Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 332. Stand Alone



Ambrolis dibawa pergi oleh sesama Dryad. Ia terluka karena Jiwa-nya yang terbakar oleh serangan Sonda.


Sementara itu, anggota Aquilla yang dibawa pergi oleh One-Legged Vulture yang dipanggil oleh Ambrolis.


“*Ngaaak! Ngaaak!”


““*Bruk…””


“Aduh!”


“…”


Mereka semua terjatuh karena mahluk tersebut yang seketika lenyap dan menjatuhkan mereka semua, tepat di


bawah sebuah Jamur Raksasa.


“Djinn! Sia teh nggak apa-a—”


“Kemana perginya mereka?!”


“Hiiekh!”


Teriak Garry yang ketakutan, setelah mengetahui bahwa masih ada yang mengejar dirinya dan orang-orang yang seharusnya ia rawat.


“G-Garry…”


“Djinn! Sia teh—”


“Lo… berani nggak… lawan mereka sendirian…?”


Tanya Djinn sambil menahan rasa sakit, walaupun ia sudah mengetahui jawabannya.


“S-S-S-Sianying! M-M-Mana mungkin… aing berani la-la-lawan mereka sendiri—”


“Y-Yaudah…”


“Et! Djinn!”


Seru Garry dengan terkejut, ketika ia melihat Djinn yang berusaha untuk berdiri.


“S-Sia teh mau ke ma—”


“B-Biar gue aja… yang lawan… mereka semua…!”


“!!!”


Garry terkejut dengan pilihan Djinn, yang bahkan kesulitan untuk berdiri.


Karena melihat aksi Djinn, seketika Garry teringat apa yang Dalbert katakan di malam sebelumnya.


“Karena di sana, dia nggak akan berguna!”


“…”


Kemudian ia juga teringat kata-kata Myllo setelahnya.


“Jangan patah semangat, Garry! Gue yakin, lo pasti berguna di lain waktu! Kan lo itu sahabat gue, Garry! Nggak mungkin orang yang gue anggap sahabat itu lemah! Ya kan?! Hehe!”


“…”


Oleh karena itu, ia pun berusaha melawan rasa takutnya.


“Dj-Dji… Djinn…”


“…”


Djinn menghentikan langkahnya dan menatapnya.


“A-Aing… siap lawan mereka…!”


“…”


Djinn mendengar bisikan Garry. Lalu ia tersenyum.


“K-Kenapa atuh sia—”


“*Bruk…”


“Tunggu, Ger.”


Balas Djinn, sambil duduk dan merogoh Fratta Pouch miliknya.


“Kalo lo berani lawan mereka sendirian… seenggaknya pake ini…”


“!!!”


Garry terkejut melihat suatu benda yang tidak asing baginya, yang keluar dari Fratta Pouch Djinn.


“Sianying! Sia teh simpen Artifact[1] aing?!”


“E-Emang lo aja yang lupa…! Dasar mesum…!”


Ejek Djinn, ditengah kondisi yang ia alami.


“Kenapa atuh sia punya—”


“Nggak usah banyak nanya…! Mendingan lo… siap-siap lawan mereka aja…!”


Tegas Djinn kepada Garry.


“Ger… sebelum lo pake itu… lo inget nggak nama tongkat kecil ini…?”


“…”


Garry pun tersenyum, sebelum menjawab Djinn.


“Habitat Maestro. Bener kan atuh, ya?!”


“…”


Djinn hanya tersenyum, sebelum ia tidak sadarkan diri.


“Djinn?! Et! Jangan modar, anying!”


Teriak Garry dengan cemas.


“Cih! Sianying teh udah modar! Padahal mah aing harap seenggaknya sianying teh perhatikeun aing! Supaya aing teu kesepian!”


Pikirnya dengan tangan gemetar.


“*Phak, phak, phak!”


“Semangat atuh, Kang Garry! Sia teh bisa bertahan sendirian!”


Kembali pikirnya, sambil menepuk-nepuk pipinya.


Di tengah kegelisahannya…


“Slasher itu mereka!”


“Hiiekh!”


…para Petualang datang menghampirinya.


