Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 360. Fateful Battle Between Beasts



Myllo dan anggota Perlawanan tiba di Chūbo Town, yang berada di depan Bakufu.


Berkat Dalbert dan Machinno yang mengalihkan perhatian para anggota Bakufu, Garry mampu membuat jalan agar anggota Perlawanan mampu melewati Eien Jigoku.


Dengan kata lain, rencana yang diusung oleh Djinn dan Dalbert berhasil dilaksanakan.


““HRUAAAAAGHHH!!!””


“Graugraugrau! Ayo semuanya! Mari kita kalahkan Bakufu!”


“Hehe! Gue suka semangat lo, Uchiyoshi!”


Seru Myllo kepada Uchiyoshi. Bersama-sama mereka datang dari wilayah timur Chūbo Town bersama Gia, Winona, Fusamoto, Shinkichi, dan Nekomi.


“Serang mereka!”


“Tetap prioritaskan keselamatan warga desa Chūbo Town!”


Seru Nakatoki dan Katanaka, setelah mereka berdua memanjat tembok besar dari wilayah barat Chūbo Town bersama Djinn, Royce, Ryūtaro, Tsuruki, dan Kokume.


“Sial! Mereka—”


“*Shrak!”


“Uaaargh!”


“*Chring, chring, chring…”


Peperangan pun tidak terelakan. Para anggota Perlawanan dan anggota Bakufu saling beradu senjata mereka.


“Ērukuma-sama! Sepertinya hanya ada sebagian kecil prajurit Bakufu saja di Chūbo Town! Kemungkinan besar sisa dari mereka telah berada di dalam Tenshujū!”


“Baiklah! Sepertinya itu semua lebih baik daripada kita berperang di kota ini dan menyeret warga Chūbo Town


dalam pertumpahan darah ini!”


Seru Nakatoki kepada salah seorang anggota Perlawanan, sambil berlari bersama Djinn dan Perlawanan menuju Tenshujū, sebelum Katanaka menghentikannya.


“Ērukuma-dono, Djinn-dono.”


“Ada apa, Tanzō-dono?”


“Seperti yang kalian ketahui, saya ada urusan dengan seseorang, sebagaimana klan saya bersumpah untuk membunuhnya.”


“Maksudmu adalah…”


“Kepala Klan Atsutaka saat ini, Atsutaka Akawashi. Aku hendak membunuhnya sekarang juga!”


Jelas Katanaka kepada Djinn dan Nakatoki.


“Walaupun kau ingin membunuhnya, apakah kau mengetahui lokasi pria tersebut—”


“Ya. Aku sudah melihatnya dengan jelas!”


Kembali jelas Katanaka, sambil menunjuk ke suatu lokasi yang terlihat panas.


Setelah itu, ia pergi meninggalkan anggota Perlawanan dan Djinn.


Ketika mereka sedang berlari, mereka menemukan anggota Perlawanan lain yang sedang bertarung.


“*Tuk, tuk, tuk…”


“*Bwush!”


“*Prang!”


Myllo, Gia, Winona, dan anggota Perlawanan lainnya sedang berkutat menghadapi Kaum Kitsune.


Namun mereka mendapati sesuatu yang terlihat aneh.


“Eh, itu bukannya—”


“Kepala Komisi Pertahanan (Nagamichi) dan Kepala Komisi Investigasi (Yasukata)! Tetapi mengapa mereka bertarung dengan Kepala Komisi Pembangunan (Hirosuke)?!”


Tanya salah seorang anggota Perlawanan dengan heran.


“Kalian semua! Pergilah dari sini!”


“*FWUSH!!!”


“Biar aku yang melawan mereka!”


“Hehe! OK deh, Ryūtaro!”


Balas Myllo, sebelum ia dan rekan-rekannya meninggalkan Ryūtaro yang bersiap menghadapi Kaum Kitsune.


“Hahaha! Serius dia mau lawan kita sendirian?!”


“Cari mati Naga ini!”


Sahut beberapa Kitsune, ketika mendapati Ryūtaro tiba di hadapan mereka.


“Hmph! Remehkanku terus sebanyak yang kalian mau!”


“…”


“(Tetapi akan kubuktikan kemampuanku saat ini juga!)”


Seru Ryūtaro, yang berubah dalam wujud Naga.


Sementara pertarungan antara para Kepala Komisi.


“*Bruk…”


“Nagamichi-san! Apakah engkau baik-baik sa—”


“Depanmu, Yasukata!”


“*Swush!”


“!!!”


