Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 256. The Purpose of Running Away



Aliansi di Gazomatron masih menghadapi Children of Purgatory, sekte yang hendak membawa Iblis ke Geoterra.


Kali ini Klan Mistyx mengerahkan beberapa orang yang dapat bertarung untuk terlibat dalam perang melawan sekte Iblis tersebut.


Walaupun mereka semua diyakini menjadi target utama dari Children of Purgatory, namun Klan Mistyx adalah salah satu pihak yang kebal untuk mencegah Ghoul-Trigger berkat Darah Iblis mereka.


Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut membuat adanya konflik internal di dalam klan tersebut.


“Pak Auqveern! Bapak gila kali, ya?! Kenapa biarin saudara-saudara kita terlibat?!”


“Bukannya kita ini incaran mereka?! Kalo kayak gini kan sama aja tumbalin mereka!”


“Kalo sampe kakak saya diculik mereka, saya nggak akan maafin anda ya, Pak Auqveern!”


“…”


Auqveern menerima cacian dari Mistyx lainnya karena keterlibatan Klan Mistyx dalam pertarungan.


Selain fakta tersebut, Auqveern juga harus menerima seruan yang berbeda dari beberapa Mistyx lainnya.


“Pak Auqveern! Kenapa saya nggak boleh ikut lawan Children of Purgatory?!”


“Saya juga! Kenapa kita malah disuruh diam di tempat ini?!”


“Saudara-saudara kita yang terlibat nggak punya pengalaman bertarung yang cukup, pak! Kenapa nggak kita aja, pak?!”


Seru beberapa Mistyx, yang terdiri dari Mistyx yang berusia dibawah 15 tahun atau Mistyx yang masih menjalani tahap rehabilitasi akibat peperangan menghadapi Gazomatron sebelumnya.


Oleh aksi protes dari klan yang ia pimpin, Auqveern pun bimbang dan gelisah karena tidak tahu harus berbuat apa.


Di tengah kegalauannya, Maghroz pun datang untuk membantunya.


“DENGAR SAYA, SEMUANYA!!!”


““…””


Teriakan dari Maghroz membuat semua Mistyx yang protes terdiam.


“Dasar tidak tahu diuntung! Semua yang berada di negara ini berusaha sekeras mungkin untuk melindungi anda sekalian! Bukankah masuk akal jika anda sekalian membalas kebaikan dari mereka semua?!”


Seru Maghroz yang memercikkan rasa sedikit bersalah kepada Mistyx yang protes.


“Pak Maghroz! Kita juga mau balas kebaikan mereka! Tapi kenapa kita—”


“Apa yang bisa anda lakukan dengan luka seperti itu?! Yang bisa anda lakukan hanyalah membuat yang lain kesusahan saja!”


“…”


Mistyx pria yang bertanya kepada Maghroz hanya bisa diam saja.


“Dengarkan saya, saudara-saudara saya sekalian! Jangan takut! Walaupun ada darah Iblis di tubuh kita semua, namun saya percaya bahwasanya Dewa-Dewi yang ada di atas sana masih mengizinkan kita untuk hidup di dunia ini, bukan sampai saat ini saja, namun sampai sepuluh, dua puluh, bahkan ratusan tahun kemudian! Maka dari itu…”


““…””


“…mari lah kita bersama-sama memohon kepada Dewa dan Dewi yang ada di atas sana, agar kita semua dapat


melewati ancaman dan marabahaya yang ada saat ini, maupun yang akan datang!”


Kata Maghroz yang bertujuan untuk meyakinkan Mistyx lainnya.


Karena kata-katanya, Mistyx yang protes pun membubarkan diri dan kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


“Pak Maghroz, makasih banyak ya, pak. Kalo nggak ada bapak, saya nggak tau harus ngapain, pak.”


“Sama-sama, Auqveern. Saya yakin anda sudah mengerahkan yang terbaik bagi klan ini. Untung saja anda masih bisa berdiri dan menghadapi saudara-saudara kita, Auqveern.”


Balas Maghroz, sambil mengusap-usap punggungnya.


……………


Kembali ke pertarungan antara Gazomatron melawan Children of Purgatory, yang berada di Voxhaben.


