Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 261. Almost Done



Pertarungan di Gazomatron masih belum menemukan kesimpulan. Semua pertarungan masih terus berlanjut.


Kali ini adalah beberapa saat sebelum Myllo menghancurkan Jiwa milik Beelzraul.


““*BRUK, BRUK, BRUK…””


Snellsham Point, Duskmere Point, dan Voxhaben Point karena ulah Beelzraul. Namun baik pihak Gazomatron maupun Children of Purgatory merasakan kerugian karenanya.


“Gi-Gila… Anggota kita pada sekarat…!”


“Cih! Kenapa dia nyerang sebrutal itu?! Emangnya dia nggak peduli sama kita, ya?!”


Hampir sebagian besar anggota Children of Purgatory mati terbunuh karenanya. Oleh karena itu mereka menyuarakan kepahitan yang tidak bisa mereka terima.


“Machinno! Bangun, Machinno!”


“…”


Machinno yang melindungi Gia dan Lephta dari serangannya menerima luka yang cukup fatal.


“Zhivreeg! Apakah kau tidak apa-a—”


“Berius! Bertahanlah! Kami masih membutuhkan anda! Tolonglah, Berius!”


““…””


Zhivreeg dan Berius juga menerima luka yang sangat dalam karenanya.


“Teh Angela, punten…”


“M-Maafkan saya yang sangat cemas karena mantan Guildmaster saya, Tuan Ge—”


“N-Nggak. Aing teh penasaran wae sama Ghoul yang udah nggak bernyawa ini. Mereka teh… udah nggak bisa disembuhkeun, ya?”


Tanya Garry kepada Angela, sambil menatap beberapa Ghoul yang terpotong.


Sementara itu, di puncak Gazo Mount…


“Hmm…”


…Master hanya tersenyum saja, setelah mengetahui aksi dari Beelzraul.


“J-Jadi… Master telah memberikan Tyranny Curse bagi calon calon Acolyte tersebut?”


Tanya Zoe kepada Master, setelah ia mendengar penjelasannya tentang Beelzraul.


“Ya. Ia adalah singa yang tidak hanya menunjukkan taringnya di hadapan musuhnya saja. Tetapi ia juga menunjukkan taringnya bahkan di hadapanku, yang merupakan tuannya.”


“Bahkan kepada anda?! Jika memang seperti itu, bukankah Master hanya akan menciptakan pengkhianat, seperti First Acolyte saja, bukan?!”


Tanya Zoe kepada Master dengan rasa khawatir.


“*Tap…”


Master menepuk dan mengusap kepala Acolyte yang ada di hadapannya tersebut.


“Tenangkan dirimu, Zoe.”


“Master…?”


“Mungkin kau ada benarnya, anakku. Caraku memanglah sangat berbahaya. Namun, ada satu hal yang perlu kau ketahui.”


“…”


“Demon Lord of Tyranny, Surzstham, sangat membenci calon pengguna kekuatan-Nya berada di bawah kepemimpinan orang lain, selain dirinya. Oleh karena itu, Beelzraul adalah pria yang sangat tepat untuk menggunakan Curseborn dari-Nya, seperti murid pertamaku.”


Jelas Master kepada Zoe.


“Master, bagaiamana jika ia hanya akan menjadi seperti murid pertama Master? Bukankah Master hanya akan mengulang kembali sejarah buruk dari Master?”


“Tenang saja. Tidak seperti murid pertamaku, di mana kudidik dengan keras tanpa adanya perhatian baginya, kali ini aku memperhatikannya dan membimbingnya dengan lembut. Maka dari itu…”


“Mm? Master?”


Zoe seketika heran dengan Master yang terdiam dan tidak melanjutkan kata-katanya.


Hingga pada akhirnya, Zoe merasa lebih heran lagi.


“…”


“M-Master?! Ada apa, Master?! Mengapa Master menangis?!”


Tanya Zoe kepada Master setelah ia melihat adanya tetesan air mata dari balik topeng tersebut.


