
“Hooaaamm…”
Uhm…udah pagi, ya?
“…”
Kayaknya gue bangun lebih siang
daripada hari-hari sebelumnya.
Nggak tau kenapa, gue bangun
lebih seger aja daripada kemarin-kemarin.
Kalo gitu, mending gue keluar
dulu aja deh.
“*Drap, drap, drap… (suara
langkah kaki)”
“Pagi, Djinn! Tumben anda
bangunnya lebih siang!”
“Pagi, Onro. Gue juga heran
kenapa bangun lebih siang.”
Keliatannya dia mau pergi untuk
cari makan ke luar—
“*Groolll… (suara perut lapar)”
“Ahaha! Kayaknya anda lapar,
Djinn.”
“I…Iya, hehe.”
“Ambil aja gado-gado itu, Djinn.”
“OK, Onro.”
“Ya, Djinn—”
“Ma…Makasih, sebelumnya.”
“Ya! Dengan senang hati!”
Entah kenapa, gue ngeliat Onro
jadi kayak ngeliat Meldek.
Senyum terus soalnya.
“Nyam, nyam, nyam…”
Mending gue abisin makanan ini
dulu, sebelum samperin Myllo untuk minta maaf.
“*Gluk, gluk, gluk… (suara
menelan air)”
“Aaaahhh…”
Ah, waktunya nemuin Myllo—
“Waspada! Kita
diserang!”
“!!!”
Diserang?!
Siapa yang berani nyerang mereka
semua?!
……………
Gue langsung lari keluar karena
denger teriakan itu.
“Djinn. Lo denger juga, kan?”
Tiba-tiba Lupherius muncul.
Asli, gue jadi nggak begitu kaget
sama dia yang selalu muncul di mana pun, kapan pun.
“Ya!”
“OK. Kalo gitu kita susul
mereka.”
“Hah?! Maksud lo siapa?!”
“Temen-temen lo.”
Myllo sama Gia udah ada di sana
duluan?!
Padahal kan lokasinya jauhan
mereka daripada gue!
Ah, nggak penting!
Mending samperin dulu aja yang
nyerang hutan ini!
……………
Waktu kita semua sampe di depan
hutan, gue kaget sama orang yang katanya nyerang hutan ini.
Ternyata yang nyerang kita itu…
“Baron Bronski?! Petualang
lainnya?!”
…ya, bangsawan yang kasih Quest
ke kita berempat.
“Apa yang kalian lakukan,
Petualang?!”
“Justru kita yang harusnya nanya
lo! Apa bener tujuan lo itu untuk nyerang hutan ini?!”
“…”
Kenapa dia diem aja, waktu
ditanya Myllo?
“Minggir, Petualang! Apakah anda
lupa dengan Quest yang anda berempat terima?!”
“Ya! Gue lupa!”
“Apa?! Mengapa anda menolak—”
“Nggak tau! Insting gue bilang
kalo lo ada niat jahat di hutan ini!”
Mungkin Myllo bilang insting,
tapi menurut gue emang ada yang harus dicurigain dari dia.
“A…Apa-apaan maksud anda?!
Bukankah itu semua terdengar konyol?! Apa anda bilang?! Insting?! Hanya
binatang buas yang berbicara seperti i—”
“Dasar bangsawan tolol!”
“Hey! Jaga ucapan an—”
“Mana ada binatang yang bisa bicara?!”
Di…Dia ada benernya, sih.
Tapi…kenapa mereka jadi debat
kayak anak kecil, ya?
Daripada nyimak mereka…
“…”
…gue harus lebih waspada sama
Petualang yang lainnya!
Bisa aja mereka jadi musuh yang
harus kita!
“Myllo, mereka teh siapa?!”
“Bangsawan yang kasih kerjaan ke
kita untuk kawal dia ke tempat i—”
“Hey, Petualang! Siapakah anak
kecil itu?!”
“Sianying! Umur aing teh 18 tahun, anying!”
“Mana saya peduli dengan usia
anda?!”
Nih orang kenapa ikut-ikutan,
sih?!
“Hmm…siapa nama lo? Baron Browny,
ya?”
