Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 443. All-Out Battle



Sebelum Djinn hendak pergi menuju Chaoseum, keadaan di dalam arena pertarungan tersebut masih dalam suasana hening.


““…””


Arena pertarungan yang sepi tanpa adanya penonton. Para Petualang yang beristirahat setelah menghadapi


pertarungan melawan Ryūhime dan Manifestasi Jiwa dari Ángroð. Terdapat sangat banyak tumpukan mayat dari para Petualang, serta anggota Black Guild, anggota dari mantan bangsawan, juga anggota dari negara-negara tertentu.


“…”


Tetsuo masih memperhatikan jasad Ryūtaro. Ia juga menimang Ryūhime yang tidak sadarkan diri, setelah terbebas dari kendali Zophiel.


“Nih, Potion. Ada Healing Potion sama Mana Potion.”


“Makasih.”


““*Gluk, gluk, gluk…””


Bersama-sama para Petualang meminum Potion yang dibawa oleh Daphine, hingga keadaan mereka pulih kembali.


“Daphine. Untuk Shogun itu—”


“Biarin aja dulu. Dia pasti sedih. Kasih aja waktu untuk dia.”


Balas Daphine kepada Kornell, yang mengkhawatirkan Tetsuo.


“Ternyata lo baik juga ya.”


“Hm?”


“Gue Zorlyan. Barangkali lo belom kenal gue.”


“Gue Daphine. Kalo maksud lo gue itu baik walaupun anggota Leo, mungkin lo salah besar. Karena gue sendiri cari aman supaya nggak jadi Petarung kayak lo.”


““…””


Zorlyan dan Daphine terus bercengkerama bersama, sembari memberikan ruang bagi Tetsuo untuk berkabung.


Akan tetapi, tidak ada waktu bagi mereka semua.


“*SWUSH!!!”


“*BRUK!!!”


““!!!””


Mereka semua dikejutkan dengan adanya Leonard yang melompat dari Lapisan Bawah dan mendarat dengan sangat keras.


“…”


Leonard memperhatikan semua yang ada di Chaoseum yang sepi, yang hanya diisi oleh para Petualang, Tetsuo, Ryūhime, jasad dari Ryūtaro, serta jasad dari para Petualang lainnya dan juga para hadirin di Chaoseum.


“Cih! Semuanya jadi kacau ya! Cuma gara-gara bocah bangsat yang namanya Djinn Dracorion itu, yang kesannya kayak dateng mimpin bajingan-bajingan ini (jasad para Petualang), tambah lagi High Elf bajingan yang namanya Rivrith Vamulran itu!”


Seru Leonard dengan kesal, yang kemudian…


“Graaaaagh!”


“*DHUK!!!”


“Semua yang gue bangun jadi berantakan kayak gini!”


“*DHUK!!!”


“Terus apa gunanya gue buat ini semua, selama 4 tahun?!?!”


“*DHUK!!!”


“Masa gue harus buat semua dari awal lagi?!?!”


…menendang jasad-jasad yang ada di tengah arena pertarungan.


“*Pluk!”


“*Gluk, gluk, gluk…”


“Puaaaahh…! Andai aja… semua bisa… jalan sesuai rencana gue…!”


Kembali seru Leonard, yang kali ini sambil membuka botol minuman beralkohol dan menghabiskan meminumnya.


“*Bruk…”


“Haaaaah…! Rencana gue gagal… hicc! Puas sekarang kalian…! Vorathril…! Lissomar…! Rovvikyn…! Jiphor…! Raelus…!”


Setelah itu ia terjatuh dan mabuk. Lalu ia seakan berbicara kepada rekan-rekannya yang telah meninggal dunia.


““…””


Dalbert dan para Petualang lainnya menyaksikan tingkah laku aneh dari Leonard. Mereka menggenggam keras senjata mereka, dengan maksud menyerang Leonard yang sedang lengah.


Tetsuo yang bersama mereka mengerti apa yang hendak mereka lakukan. Akan tetapi ia justru menahan mereka semua.


“Jangan ada yang bergerak!”


Seru Tetsuo kepada mereka semua, yang hendak menyerang Leonard.


“Hah?! Apa maksud lo jangan bergerak?!”


“Bukannya sekarang waktu yang tepat untuk hajar dia—”


“Jika kalian bergerak dengan gegabah, kalian justru akan mati sia-sia! Karena saat ini… ia menjadi jauh lebih berbahaya dari sebelumnya!”


Seru Tetsuo kepada Ollie dan Zorlyan, yang mempertanyakan dirinya.


Apa yang dikatakan Tetsuo bukanlah tanpa alasan.


“…”


Walaupun tidak ada tekanan aura berbahaya yang dikeluarkan oleh Leonard, Tetsuo mampu menyaksikan aura yang keluar dari Leonard, yang sangat banyak dan berbahaya.


