
Myllo baru saja tiba setelah memukul Tetsuo dengan sangat keras, hingga tiba di tengah-tengah semua prajurit yang sebelumnya melawan Bushimaru.
“AYO SINI!!! BIAR GUE TUNJUKKIN KE LO ARTI KEBEBASAN YANG SEBENERNYA!!! KAZEDORI TETSUO!!!”
Teriak Myllo kepada Tetsuo, seakan ia terlihat seperti mencemoohnya.
Karena teriakan yang terlihat seperti mencemoohnya…
““*Shringgg…!””
…semua anggota Perlawanan mulai mengangkat senjata mereka masing-masing menuju anggota Bakufu, yang hendak mengancam Myllo.
“Apa-apaan maksud pria itu—”
“Hentikan, Nagamichi!”
“Hentikan?! Ia sedang mengancam Shogun-sama, Katanaka!”
Seru Nagamichi, setelah Katanaka menghadang dengan pedangnya.
“Denger gue, Ekor Hijau Nomor Dua!”
“…”
“Kalo lo emang mau jadi pemimpin negara ini, harusnya lo punya mimpi sama tujuan lo sendiri! Kalo lo cuma mau penuhin mimpi sama tujuan orang lain, apa bedanya lo sama boneka?!”
““!!!””
Semua yang mendengar perkataan Myllo mulai terkejut. Namun tidak sedikit dari antara mereka yang marah.
“Aku bahkan tidak memiliki latar belakang apa-apa sebagai Shogun! Lagipula Aku menjadi Shogun demi rakyat-Ku dan anggota Bakufu yang setia kepada-Ku! Tidakkah sepantasnya Aku—”
“Jangan lo pikir lo bisa penuhin semua permintaan orang!”
“!!!”
“Lo pikir lo siapa?! Bahkan dewa-dewi pun sering disalahin umat mereka!
“…”
Tetsuo hanya terdiam.
Ia kemudian menggenggam dadanya, seakan ia terlihat sakit.
Tetapi hanya sebagian orang saja yang mengetahui, bahwa rasa yang ia rasakan bukanlah luka fisik, melainkan luka batin.
“Akhirnya ada yang berani berbicara begitu ke kamu, Tetsuo-kun.”
Sahut seorang wanita, yang datang di tengah-tengah mereka.
“A-Anda adalah…”
““K-Kazedori Miyako-sama!””
““*Druk…””
Seru beberapa anggota Bakufu, dengan tersujud di hadapannya.
“Halo, Myllo-kun!”
“Ah, Miyako!”
“…”
Tetsuo hanya mampu menyaksikan Myllo dan Miyako yang saling menyapa, seakan mereka berteman.
“M-Miyako-san…”
“…”
Miyako hanya menatap Tetsuo, sebelum mengatakan sesuatu kepadanya.
“Haaaaah…! Padahal aku udah bilang ke kamu, Tetsuo-kun! Tapi kamu selalu bilang, “Jangan! Nanti mereka tidak menerima!” “Jangan! Aku hanya akan mengecewakan mereka!” Tapi aku nggak sangka, kalo yang bisa ingetin kamu itu Warga Bawah!”
Seru Miyako kepada Tetsuo, sembari ia berjalan kepadanya.
“M-Mengapa kau tiba-tiba hadir di tengah-tengah ka—”
“…”
“Nggak seharusnya kamu penuhin semua ekspektasi mereka! Nggak! Lebih tepatnya, kamu nggak seharusnya penuhin ekspektasi dari nenek moyang kita! Bukan begitu, wahai Kepala Klan sekalian?”
““…””
Selain Toshiko, para Kepala Komisi pun terdiam.
Begitu juga dengan Kepala Perlawanan.
Seketika…
“Semuanya bersujud di hadapan-Nya!”
““*Druk!!!””
…seluruh Kepala Klan sujud kepada Tetsuo.
“Shogun-sama! Hamba mohon ampun akan kesalahan nenek moyang hamba, yang selalu menekan Shogun-sama!”
“Hamba juga memohon ampun, karena hamba tidak tegas untuk melepas Shogun-sama dari ikatan nenek moyang hamba!”
“Shogun-sama! Hamba mohon ampun akan kesalahan nenek moyang hamba yang selalu menyalahkan Shogun-sama!”
Seru Nagamichi, Yasukata, dan Katanaka kepada Tetsuo.
“S-Shogun-sama!”
“Hm? S-Siapa engkau—”
“Hamba adalah Yorukiba Toshiko, pewaris sejati Klan Yorukiba! Hamba memohon maaf atas tindakan kakak hamba, Yorukiba Bushimaru, yang tidak hanya membunuh Shogun Kazedori Satoshi-sama saja, tetapi juga memanfaatkan Shogun-sama yang tidak memiliki pengalaman! Hamba mewakili Klan Yorukiba, siap menerima hukuman!”
Seru Toshiko kepadanya.
Mendengar mereka semua…
“…”
…Tetsuo tidak sadar, bahwa pipinya telah berlinang air mata.
Karena itu, seseorang berusaha menghiburnya.
“Hehe!”
“*Tap, tap, tap…”
“Gimana?! Sekarang lo udah denger kan apa yang mereka bilang?! Artinya lo sekarang bisa penuhin mimpi lo sebagai Shogun, tanpa adanya—”
“*Druk!”
““!!!!””
“T-Terima kasih, Saint Zegin-sama!”
“Hah?”
Myllo menatap Tetsuo dengan bingung, setelah Shogun tersebut sujud di hadapannya dan mengejutkan semua yang berada di sekitarnya.
““*Druk!””
Karena tindakan Tetsuo, semua anggota Perlawanan dan Bakufu juga melakukan hal yang sama. Mereka sama-sama sujud di hadapan Myllo.
“Woy!!! Woy, woy, woy!!! Jangan—”
““TERIMA KASIH, SAINT ZEGIN-SAMA!!!””
“HAAAAAAAHHH?!?!”
Teriak Myllo dengan cemas, heran, dan bingung, setelah mendengar seruan seluruh prajurit.
Sementara itu, Zegin yang berada di dalam pikiran Myllo mengerti dengan apa yang Saint pilihannya katakan kepada Tetsuo.
“Myllo… pasti yang lo bilang itu… ada kaitannya sama Sylvia, bukan?”
Pikirnya dengan sedih dan khawatir akan Myllo.