
Hari ini, kita mau siap-siap
pergi ke kota yang namanya Marklett. Selain gue, Myllo, sama Gia, ada sekitar
13 orang lainnya yang ikut Quest Kuning yang kita ambil dua hari yang lalu.
Kenapa bisa ada 13 orang lainnya?
Kira-kira gini ceritanya.
……………
Waktu itu kondisi lagi ricuh
banget. Jangankan Petualang Kasta Kuning, yang ada di bawah Kasta Kuning aja
nekat mau ambil.
Kebanyakan Petualang yang ngumpul
di Guild percaya kalo Quest itu harusnya nggak Kasta Kuning. Karena bahasanya
cuma sekedar investigasi, makanya nggak perlu setinggi itu tingkat Quest-nya.
Sebenernya itu omongan mereka
doang sih, karena sebenernya…
“Ini Quest dari bangsawan, kan?!”
“Bener! Bener!”
“Lo tau dong hadiahnya segede
apa!”
“Bener! Bener!”
…mereka yang ada di bawah Kasta
Kuning cuma mau komisinya aja.
“SEMUANYA DIAAAAMMM!!!”
““…””
Si Botak tiba-tiba teriak karena
beberapa Petualang yang ada di tempat ini terlalu banyak protes.
“SIAPAPUN YANG BUKAN KASTA
KUNING, KELUAR DARI TEMPAT INI!!!”
“Yaelaaaah!”
“Ah nggak bisa deh kita dapet
komisi dari bangsawan.”
“Huuu…padahal lumayan untuk bayar
cicilan pedang ini.”
Karena Si Botak bilang semua yang
ada di bawah Kasta Kuning untuk keluar, makanya kebanyakan Petualang pergi
keluar dari tempat, termasuk Gia.
Tapi waktu Gia mau keluar…
“Jangan keluar, Gia.”
“Ta…Tapi—”
“Kapten lo ini Kasta Kuning. Kalo
lo keluar, sama aja lo ninggalin gue sama Djinn.”
“O…OK, Myllo.”
…Myllo tahan dia supaya nggak
keluar.
Dan nggak cuma Myllo doang, ada
beberapa orang yang kayak gitu, termasuk orang yang ngajak ngobrol gue di kedai
waktu itu.
Karena udah banyak yang diusir,
Petualang-Petualang yang ada di ruangan itu cuma sisa 16 orang doang.
“Halo, Myllo!”
“Hm?”
Jujur waktu dia manggilin, Myllo
sempet lupa namanya siapa.
“Ini saya, Shawn!”
“O…Oh iya.”
“Hey! Mengapa masih ada beberapa
di antara kalian yang masih di bawah Kasta Kuning di tempat ini?! Saya sudah
bilang untuk keluar dari tempat i—”
“Gia itu anggota gue! Pokoknya
dia harus ikut Quest ini!”
“Benar! Rekan saya ini baru dua
bulan jadi Petualang, tapi udah kuat banget walaupun cuma Kasta Hijau!”
“Pokoknya kalo gue bisa ambil
Quest Kuning itu, temen-temen gue harus bisa!”
Karena Myllo berani angkat
bicara, ujung-ujungnya yang lain juga berani untuk angkat bicara.
“Kalian pikir kalian semua sudah
resmi membentuk Party?! Kalian pikir kalian semua siapa bisa mengancam saya—”
“Tunggu, Guildmaster.”
“Hah?!”
Waktu Si Botak ngomel-ngomel,
tiba-tiba ada satu orang yang motong dia yang lagi ngomong.
“Nama gue Erkstern Dravalor. Gue
Leader Kasta Kuning. Ini Party gue yang namanya Apus. Bisa lo perhatiin
baik-baik. Selain gue, ada dua orang lagi yang Kasta Kuning.”
Ya, nama dia Erkstern. Kalo kata
orang-orang, dia itu Rounder. Tapi dia udah punya status Leader.
Dari penampilannya yang punya
tanduk, sayap, sama ekor naga, keliatannya udah jelas kalo dia ini Dragonewt,
kayak adeknya Styx sama orang yang bareng Snake waktu itu.
“Baiklah. Party anda saya
izinkan—”
“Tunggu dulu. Tadi Lo bilang
Quest ini Joint Party, kan?”
