
Di tengah serangan Kaum Naga yang
menyerang Erviga, semua orang yang berada di negara tersebut pun merasa
kesulitan.
Hidup mereka terancam karena Kaum
Naga menyerang mereka tanpa ampun.
Di Griar, kota kecil yang merupakan wilayah
kekuasaan dari Marquis Verdian Verde, terdapat 13 Kaum Naga yang menyerang.
Dari antara Kaum Naga itu, terdapat 10 Wyrm dan 3 Naga yang bergerak secara liar.
“Ayo, semua! Pergi dari tempat
ini!”
““Aaaaaargh!””
Beberapa penduduk melakukan
evakuasi dari kota itu dengan pimpinan beberapa prajurit yang setia kepada Verdian.
Dari antara beberapa prajurit…
“Ruoaaa—”
“Flamürja!”
“*Boom! (suara sihir api)”
“Ruoaar…”
…terdapat Rakhzar yang menyamar menjadi
prajurit dan menyerang Kaum Naga.
Selain Rakhzar…
“Ayo keluar dari tempat ini!”
“A…Anda siapa—”
“Jangan pedulikan itu! Lebih baik
kita pergi dari tempat ini, sebelum terluka!”
…ada Göhran yang ikut menyamar.
Namun ia bukan menyamar sebagai prajurit seperti Rakhzar, melainkan sebagai
warga kota tersebut.
Mereka bersama menyamar seperti
itu atas saran dari Verdian. Ia menyarankan agar Göhran yang menyamar sebagai
penduduk dapat membantu warga ketika evakuasi, sedangkan Rakhzar menyamar
sebagai prajurit agar dapat menyerang Kaum Naga.
Dengan penyamaran mereka, Rakhzar
pun langsung membunuh hampir semua Kaum Naga. Namun, ada salah satu Naga yang sadar
kembali.
“Ka…Kau adalah seorang Naga
juga?!”
“Ya. Walaupun penampilanku lebih
muda daripadamu, namun umurku jauh lebih tua daripadamu!”
Tegas Rakhzar kepada Naga itu,
yang berubah ke dalam Wujud Manusia, dengan wujud seorang perempuan tua.
“A…Aku adalah Femmïal. Kau adalah…?”
“Rakhzar. Jadi, mengapa kau bisa
kembali sadar?”
“A…Aku tidak tahu. Selama ini,
aku menyamar sebagai Manusia di tengah-tengah dunia yang dikuasai Mahluk Fana
ini. Namun, ketika aku mendengar suara Sang Penguasa, seketika aku terpanggil
akan i—”
“Aku tahu akan hal itu! Akan
tetapi, seharusnya kau kembali tersadar setelah kematian ‘Sang Penguasa’ yang
kau sebut itu! Mengapa kau tetap bergerak secara liar?!”
“Aku…tidak tahu akan hal itu. Entah
mengapa…aku tertidur dengan sangat lelap! Saat membuka mata, kau tiba di
hadapanku!”
Jelas Femmïal, menjelaskan
alasannya bergerak secara buas.
“Aneh. Membuat seorang Mahluk Abadi terlelap adalah sesuatu yang
dimiliki oleh sesuatu yang lebih tinggi
daripada mahluk tersebut! Apakah ada Dewa atau Dewi yang mengontrol
mereka?!”
Pikir Rakhzar yang merasakan
suatu kejanggalan.
Ketika ia sedang berpikir di
depan Femmïal, Göhran datang bersama dengan beberapa prajurit dari Verde.
“Rakhzar!”
Teriak Göhran kepada Rakhzar.
Namun, ketika Göhran hendak
menghampiri Rakhzar…
“Ruoaaa—”
“Dragon Flame: Fist!”
“*Boom! (suara ledakan api)”
…salah seorang Naga yang berada
di belakang Rakhzar dan Femmïal terbangun. Beruntung Göhran langsung
menggunakan sihirnya untuk membunuh Naga itu.
“Rakhzar, siapakah wanita tua i—”
“Ia adalah sanak saudara kita,
Göhran!”
“!!!”
Göhran terkejut mendengar
perkataan Rakhzar.
“Ba…Baiklah! Jika seperti itu,
lebih baik kita membawa—”
“Ja…Jangan!”
““???””
Rakhzar, Göhran, serta beberapa
prajurit merasa heran mendengar seruan Femmïal.
“Femmïal, ada a—”
“Rakhzar…aku…lelah…”
“Lelah? Maksudmu—”
“Tunggu, Göhran!”
“Ada apa, Rakhzar?”
“Sepertinya…ia akan hilang
kesadaran dan bertindak buas lagi!”
Jelas Rakhzar.
“Ra…Rakhzar! To…Tolong bunuh a—”
“*Shruk! (suara tangan menusuk
dada)”
Sebelum Femmïal selesai
berbicara, Rakhzar langsung menusuknya karena mengetahui apa yang akan dikatakannya.
