
Klan Guillotine.
Klan yang tidak asing bagi semua warga Kaldrol Empire, salah satu negara adidaya yang berada di Geoterra.
Mungkin semua warga Klardrol mengetahui tentang klan itu. Namun tidak semua warga mengetahui tentang orang-orang yang punya darah klan itu. Khususnya, aturan khusus yang ditetapkan kekaisaran untuk klan tersebut.
““Oeeek! Oeeek! Oeeek!””
Kala itu, 27 tahum yang lalu, seorang algojo yang bernama Mathya Guillotine melahirkan tiga orang kembar. Hari itu seharusnya menjadi salah satu hari bahagia untuk semua ibu. Namun tidak demikian bagi Mathya.
“Suamiku! B-Bagaimana ini?! Kita melahirkan tiga orang kembar! Jika Kaisar Kaldrol mengetahui hal ini, bisa-bisa dua anak kita dibunuh secara paksa!”
“…”
Suami yang bernama Chase Klemens merasa bimbang dan tidak tahu harus berbuat apa.
Sebagai catatan, Chase Klemens merupakan seorang Petualang. Ia merupakan seorang Striker Kasta Jingga dan juga seorang Leader dari sebuah Party yang bernama Opiuchus. Namanya cukup dikenal di Geoterra, khususnya di Kalrdol Empire.
Saat itu, ia merasa bimbang dengan istrinya yang melahirkan 3 kembar.
Sepasang suami-istri itu ditakutkan dengan sebuah sumpah yang ada sejak Kaldrol Empire terbentuk, yang
berbunyi…
Klan Guillotine tidak boleh memiliki lebih dari satu anak. Jika terdapat lebih dari satu anak, maka Kepala Klan wajib mengeksekusi anak yang lebih muda daripada anak sulung.
“Chase! Kita harus bagaimana?!”
“…”
Chase hanya terdiam dan bingung. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari istrinya, Mathya.
Namun Chase harus mengambil tindakan secepatnya, setelah mengetahui apa yang terjadi di Kaldrol Empire.
“Yang Mulia Kaisar Kaldrol. Kami semua sudah siap.”
“Baiklah! Musnahkan Klan Guillotine! Membiarkan kriminal hidup sama besarnya dengan tindakan kriminal! Jangan biarkan mereka semua hidup!”
““Siap, Yang Mulia!””
Aksi yang telah dilakukan oleh Klan Guillotine selama ratusan tahun pun diketahui oleh pihak kekaisaran. Oleh karena itu, perintah eksekusi terhadap klan tersebut pun tidak terelakkan.
“*Shrak!”
“Aaargh!”
“Lapor! Kepala dari Klan Guillotine berhasil kami bunuh!”
“Bagus—”
“Lapor! Terkait algojo saat ini, Mathya Guillotine, berhasil melarikan diri!”
““!!!””
Personil kekaisaran pun terkejut.
Sementara Ophiucus dan keluarga milik Chase…
“*VWUMM!!!”
“Bahaya! Ada kebakaran di dermaga!”
“Kapten! Kami berhasil membakar dermaga!”
“Yaudah! Kita berangkat sekarang!”
…berhasil melarikan diri, dengan membakar dermaga milik Kaldrol Empire, agar tidak dikejar oleh pihak
kekaisaran.
“Kita… nggak ketauan, kan?!”
“Ya. Gue jamin kalian nggak ketauan!”
Balas Chase kepada salah satu anggotanya.
“Jadi, selanjutnya kita ke mana, Kap—”
“Antarkan saya… ke Dreaded Borderland…”
““!!!””
Semua anggota Ophiucus terkejut dengan Mathya yang ingin diantarkan ke pulau yang berbahaya itu. Namun bukan berarti Chase tidak mengetahuinya.
“Seriusan kita ke pulau i—”
“Ya. Gue udah bahas ini sama Mathya.”
““…””
“Demi tebus dosa dia sama nenek moyangnya… dia rela untuk tinggal di pulau itu, kelak klannya mulai diburu
negaranya sendiri.”
Jelas Chase kepada anggotanya.
Oleh karena itu, mereka semua tiba di Dreaded Island dan mulai mempersiapkan sebuah rumah khusus untuk Mathya dan ketiga anaknya.
Setelah rumah tersebut berhasil dibentuk, Chase dan Ophiucus hendak memulai kembali petualangan mereka, mengingat mereka sejatinya adalah seorang Petualang.
“Chase! Sebelum engkau pergi…”
“Mm?”
“…tolong berikan nama kepada anak-anak ini, suamiku!”