“Me…Memang benar Quest ini Joint
Party. Namun karena ada satu Party yang dipimpin oleh seseorang dengan Kasta
Kuning, maka saya lebih memilih untuk mengizinkan Party ini ketimbang Joint
Party.”
“Woy! Apa-apaan?! Nggak sesuai
omongan banget!”
“Bener! Terus kita gimana?!”
“Keterlaluan lo, Botak!”
“*Brak! (suara menghentak meja)”
“DIAM KALIAN SEMUA!”
Myllo sama beberapa Petualang
yang lain ujung-ujungnya debat sama Si Botak.
Jujur aja, sebenernya kita
bertiga hampir nggak jadi untuk ambil Quest Kuning ini, kalo nggak karena
Erkstern yang tiba-tiba negosiasi sama Si Botak.
“Guildmaster, Quest Kuning itu
permintaan dari Baron Arcell, kan?”
“Benar.”
“Jadi, lo dipercaya supaya Quest
itu berhasil semaksimal mungkin, kan?”
“Jangan bertele-tele! Lebih baik
ke intinya saja!”
“Intinya, mending tetep adain aja
Joint Party untuk Quest itu. Liat, selain gue sama anggota gue, masih ada
beberapa Petualang Kasta Kuning di sini. Tambah lagi, ada Rounder Kasta
Kuning.”
Dia ngomong kayak gitu sambil
nunjuk gue.
“Tetapi menurut saya tidak perlu
membawa Petualang terlalu banyak untuk Quest ini! Saya berkata seperti tadi
karena ada banyak Petualang bodoh yang hanya menginginkan komisi ini Paman saya
saja!”
Oh, ternyata nggak gue aja yang
ngerasa kebanyakan Petualang tadi cuma mau komisinya aja.
“Lagipula, Paman sepertinya cukup
berlebihan. Mana mungkin ada seekor Naga di era seperti in—”
“*Drup! (suara menghentak kaki)”
“!!!”
“Jangan ngeremehin Naga! Lo nggak
tau aja teror yang bisa dibawa Naga ke negara ini!”
“Ba…Baiklah…”
Mungkin omongan dari Erkstern ada
benernya. Tapi, kenapa harus marah kayak gitu?
Kalo gue sih…ngerasa ada yang
aneh.
Ujung-ujungnya, negosiasi antar
Erkstern sama Si Botak jalan terus sampe malem.
“Baiklah! Saya terima negosiasi
anda!”
“OK, maka—”
“Tapi ingat! Jika anda memimpin
para bedebah ini tanpa hasil, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk
memenjarakan anda!”
Kelar negosiasi, Shaylia maju ke
Petualang yang ikut Quest Kuning ini.
“Baiklah, saya akan umumkan Para
Petualang yang berpartisipasi dalam menjalankan Quest Kuning dari Walikota.
Saya akan menyebut nama dari Kasta paling rendah ke Kasta paling tinggi.”
Waktu Shaylia ngomong gitu,
tiba-tiba semua secara reflek baris nyamping dari kiri ke kanan.
Gue yang bingung sempetin waktu
gue untuk nanya Gia.
“Setau aku kalo persemian Joint
Party pasti kayak gini, Djinn. Nanti nama yang dipanggil maju satu-satu.”
Abis itu, Shaylia panggil nama
Petualang satu-satu.
Anehnya, setiap dipanggil namanya,
semuanya pada nyaut.
……………
“Shawn Terrox, Striker Kasta
Biru.”
“Ahahaha… Saya duluan yang
dipanggil. Jadi minder…”
Ternyata Shawn itu Striker, ya?
Kalo udah sampe Kasta Kuning pasti ngeri tuh orang karena tinggi badannya.
“Pipippa, Observer Kasta Biru.”
“Yiiiha! Nama aku dipanggil-ngingg!”
Orang ini agak aneh. Dia punya
sayap kayak lebah. Nggak cuma sayap aja, pantatnya pun kayak lebah bahkan sampe
ekor jarumnya.
“Harrit Dolchyn, Frontliner Kasta
Biru.”
“Cih! Kenapa juga harus disebut
Kasta-nya?!”
Mulai dari rambut sampe ekornya
kayak macan. Artinya dia itu Beastman, ya?