“Ma…Maafkan aku, sanak
saudaraku!”
“Keuk!”
Rakhzar pun meneteskan air
matanya, sambil memuluk Femmïal yang ia bunuh, sedangkan Göhran tidak kuasa
menahan amarahnya dengan amarah yang mendalam.
“Pe…Permisi, Göhran, Rakhzar.
Alangkah baiknya jika kita kembali kepada Marquis Verde terlebih dahulu.”
“Ya.”
“Baiklah.”
Mereka pun setuju dengan saran
dari salah seorang prajurit.
Bersama dengan para prajurit,
mereka menuju ke kemah evakuasi yang berada di dekat kota tersebut.
Di dalam salah satu kemah,
terdapat Verdian yang sedang memegang suatu Orb Call.
“Baik, terima kasih sebelumnya,
Kepala Desa Flippus.”
“Ya, senang bisa membantu anda
sekalian.”
Balas Flippus, Kepala Desa Calmisiu,
yang menutup perbincangannya dengan Verdian lewat Orb Call.
Tidak lama setelah Verdian
menutup Orb Call tersebut, datanglah prajurit miliknya bersama dengan Göhran
dan Rakhzar.
“Kami datang ke hadapan anda,
Tuan Verde!”
“Baik. Terima kasih atas kerja
keras kalian semua.”
Setelah itu, salah seorang
prajurit memberikan laporan kepadanya.
Dari 136 orang yang berada di
Griar Town, 45 penduduk dan 10 Petualang lainnya mengalami luka ringan, 48
penduduk dan 14 Petualang mengalami luka berat, serta 10 penduduk dan 9
Petualang meninggal dunia.
“Sekian laporan dari kami, Marquis
Verde!”
“…”
Verdian tidak memberikan komentar
apa-apa terkait laporan tersebut.
“Apakah ada laporan lagi terkait
serangan Kaum Naga?”
“Tidak ada, Marquis Verde!”
“Baiklah. Kalau begitu, saya
perintahkan kalian untuk menjaga dan membantu tim medis yang berada di titik
evakuasi ini.”
““Siap, Marquis Verde!””
Para prajurit pun keluar dari
tenda itu, hingga menyisakan Verdian, Göhran, dan Rakhzar.
“Göhran, Rakhzar, sekali lagi
saya ucapkan terima kasih atas kerja sama anda sekalian dalam mengantisipasi
serangan Kaum Naga. Selain itu, saya juga berterima kasih karena anda sekalian
mendengar saran saya untuk menyamar.”
kepala di hadapan mereka berdua.
“Verdian Verde, kau tidak perlu
merendahkan dirimu di hadapan kami. Lagipula, ini adalah tanggung jawab kami
sebagai seorang Naga untuk menghentikan sanak saudara kami yang kehilangan akal
sehat mereka.”
“Göhran ‘sedikit’ benar,
Verdian.”
““Hm?””
Mereka heran dengan maksud dari
Rakhzar.
“Apa maksud anda…Rakhzar?”
“Mungkin menolong warga negara
ini dari serangan Kaum Naga adalah tanggung jawab kami. Akan tetapi…aku lebih
memilih untuk membunuh dalang di balik semua ini daripada membunuh sanak
saudaraku sendiri!”
Seru Rakhzar, dengan tetesan air
mata dan kepalan tangan yang begitu keras. Ia masih teringat akan Femmïal yang
ia bunuh.
“A…Apa yang anda maksud dengan
dalang, Rakhzar?”
“Ada seseorang yang sedang
mengendalikan Kaum Naga, Verdian!”
“!!!”
Verdian Verde begitu terkejut
dengan apa yang ia dengar.
“Tidak hanya mengendalikan
Dragonkin, bahkan sanak saudara anda sekalian?!”
“Ya. Kami baru saja menghentikan
salah seorang Naga yang sempat tersadar. Namun Rakhzar terpaksa membunuhnya
ketika Naga itu akan dikendalikan lagi.”
“Mu…Mustahil! Anda sekalian
adalah Mahluk Abadi! Bagaimana ada seseorang yang bisa—”
“…”
Saat sedang berbicara, Verdian
melihat adanya Orb Call yang di atas meja sedang berkedap-kedip, yang menjadi
tanda bahwa ia menerima panggilan.
Ketika Verdian mengangkat Orb
Call itu…
“Verdian Verde…”
“!!!”
…ia mengenal suara tersebut, yang
tidak lain adalah suara dari Tuan yang keluarganya bersumpah untuk setia
mengikutinya.
Verdian pun terkejut hingga
berkucuran keringat di dahinya.
“Seorang Marquis baik hati,
yang memiliki banyak teman dari segala kalangan. Selain itu, ia adalah anggota
dari House of Verde, yang mana keluarga itu bersumpah untuk tunduk kepada
keluarga saya, House of Siegfried.”