“T-Tidak mungkin…”


“Master?! Apa yang membuat Master berse—”


“Anakku Beelzraul, yang telah kudidik… tidak bisa kurasakan keberadaannya…”


“!!!”


Zoe yang mengerti maksud dari pria yang ia hormati itu begitu terkejut mendengarnya.


“Master, apakah Beelzraul telah… mati…?”


“Sepertinya begitu, anakku. Bahkan anakku Baalzraul telah mati. Namun…”


“…”


“…kupastikan agar usaha mereka tidak sia-sia!”


Balas Master, sambil melanjutkan ritual yang sedang ia jalankan dengan lebih serius.


“Zoe, anakku.”


“Ya, Master?”


“Selain kematian Beelzraul, jemaat kita, serta beberapa Ghoul yang menghilang, aku juga merasakan satu hal


yang janggal.”


“Yang janggal? Apa hal janggal yang Master rasakan?”


“Undead Dragon telah berkurang satu.”


“Berkurang satu?! Bagaimana bi—”


“Undead Dragon yang sebelumnya kita kendarai untuk menuju puncak bukit ini. Sepertinya Undead Dragon tersebut yang hancur.”


“!!!”


Lagi Zoe dikejutkan oleh Master.


“Artinya…”


“Ada seseorang yang sama berbahayanya dengan pembunuh Beelzraul, yang sedang menuju ke lokasi keberadaan kita. Tolong jaga diriku, anakku. Karena sebentar lagi, persiapan hampir selesai.”


“Baik, Master.”


Balas Zoe, sambil pergi meninggalkan Master dari puncak Gazo Mount, untuk menghadang pria yang membunuh Undead Dragon.


……………


Sementara itu, di Clamista Village, yang jauh dari konflik yang sedang terjadi di Gazomatron Federation, setelah Myllo berhasil mengalahkan Beelzraul, dengan kekuatan misterius milknya.


“*Bruk…”


“…”


Seorang warga desa tertabrak oleh seseorang dengan tudung, yang terlihat seperti berlari dengan tergesa-gesa.


Di sekitar kejadian tersebut, terlihat beberapa anggota dari Lynx yang menyaksikan kejadian tersebut.


“Bos, bos. Lo liat, nggak? Kayaknya ada yang aneh dari cewek itu?”


“Hm? Ya elah, nggak usah diperhatiin, kali. Ternyata susah ya jadi Observer, jadi sadar banget sama sekitar.”


“Kan lo yang pasang gue jadi Observer!”


Seru Evri kepada Ollie, yang duduk dan bersender dengan sifat malasnya.


“Woooy! Ayo kita jalan! Kita udah kelamaan loh di desa ini!”


““Siap, bos!””


Balas anggota Lynx, sembari mereka bersiap-siap menuju kapal milik mereka.


Ketika mereka berjalan menuju kapal, mereka berpapasan dengan Dreschya, yang membawakan sejumlah makanan dengan wajah yang gelisah.


“Hm? Cewek itu bukannya temennya Myllo? Kenapa dia?”


Gumam Ollie yang mengenal Dreschya ketika ia melewatinya.


“Ada apa, bos?”


“Nggak. Nggak ada apa-apa.”


“Haaah?! Pasti lo abis perhatiin sesuatu, ya?! Kalo gitu lo yang jadi Observer aja, ya?!”


“Bawel. Kalo gue jadi Observer, lo jadi Frontliner, ya? Bisa aja lo langsung mati lo kalo jadi Frontliner.”


“A-Ampun, bos…”


Balas Evri.


Sedangkan Dreschya, ia terlihat menuju Shelldrop miliknya dengan tergesa-gesa.


“P-Permisi… I-I-Ini jamuannya…”


Balas Dreschya kepada tamu yang berada di dalam kediamannya, yang tidak lain merupakan…


“Ahaha… Sudah saya bilang bukan? Anda tidak perlu khawatir, Nyonya Schrauder. Melihat anda yang terlihat seperti itu… j-justru hanya membuat saya menjadi terlihat seperti pria jahat…”


…Serpentis Guild.