“Woy! Nama lo Garry Geri, kan?!”


“…”


Tubuh Garry tetap gemetar. Ketakutan yang ia rasakan bahkan membuatnya tidak mendengar pertanyaan Slasher.


Karena merasa tidak diacuhkan, Slasher pun marah besar.


“Woy, jelek!”


“Hieeekh!”


“*Trak…”


Dengan terkejut, Garry tidak sengaja menjatuhkan Artifact miliknya.


Tidak lama kemudian…


““*SHRAK!!!””


““Aaaaarghhh!!!””


“K-K-Kaki gue…!”


““!!!””


…rumput yang mereka semua pijak menjulang ke atas dengan tinggi dan menusuk sebagian besar dari anggota Slasher.


“Gila! Serangan macem apa tuh?!”


“Orang ini Magician?! Atau mungkin Mage?!”


“Tunggu! Dari rumornya orang ini tuh Shaman, bukan?!”


Sahut beberapa anggota yang masih selamat.


“Hajar aja dia! Sebelum dia buat yang aneh-aneh lagi!”


Perintah salah seorang rekan Slasher kepada Slasher dan rekan-rekan lainya.


““Hruaaaagh!””


“HYAAAAAA!!!!”


Teriak Garry dengan takut ketika semua rekan-rekan Slasher hendak mengejarnya.


“Slasher! Cepat panggil Sonda! Di sini sepertinya membutuhkan bantuan!”


“OK, Kritach!”


Jawab Slasher kepada Kritach. Dengan sigap mengeluarkan Orb Call pada sakunya.


“Sonda! Gimana kabar di sana?!”


“Sialan! Ada Kaum Jamur yang


bawa lari Dry—”


Tegas Slasher lewat Orb Call.


“Keterlaluan lo, Garry Geri!”


“Jangan lo pikir lo masih sehat-sehat, ya!”


“Hiiekh!”


Garry menjadi semakin gelisah.


Ia hendak melarikan diri, namun masih ada Djinn dan yang lainnya yang harus mereka lindungi.


“Haaaah! Aing teh bingung, anying!”


Teriak Garry dengan putus asa.


Namun ia tidak sadar, jika tangannya telah mengarahkan Habitat Maestro miliknya menuju tanah yang dipijak oleh Slasher dan rekan-rekannya.


“Hah?! Tapi cewek itu—”


“Di sini butuh bantuan—”


“*Brrrr…”


““!!!””


Slasher dan rekan-rekannya dikejutkan dengan getaran yang mereka rasakan di tanah.


Tidak lama kemudian…


“*Brrrk!”


“Eh?! EH?!”


““Aaaargh!””


…tanah yang dipijak Slasher dan sebagian besar rekan-rekannya runtuh ke dalam tanah. Oleh karena itu mereka semua terjatuh ke dalam tanah.


“*Chrang!”


“Cih! Orb Call gue hancur!”


Ketus Slasher, setelah Orb Call yang digunakan olehnya hancur, sehingga menyebabkan komunikasi dengan Sonda terputus.


“Woy! Ayo kita keluar dari sini!”


“Gue usahain du—”


“*Brrrr…”


“Woy! Kok tiba-tiba ketutup—”


““…””


““!!!””


Garry dan rekan-rekan Slasher lainnya terkejut, ketika mendapati Slasher dan sebagian besar rekan-rekannya terjebak di dalam tanah. Itu semua diakibatkan oleh tanah yang tertutup kembali.


“Hey! Slasher!”


“Lo nggak apa-apa?!”


“…”


Garry hanya menatap dua orang yang mengkhawatirkan Slasher.


“Kritach! Sekarang gue marah besar!”


“Ya. Saya mengerti yang anda rasakan, Lozrick!”


“Kalo sampe kita kehilangan Slasher, bisa-bisa kita nggak bisa liat wajah Kapten kita lagi!”


“Anda benar! Cukup Wakil Kapten kita saja yang kehilangan nyawanya!”


Balas Kritach kepada salah seorang rekannya yang bernama Lozrick.


“Hm?!”