“…”


Garry telah bangun, setelah Mana yang ia miliki habis. Ketika ia bangun, ia mendapati beberapa Ghoul dan Ghoul-Trigger yang telah ditangkap oleh Angela.


“Hieeekh!”


“Tuan Geri! Minumlah Potion ini!”


Seru Angela, setelah mendapati Geri yang sudah terbangun.


“I-Ini teh apa, Teh Angela?”


“Potion khusus yang diciptakan oleh Berius. Potion itu bisa membantu anda mengisi kembali Mana yang telah habis.”


“P-Potion?! U-Untuk apa, Teh Angela?!”


Tanya Garry dengan heran.


“…”


Angela pun menjelaskan kepada Garry terkait apa yang harus ia lakukan. Namun mendengar itu semua…


“Hieeeekh!”


…Garry justru semakin takut.


“Nggak, nggak, nggak! Aing teh nggak akan bisa—”


“Saya mohon, Tuan Geri! Hanya anda satu-satunya orang yang bisa—”


“Et, et, et! Cukup, Teh Angela!”


“Hm?


Angela merasa heran dengan Garry.


“Punten sebelumnya, Teh Angela. Kalo teteh geulis kayak Teh Angela sampai mohon-mohon kitu, mau nggak mau teh aing harus kerahkeun kemampuan aing!”


Seru Garry kepada Angela, sebelum merapal sihirnya.


((Spirit Approach))


“…”


Perlahan-lahan, Roh Garry memasuki salah satu Tubuh salah satu Ghoul. Di dalam sana, Garry melihat sesosok Roh perempuan yang terperangkap oleh semacam monster yang mengikatnya.


“Teteh! Tunggu aing!”


Seru Garry, yang berusaha menghancurkan seluruh Ghoul-Trigger dari wanita tersebut.


Tidak lama kemudian, Ghoul tersebut meleleh. Hingga pada akhirnya seorang wanita terlihat kembali.


“A-Aku ada di mana?! Kenapa aku—”


“Griiiw!”


“Aaaagh! Jangan makan a—”


((Rune Spell: Devil’s Cage))


“…”


Wanita tersebut hendak dimakan kembali oleh Ghoul-Trigger sebelumnya telah memakannya. Beruntung ada Angela yang berhasil menangkap Ghoul-Trigger tersebut.


“T-Terima kasih banyak!”


“Sama-sa—”


“*Bruk…”


““…””


Mereka berdua menatap Garry yang terjatuh, dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.


“Uhuk, uhuk, uhuk!”


“*Crat…”


Garry juga batuk berdarah.


Itu semua karena satu hal.


Bisik Garry sambil menahan rasa sakit.


“Tuan Geri. Minumlah ini terlebih dahulu.”


“…”


Garry menerima sebuah Potion yang diberikan oleh Angela, lalu ia meminumnya.


“Puaaah… Untung Teh Angela bawakeun Potion ini!”


Seru Garry, dengan luka yang seketika sembuh.


Walaupun begitu, Angela tetap mengkhawatirkan keadaannya.


“Jika ia harus meminum Potion setiap menyembuhkan satu Ghoul, bagaimana mungkin ia bisa menyembuhkan ribuan Ghoul?!”


Pikir Angela tentang Garry,sambil menyaksikan keadaan yang ada di tengah peperangan lewat burung gagaknya. Namun, ada kondisi yang lebih mengkhawatirkan daripada Garry, yang ia saksikan.


“Tunggu! Terdapat kendala di Snellsham Point!”


Sahut Angela, yang melihat beberapa Mistyx yang tidak sadarkan diri, kepada setiap orang yang memiliki burung gagak di pundaknya.


“Ada banyak Mistyx yang tidak sadarkan diri di Snellsham! Termasuk Nyonya Styx!”


“Di Snellsham Point?! Bukannya Myllo ada di sana?!”


Tanya Gia, sambil bertarung melawan Ganon di Duskmere Point.


“Anda benar, Nyonya Maevin. Beliau sedang menghadapi salah satu anggota Children of Purgatory. Saya juga tidak tahu apa yang sedang terja…”


““Hm?””


Gia dan Jennania, yang berada di Brichaudry Point, merasa heran ketika Angela yang seketika berhenti memberikan penjelasan.