“Bronski—”
“Apa tujuan lo masuk ke hutan
ini?”
“Te…Tentu saja untuk melewati
wilayah selatan Ervi—”
“Hah? Wilayah selatan? Bukannya
ini wilayah paling selatan di Erviga?”
Gue nggak tau denah dunia ini
gimana, tapi ini wilayah paling selatan?
Kalo gitu tujuan bangsawan ini
tuh—
“Artinya, lo mau pasang alat itu
di tempat ini. Betul?”
“Be…Benar—”
“Tapi…sejauh ini gue nggak liat
ada Naga yang coba nyerang wilayah ini. Tambah lagi, lokasi ini jauh banget
dari wilayah teritori Erviga.”
“…”
“Kesimpulannya, lo emang mau
nyerang hutan ini, kan?”
“Sa…Saya tidak ada niat untuk
menyerang hutan ini. Namun, jika ada yang menghalangi saya…tentu saya tidak
akan diam…”
“Oh, gitu? Lo yakin mau lawan
mereka semua?”
“*Drap, drap, drap… (suara banyak
langkah kaki)”
Ah iya.
Nggak tau kenapa, gue juga
ngerasain kalo ada banyak Monster yang dateng ke depan hutan ini.
Tambah lagi…
“…”
“I…Itu kan…”
“Naga yang nyulik mereka
berempat!”
…Yssalq tiba-tiba berubah ke
Wujud Naga-nya.
“Pu…Punten, semua.”
“…”
Kepala Suku itu tiba-tiba nongol.
“Saya teh Kepala Suku dari
hutan ini. Sebelumnya saya mau nanya dulu, atuh.”
“A…Anda adalah seorang Goblin?!
Mengapa bisa berbahasa Manusia?!”
“Oh, ini? Karena ada yang
ngajarin, atuh. Oh ya, tadi kan saya mau nanya, ya.”
“A…Apa yang hendak anda tanya?”
“Kenapa kami semua tiba-tiba
Masih ada yang anak-anak, ada juga tuh yang lagi hamil, ada juga tuh yang udah
tua.”
“…”
Tunggu, kenapa bangsawan itu
keliatannya—
“Lo juga ngerasa ada yang aneh,
kan?”
“Iya. Bangsawan itu…keliatan
gelisah.”
“Ya. Artinya ada yang aneh. Besar
kemungkinan, atasan dia yang bahaya.”
Gue mikirnya juga gitu, sih.
Soalnya Baron itu ada di urutan
paling bawah dari hierarki bangsawan.
Bahkan…bisa aja Siegfried yang
ada di balik semua ini.
“Saya teh penasaran,
Manusia.”
“Penasaran…?”
“Padahal mah semua Monster
di hutan ini teh nggak pernah ganggu kalian Para Manusia. Kenapa kita
diserang, atuh?
“…”
Lagi-lagi, dia diem—
“Karena…Manusia itu orang yang
nggak akan pernah puas!”
“My…Myllo—”
“Dari cara mereka jajah negara
ini, sampe nyiksa Kaum Non-Manusia! Mereka nggak akan berhenti untuk
rakus!”
Myllo!
Kenapa dia malah buka kartu di
sini?!
“*Tap… (suara menepuk pundak)”
“Biarin aja. Percaya sama Kapten
lo.”
“Y…Ya.”
Gue tadinya mau ingetin dia supaya nggak bongkar
rahasia yang gue dapet.
Tapi gue malah ditahan sama
Lupherius.
Ya, yang kayak dia bilang.
Mungkin gue harus biarin Myllo
yang tanganin ini.
“Oi, Myllo! Maksud lo apa—”
“Kalian tau kenapa ada tragedi serangan
Kaum Naga kayak gini?! Itu semua karena beberapa Dragonewt, penduduk pribumi
negara ini, dijajah sama pasukan Manusia, ratusan tahun yang lalu!”
““!!!””
Myllo lanjut ceritain apa yang
gue dapet dari ingetan Shaylia.
Mulai dari teriakan Tarzyn yang bikin
Kaum Naga jadi beringas, susahnya hidup jadi Dragonewt, sampe ke fakta di mana
masih ada Ras Non-Manusia yang masih ditangkep di negara ini.
