Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 65. Joint Party



Hari ini, kita mau siap-siap


pergi ke kota yang namanya Marklett. Selain gue, Myllo, sama Gia, ada sekitar


13 orang lainnya yang ikut Quest Kuning yang kita ambil dua hari yang lalu.


Kenapa bisa ada 13 orang lainnya?


Kira-kira gini ceritanya.


……………


Waktu itu kondisi lagi ricuh


banget. Jangankan Petualang Kasta Kuning, yang ada di bawah Kasta Kuning aja


nekat mau ambil.


Kebanyakan Petualang yang ngumpul


di Guild percaya kalo Quest itu harusnya nggak Kasta Kuning. Karena bahasanya


cuma sekedar investigasi, makanya nggak perlu setinggi itu tingkat Quest-nya.


Sebenernya itu omongan mereka


doang sih, karena sebenernya…


“Ini Quest dari bangsawan, kan?!”


“Bener! Bener!”


“Lo tau dong hadiahnya segede


apa!”


“Bener! Bener!”


…mereka yang ada di bawah Kasta


Kuning cuma mau komisinya aja.


“SEMUANYA DIAAAAMMM!!!”


““…””


Si Botak tiba-tiba teriak karena


beberapa Petualang yang ada di tempat ini terlalu banyak protes.


“SIAPAPUN YANG BUKAN KASTA


KUNING, KELUAR DARI TEMPAT INI!!!”


“Yaelaaaah!”


“Ah nggak bisa deh kita dapet


komisi dari bangsawan.”


“Huuu…padahal lumayan untuk bayar


cicilan pedang ini.”


Karena Si Botak bilang semua yang


ada di bawah Kasta Kuning untuk keluar, makanya kebanyakan Petualang pergi


keluar dari tempat, termasuk Gia.


Tapi waktu Gia mau keluar…


“Jangan keluar, Gia.”


“Ta…Tapi—”


“Kapten lo ini Kasta Kuning. Kalo


lo keluar, sama aja lo ninggalin gue sama Djinn.”


“O…OK, Myllo.”


…Myllo tahan dia supaya nggak


keluar.


Dan nggak cuma Myllo doang, ada


beberapa orang yang kayak gitu, termasuk orang yang ngajak ngobrol gue di kedai


waktu itu.


Karena udah banyak yang diusir,


Petualang-Petualang yang ada di ruangan itu cuma sisa 16 orang doang.


“Halo, Myllo!”


“Hm?”


Jujur waktu dia manggilin, Myllo


sempet lupa namanya siapa.


“Ini saya, Shawn!”


“O…Oh iya.”


“Hey! Mengapa masih ada beberapa


di antara kalian yang masih di bawah Kasta Kuning di tempat ini?! Saya sudah


bilang untuk keluar dari tempat i—”


“Gia itu anggota gue! Pokoknya


dia harus ikut Quest ini!”


“Benar! Rekan saya ini baru dua


bulan jadi Petualang, tapi udah kuat banget walaupun cuma Kasta Hijau!”


“Pokoknya kalo gue bisa ambil


Quest Kuning itu, temen-temen gue harus bisa!”


Karena Myllo berani angkat


bicara, ujung-ujungnya yang lain juga berani untuk angkat bicara.


“Kalian pikir kalian semua sudah


resmi membentuk Party?! Kalian pikir kalian semua siapa bisa mengancam saya—”


“Tunggu, Guildmaster.”


“Hah?!”


Waktu Si Botak ngomel-ngomel,


tiba-tiba ada satu orang yang motong dia yang lagi ngomong.


“Nama gue Erkstern Dravalor. Gue


Leader Kasta Kuning. Ini Party gue yang namanya Apus. Bisa lo perhatiin


baik-baik. Selain gue, ada dua orang lagi yang Kasta Kuning.”


Ya, nama dia Erkstern. Kalo kata


orang-orang, dia itu Rounder. Tapi dia udah punya status Leader.


Dari penampilannya yang punya


tanduk, sayap, sama ekor naga, keliatannya udah jelas kalo dia ini Dragonewt,


kayak adeknya Styx sama orang yang bareng Snake waktu itu.


“Baiklah. Party anda saya


izinkan—”


“Tunggu dulu. Tadi Lo bilang


Quest ini Joint Party, kan?”