“…”
Chase pun hanya tersenyum, sebelum memberikan nama kepada 3 anaknya dan melanjutkan kembali petualangannya.
“Dari yang paling tua ke yang paling muda: Charlie, Chester, Chico. Gimana?”
“Ya! Saya setuju!”
“*Cup!”
Mereka berdua saling mengecup, sebelum Chase pergi bersama dengan Party yang ia pimpin dan meninggalkan keluarganya.
Setelah itu, Mathya pun harus merawat ketiga anaknya.
“Semoga saja, kalian bertemu dengan ayah kalian yang kuat, anak-anak!”
““…””
Mathya hanya menatap ketiga anaknya yang terlelap.
……………
Satu tahun berlalu. Mathya tidak mendapatkan berita apapun tentang suaminya. Bahkan dua tahun, lima tahun, hingga tahun-tahun berikutnya, tidak ada kabar darinya.
Hal tersebut membuatnya ketiga anak-anaknya menjadi semakin penasaran dengan ayahnya, yang hanya bisa mereka lihat dari balik gambar saja, ketika mereka sudah berusia 8 tahun.
“Bu! Ayah itu orang yang kuat, bukan?! Pasti ayah balik ke sini kok, bu!”
Seru Charlie, Si Sulung kepada ibunya. Ia merupakan seorang anak yang sangat ingin menjadi seorang Petualang seperti ayahnya.
“Hmph! Kali aja udah mati, dia! Mending mati juga sih daripada masih hidup, terus punya keluarga baru!”
Sahut Chester, Si Tengah. Ia merupakan seorang anak yang sangat membenci ayahnya yang ia rasa telah
menelantarkan keluarganya.
“Heh! Dia kan ayah lo juga!”
“Lah! Emangnya gue pikirin?!”
Charlie dan Chester pun berdebat hebat di hadapan ibunya.
“Cukup!”
““…””
“Kalo mau debat, sana keluar! Jangan depan ibu! Bisa-bisa dia makin sakit hati!”
Seru Chico, Si Bungsu. Ia merupakan anak yang tidak memperdulikan ayahnya, karena ia lebih mengutamakan ibunya daripada ayahnya.
Hingga akhirnya 2 tahun kemudian, ketika tiga kembar itu berusia 10 tahun.
“Charlie, Chester, ada siapa tuh—”
““Ssstt!””
Mereka bertiga sedang menyaksikan seseorang yang datang ke rumah mereka.
“Itu siapa?!”
“Nggak tau! Mending kita siapin aja pisau kita!”
“O-OK, Charlie!”
Bersama-sama, tiga kembar itu mempersiapkan pisau mereka tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara Mathya dan tamu yang ia temui.
“A-Apa…? Jadi…”
“*Brak…”
“B-Bu Mathya!”
““I-Ibu!””
Anggota Ophiucus dan tiga kembar itu tidak mengetahui kondisi Mathya saat itu, yang diam-diam mengidap sebuah penyakit.
Dengan adanya penyakit yang ia derita, serta kabar duka tentang suaminya, Mathya pun menghembuskan nafas terakhirnya satu minggu kemudian.
……………
Keesokan harinya, setelah kematian Mathya.
“Hiks, hiks, hiks… Ibu…”
Chico masih belum bisa menerima kematian ibunya. Namun beda halnya dengan Charlie dan Chester.
“Jadi, kalian mau jadi Petualang?”
“Gue mau, bang!”
Seru Charlie, setelah mengetahui alasan kematian ayahnya.
“Yaudah. Sebagai penghormatan terakhir gue untuk Kapten Chase, gue bersumpah untuk—”
“Sana pergi! Nggak usah ajak-ajak gue!”
Potong Chester.
Oleh karena itu, Charlie dan Chico ikut dengan anggota terakhir Ophiucus itu, sementara Chester menetap di
Dreaded Borderland.
……………
Bertahun-tahun telah berlalu.
Charlie dan Chico memulai hidup mereka sebagai Petualang. Lambat laun, mereka bertemu dengan Petualang lainnya dan merekrut mereka. Bersama-sama mereka mendirikan Gemini Party.
Sementara itu, Chester telah menjadi salah satu anggota Dreaded Band. Dengan membuat identitas sebagai Accurate, ia bersama Naomi, Bill, Benjie, dan Zerron menjadi bandit yang sangat ditakuti di Dreaded Borderland.
Walaupun tidak bersama, tiga kembar tersebut membuat nama mereka termasyur di tempat mereka masing-masing.
Namun hal tersebut tidak berlangsung lama.
“*BHUK!”
“Akh!”
“*Bruk, bruk, bruk…”
“Klemens, ya? Oho! Kalo nggak salah, gue juga pernah bunuh Petualang yang nama klannya sama kayak kalian! Muahahaha!”
