!””


Bagus! Ayo sini semua ke gue!


““*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara


banyak pukulan petir)””


Nggak cuma Wyrm doang, Dragonkin


yang lain juga langsung hancur karena Judgement!


““*Ruoaaaarr!””


Nah, tantangan paling besarnya


udah mulai ke gue semua!


“Haurpp!”


“Cih!”


Ada Naga yang mau makan gue!


“Heaaaargh!”


“*Crrrrrkkk! (suara aliran


petir)”


“Ruoaaa—”


“*JGRUM! (suara sambaran petir)”


Ba…Bahkan Naga yang mau makan gue


ini langsung hancur karena petir gue ini?!


““*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara


banyak pukulan petir)””


Gue hajar terus semua Kaum Naga


yang mau lari ke arah gue.


Tapi gue nggak boleh kehilangan


fokus!


Khususnya karena jumlah mereka


yang banyak banget!


““*Vwumm! (suara banyak semburan


api)””


Cih! Bahkan mereka bisa barengan


semburin apinya ke gue!


“*JGRUM! (suara pukulan keras


petir)”


““Aaaarrr!””


Untung sekali pukul mereka bisa—


“*Hup! (suara tangkapan Naga)”


“Urgh!”


Brengsek! Ada Naga yang nangkep


gue!


“Judgement: Multi-Charged!”


“*JGRUM! (suara sambaran keras


petir)”


Gue samber kepala Naga yang


nangkep gue ini pake petir!


Emang sih dia mati.


“Ruoaaar!”


…ada Wyrm yang muncul dari bawah


untuk makan gue—


“Zegin Blow!”


“*Fwush! (suara hempasan angin)”


“Ruoaaar…”


My…Myllo!


“*Hup! (suara tangkapan)”


Myllo nangkep gue yang hampir


jatoh.


“*Bruk… (suara mendarat)”


“Djinn! Sorry gue


datengnya kelamaan! Hehe!”


“Y…Ya!”


Kalo ada Myllo, harusnya ada…


“*Prang! (suara pukulan pedang


besar)”


“Halo, Djinn! Kamu udah kangen


kan, sama aku?!”


“Hah?! Nggak!”


“Cih!”


Nih cewek masih sempet-sempetnya


ge—


“Ruoaaa—”


“Spirit Summoning: Water Magic!”


“*Bwush… (suara sihir air)”


Hah?! Dia itu kan…


“Kenapa sia teh liat-liat?! Teteh geulis aja atuh yang boleh liat-liat aing!”


Kok bocah mesum ini bisa ada di


si—


“*Dor, dor, dor! (suara banyak


tembakan pistol)”


“Woy! Malah ngobrol kalian!”


Da…Dalbert?!


“Gue kira lo udah mati,


brengsek!”


“Hah?! Lo khawatir atau mau


ngatain doang, bego!”


“Woy! Ngomong apa lo?!”


“Lo yang ngomong a—”


“Woy, woy, woy! Ayo kita lawan


Kaum Naga ini dulu!”


““Y…Ya…””


Untung aja ada Myllo yang


ngingetin kita…


“Ruoaaaarrr!”


Duh, Kaum Naga ini masih banyak,


lagi!


“OK kalian semua! Denger gue


baik-baik!”


Hm? Si Dongo mau ngapa—


“Gia! Gue minta lo untuk tahan


serangan fisik Naga!”


Eh, tapi kan—


“OK, Myllo! Tapi aku belom tentu


bisa jagain kalian dari serangan sihir Kaum Naga!”


“Nggak apa-apa! Untuk soal itu,


biarin Djinn aja!”


Biarin gue yang nahan serangan


sihir, ya?


“Garry! Gue minta lo untuk jagain


kondisi kita semua, khususnya Gia!”


“Siap, Myllo!”


Berarti Garry pake sihirnya untuk


nyembuhin kita semua, ya?


“Dalbert! Gue minta lo untuk


pantau Kaum Naga yang mau nyerang kita dari segala arah!”


“Cih! Gue sebenernya nggak suka


disuruh-suruh! Tapi untuk kali ini, gue turutin lo!”


“Bagus!”


Dalbert bahkan diperintahin


Myllo.


“Djinn! Mungkin lo dapet yang


paling berat! Siap, nggak?!”


“Si…Siap.”


Kira-kira gue disuruh ngapain,


ya?


“Sesuai yang gue bilang, gue mau


lo bantu Gia untuk tahan serangan sihir dari mereka semua!”


Itu doang, kan?


“Ada lagi?”


“Gue juga mau lo juga jadi daya


serang kedua gue, sekalian bunuh semua Kaum Naga ini!”


Artinya gue bantu Gia bertahan


sama bantu Myllo nyerang, ya?


“Siap, Kapten!”


Entah kenapa, rasanya ini kayak—


“Hehe! Akhirnya kita kerja sama


kayak di dalam satu Party, ya?!”


Padahal gue baru mikir kayak


gitu.


“Hihi! Iya, kamu bener Myllo!”


“Ternyata teh ini ya yang


namanya Party?!”


“Cih! E…Emangnya gue ini


Petualang?!”


Semua keliatannya pada seneng,


kecuali Dalbert.


“…”


Eh, kok muka dia merah?!


“OK! Sebelum kita bergerak, gue


cuma mau bilang kalo sejarah dan legenda kita bakal di mulai dari sini! Kalian


semua siap, kan?!”


““Siap, Kapten!””


Eh, eh, eh! Tunggu dulu!


“Bocah mesum ini ikut kita,


Myl?!”


“Hehe! Pastinya!”


“O…Oooh…”


Gue sebenernya udah curiga sih


gara-gara dia akrab banget sama Myllo selama di hutan.


“Kenapa?! *Sia*teh nggak


terima ada aing ngikut Myllo?!”


“Nggak kok.”


Asli, gue masih nggak percaya


kalo dia ini beneran ikut rombongan kita!


Ya seenggaknya gue beruntung lah


ada mereka berempat, jadinya ada yang bantu gue.


Apalagi, gue nggak boleh pake


kekuatan dari Sky Dragon tadi untuk ngalahin Kaum Naga ini!


Ini semua karena satu hal.


Karena Si Biadab yang namanya Maverick


belom muncul!


Gue yakin banget, selesai kita


berlima ngalahin semua Kaum Naga ini, pasti dia muncul waktu kita udah


kecapean. Karena dia sendiri juga ngincer gue, kan?


Makanya itu gue harus irit-irit


pake kekuatan tambahan ini!


““Ruoaaar!””


“OK! Sebelum kita bergerak, gue cuma mau bilang


kalo sejarah dan legenda kita bakal di mulai dari sini! Kalian semua


siap, kan?!”


““Ya!””


Hm…


Dari yang gue itung, kira-kira


ada 250 Kaum Naga.


Jumlah mereka masing-masing ada


35 Naga, 40 Wyvern, 50 Drake, sama 60 Wyrm.


Jumlahnya keliatan mustahil untuk


dilawan.


““Haha…””


Gue sama Myllo ketawa kecil.


“Kenapa kalian berdua ketawa?!”


“Nggak, kok. Cuma ngerasa kita


berlima bisa menang aja! Ya kan, Djinn?!”


“Ya!”


Ternyata Myllo juga mikir hal yang


sama ya kayak gue?


Nggak tau kenapa, gue ngerasa


kalo kita berlima bisa ngalahin mereka semua!