Yasukata hampir menerima serangan berbahaya dari Hirosuke. Akan tetapi seseorang datang menyelamatkannya.


“K-Kau adalah—”


“Diem lo di sini! Biar gue aja yang lawan orang itu!”


Seru Tsuruki, yang menyelamatkan ayahnya dari serangan Hirosuke.


“Gue ikut lo lawan babi itu!”


“Ya! Makasih banyak!”


Balas Tsuruki kepada Fusamoto, sebelum mereka bersama-sama menghadapi Kepala Klan Hiboshino itu.


Tetapi mereka berdua mendapatkan peringatan dari dua Kepala Klan Bangsawan yang mereka tolong.


“Berhati-hatilah, Tsuruki!”


“Berisik! Gue mau—”


“Pria itu… sudah tidak waras…! Ia sudah menelan begitu banyak Roh yang mati di tempat ini!”


“Dengan kata lain… ia tidak ada bedanya dengan Yōkai!”


“Keuk! Dasar keterlaluan para Kitsune itu! Bahkan Hiboshino-dono tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti kehendak mereka!”


Jelas Nagamichi dan Yasukata kepada Tsuruki dan Fusamoto, sebelum mereka menghadapi Kepala Klan itu.


““…””


Sementara itu, anggota Aquilla yang datang bersama Perlawanan, telah berkumpul kembali dari dua arah yang berbeda. Bersama-sama mereka masuk ke dalam Tenshujū.


“*Tuk! Tuk! Tuk!”


“*Bhuk, bhuk, dhuk!”


“*Prang!”


““Uaaargh!””


Myllo, Djinn, dan Gia berada di depan seluruh anggota Perlawanan dan membuka jalan bagi mereka, dengan


menyerang seluruh anggota Bakufu yang hendak menyerang mereka.


“Di mana Ryūhime?! Buruan jawab!”


“D-D-Dia ada di ruang pribadi Shogun-sama…!”


Jawab salah seorang prajurit dengan takut akan Djinn.


“Katanya Bocil Naga ada di ruang pribadi Shogun!”


“Graugraugrau! Mari kita pergi bersama menuju ruangan khusus Shogun!”


“Terima kasih, Djinn-kun!”


Seru Uchiyoshi kepada seluruh anggota Perlawanan, sementara Nakatoki mengucapkan terima kasih kepada Djinn.


Karena perintah mereka, sebagian anggota Perlawanan dan para Petualang pun pergi menuju ruangan Shogun, di mana terdapat Tetsuo dan Ryūhime di dalamnya.


Namun ketika mereka hendak menaiki anak tangga untuk menuju tempat tersebut, mereka kedatangan beberapa pihak yang menghadang mereka.


“*FWUSH!!!”


““Uaaaargh!””


Sebagian besar anggota Perlawanan yang ikut bersama Petualang dan dua Kepala Klan, seketika dihempaskan oleh angin yang sangat kencang.


“Cih! Nggak disangka mereka bisa sampe sini!”


“…”


“Djinn…”


“Ya, gue tau—”


“Ikut mereka! Biar gue yang hadang mereka bareng Gia, Winona, sama Royce!”


“Hah?! Tapi…”


“…”


Myllo tidak memperdulikan Djinn yang hendak bertanya.


“Haaaah…! Yaudah! Gue jalan sekarang! Ayo kita lanjut!”


“Baiklah, Djinn-kun!”


Balas Nakatoki, sambil melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang khusus Shogun.


Dan lagi, seseorang menghambat mereka.


“*DHUK!!!”


“*BRUK, BRUK, BRUK…”


““DJINN-KUN!!!””


Teriak Uchiyoshi dan Nakatoki, ketika mendapati Djinn yang tertendang dengan sangat keras, bahkan hingga


menembus ke lantai paling dasar di Tenshujū.


“Keterlaluan kau, Yukiari—”


“Hmph! Kepala Klan macem apa yang bisanya cuma ngandalin Warga Bawah aja?!”


Seru Yukiari, yang datang bersama beberapa anggota Klan Yorukiba.


“*Swush!”


“…”


Shinikichi mengambil inisiasi untuk menyerang Yukiari.


“Warauneko-sama! Ērukuma-sama! Biar kita yang lawan mereka!”


Seru Kokume, sambil menghadapi anggota Klan Yorukiba bersama Nekomi.


““…””


Uchiyoshi dan Nakatoki kembali melanjutkan perjalanan mereka.


“Serang dua Kepala Perlawanan itu—”


“*Auum!”


“*Chrak!”


