
Selesai kelilingin
festival, kita berempat pergi ke Guild Petualang.
Tapi waktu kita sampe di sini…
“Djinn! Myllo!”
“Dahlia! Phonso! Dalbert!”
…ada Phonso sama Dahlia bareng adek-adeknya,
termasuk Dalbert.
“Semua,
tunggu gue dulu ya.”
““…””
Myllo ngajak ngobrol mereka bertiga.
Kayaknya ada yang penting deh, yang mau dibahas.
“Djinn!
Garry! Kita telfon Luvast, yuk!”
“Hah?! Itu teh siapa?! Dari namanya, pasti jelek orangnya!”
“…”
Sialan nih Si Mesum.
“Luvaaast!”
“Gia! Djinn! Sudah lama kita tidak berbincang
bersama! Akan tetapi…siapakah pria yang berada di—”
“WUAAAAHHH!!! *TETEH*GEULIS BARUUUU!!!”
Padahal
dia bilang jelek tadi—
“Aing teh Garry! Hobinya peluk teteh geulis kayak—”
“*Krrttt…
(suara menggengam kepala)”
“Adudududu…”
“Mau
ngomong apa lo?! HAH?!”
Dasar
Si Mesum satu ini!
“Tuh, kan. Dia ini saudara sepupu Djinn, Garry.
Anggota ketiga sebelum aku!”
“Haaaah?!
Tapi kan teteh geulis ini—”
“Ssssttt!
Nanti aja!”
“I…Iya,
Teh Gia.”
Luvast
pun kenalan sama Garry.
Nggak lama kemudian, Myllo dateng.
“Halo
Luvast! Udah kenalan ya sama Garry?!”
“Sudah, Kapten!”
“OK! Kalo gitu, kita bikinin identitas baru dulu
ya untuk Garry! Sekalian…”
Oh!
Gitu ya ternyata!
“Meresmikan Party kita, kah?!”
“Hehe! Bener!”
“Oh iya! Kita udah 5 orang, ya?!”
“Hehehe!”
Iya, ya!
Ada gue, Myllo, Luvast, Gia, sama Garry!
“Bisakah kita mengetahui nama Party kita,
Myllo?”
“Untuk itu…”
““!!!””
Ahahaha! Entah kenapa, gue udah yakin kalo itu
nama Party kita!
“Gimana? Setuju, kan?!”
“Aku setuju.”
“*Aing*teh setuju!”
“Aku juga!”
“Djinn?”
Dia nanya gue?
“Haha! Lo nanya gue?! Lo juga tau kan jawabannya
apa?!”
“Ahahaha! OK kalo begitu! Luvast, nanti kita
panggil lagi, ya?!”
“Baik, Myllo!”
Kita pun masuk ke dalem Guild Petualang.
“Selamat datang, Para Petualang sekalian.”
“!!!”
Lah! Itu kan…
“Wuoaaah! Miraela, ya?! Kok lo ada di sini?!”
“Hehe…saya dipindahkan ke cabang pusat kota ini,
Tuan Myllo.”
“Ah! Santai aja sama gu—”
“Myl! Inget, dia udah jadi Guildmaster!”
“Ups!”
“Ahaha…maafkan saya jika saya mengecewakan anda, Tuan Myllo.”
Garry pun ambil Tes Petualang.
Anehnya…
“Itu
kan…Dalbert.”
…Dalbert
juga ambil tes itu?
Keliatannya dia udah pensiun jadi bandit.
Makanya dia jadi Petualang.
Begitu, kan?
Oh iya, ada yang mau gue sampein ke Miraela.
“Mir.”
“Hm? Ada apa, Tuan Djinn?”
“Ganti ini…boleh nggak?”
“…”
Dia liatin sesuatu yang gue tunjukin.
“Ahahaha!”
Kenapa
ketawa dia—
“Sini! Sini!”
Dia mau bisikin sesuatu?
“Baru dapet, udah pamer lo ya?!”
Dibilang pamer sih juga nggak.
“Baiklah, Tuan Djinn. Mohon tunggu sebentar.”