“Me…Memang benar Quest ini Joint


Party. Namun karena ada satu Party yang dipimpin oleh seseorang dengan Kasta


Kuning, maka saya lebih memilih untuk mengizinkan Party ini ketimbang Joint


Party.”


“Woy! Apa-apaan?! Nggak sesuai


omongan banget!”


“Bener! Terus kita gimana?!”


“Keterlaluan lo, Botak!”


“*Brak! (suara menghentak meja)”


“DIAM KALIAN SEMUA!”


Myllo sama beberapa Petualang


yang lain ujung-ujungnya debat sama Si Botak.


Jujur aja, sebenernya kita


bertiga hampir nggak jadi untuk ambil Quest Kuning ini, kalo nggak karena


Erkstern yang tiba-tiba negosiasi sama Si Botak.


“Guildmaster, Quest Kuning itu


permintaan dari Baron Arcell, kan?”


“Benar.”


“Jadi, lo dipercaya supaya Quest


itu berhasil semaksimal mungkin, kan?”


“Jangan bertele-tele! Lebih baik


ke intinya saja!”


“Intinya, mending tetep adain aja


Joint Party untuk Quest itu. Liat, selain gue sama anggota gue, masih ada


beberapa Petualang Kasta Kuning di sini. Tambah lagi, ada Rounder Kasta


Kuning.”


Dia ngomong kayak gitu sambil


nunjuk gue.


“Tetapi menurut saya tidak perlu


membawa Petualang terlalu banyak untuk Quest ini! Saya berkata seperti tadi


karena ada banyak Petualang bodoh yang hanya menginginkan komisi ini Paman saya


saja!”


Oh, ternyata nggak gue aja yang


ngerasa kebanyakan Petualang tadi cuma mau komisinya aja.


“Lagipula, Paman sepertinya cukup


berlebihan. Mana mungkin ada seekor Naga di era seperti in—”


“*Drup! (suara menghentak kaki)”


“!!!”


“Jangan ngeremehin Naga! Lo nggak


tau aja teror yang bisa dibawa Naga ke negara ini!”


“Ba…Baiklah…”


Mungkin omongan dari Erkstern ada


benernya. Tapi, kenapa harus marah kayak gitu?


Kalo gue sih…ngerasa ada yang


aneh.


Ujung-ujungnya, negosiasi antar


Erkstern sama Si Botak jalan terus sampe malem.


“Baiklah! Saya terima negosiasi


anda!”


“OK, maka—”


“Tapi ingat! Jika anda memimpin


para bedebah ini tanpa hasil, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk


memenjarakan anda!”


Kelar negosiasi, Shaylia maju ke


Petualang yang ikut Quest Kuning ini.


“Baiklah, saya akan umumkan Para


Petualang yang berpartisipasi dalam menjalankan Quest Kuning dari Walikota.


Saya akan menyebut nama dari Kasta paling rendah ke Kasta paling tinggi.”


Waktu Shaylia ngomong gitu,


tiba-tiba semua secara reflek baris nyamping dari kiri ke kanan.


Gue yang bingung sempetin waktu


gue untuk nanya Gia.


“Setau aku kalo persemian Joint


Party pasti kayak gini, Djinn. Nanti nama yang dipanggil maju satu-satu.”


Abis itu, Shaylia panggil nama


Petualang satu-satu.


Anehnya, setiap dipanggil namanya,


semuanya pada nyaut.


……………


“Shawn Terrox, Striker Kasta


Biru.”


“Ahahaha… Saya duluan yang


dipanggil. Jadi minder…”


Ternyata Shawn itu Striker, ya?


Kalo udah sampe Kasta Kuning pasti ngeri tuh orang karena tinggi badannya.


“Pipippa, Observer Kasta Biru.”


“Yiiiha! Nama aku dipanggil-ngingg!”


Orang ini agak aneh. Dia punya


sayap kayak lebah. Nggak cuma sayap aja, pantatnya pun kayak lebah bahkan sampe


ekor jarumnya.


“Harrit Dolchyn, Frontliner Kasta


Biru.”


“Cih! Kenapa juga harus disebut


Kasta-nya?!”


Mulai dari rambut sampe ekornya


kayak macan. Artinya dia itu Beastman, ya?