“Urlant Taphus, Keeper Kasta
Biru.”
“Hehe! Quest ini saya dedikasikan
untuk menjadi ajang pembuktian saya kepada Nyonya Mahadia!”
Kupingnya panjang. Ternyata dia
Elf.
“Winona Waters, Keeper Kasta
Hijau.”
“Hehe! Kayaknya aku bakal jadi Healer
yang paling berguna, nih!”
Cewek ini bocil. Emang boleh ya
bocil jadi Petualang?
“Tyler Tenson, Frontliner Kasta
Hijau.”
“Sa…Salam kenal! Semoga kita bisa
bekerja sama dengan baik!”
Penampilannya kayak kutu buku.
Gue pun masih heran kenapa bisa kutu buku kayak gitu bisa jadi Frontliner.
“Yorech Ralphine, Striker Kasta
Hijau.”
“Hoaaammm… Lama banget deh
resmiinnya…”
Lah, Manusia Ikan kayak
resepsionis di Milkin. Dia Mermaid, ya?
“Royce Greylin, Observer Kasta
Hijau.”
“Hohohooo…semoga kalian semua
bisa melindungiku.”
Ini orang mau ke kondangan? Kok
jadi Petualang kayak gitu pakaiannya?
“Margia ‘Gia’ Maevin, Frontliner
Kasta Hijau.”
“Halo semua! Panggil aja aku Gia,
ya! Muaaah!”
““Wah…””
““Dih…””
Woy, Gia! Masih sempet-sempetnya
godain orang! Belom mulai Quest aja udah mulai dimusuhin lo sama cewek-cewek
yang ikut!
“Bedrock Hardgrip, Observer Kasta
Kuning.”
“Hmph! Akhirnya gue bisa ambil
Quest ini!”
Dia badannya pendek. Seinget gue
orang bantet kayak dia namanya ras-nya tuh…Dwarf, kan?
“Zorlyan Qollinc, Keeper Kasta
Kuning.”
“Hmph! Masih Keeper Kasta Hijau
aja udah belagu lo!”
“Apa?!”
Keliatannya sih, cewek ini
rambutnya tajem, kayak…landak? Ya bisa dibilang cewek ini Beastman. Eh,
Beastwoman kali, ya?
“Mahadia Lulam, Striker Kasta
Kuning.”
“Mau Naga, Iblis, bahkan Dewa,
biar gue hajar semua!”
Cewek ini kulitnya agak gelap.
Dari penampilannya sih, entah dia mirip orang Timur Tengah atau orang Mesir.
“Morri Arvlet, Frontliner Kasta
Kuning.”
“…”
Buset, nih orang galak banget mukanya.
“Myllo Olfret, Striker Kasta
Kuning.”
“Haaaaaaah…”
Jujur gue heran sama Myllo.
Kesannya dia kayak kecewa gitu?
“Djinn, Rounder Kasta Kuning.”
“…”
Waktu dipanggil, gue sempet
mikir…
“Ini gue nggak perlu ngomong,
kan?”
…kayak gitu.
“Dan terakhir, Erkstern Dravalor,
Status: Leader; Rounder Kasta Kuning.”
“Permisi, resepsionis.”
“Ya, Tuan Erkstern?”
“Gue nggak perlu ngomong apa-apa,
kan? Takutnya gue keliatan bawel kayak yang lain.”
““HAH?!””
“Pffttt…”
““Hm?””
Sempet nahan ketawa gue gara-gara
orang itu nanya kayak gitu.
“Baiklah. Dengan 5 Striker, 3
Frontliner, 3 Observer, 3 Keeper, 2 Rounder, dan seorang Leader, maka Joint
Party, dengan Quest:
Menginvestigasi Serangan Naga di
Kota Marklett Town,
resmi terbentuk.”
Abis diresmiin Joint Party ini,
kita semua bubar ke penginapan masing-masing.
Selama kita bertiga jalan ke
penginapan, gue masih mikirin beberapa kejanggalan.
“Djinn.”
“Apa?”
“Kamu pikirin apa?”
“Nggak ada. Mending kita bahas
besok aja.”
“OK, Djinn.”
Mending sekarang tidur aja dulu,
udah terlalu malem ini.