“Snake, Klavak ke mana?”


“Klavak? Sepertinya ia pergi meninggalkan—”


“*Brak!”


“…”


Charvelle berdiri dengan cepat dari bangkunya, lalu ia menarik kerah baju Snake.


“…”


Snake hanya mengangkat tangannya saja, seakan ia menyerah.


“Lo jangan kelembekan sama dia deh, Snake! Cewek Mermaid itu bisa seenak-enaknya karena lo kelembekan! Lo paham kan maksud gue?!”


Seru Charvelle atas keputusan Snake yang membiarkan Klavak berlari.


Karena aksinya terhadap pria yang memimpinnya, beberapa petinggi Serpentis lainnya tidak terima dengan ulahnya.


“Hey, Charvelle?! Apa yang anda lakukan?! Tenangkan diri anda sedikit!”


Seru Moalkin kepada Charvelle.


Sementara Maleviel…


“*Tap…”


…menyentuh dahi Charvelle dengan telunjuknya.


“Apa yang sedang anda lakukan, Charvelle-ku yang imut?”


Tanya Maleviel sambil tersenyum dingin.


“G-Gue cuma mau dia untuk keras sedikit! Dia itu pemimpin kita! Kenapa petinggi baru bisa seenaknya kayak gi—”


“Hoo…”


“*DHUMMM……”


“Kau mau mempertanyakan keputusannya? Kau pikir kau siapa, Dragonewt muda?”


Kembali tanya Maleviel, yang kali ini menggunakan aura yang sangat besar.


““*Tap, tap, tap…””


“Tenanglah, kawan-kawan.”


Kata Snake, sambil menepuk pundak mereka berdua.


Sambil mereka berdua menenangkan diri mereka masing-masing, Snake pun menjelaskan kepada mereka berdua.


“Mungkin anda ada benarnya, Charvelle. Saya ini terlalu lemah lembut, khususnya bagi kalian semua, yang sangat saya percaya. Namun, ingatlah ini Charvelle.”


“Mm?”


“Sejarah dapat membentuk seseorang. Setelah terbentuk oleh sejarah yang panjang, maka seseorang akan kembali mengulang sejarah tersebut. Tentu saja anda mengerti maksud saya, bukan? Semenjak anda terlahir dari salah satu negara yang bersejarah.”


Jelas Snake kepada Charvelle.


“M-Maksud lo…?”


“Klavak memiliki sejarah yang panjang dengan Children of Purgatory, ketika ia masih menjadi Keeper bagi Aquilla yang dipimpin oleh Sylvia Starfell. Oleh karena itu, kedatangan mereka pastinya akan membuatnya tidak tenang untuk menemui mereka semua, mengingat Kapten yang juga seorang kakak di matanya terbunuh begitu saja karena mereka.”


“…”


Charvelle pun terdiam dengan penjelasan Snake.


“Yang bisa kita lakukan hanya satu, yaitu percaya kepadanya agar ia selamat. Walaupun ia berhasil membawa Wavebringer dari kita, namun kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan?”


“Ya. Anda ada benernya juga sih.”


“Saya setuju, Snake.”


“…”


Sahut Gadlu dan Moalkin atas penjelasan Snake, sementara Maleviel hanya tersenyum saja.


Namun, Charvelle masih belum bisa tenang karena kepergiannya.


“Snake, ngomong-ngomong lo tau nggak dia pergi ke mana?”


“Puncak Gazo Mount. Ia hendak pergi dengan tidak tenang karena kehadiran sekte sesat tersebut. Namun saya mengarahkan dirinya ke sana. Karena di bukit tersebut, ada seseorang yang mungkin membutuhkan kehadiran dirinya.”


Jawab Snake, sambil tersenyum.