Dia masuk sebentar ke dalem untuk ganti sesuatu dari gue.
“Baiklah, sudah saya ganti.”
“OK, makasih ya!”
Hmph! Udah diganti akhir—
“Djinn! Kamu ngapain?!”
“Oh ini? Abis—”
“Miraela! Miraela! Miraela!”
Padahal
gue baru mau jelasin ke Gia, tapi udah dipotong sama Si Dongo.
“Mm?”
“Gue udah ada punya lima anggota! Bisa dong
bikin Party, sekaligus naikin status gue jadi Leader?!”
Hah?! Lima anggo—
“Tentu saja, Tuan Myllo. Namun, semua anggota
anda harus berada di depan saya.”
Nah loh! Luvast gimana?!
“Miraela! Ada anggota gue yang di luar negeri!
Gimana, dong?!”
“Siapa jika saya boleh tahu?”
“Lu—”
“Vast.”
“Vast,
ya?”
Duh, bisa nggak ya?
“Luvast! Luvast!”
“Gia, ada apa?”
Oh, dia tiba-tiba nelfon Luvast
lagi.
Tapi bisa gak ya diresmiin lewat Orb Call kayak gini?
“Bilang
ke Guildmaster ini kalo kamu bagian dari kita!”
“Ba…Baiklah.”
Luvast pun jelasin ke Miraela siapa dia, supaya
dia bisa mastiin kalo dia itu bagian dari Party yang bakal dibentuk Myllo.
“Baiklah. Terima kasih atas
penjelasan anda, Nyonya Vast.”
“Ya, senang bisa memban—”
“Tunggu! Jangan dimatiin!”
Hm?
Kok jangan—
“My…Myllo! *Aing*teh dapet
Kasta Hijau!”
“Wuhuuuu! Mantap, Garry!”
Tiba-tiba Garry keluar bareng
Dalbert.
“OK, Miraela!”
““*Phuk… (suara menepuk pundak)””
“Ini dia dua anggota baru
gue! Ahahahaa!”
Maksudnya kejutan tuh…dia?!
“My…Myllo! Emangnya nggak apa-apa
kita bawa mantan bandit ke Party kita?!”
“Ba…Bandit?! Myllo! Mengapa
kamu membawa—”
“Tenang aja! Dia jadi bandit demi
negara ini! Dia orang yang baik, tambah lagi dia ini kuat bang—”
“Aaaaagh! Jangan puji-puji gue, sialan!”
““…””
Orang ini emang nggak bisa
dipuji, ya?!
“Ahahaha! Masa dipuji malah
malu?!”
“Hahaha! Ke…Kenapa muka kamu
merah!”
“Hahaha! A…Aku jadi meragukan
dirinya yang seorang bandit!”
“Hahaaha! Sianying teh jelek *pisan*atuh mukanya!”
Haha! Untung semua cuma ketawa
aja!
“Ke…Keterlaluan lo semua! Malah
diketawain gu—”
“Dal, tenang aja!”
“Hah?! Apa maksud lo—”
“Di sini orang-orangnya aneh
semua! Ada yang Dongo…”
“Hah?!”
“Pelupa…”
“Djinn!”
“Genit…”
“Cih!”
“Sama Mesum!”
“Sianying!”
“Makanya itu, jangan kaget kalo
lo masuk di Party aneh ini!”
““HAH?!””
Haha! Kapan lagi gue bisa pancing
emosi mereka semu—
“Oi, Dalbert! Hati-hati! Dia ini galak banget
orangnya!”
“Myllo benar, Dalbert!”
“Bahkan dia nggak pandang bulu
mau cowok atau cewek!”
“Sianying ini teh bahaya
kalo gonggong!”
“Hmph! Artinya dia tuh Si Kasar,
ya?!”
Dasar bocah-bocah sialan!
Haaaahh… Lupain aja dulu!
Mereka nyerang gue karena gue. Tapi nggak gue sangka mereka mainnya
keroyokan!
Oh iya.
“Dal.”
“Apa?”
“Kasta sama peran lo apa?”