““Uaaaargh!””


Uchiyoshi langsung menggunakan Beast Form untuk menyerang beberapa anggota Bakufu yang ada di depannya.


((Shi no Togeken))


“*BHUK!!!”


““Aaargh!””


Nakatoki menggunakan Union Utuh. Lengannya seketika berubah menjadi kayu berduri, lalu ia mengalahkan beberapa anggota Bakufu dengan sekali pukulan.


Sementara itu, di ruang khusus Shogun.


“Dengarlah mereka semua, Ryūhime-chan.”


“…”


Ryūhime terdiam, sembari mendengar suara peperangan yang berada di luar ruangan tersebut.


“Seperti yang diprediksi oleh Ayah-ku. Semenjak sebagian besar banyak warga Kumotochi yang pergi dan tidak ingin menaruh kesetiaan mereka kepada-Nya, maka pertarungan antar Beastfolk dan Kitsune tidak akan bisa dihindari lagi.”


Jelas Tetsuo akan apa yang disampaikan oleh ayahnya kepada Ryūhime.


Walaupun ia sendiri juga merasa khawatir.


“Siapapun yang akan datang kemari, Aku siap melawannya. Namun jika yang datang adalah murid wanita itu, entah mengapa perasaan-Ku tidak baik!”


Pikir Tetsuo dengan khawatir, jika Myllo datang melawannya.


……………


Sementara itu, di lokasi lain di sekitar Bakufu.


“S-Semuanya teh udah pada cabut, kan?!”


Bisik Garry, sambil mengintip ke luar Tsumibito no ori untuk memeriksa kondisi di luar penjara tersebut.


“…”


Ia berjalan dengan perlahan-lahan tanpa suara, untuk mengitari Tenshujū yang sedang dalam pertempuran besar.


Namun ketika ia sedang berjalan…


“*BRUK!!!”


“HYAAAAAA!!!”


…ia mendapati seseorang yang terjatuh dari lantai atas Bakufu.


“…”


Ia hendak mencari tahu sosok dibalik abu reruntuhan.


Namun, ia justru mendapati rekan satu Party-nya.


“ET!!! DJINN?!?!”


Teriak Garry dengan terkejut ketika melihat Djinn yang tidak sadarkan diri karena terjatuh dari ketinggian.


“*Ngunggg…”


Garry pun bergegas menyembuhkan rekannya itu.


“Huffff!!!”


“Hieeekh!”


Teriak Garry dengan terkejut, ketika Djinn terbangun.


“G-Gue ada di mana—”


“Et! Sianying! Kok bisa sia jatuh dari atas sana?!”


Tanya Garry dengan kesal, lantaran dirinya dikejutkan lebih dari sekali olehnya.


“Kok ada lo?! Kalo gitu artinya gue ditendang dari sejauh itu, dong?!”


“Sianying! Masa teh sia baru sadar?!”


“Bawel lo! Ayo kita ke atas! Sekarang!”


“Et! Tunggu, atuh!”


Teriak Garry ketika Djinn meninggalkannya.


““…””


Bersama-sama, mereka pergi menyusul rekan-rekannya yang berada di atas.


Namun ketika mereka terus menaiki beberapa anak tangga, Djinn menemukan suatu kejanggalan.


“Huff! Huff! T-Tunggu, aing… anying—”


“G-Gila…! Ada apaan nih…?!”


Seru Djinn yang menyaksikan adanya beberapa anggota Bakufu yang mati dengan brutal dan tidak berkepala.


“Dj-Djinn! A-Ada apa atuh di sini?!”


“Gue juga nggak tau!”


Jawab Djinn dengan heran.


“Duh, feeling gue nggak enak nih.”


Pikirnya sebelum melanjutkan perjalanan ke atas bersama Garry.


Namun di lokasi lainnya yang berada di Tenshujū.


“J-Jangan! Jangan makan hamba—”


“Haurp!”


“…”


Salah seorang prajurit Bakufu telah mati terbunuh, setelah kepalanya dimakan oleh seseorang.


“Untung saja ada peperangan antara Perlawanan dan Bakufu! Jika bukan karena orang-orang bodoh itu yang


termakan oleh umpan yang kusiapkan, mungkin aku tidak akan bisa memulai rencanaku untuk membunuh Kazedori Tetsuo dan mencari keberadaan Hidden Dungeon, di mana terdapat Yajū no Ikari!”


Bisik Yorukiba Bushimaru, dengan tersenyum lebar, sebelum ia membawa malapetaka besar bagi Tenshujū.