Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 105. Threatened



Di tengah serangan Kaum Naga yang


menyerang Erviga, semua orang yang berada di negara tersebut pun merasa


kesulitan.


Hidup mereka terancam karena Kaum


Naga menyerang mereka tanpa ampun.


Di Griar, kota kecil yang merupakan wilayah


kekuasaan dari Marquis Verdian Verde, terdapat 13 Kaum Naga yang menyerang.


Dari antara Kaum Naga itu, terdapat 10 Wyrm dan 3 Naga yang bergerak secara liar.


“Ayo, semua! Pergi dari tempat


ini!”


““Aaaaaargh!””


Beberapa penduduk melakukan


evakuasi dari kota itu dengan pimpinan beberapa prajurit yang setia kepada Verdian.


Dari antara beberapa prajurit…


“Ruoaaa—”


“Flamürja!”


“*Boom! (suara sihir api)”


“Ruoaar…”


…terdapat Rakhzar yang menyamar menjadi


prajurit dan menyerang Kaum Naga.


Selain Rakhzar…


“Ayo keluar dari tempat ini!”


“A…Anda siapa—”


“Jangan pedulikan itu! Lebih baik


kita pergi dari tempat ini, sebelum terluka!”


…ada Göhran yang ikut menyamar.


Namun ia bukan menyamar sebagai prajurit seperti Rakhzar, melainkan sebagai


warga kota tersebut.


Mereka bersama menyamar seperti


itu atas saran dari Verdian. Ia menyarankan agar Göhran yang menyamar sebagai


penduduk dapat membantu warga ketika evakuasi, sedangkan Rakhzar menyamar


sebagai prajurit agar dapat menyerang Kaum Naga.


Dengan penyamaran mereka, Rakhzar


pun langsung membunuh hampir semua Kaum Naga. Namun, ada salah satu Naga yang sadar


kembali.


“Ka…Kau adalah seorang Naga


juga?!”


“Ya. Walaupun penampilanku lebih


muda daripadamu, namun umurku jauh lebih tua daripadamu!”


Tegas Rakhzar kepada Naga itu,


yang berubah ke dalam Wujud Manusia, dengan wujud seorang perempuan tua.


“A…Aku adalah Femmïal. Kau adalah…?”


“Rakhzar. Jadi, mengapa kau bisa


kembali sadar?”


“A…Aku tidak tahu. Selama ini,


aku menyamar sebagai Manusia di tengah-tengah dunia yang dikuasai Mahluk Fana


ini. Namun, ketika aku mendengar suara Sang Penguasa, seketika aku terpanggil


akan i—”


“Aku tahu akan hal itu! Akan


tetapi, seharusnya kau kembali tersadar setelah kematian ‘Sang Penguasa’ yang


kau sebut itu! Mengapa kau tetap bergerak secara liar?!”


“Aku…tidak tahu akan hal itu. Entah


mengapa…aku tertidur dengan sangat lelap! Saat membuka mata, kau tiba di


hadapanku!”


Jelas Femmïal, menjelaskan


alasannya bergerak secara buas.


“Aneh. Membuat seorang Mahluk Abadi terlelap adalah sesuatu yang


dimiliki oleh sesuatu yang lebih tinggi


daripada mahluk tersebut! Apakah ada Dewa atau Dewi yang mengontrol


mereka?!”


Pikir Rakhzar yang merasakan


suatu kejanggalan.


Ketika ia sedang berpikir di


depan Femmïal, Göhran datang bersama dengan beberapa prajurit dari Verde.


“Rakhzar!”


Teriak Göhran kepada Rakhzar.


Namun, ketika Göhran hendak


menghampiri Rakhzar…


“Ruoaaa—”


“Dragon Flame: Fist!”


“*Boom! (suara ledakan api)”


…salah seorang Naga yang berada


di belakang Rakhzar dan Femmïal terbangun. Beruntung Göhran langsung


menggunakan sihirnya untuk membunuh Naga itu.


“Rakhzar, siapakah wanita tua i—”


“Ia adalah sanak saudara kita,


Göhran!”


“!!!”


Göhran terkejut mendengar


perkataan Rakhzar.


“Ba…Baiklah! Jika seperti itu,


lebih baik kita membawa—”


“Ja…Jangan!”


““???””


Rakhzar, Göhran, serta beberapa


prajurit merasa heran mendengar seruan Femmïal.


“Femmïal, ada a—”


“Rakhzar…aku…lelah…”


“Lelah? Maksudmu—”


“Tunggu, Göhran!”


“Ada apa, Rakhzar?”


“Sepertinya…ia akan hilang


kesadaran dan bertindak buas lagi!”


Jelas Rakhzar.


“Ra…Rakhzar! To…Tolong bunuh a—”


“*Shruk! (suara tangan menusuk


dada)”


Sebelum Femmïal selesai


berbicara, Rakhzar langsung menusuknya karena mengetahui apa yang akan dikatakannya.