Mendengar perbincangan dari Kritach dan Lozrick itu, seketika Garry merasa heran.


“Woy, Garry Geri!”


“Et!”


“Kalo sampe Slasher kenapa-kenapa, jangan harap lo masih punya dua tangan itu ya!”


“Hieeekh!”


Teriak Garry dengan takut, sebelum ia menghadapi serangan dari Lozrick.


“Lozrick! Biarlah saya meningkatkan daya serang anda!”


Seru pria bernama Kritach, sebelum ia merapal sihir.


((Buff Magic: Physical Enhance))


Dengan sihirnya, Kritach meningkatkan kekuatan fisik milik Lozrick, mulai dari serangan, pertahanan, kecepatan, bahkan staminanya.


“Siap-siap lo, Garry Geri!”


“*Swush!”


“Sebelum gue bantai lo!”


“HYAAAAA!!!”


Kembali teriak Garry, dengan mengarahkan kedua tangannya ke atas, di mana terdapat sebuah Jamur Raksasa.


Karena ia mengangkat tangannya, maka Habitat Maestro yang ia genggam di tangan kanannya mengarah kepada Jamur Raksasa di atasnya.


“*BHUK!!!”


“Urgh…”


“Lozrick!”


Seketika Jamur Raksasa itu memukulnya dengan keras, hingga ia terpental kembali menuju Kritach.


“*Bruk, bruk, bruk…”


“…”


Kritach hanya menatap Lozrick yang jatuh di hadapannya. Ia tidak percaya dengan apa yang ia saksikan.


“Tongkat itu…! Tongkat macam apa itu?! Bagaimana bisa sebuah tongkat kecil mampu memanipulasi lingkungan sekitar?!”


Pikirnya dengan heran, sambil mempersiapkan serangan sihirnya.


((Fire Magic: Blazing Tiger))


“*Aum!”


Dengan sihirnya, Kritach menciptakan sebuah api berbentuk harimau yang akan menerkam Garry.


“Hieeekh!”


Garry pun berlari meninggalkan rekan-rekannya untuk menghindari serangan dari Kritach.


Beruntung bagi Garry yang berlari ketakutan, karena Kritach melupakan tujuannya dan mulai mengejar Garry.


“Jangan lari, Garry Geri!”


“*Vwumm!”


“HYAAAAAAA!!!”


Teriak Garry, yang terus berlari dari Kritach dengan ketakutan.


“Saya tidak tahu sihir macam apa yang anda gunakan! Tetapi anda telah melukai rekan-rekan saya!”


“*Vwumm!”


Seru Kritach, sambil terus menyerang Garry dengan sihir ciptaannya.


Hingga ia tidak menyadari…


“Hah?! Kritach—”


“…”


“Woy, Kritach! Tunggu!”


…bahwa rekannya Sonda datang bersama dengan Mila dan Purong.


“S-Sonda, j-jadinya kita harus gimana?”


“Haaaaah! Yaudah lo cari Slasher sama yang lainnya aja deh! Biar Purong ikut gue!”


“OK!”


“Y-Ya…”


Jawab Purong dan Mila, yang langsung bergerak sesuai dengan arahan Sonda.


Sementara itu, di bawah tanah.


“Cih! Sialan tuh orang! Jangan lo pikir… lo bisa bunuh gue dengan cara begini, Gerry Geri!”


Slasher masih hidup di antara seluruh rekan-rekannya yang ikut terkubur bersamanya karena Garry.


Karena itu…


“Kalo gue berhasil keluar dari sini… jangan lo pikir gue bakalan biarin lo hidup normal kayak orang lain, Garry Geri! Bahkan gue jamin lo lebih pilih mati daripada hidup tersiksa karena gue!”


…ia hendak membalaskan dendamnya kepada Garry.


_______________


[1]Artifact yang Garry dapatkan dari Raja Glennhard, di Erviga Kingdom (Chapter 149). Ia sempat menggunakan Artifact tersebut ketika menghadapi Kwajoe (Chapter 179), tetapi ia kehilangan tongkat tersebut, ketika memasuki Hidden Dungeon of Whisper (Chapter 206).