“Grahahahaha… hicc!”


Tawa Leonard sambil berdiri dalam keadaan mabuk.


“Lo bener banget, Shogun! Kalo gue lagi gelisah atau mabok, pasti gue nggak akan fokus! Makanya gue bisa bantai siapapun yang ada di deket gue! Buktinya, ada Executioner lain sebelum Bastheus, Passio, sama Marwell, yang


nggak sengaja gue bunuh karena berani ganggu gue yang lagi mabok!”


Jelas Leonard kepada Tetsuo dan para Petualang lainnya.


“Tapi kalian nggak perlu takut! Sekarang gue udah siap untuk lawan kalian semua!”


““…””


Tetsuo menatap Leonard dengan tajam untuk menghentikannya. Akan tetapi berbeda dengan Dalbert dan para Petualang lainnya, yang berkucuran keringat karena akan menghadapi Penakluk tersebut dengan gugup.


“Ayo! Tunggu apa lagi?! Bukannya kalian mau lawan gue sekarang juga?!”


Tanya Leonard, dengan maksud memprovokasi semua yang ada di hadapannya.


Karena itu…


“*SWUSH!!!”


…Tetsuo mengambil inisiasi serangan terlebih dahulu.


{Kazedoryū—


“*CYUT!!!”


“*CHRINGGG!!!”


Tetsuo berlari menuju Leonard dan hendak menggunakan teknik senjata khusus Kitsune. Akan tetapi Leonard mampu menyerang terlebih dahulu dengan tembakan bintangnya, sehingga Tetsuo harus menahan bintang tersebut dengan katana miliknya.


“Haaaaagh!”


“*CHRING!!! CHRING, CHRING…”


Ia kemudian berada di hadapan Leonard dan terus menyerang dengan pedangnya. Sedangkan Leonard mengaktifkan Union Utuh pada lengannya yang berubah menjadi bintang, untuk menahan serangan pedangnya.


“Daphine!”


“OK!”


Dalbert dan Daphine sama-sama menggunakan senapan jitu mereka untuk menyerang Leonard dari jarak jauh.


““*DOR!!!””


“*CYUT!!!”


Akan tetapi Leonard, yang sedang disibukkan dengan Tetsuo yang bertarung dengan jarak dekat, mampu menghancurkan peluru yang melaju dengan cepat ke arahnya, dengan menembakkan bintang yang ia ciptakan di udara.


“*DHUK!!!”


“Keuk…!”


Tetsuo pun tertendang dengan keras oleh Leonard.


“*TAP!”


““*Jlub, jlub, jlub…””


Beruntung ada Zorlyan yang menangkap dirinya, yang kemudian menembakkan duri-duri miliknya kepada Ollie, Alethra, Paul, Awva, Kornell, dan Gravanghar.


((Needle Magic: Damage Boost))


Zorlyan menggunakan duri-duri yang tertancap pada rekan-rekannya, untuk meningkatkan daya serang mereka.


“*Jlub…”


((Healing Needle))


“*Ngunggg…”


Ia juga menancapkan durinya pada Dalbert dan memulihkan kondisinya.


“W-Woy! Kok lo—”


“Jangan banyak omong! Kali ini kita bener-bener butuh orang untuk lawan dia! Karena nggak akan cukup kalo mereka berenam aja yang maju lawan Leonard!”


Seru Zorlyan kepada Dalbert.


{((Star Zona: Falling Stars))}


““*CYUTCYUTCYUT…””


Leonard menggunakan Union Zona miliknya untuk menembakkan ratusan bintang kepada Ollie dan rekan-rekannya, yang maju untuk menyerangnya.


“Semuanya! Ke belakang gue!”


Seru Ollie kepada rekan-rekannya, untuk menahan ratusan bintang yang menuju kepada mereka.


{((Bending Axe))}


“*PRANGPRANGPRANG…”


“…”


Leonard menyaksikan Ollie yang melengkungkan kapaknya untuk menahan semua tembakan bintangnya.


Karena itu…


“*Prok, prok, prok…”


…Leonard bertepuk tangan untuk mengapresiasi usaha Ollie.


“Keren juga lo, Ollie Remington!”


““*Swush!!!””


“Ternyata lo bisa pake Union Utuh, yang tersalur ke dua kapak lo!”


Seru Leonard yang memuji Ollie, tanpa memperdulikan rekan-rekan Ollie yang akan menyerangnya.


{((Star Zona: Deathstar))}


““*CYUT!!!””


““…””


Semua rekan-rekan Ollie menghindari tembakan bintang yang datang dari belakang mereka.


“Graaaaagh!”


“*Tap!”


“*SWUSH!!!”


“*BRUK!!!”


“Argh!”


Alethra, yang paling dulu tiba di hadapan Leonard, langsung ditangkap olehnya, lalu dilempar kepada Kornell.