“…”
Verdian tidak memberikan komentar
sama sekali.
“Namun, ternyata anda bermain
di belakang saya. Oh, betapa kecewanya saya kepada anda, Verde.”
“…”
Lagi, Verdian tidak memberikan
komentar sama sekali.
“Anda hanya diam. Apakah saya
benar, Verde—”
“Anda telah mengetahui semua
fakta itu. Saya yakin anda berusaha mengancam saya. Bukankah seperti itu, Sebastian?!”
Tanya Verdian dengan keras.
“Fufufu… Anda ingin langsung
ke intinya saja, kah? Baiklah, sebelumnya saya ingin meminta tiga permintaan
kepada anda, Verde.”
“*Gluk… (suara menelan ludah)”
Verdian begitu gugup mendengar
tiga permintaan Sebastian.
“Pertama, saya minta seluruh
pasukan anda untuk dikirim ke dalam armada saya. Saya akan memimpin pertarungan
melawan Kaum Naga.”
“Seluruh pasukan saya?! Yang
benar sa—”
“Kedua, saya minta agar
kiranya dua Naga yang bersama dengan anda agar kiranya tidak mencampuri
urusan Erviga.”
““!!!””
Mendengar permintaan kedua dari
Sebastian, mereka bertiga begitu terkejut.
Mereka pun memikirkan hal yang
serupa, setelah mendengarnya.
“Bagaimana ia bisa tahu?”
Sedangkan Sebastian, ia hanya
tersenyum karena membayangkan reaksi mereka.
Setelah itu, ia menjelaskan
permintaan terakhirnya.
“Sebelum saya mengutarakan
permintaan terakhir saya, alangkah baiknya saya menanyakan sesuatu kepada anda,
Verdian.”
“…”
“Apakah…anda pernah mendengar
cerita tentang Ancient Armament yang bernama Ark Blade? Dari rumor yang saya
dengar, ada senjata itu di negara tercinta ini.”
Mendengar pertanyaan itu, Verdian
yang mengetahui senjata yang sedang berada di genggaman Djinn pun tidak tahu
cara meresponnya.
Ia hanya bisa menatap Göhran dan
Rakhzar dengan wajah kebingungan.
“Saya tidak peduli jika anda
mengetahuinya atau tidak, yang penting saya mau senjata itu—”
“Bagaimana jika saya menolak
permintaan anda, Sebastian?!”
Tegas Verdian, yang memotong
dialog Sebastian.
“Hmph, sejujurnya saya benci
dengan orang yang memotong pembicaraan saya. Namun…baiklah, biar anda hendak
menolak permintaan saya. Artinya, anda sudah siap untuk kehilangan warga Griar,
serta sahabat masa kecil anda beserta keluarganya!”
Jelas Sebastian kepada Verdian.
Mendengar itu, Verdian pun terguncang
batinnya.
Karena tidak punya pilihan lain,
ia pun menyetujui permintaan Sebastian.
Namun, setelah mengeluarkan kata
sepakat…
“Hey, kau! Keturunan Dracorion!”
“!!!”
…Rakhzar tiba-tiba berseru kepada
Sebastian.
“Verde, saya mengira bahwa
anda sedang—”
“Jangan hiraukan aku, Keturunan
Dracorion!”
“Sudah saya bilang bahwa saya
tidak senang jika ada yang memotong pembicaraan saya! Siapakah anda?!”
Teriak Sebastian dari balik Orb
Call itu.
“Aku adalah Rakhzar! Pengikut
setia Raja Tarzyn, Fire Dragon King, yang menguasai Erviga ribuan tahun yang
lalu! Aku adalah Naga yang baru saja menginjakkan kaki di tanah kelahiranku
karena berada lam di dalam Hidden Dungeon bersama Rajaku!”
“A…Anda adalah…Naga yang telah
hidup ribuan ta—”
“Dengarkan aku! Kau tidak mencerminkan
leluhurmu, yang merupakan pria sejati dengan hati yang baik! Melihat
tindakanmu, aku begitu najis menyebutmu sebagai keturunan Dracorion! Kau dengar
aku, Sieg—”
“…”
Sebastian tiba-tiba memutus
komunikasi yang terhubung dengan Verdian.
“Cih! Dasar pengecut!”
“Tidak saya sangka…orang
sepertinya adalah keturunan dari Dracorion!”
Seru Rakhzar dan Göhran yang
kesal dengan tindakan Sebastian.
“Verdian, alangkah baiknya kita
memikirkan tindakan kita selanjutnya!”
“Anda benar, Göhran.”
Bersama-sama, mereka pun memulai
kembali pembahasan mereka tentang ancaman dari Sebastian Siegfried, serta kemungkinan
bencana buruk yang akan menimpa mereka semua.