“Ma…Maafkan aku, sanak


saudaraku!”


“Keuk!”


Rakhzar pun meneteskan air


matanya, sambil memuluk Femmïal yang ia bunuh, sedangkan Göhran tidak kuasa


menahan amarahnya dengan amarah yang mendalam.


“Pe…Permisi, Göhran, Rakhzar.


Alangkah baiknya jika kita kembali kepada Marquis Verde terlebih dahulu.”


“Ya.”


“Baiklah.”


Mereka pun setuju dengan saran


dari salah seorang prajurit.


Bersama dengan para prajurit,


mereka menuju ke kemah evakuasi yang berada di dekat kota tersebut.


Di dalam salah satu kemah,


terdapat Verdian yang sedang memegang suatu Orb Call.


“Baik, terima kasih sebelumnya,


Kepala Desa Flippus.”


“Ya, senang bisa membantu anda


sekalian.”


Balas Flippus, Kepala Desa Calmisiu,


yang menutup perbincangannya dengan Verdian lewat Orb Call.


Tidak lama setelah Verdian


menutup Orb Call tersebut, datanglah prajurit miliknya bersama dengan Göhran


dan Rakhzar.


“Kami datang ke hadapan anda,


Tuan Verde!”


“Baik. Terima kasih atas kerja


keras kalian semua.”


Setelah itu, salah seorang


prajurit memberikan laporan kepadanya.


Dari 136 orang yang berada di


Griar Town, 45 penduduk dan 10 Petualang lainnya mengalami luka ringan, 48


penduduk dan 14 Petualang mengalami luka berat, serta 10 penduduk dan 9


Petualang meninggal dunia.


“Sekian laporan dari kami, Marquis


Verde!”


“…”


Verdian tidak memberikan komentar


apa-apa terkait laporan tersebut.


“Apakah ada laporan lagi terkait


serangan Kaum Naga?”


“Tidak ada, Marquis Verde!”


“Baiklah. Kalau begitu, saya


perintahkan kalian untuk menjaga dan membantu tim medis yang berada di titik


evakuasi ini.”


““Siap, Marquis Verde!””


Para prajurit pun keluar dari


tenda itu, hingga menyisakan Verdian, Göhran, dan Rakhzar.


“Göhran, Rakhzar, sekali lagi


saya ucapkan terima kasih atas kerja sama anda sekalian dalam mengantisipasi


serangan Kaum Naga. Selain itu, saya juga berterima kasih karena anda sekalian


mendengar saran saya untuk menyamar.”


kepala di hadapan mereka berdua.


“Verdian Verde, kau tidak perlu


merendahkan dirimu di hadapan kami. Lagipula, ini adalah tanggung jawab kami


sebagai seorang Naga untuk menghentikan sanak saudara kami yang kehilangan akal


sehat mereka.”


“Göhran ‘sedikit’ benar,


Verdian.”


““Hm?””


Mereka heran dengan maksud dari


Rakhzar.


“Apa maksud anda…Rakhzar?”


“Mungkin menolong warga negara


ini dari serangan Kaum Naga adalah tanggung jawab kami. Akan tetapi…aku lebih


memilih untuk membunuh dalang di balik semua ini daripada membunuh sanak


saudaraku sendiri!”


Seru Rakhzar, dengan tetesan air


mata dan kepalan tangan yang begitu keras. Ia masih teringat akan Femmïal yang


ia bunuh.


“A…Apa yang anda maksud dengan


dalang, Rakhzar?”


“Ada seseorang yang sedang


mengendalikan Kaum Naga, Verdian!”


“!!!”


Verdian Verde begitu terkejut


dengan apa yang ia dengar.


“Tidak hanya mengendalikan


Dragonkin, bahkan sanak saudara anda sekalian?!”


“Ya. Kami baru saja menghentikan


salah seorang Naga yang sempat tersadar. Namun Rakhzar terpaksa membunuhnya


ketika Naga itu akan dikendalikan lagi.”


“Mu…Mustahil! Anda sekalian


adalah Mahluk Abadi! Bagaimana ada seseorang yang bisa—”


“…”


Saat sedang berbicara, Verdian


melihat adanya Orb Call yang di atas meja sedang berkedap-kedip, yang menjadi


tanda bahwa ia menerima panggilan.


Ketika Verdian mengangkat Orb


Call itu…


“Verdian Verde…”


“!!!”


…ia mengenal suara tersebut, yang


tidak lain adalah suara dari Tuan yang keluarganya bersumpah untuk setia


mengikutinya.


Verdian pun terkejut hingga


berkucuran keringat di dahinya.


“Seorang Marquis baik hati,


yang memiliki banyak teman dari segala kalangan. Selain itu, ia adalah anggota


dari House of Verde, yang mana keluarga itu bersumpah untuk tunduk kepada


keluarga saya, House of Siegfried.”