“Contoh tuh Frontliner kayak dia! Harusnya kalian tahan serangan gue! Bukan menghindar!”


Seru Leonard kepada Alethra dan Kornell, karena mereka menghindari serangannya.


“Paul! Awva! Sekarang!”


“Gyeaaaagh!”           “Hraaaaagh!”


““*SHRUK!!!””


“…”


Leonard hanya menatap Paul dan Awva yang berhasil menusuknya, seolah serangan mereka tidak lebih dari sekedar gigitan nyamuk.


“*SWUSH!!!”


“…”


Awva berhasil menarik kedua pedangnya dan menghindari serangan Leonard. Tetapi berbeda dengan Paul, yang hendak menyerang Leonard kembali.


“*Shrak!”


“Gyeaaaaargh!!!”


“*Bhuk! Bhuk! Bhuk!”


“…”


“Apa lo yakin…”


“*KRRRTTTT!!!”


“Aaaargh…!”


“…kalo lo bisa pukul gue kayak gitu?!”


“*BHUK!!!”


Tanya Leonard dengan angkuh, sambil menggenggam kepala Paul dengan keras, lalu memukul perutnya juga dengan keras.


“*Tap…”


“Tunjukkin diri lo yang sebenernya!”


“*Swush, wush, wush, wush…”


“Baru lo bisa bikin sakit gue! Dasar goblok!”


“*SWUSH!!!”


Seru Leonard, sambil mengayunkan Paul dan melemparnya.


“*BRUK!!!”


“Bo-Bos! Sorry, bos!”


“Ng-Nggak apa-apa!”


Balas Ollie, setelah tertabrak oleh Paul karena Leonard.


Hingga saat ini, belum ada yang mampu melukai Leonard.


Namun waktu tersebut tiba, ketika Dalbert, Tetsuo, dan Gravanghar menyerang secara bersamaan.


{((Shadow Zona…


““*SHRUK!!!””


…Erebus Spikes))}


“Aaaargh!”


Dari jarak yang cukup jauh, Dalbert menyerang Leonard dengan menggunakan bayangan milik rekan-rekannya. Dengan bayangan yang ia gunakan, Dalbert menciptakan duri tajam yang besar, yang melaju dan menusuk Leonard, hingga ia tidak bisa bergerak.


“Si-Sial…! Dia itu… Dalbert Dalrio… dari Aquilla Party, kan…?! Kok tiba-tiba… dia bisa pake Union?!”


Pikir Leonard akan Dalbert dengan heran, setelah pria tersebut mampu melukainya.


“*SWUSH!!!”


Tetsuo berlari menuju Leonard dengan cepat.


“*Crat, crat, crat…”


Leonard sedang terjebak dengan duri bayangan raksasa ciptaan Dalbert. Tetapi ia hendak menyerang Tetsuo terlebih dahulu, walaupun sedang terjebak.


Namun Gravanghar mengetahui hal itu.


“Semuanya! Tutup mata!”


“Hah?! Lo mau ngapain—”


((Fire Magic: Flash Ball))


“*Boom!”


“*CHRING!!!”


“!!!”


Leonard pun terbutakan oleh bola yang diledakkan oleh Gravanghar. Beruntung rekan-rekannya mengikuti sarannya, sehingga mereka tidak ikut terbutakan olehnya.


“*Swush…”


Tetsuo pun melompat menuju Leonard. Lalu ia kembali menggunakan teknik senjata Kitsune untuk menyerangnya.


{Kazedoryū: Hansha}


“*Shring…”


“*CRAT!!!”


“Aaaaargh!”


Dengan teknik senjata Kitsune, Tetsuo mengayunkan pedangnya dan menebas kepala Leonard.


“Semuanya sudah berakhir! Sebagai seorang Mahluk Fana, kau tidak akan menyembuhkan kepalamu yang hilang, Pengacau!”


Seru Tetsuo kepada Leonard.


Namun mendengar apa yang ia katakan…


“Grahahaha…”


…Leonard justru tertawa kecil.


“Apa lo yakin bisa bunuh gue segampang itu, Shogun?!”


Tanya Leonard, setelah kepalanya tumbuh kembali dari Tubuh-nya. Sedangkan kepala yang terpenggal oleh Tetsuo masih terlihat di arena pertarungan.


“H-Huek…!”


Awva pun muntah karena merasa jijik dengan apa yang ia saksikan dari Leonard.


“M-Mustahil…! Bagaimana—”


“*CHRINGGG!!!”


Seketika cahaya yang sangat terang keluar dari Tubuh Leonard, karena ia menjadi Mahluk Bintang.


“Kali ini, gue lebih serius! Siap-siap kalian semua!”


Seru Leonard kepada Tetsuo dan para Petualang.


“*CYUT!!!”


“*BHUK!!!”


