Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 19-1. Another Dealer



Setelah terjadinya gempa yang di luar dugaan, gedung besar yang dijadikan sebagai Penampungan oleh Goldiggia pun rubuh.


Sebagian besar para tahanan dan pasukan dari Goldiggia pun menjadi korban dari gempa tersebut karena reruntuhan yang berjatuhan.


Beruntung bagi para pasukan yang berada di luar gedung tersebut, walaupun mereka menerima guncangan hebat, hingga membuat mereka berjatuhan.


Namun…


“Huff…huff… Untung aja kita berhasil kelu—”


“Roco! Semua High Elf yang ditahan itu bagaimana?! Apakah mereka—”


“Tenang aja, Kakak Tertua. Liat, mereka semua masih utuh!”


…Bjüdrox beserta dengan Kakak Besar yang tersisa, serta para High Elf yang hendak dilelang berhasil keluar dengan selamat.


“Kalian semua! Cari Vast dan Anak Haram itu! Pastikan mereka berdua mati!”


““Baik, Kakak Tertua!””


“Semua Kakak Besar, kalian lebih baik ikut saya saja!”


““Baik!””


Perintah Bjüdrox kepada seluruh anggotanya, termasuk para Kakak Besar.


“Kakak Tertua, bagaimana dengan Dragonewt cilik itu?”


“Biarin aja! Lagipula kita menyuliknya cuma untuk memancing wanita ini saja, kan?!”


Jawab Bjüdrox yang mendengar pertanyaan Bon Kargal, sambil menjambak rambut Styx yang sudah pingsan.


“Ngixixixi! Pinter juga, Si Abang!”


“Pastinya, Roco! Kakak Besar selalu punya rencana dan informasi terkecil sekalipun!”


Balas Bon Kargal yang membalas pujian dari Roco.


“Kakak Tertua, jadinya sekarang kita harus apa?!”


“Kita langsung ke Port Marzhal saja. Dan Bon Kargal, pastikan ratusan anggota kita sudah berada di sana!”


“Baik, Kakak Tertua!”


“Bagus! Karena ada seseorang yang harus kita sambut!”


““Hm?””


Kelima Kakak Besar pun penasaran dengan klien misterius dari Bjüdrox, kecuali Bon Kargal.


“Kakak Tertua, apakah anda yakin mau menjalankan transaksi dengan mereka?”


“Anda gak perlu khawatir, Bon Kargal. Selama semuanya membawa keuntungan,


kita jalankan saja.”


“Memang itu sesuai prinsip kita, akan tetapi—”


“Kalau anda khawatir karena mereka, seharusnya mereka juga khawatir karena kita.”


“Kakak Tertua?”


“Karena tangan kita sama kotornya dengan mereka. Bukan begitu, Bon Kargal?”


“Baiklah. Saya percayakan sepenuhnya kepada anda, Kakak Tertua.”


Jawab Bon Kargal sambil menundukkan kepala kepada Bjüdrox.


“Kalian yang tersisa! Cepat bantu para Kakak Besar untuk membawa Sampah


Vamulran ini!”


““Baik, Kakak Tertua!””


Para pasukan lainnya pun menarik paksa para High Elf yang lengkap dengan borgol dan Mana-Restriction yang dikalungkan di leher mereka.


“Cih! Jangan sentuh saya, Mahluk Lemah!”


“*Dhuk! (suara tendangan)”


“Urgh!”


“Diem lo, Sampah Vamulran! Cepetan jalan!”


Karena kata kasarnya, salah seorang High Elf pun ditendang oleh salah satu anggota dari Goldiggia.


“Kakak Tertua, bagaimana dengan mereka ini?”


“Siap, Kakak Tertua!”


Jawab salah seorang anggota ketika menanyakan beberapa tahanan yang


selamat dari reruntuhan di gedung besar yang rubuh itu.


Sambil berjalan, ke arah kuda yang akan mereka tunggangi, Lenia bertanya


kepada Bjüdrox terkait tahanan yang selamat.


“Kakak Tertua, maaf kalo gue mau nanya. Mereka itu cuma jadi tumbal aja, kan?”


“Pastinya. Karena ada gempa aneh yang berpusat di tempat ini, pasukan dari Erviga atau Petualang pasti datang kemari untuk investigasi tempat ini. Maka dari itu, sudah waktunya buat kita untuk tinggalkan negara ini.”


“Artinya kita bakal tumbalin anggota kita juga, dong—”


“Kenapa?! Anda mau mempertanyakan keputusan saya?!”


“Ng…Nggak., Kakak Tertua!”


“Lagi pula, lebih baik anda tenang saja, Lenia. Selama kita ada pemasukan, pasti anggota itu mudah didapatkan!”


Jelas Bjüdrox terhadap keraguan Lenia.


Dan tepat di belakang mereka, Roco dan Rox yang masih penasaran dengan klien Bjüdrox pun bertanya kepada Bon Kargal, yang sedang meminum Healing Potion.


“*Gluk, gluk, gluk… (suara menenggak minum)”


“Oi, Kargi. Sebenernya siapa sih klien Kakak Tertua itu? Kok lo keliatan khawatir gitu?


“Ya, ya, ya! Saya juga penasaran sebenarnya!”


“…”


Bon Kargal pun waspada kepada Bjüdrox karena ia takut akan amarah


darinya, sambil memperhatikan tangannya yang tumbuh kembali setelah terpotong


oleh Styx yang sempat mengamuk.


“Kalian tau…Children of Purgatory?”


““Hah? Apaan itu?””


Balas Roco dan Rox sambil berbisik-bisik dengan Bon Kargal.


“Mereka adalah Sekte Penyembah Iblis yang berusaha membawa masuk Iblis ke Geoterra!”


““!!!””


Mereka pun terkejut mendengar deskripsi dari Bon Kargal terkait klien dari Bjüdrox.


“Eh, eh, eh! Serius kita sekarang ‘mainnya’ sama sekte sesat itu?!”


“Benar! Bukannya itu—”


“Jangan meragukan keputusan Kakak Tertua!”


““Y…Ya!””


Tegas Bon Kargal kepada mereka berdua, hingga mereka terkejut.


“Hm? Ada apa kalian?”


“Tidak ada, Kakak Tertua. Mereka hanya bertengkar satu sama lain saja.”


“Hm…”


Bjüdrox pun tidak memperdulikan mereka bertiga dan langsung menaiki kereta


kuda miliknya.


Kakak Besar lainnya pun melakukan hal yang sama.


Sedangkan para tahanan yang mereka bawa dimasukkan ke dalam sel yang lengkap dengan roda.


Namun berbeda dengan Styx yang telah ditusuk dengan Anti Demon Stake, ia masuk ke dalam sel khusus untuknya.


“Kakak Tertua?”


“Ya, mari kita jalan menuju Port Marzhal!”


““Baik, Kakak Tertua!””


Bjüdrox beserta Kakak Besar pun berkuda menuju Port Marzhal sambil membawa Styx dan para High Elf.