“M-Mengapa ada jasad yang tanpa kepala di dekatnya?! Saya merasa yakin, bahwa kepala tersebut milik dari salah satu anggota Children of Purgatory!”


“Tunggu, Angela. Mengapa tiba-tiba ada jasad tanpa kepala di depan Styx yang tidak sadarkan diri?”


Tanya Jennania.


Sambil melihat kejanggalan yang terjadi di sekitar Styx menggunakan salah satu burung gagaknya, tiba-tiba Angela dikejutkan dengan sesuatu.


“*BRUK…”


“!!!”


Ia menyaksikan sebuah bangunan yang runtuh.


Karena itu, ia menghampiri bangunan tersebut dengan burung gagaknya.


“I-Ini…”


““…””


“A-Ada sangat banyak bangkai dari Ghoul?! Siapa yang…”


“A-Angela! Ada a—”


“T-Tidak mungkin! Mengapa Tuan Dracorion bisa melarikan diri?!”


““!!!””


Karena begitu terkejut, Angela secara tidak sengaja mengumumkan Djinn yang melarikan diri ke semua yang memiliki burung gagak di pundaknya.


Dan karena informasi tersebut, semua orang yang mendengarnya menjadi cemas, kecewa, atau penasaran.


“Djinn…”


“Kenapa… dia malah kabur…?”


“Tidak. Justru yang menjadi pertanyaanku…”


“Mengapa ia masih bisa melarikan diri? Bukankah dirinya sudah disegel dengan Mana-Restrictions dan


Runecraft?”


Kata Gia, Dalbert, Delolliah, dan Jennania secara bergiliran.


“…”


Angela yang terus memantau keadaan Djinn menyaksikan dirinya yang berlari menabrak bangunan, benda, dan bahkan Ghoul yang ada di hadapannya.


“*Koaaak! Koaaak!”


Burung gagak miliknya mencoba menghampiri Djinn, yang sedang berlari menuju Duskmere. Namun ketika burung gagak miliknya hampir tiba di dekat Djinn, seketika Angela merasakan suatu yang janggal.


“Gazo Mount…”


“!!!”


Angela begitu terkejut dengan adanya suara yang seakan berbisik kepadanya.


“S-Siapa anda?! Mengapa anda—”


“Eh! Siapa yang bisik-bisik?!”


“Ya! Aku juga mendengar suara bisikan di telingaku!”


““!!!””


Angela dan siapapun yang mendengar suara tersebut sangat terkejut ketika mereka mengetahui Gia dan Delolliah yang mengalami hal yang serupa dengan mereka.


“T-Tunggu…”


“Bukankah ini suara…”


“Djinn…?”


Kata Jennania, Delolliah, dan Gia secara bergiliran.


“Suara tersebut adalah suara Tuan Dracorion?!


Artinya—”


“Gue harus ke sana, sebelum semuanya jadi lebih kacau!”


Bisik Djinn kepada semua yang mendengarnya.


“G-Gazo Mount?! Memangnya ada apa di bukit terse—”


“Angela! Percayain aja semuanya sama Djinn!”


Seru Myllo kepada Angela yang masih penasaran.


“Myllo, tetapi—”


“Kalo dia udah tau harus ngapain, artinya yang bisa kita lakuin cuma percayain aja semuanya ke dia!”


“Myllo…”


Bisik Angela, sebelum memberitahukan sesuatu kepadanya.


“Myllo, maafkan saya. Jika ia berusaha ke Gazo Mount, saya tidak bisa membantunya. Itu semua karena burung gagak saya hanya terbatas di—”


“Makanya gue bilang percayain aja sama dia, Angela! Dia—”


“Fokus ke gue, Saint Zegin!”


Seru Beelzraul kepada Myllo yang sedang berbicara kepada Angela lewat burung gagak di pundaknya.


“…”


Kata-kata Myllo membuat Angela enggan menyampaikan sesuatu kepadanya.


Ia menyadari sesuatu yang tidak diketahui oleh yang lainnya.


“Myllo berkata untuk percaya kepadanya. Tetapi, bagaimana jika Tuan Dracorion masih terganggu dengan Kekuatan Waktu miliknya?”


Pikir Angela, sambil membiarkan Djinn pergi keluar dari Gazomatron.