“Akh…”


Dengan sekejap mata, ia tiba-tiba berada di hadapan Dalbert dan langsung memukulnya.


“*CYUT!!!”


“*BHUK!!!”


“*Bruk…”


Ia juga melakukan hal yang dan menyerang Gravanghar, hingga Dragonewt itu tidak sadarkan diri.


“*CYUT!!!”


“*CHRING!!!”


“Keuk…”


Akan tetapi berbeda dengan Tetsuo, karena Kitsune tersebut mampu menghalau serangannya dengan pedangnya.


“*Tap!”


“*BRUK!!!”


“Akh…”


Namun Leonard dengan mudah menangkap tangannya, lalu membantingnya.


Karena aksinya, Dalbert, Tetsuo, dan Gravanghar tidak sadarkan diri.


“*DOR!!!”


“…”


Dengan Union Utuh yang membuatnya menjadi Mahluk Bintang, tembakan senapan dari Daphine hanya melewati dirinya saja.


“Udah lemah…”


“*CYUT!!!”


“…masih berani lo tembak gue?!”


Seru Leonard kepada Daphine, sambil bergerak dengan sangat cepat ke belakangnya.


“*BHUK!!!”


““!!!””


Akan tetapi Kornell justru mampu menghalau pukulan Leonard, dengan menggunakan Tubuh-nya. Sehingga pukulan Leonard menembus jantungnya.


“KORNEEEEELLL!!!”


“M-M-Maafin gue… Daphine—”


“*Tap!”


“JANGAN GANGGU GUE!!!”


Teriak Leonard kepada Kornell, sambil menggenggam kepalanya, sebelum…


“*SWUSH!!!”


“*BRUK!!!”


…melemparnya menuju kursi penonton.


“B-BRENGSEK LO, LEONARD—”


“Graaaagh!”


Daphine hendak menembak Leonard kembali karena merasa kesal dengan apa yang ia lakukan terhadap satu-satunya sahabat dari Party lamanya Gemini, tanpa memperdulikan Leonard yang hendak memukulnya.


“*PRANG!!!”


“Gue tau lo kesel! Tapi sekarang bukan waktunya untuk emosional!”


Seru Ollie, setelah berhasil menahan pukulan keras Leonard, walaupun ia dan Daphine yang berada di belakangnya harus terhempas jauh karena pukulannya yang keras.


““*Jlub…””


((Needle Magic: Painful Feel; Maximum))


“Keuk…!”


Leonard tertusuk oleh duri-duri milik Zorlyan. Walaupun Zorlyan sudah memaksimalkan rasa sakit yang dirasakan Leonard, namun Leonard masih dapat berdiri dengan kokoh, sambil menghancurkan duri-duri tersebut dengan bintang pada Tubuh-nya.


““*Swush!””


““*Shruk!!!””


Alethra, Paul, dan Awva, sama-sama melompat menuju Leonard dari belakang. Bersama-sama mereka menusuk Penakluk itu.


“*CYUT!!!”


““Aaargh!””


Namun tanpa melihat mereka semua, Leonard mampu mengalahkan mereka semua dengan bintang yang ia tembakkan dari belakang mereka.


“Cih!”


““*Jlub!””


“Gue terpaksa harus sembuhin mereka secepetnya, sebelum mereka mati!”


Seru Zorlyan, yang menembakkan duri-durinya pada Alethra, Paul, dan Awva.


“S-Sialan nih orang…!”


Seru Paul, yang langsung bangkit berdiri, sementara Alethra dan Awva sudah tidak sadarkan diri.


Karena aksinya, saat ini hanya tersisa Zorlyan, Ollie, Paul, dan Daphine di hadapannya.


“Grahahahaha!!! Bagus! Gue kira kalian mati begitu aja! Ternyata kalian masih berani berdiri untuk lawan gue!”


Seru Leonard kepada mereka semua.


““…””


Mereka semua sama-sama menyaksikan luka Leonard yang menghilang dengan regenerasi yang ia miliki.


“Orang yang bisa pake Union itu… belom tentu bisa regenerasi kan…?”


Tanya Zorlyan, sambil berbisik.


Namun ia tidak menyangka, bahwa ada seseorang yang baru saja datang yang menjawabnya.


“Harusnya nggak.”


“Djinn?!”


Seru Zorlyan, ketika mendapati Djinn yang datang dari belakang.


“Gue nggak tau regenerasi itu termasuk sihir atau kemampuan khusus beberapa orang aja. Tapi gue yakin, kalo anak anjing itu bukan Manusia biasa.”


“M-Maksud lo—”


“Anak anjing itu sebenernya juga Malaikat yang reinkarnasi jadi Manusia.”


““!!!””


Keempat Petualang tersebut sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Djinn.


Sedangkan Leonard…


“Grahahaha!”


…hanya tertawa, setelah tertangkap basah olehnya.