“B-BRENGSEEEEKKK!!!”
Gemini Party berjumpa dengan salah satu anggota Leo Guild, sebelum Leonard Rochale dianggap sebagai seorang Penakluk.
“Charlie! Chico! Pergi dari sini!”
“B-Biar kita aja yang lawan—”
“*Crat!”
“S-SEMUANYAAA—”
“A-A-Ayo kita pergi, Chico! Jangan sampe… usaha mereka untuk bantuin kita… sia-sia…!”
Bersama-sama, Charlie dan Chico menelan pil pahit dari kekalahan mereka melawan satu anggota Leo Guild, yang juga merupakan pembunuh ayah mereka, Chase Klemens.
“Charlie… jadi kita harus—”
“Balik aja dulu ke Dreaded Borderland!”
“Balik ke sana?!”
“Ya! Kita harus rekrut sebanyak-banyaknya keturunan kriminal di sana untuk bales Leonard Rochdale!”
Seru Charlie kepada Chico.
Hingga akhirnya, nama Leonard Rochdale yang menghilang dari Ranking Petualang mulai menghebohkan warga dunia, termasuk Dreaded Borderland.
“Siapa nih yang nomor satu?! Bukannya harusnya Leonard Rochdale?!”
“Iya, ya. Kok nggak ada nama dia?”
Ketiga anggota Dreaded Band, Naomi, Bill, dan Benjie, sedang menyimak berita yang mereka baca lewat GT News.
Namun berbeda halnya dengan Chester.
“*Crat, crat, crat…”
“Dasar… kembar brengsek…! Berani-beraninya kalian balik ke sini… cuma untuk bunuh gue—”
“*Shrak!”
““…””
Bersama-sama, Charlie dan Chico membunuh Si Tengah, Chester.
Kejahatan mereka bukanlah tanpa saksi. Namun, mereka mengetahui saksi tersebut, sebelum mereka menjadikan saksi tersebut sebagai alat.
“*Bhuk!”
“Urgh…”
“Denger gue baik-baik, ya.”
“…”
“Kalo lo masih mau hidup layak sebagai Manusia… lo harus ikutin perintah kita berdua. Paham?”
“P-Pa-Pa-Pa…”
“JAWAB YANG BENER!!!”
“PAHAM!!!”
Seru Zerron kepada mereka berdua.
Semenjak saat itu, mereka berdua mulai merusak citra Dreaded Band yang dibangun oleh Chester bersama keempat rekannya.
“Rekrut anggota?!”
“Ya. Kalo nggak rekrut anggota, kita berlima nggak akan bisa hancurin Beckbuck Post!”
“Bukannya kita berlima juga cukup untuk—”
“Liat realitanya! Kaktus raksasa yang dibuat Sheriff itu kuat banget! Kita bahkan nggak bisa nyelinap masuk sana!”
Seru Charlie yang menyamar sebagai Chester, yang bermaksud meyakinkan Dreaded Band.
Sementara Chico, yang menyamar sebagai Chuck Kelvins, seorang Petualang yang terdampar dan ditemukan oleh Sheriff Malt.
“Lo itu… Petualang, kan…? Hicc!”
“B-Bener, Pak She—”
“Sebenernya… gue itu dulunya juga Petualang…”
“Oh gitu, pak?”
“Jangankan gue… Bapa Stephanus pun dulunya… juga Petualang… hicc!”
“…”
Chico, yang menyamar sebagai Chuck, hanya terdiam. Ia sebenarnya sudah mengetahui identitas asli Sheriff
Malt. Namun ia merasa heran dengan identitas Bapa Stephanus.
“Bapa Stephanus…?”
“Ya… Apalagi dia itu… dulunya…”
“!!!”
Chico terkejut dengan penjelasan Sheriff Malt.
Namun karena dirinya, ia bersama kakak kembarnya mulai membuat rencana baru.
“Bikin kacau Buckbeck? Gimana caranya?”
“Ambil harta dari warga sana, terus kita sebar-sebarin di wilayah luar kota itu. Kalo berhasil, pasti warga sana mulai protes ke Sheriff itu, terus kita manfaatin momen kacau itu serang kapel itu!”
“Terus gimana cara kita buat kekacauan?”
“Gimana kalo kita buat identitas palsu sebagai Bandit Legendaris?! Mau Beckbuck atau Dreaded Band, seharusnya semua udah di tangan kita berdua!”
“Ya! Lo bener banget, Charlie!”
Semenjak saat itu, konspirasi tentang Bandit Legendaris pun mereka mulai.