“Ng…Nggak mungkin!”
“Terus…buat apa kita—”
“Tunggu! Lo tau dari mana tentang
ini semua?!”
Oh, gue kira mereka semua
langsung percaya begitu aja.
“Ya jelas lah! Kan gue sama Djinn yang ngalahin
Tarzyn! Tambah lagi, kita tau itu semua di dalem Hidden Dungeon!”
““!!!””
Gue sebenernya agak risih kalo mereka tau ada yang bisa bunuh Raja Naga kayak Tarzyn.
Tapi, gue cuma bisa biarin Myllo
doang.
“Makanya itu, kalian semua! Daripada
kita semua saling serang, kenapa kita nggak damai aja?! Kan lumayan bisa pesta
bareng!”
““…””
Haaaaah…
Walaupun dia ada benernya, kenapa
dia ngajak pesta-pesta?!
Pasti nih orang lagi kebelet
minum!
“My…Myllo…keliatannya mereka—”
“Lo bener, Myllo. Kalo tau ada
cerita kayak gitu, mending gue nggak ambil Quest ini!”
Untung Padomus masih lurus
otaknya.
“Gue juga setuju! Gila aja kalo
masih ada siksa-siksaan ras kayak gitu!”
“Ya! Apalagi anggota Party gue
nggak ada yang Ras Manusia!”
Nelzei sama August juga setuju
untuk nggak lanjutin Quest ini.
Ujung-ujungnya, semua Petualang
ini nggak ada yang mau lanjutin Quest yang dikasih sama bangsawan itu.
Anehnya…
“Dasar kalian bedebah! Mengapa
kalian tidak bertanggung jawab dengan tugas kalian?!”
“Diem lo, Ksatria Bajingan!”
“Anda bilang apa?!”
…cuma Ksatria dari bangsawan itu
aja yang ngomel-ngomel.
Sedangkan bangsawan itu diem aja.
“Woy, Baron!”
“…”
“Jadinya gimana? Lo mau batalin
ekspedisi ini, kan?!”
“…”
Baron itu masih diem aja.
“Daripada lanjutin ekspedisi lo,
mending kita pesta a—”
“Tunggu, Myoll.”
“Hah?! Nama gue Myllo!”
Kenapa Lupherius nahan Myllo?
“Ada apaan sih, kakek—”
“Perhatiin bangsawan itu
baik-baik.”
“Hm?”
Loh…
Kok bangsawan itu…nangis?
“Hiks…hiks…”
““…””
“Anda benar, Petualang.”
“Hah? Bener apaan—”
“Manusia itu…tidak akan pernah
berhenti rakus.”
“Terus?”
“Dari cara mereka
menjajah…mengeksploitasi ras lain…”
“…”
“Bah…bah…bahkan dari cara mereka…menyandera
keluarga saya hanya untuk memaksa saya menjalankan ekspedisi i—”
“*Shrak! (suara memenggal
kepala)”
““!!!””
Kenapa Ksatria itu penggal kepala
bos-nya sendiri?!
Eh, tunggu…
Jangan-jangan Ksatria itu—
“Fire Wave!”
“*Vwummm… (suara kobaran api)”
Kenapa dia tiba-tiba ngeluarin
sihir api bentuk ombak?!
“DENGAR KALIAN SEMUA!!!”
“*Shrat! (suara kain terpotong)”
“KEMULIAAN UNTUK ERVIGA,
KEMULIAAN UNTUK HOUSE OF SIEGFRIED!!!”
Tuh kan! Dia orangnya—
“*VRUWNGGG… (suara portal besar
terbuka)”
Brengsek! Ternyata alat itu kayak
alat yang dipake Derrek, Snake, sama anak buah mereka!
Apa nama alatnya?! Portal ya kalo
nggak salah?!
Tapi ukurannya gede bang—
““*Drap, drap, drap… (suara
langkah pasukan perang)””
““!!!””
Gi…Gila kali…
Kenapa ada banyak pasukan yang
keluar dari alat itu?!
Tambah lagi…
“…”
…kok ada Bismont?