“I…I…Ini dia…”
““!!!””
Perannya jadi Observer, tapi
Kasta dia…
“Kasta Biru?!”
“I…Iya. Katanya gue nggak boleh
lebih dari Kasta Biru karena rekam jejak gue—”
““Ahahahaha!””
“Si…Sialan lo semua! Malah
ngetawain gue!”
Kasian banget!
Udah jadi kepala bandit, lawan
Naga, tapi cuma dapet Kasta Bi—
“E…Ehem!”
““…””
“Mohon maaf jika mengganggu, Tuan
dan Nyonya Petualang sekalian. Apakah ini anggota kalian semua?”
““…””
Kita cuma bisa senyum dari satu
ke yang lain aja waktu ditanya Miraela.
Emang sih gue pake topeng, tapi
gue senyum kok!
“Ya!”
“Baiklah, Tuan Myllo. Apakah nama
Party anda?”
“…”
Myllo liatin kita semua. Dia juga
liat Phonso yang ada di depan pintu masuk.
“Hmph!”
“Hihihi!”
Myllo cuma ketawa untuk bales senyuman Phonso.
“Jadi, nama Party anda…”
“Aquilla!”
Ya, itu nama Party kita!
“Mo…Mohon maaf sebelumnya, nama
Party itu telah—”
“Tenang aja! Gue udah minta izin
sama salah satu anggota terlamanya! Tuh liat!”
Kata Myllo sambil nunjuk Phonso.
“Hihi! Baiklah, saya menyetujui
nama Party anda.”
““Horeeee!””
Karena disetujuin, Party kita
tinggal diresmiin aja.
“Saya sebagai Guildmaster di
Erviga Kingdom, cabang utama Vigrias Capital, adalah saksi dari kelahiran dari
Party dengan nama Aquilla, yang beranggotakan…
Myllo Olfret. Status: Leader.
Striker Kasta Kuning.”
“Ahahaha! Akhirnya gue resmi jadi
Kapten!”
Ya. Karena Status dia Leader,
makanya Myllo jadi Kapten.
“Djinn Dracorion.
Status: Anggota. Rounder Kasta Kuning.”
““!!!””
Se…Semuanya pada kaget.
Padahal gue ada niat mau jelasin,
tapi timing-nya selalu jelek…
“Vast. Status: Anggota. Rounder
Kasta Kuning.”
“Hihi!”
Kalo misalkan Rounder itu peran
yang paling jarang, harusnya Myllo bangga dong punya dua Rounder?!
Haaah… Andai aja Luvast ada
bareng kita!
“Margia ‘Gia’ Maevin. Status:
Anggota. Frontliner Kasta Hijau.”
“Asik! Punya Party!”
Harusnya Si Genit satu ini udah
naik Kasta nggak, sih?
Andai aja usaha kita semua
dihargain Centra Geoterra, mungkin bisa aja dia naik Kasta!
“Garry Geri. Status: Anggota.
Keeper Kasta Hijau.”
“Hehe! Sekalinya jadi Petualang teh langsung masuk Party!”
Kalo nggak karena dia baru jadi
Petualang, mungkin aja Si Mesum ini Kasta Jingga!
Andai aja nggak ada dia waktu
lawan Kaum Naga, mungkin Myllo sama Gia udah kenapa-kenapa, kali!
“Dalbert Dalrio. Status: Anggota.
Observer Kasta Biru.”
“Ya. Seneng bergabung di—”
“Pffftt…”
“Hah?! Lo ngetawain gue, bego!”
“Siapa yang ngetawain lo,
brengsek?!”
“Eh! Udah, udah, udah!”
Haaaah…ternyata gue ketauan ya
nahan ketawanya?
“Selamat berpetualang mengitari
Geoterra, Aquilla. Semoga petualangan kalian menyenangkan.”
““Horeeee!!!””
Mereka semua seneng banget.
Ya jadi ini lah awal terbentuknya
Party yang isinya orang-orang aneh ini.
Sebenernya gue nggak mau ngakuin,
tapi gue juga ngerasa aneh karena mereka semua!