“Urlant Taphus, Keeper Kasta


Biru.”


“Hehe! Quest ini saya dedikasikan


untuk menjadi ajang pembuktian saya kepada Nyonya Mahadia!”


Kupingnya panjang. Ternyata dia


Elf.


“Winona Waters, Keeper Kasta


Hijau.”


“Hehe! Kayaknya aku bakal jadi Healer


yang paling berguna, nih!”


Cewek ini bocil. Emang boleh ya


bocil jadi Petualang?


“Tyler Tenson, Frontliner Kasta


Hijau.”


“Sa…Salam kenal! Semoga kita bisa


bekerja sama dengan baik!”


Penampilannya kayak kutu buku.


Gue pun masih heran kenapa bisa kutu buku kayak gitu bisa jadi Frontliner.


“Yorech Ralphine, Striker Kasta


Hijau.”


“Hoaaammm… Lama banget deh


resmiinnya…”


Lah, Manusia Ikan kayak


resepsionis di Milkin. Dia Mermaid, ya?


“Royce Greylin, Observer Kasta


Hijau.”


“Hohohooo…semoga kalian semua


bisa melindungiku.”


Ini orang mau ke kondangan? Kok


jadi Petualang kayak gitu pakaiannya?


“Margia ‘Gia’ Maevin, Frontliner


Kasta Hijau.”


“Halo semua! Panggil aja aku Gia,


ya! Muaaah!”


““Wah…””


““Dih…””


Woy, Gia! Masih sempet-sempetnya


godain orang! Belom mulai Quest aja udah mulai dimusuhin lo sama cewek-cewek


yang ikut!


“Bedrock Hardgrip, Observer Kasta


Kuning.”


“Hmph! Akhirnya gue bisa ambil


Quest ini!”


Dia badannya pendek. Seinget gue


orang bantet kayak dia namanya ras-nya tuh…Dwarf, kan?


“Zorlyan Qollinc, Keeper Kasta


Kuning.”


“Hmph! Masih Keeper Kasta Hijau


aja udah belagu lo!”


“Apa?!”


Keliatannya sih, cewek ini


rambutnya tajem, kayak…landak? Ya bisa dibilang cewek ini Beastman. Eh,


Beastwoman kali, ya?


“Mahadia Lulam, Striker Kasta


Kuning.”


“Mau Naga, Iblis, bahkan Dewa,


biar gue hajar semua!”


Cewek ini kulitnya agak gelap.


Dari penampilannya sih, entah dia mirip orang Timur Tengah atau orang Mesir.


“Morri Arvlet, Frontliner Kasta


Kuning.”


“…”


Buset, nih orang galak banget mukanya.


“Myllo Olfret, Striker Kasta


Kuning.”


“Haaaaaaah…”


Jujur gue heran sama Myllo.


Kesannya dia kayak kecewa gitu?


“Djinn, Rounder Kasta Kuning.”


“…”


Waktu dipanggil, gue sempet


mikir…


“Ini gue nggak perlu ngomong,


kan?”


…kayak gitu.


“Dan terakhir, Erkstern Dravalor,


Status: Leader; Rounder Kasta Kuning.”


“Permisi, resepsionis.”


“Ya, Tuan Erkstern?”


“Gue nggak perlu ngomong apa-apa,


kan? Takutnya gue keliatan bawel kayak yang lain.”


““HAH?!””


“Pffttt…”


““Hm?””


Sempet nahan ketawa gue gara-gara


orang itu nanya kayak gitu.


“Baiklah. Dengan 5 Striker, 3


Frontliner, 3 Observer, 3 Keeper, 2 Rounder, dan seorang Leader, maka Joint


Party, dengan Quest:


Menginvestigasi Serangan Naga di


Kota Marklett Town,


resmi terbentuk.”


Abis diresmiin Joint Party ini,


kita semua bubar ke penginapan masing-masing.


Selama kita bertiga jalan ke


penginapan, gue masih mikirin beberapa kejanggalan.


“Djinn.”


“Apa?”


“Kamu pikirin apa?”


“Nggak ada. Mending kita bahas


besok aja.”


“OK, Djinn.”


Mending sekarang tidur aja dulu,


udah terlalu malem ini.