“…”


Verdian tidak memberikan komentar


sama sekali.


“Namun, ternyata anda bermain


di belakang saya. Oh, betapa kecewanya saya kepada anda, Verde.”


“…”


Lagi, Verdian tidak memberikan


komentar sama sekali.


“Anda hanya diam. Apakah saya


benar, Verde—”


“Anda telah mengetahui semua


fakta itu. Saya yakin anda berusaha mengancam saya. Bukankah seperti itu, Sebastian?!”


Tanya Verdian dengan keras.


“Fufufu… Anda ingin langsung


ke intinya saja, kah? Baiklah, sebelumnya saya ingin meminta tiga permintaan


kepada anda, Verde.”


“*Gluk… (suara menelan ludah)”


Verdian begitu gugup mendengar


tiga permintaan Sebastian.


“Pertama, saya minta seluruh


pasukan anda untuk dikirim ke dalam armada saya. Saya akan memimpin pertarungan


melawan Kaum Naga.”


“Seluruh pasukan saya?! Yang


benar sa—”


“Kedua, saya minta agar


kiranya dua Naga yang bersama dengan anda agar kiranya tidak mencampuri


urusan Erviga.”


““!!!””


Mendengar permintaan kedua dari


Sebastian, mereka bertiga begitu terkejut.


Mereka pun memikirkan hal yang


serupa, setelah mendengarnya.


“Bagaimana ia bisa tahu?”


Sedangkan Sebastian, ia hanya


tersenyum karena membayangkan reaksi mereka.


Setelah itu, ia menjelaskan


permintaan terakhirnya.


“Sebelum saya mengutarakan


permintaan terakhir saya, alangkah baiknya saya menanyakan sesuatu kepada anda,


Verdian.”


“…”


“Apakah…anda pernah mendengar


cerita tentang Ancient Armament yang bernama Ark Blade? Dari rumor yang saya


dengar, ada senjata itu di negara tercinta ini.”


Mendengar pertanyaan itu, Verdian


yang mengetahui senjata yang sedang berada di genggaman Djinn pun tidak tahu


cara meresponnya.


Ia hanya bisa menatap Göhran dan


Rakhzar dengan wajah kebingungan.


“Saya tidak peduli jika anda


mengetahuinya atau tidak, yang penting saya mau senjata itu—”


“Bagaimana jika saya menolak


permintaan anda, Sebastian?!”


Tegas Verdian, yang memotong


dialog Sebastian.


“Hmph, sejujurnya saya benci


dengan orang yang memotong pembicaraan saya. Namun…baiklah, biar anda hendak


menolak permintaan saya. Artinya, anda sudah siap untuk kehilangan warga Griar,


serta sahabat masa kecil anda beserta keluarganya!”


Jelas Sebastian kepada Verdian.


Mendengar itu, Verdian pun terguncang


batinnya.


Karena tidak punya pilihan lain,


ia pun menyetujui permintaan Sebastian.


Namun, setelah mengeluarkan kata


sepakat…


“Hey, kau! Keturunan Dracorion!”


“!!!”


…Rakhzar tiba-tiba berseru kepada


Sebastian.


“Verde, saya mengira bahwa


anda sedang—”


“Jangan hiraukan aku, Keturunan


Dracorion!”


“Sudah saya bilang bahwa saya


tidak senang jika ada yang memotong pembicaraan saya! Siapakah anda?!”


Teriak Sebastian dari balik Orb


Call itu.


“Aku adalah Rakhzar! Pengikut


setia Raja Tarzyn, Fire Dragon King, yang menguasai Erviga ribuan tahun yang


lalu! Aku adalah Naga yang baru saja menginjakkan kaki di tanah kelahiranku


karena berada lam di dalam Hidden Dungeon bersama Rajaku!”


“A…Anda adalah…Naga yang telah


hidup ribuan ta—”


“Dengarkan aku! Kau tidak mencerminkan


leluhurmu, yang merupakan pria sejati dengan hati yang baik! Melihat


tindakanmu, aku begitu najis menyebutmu sebagai keturunan Dracorion! Kau dengar


aku, Sieg—”


“…”


Sebastian tiba-tiba memutus


komunikasi yang terhubung dengan Verdian.


“Cih! Dasar pengecut!”


“Tidak saya sangka…orang


sepertinya adalah keturunan dari Dracorion!”


Seru Rakhzar dan Göhran yang


kesal dengan tindakan Sebastian.


“Verdian, alangkah baiknya kita


memikirkan tindakan kita selanjutnya!”


“Anda benar, Göhran.”


Bersama-sama, mereka pun memulai


kembali pembahasan mereka tentang ancaman dari Sebastian Siegfried, serta kemungkinan


bencana buruk yang akan menimpa mereka semua.