
Dreaded Borderland, tempat tanpa hukum yang mengerikan bagi warga Geoterra.
Jika ada seseorang yang menginjakkan kaki di wilayah tersebut, maka hanya ada dua pilihan baginya.
Harta atau nyawa?
Jika ada orang terdekat yang mengetahui keberadaan seseorang di tempat tersebut, maka ia dianggap telah
meninggal dunia. Bahkan keluarga terdekatnya sekalipun berpikiran hal yang sama.
Mengapa wilayah tersebut menjadi sangat berbahaya?
Apa yang menjadi penyebabnya?
Bagaimana tanggapan dari Centra Geoterra, yang menjadi pusat pemerintahan dunia, terhadap wilayah tersebut?
Hanya beberapa orang saja yang mengetahui hal tersebut, bahkan penduduk asli wilayah tersebut tidak mengetahuinya.
Kali ini adalah cerita dari Bill “Butcher” Butch, Naomi “Cleaner” McLean, dan Benjie “Bull” Barthol kepada
Aquilla tentang sejarah Dreaded Borderland, yang tidak diketahui oleh dunia, bahkan juga tidak diketahui beberapa warga Dreaded Borderland sendiri.
……………
Ratusan tahun yang lalu, di sebuah kekaisaran yang makmur, yang berada di Geoterra. Negara tersebut bernama Kaldrol Empire, yang menjadi salah satu negara pertama yang menjalin hubungan dengan Centra Geoterra, selain Erviga Kingdom.
“Dengan ini, pihak tertuduh dinyatakan hukuman mati!”
“*Tok! Tok! Tok!”
Negara tersebut dikenal dengan hukumnya yang sangat keras, khususnya terkait hukuman mati. Dengan adanya hukum tersebut, Kaldrol Empire terbukti mampu menjaga kedamaian negaranya.
“Kerjakanlah apa yang biasa anda lakukan, seperti yang telah dilakukan oleh leluhur anda, Marcus Guillotine.”
“Baiklah, Tuan.”
Marcus Guillotine.
Pria yang berasal dari Klan Guillotine, yang merupakan klan khusus yang bertugas untuk mengeksekusi
pihak-pihak yang terpidana hukuman mati. Tugas yang diemban klan tersebut telah berlangsung semenjak Kaldrol Empire berdiri.
Karena itu, klan tersebut mendapat panggilan sebagai Klan Algojo.
Namun, sebagai seorang Manusia, Marcus juga memiliki perasaan. Ia tidak tega untuk melanjutkan tanggung jawabnya, yang menjadi tradisi bagi leluhurnya.
Oleh karena itu, ia pun melakukan suatu tabu seharusnya pantang untuk dilakukan oleh anggota Klan Guillotine.
“Eksekusi tertutup berhasil dijalankan. Saya hendak membuang jasad milik seluruh anggota keluarga ini.”
“Baiklah. Semoga Dewa dan Dewi di atas sana selalu menyertai hidupmu.”
“Terima kasih banyak.”
Mungkin Marcus terlihat hendak menjalankan tugasnya.
Akan tetapi, hal tersebut hanyalah sebuah kedok saja.
“Turunlah! Biarlah alam saja yang menghukum anda sekalian! Janganlah kalian berpikiran untuk kembali menginjakkan kaki di Kaldrol Kingdom!”
“Terima kasih banyak atas perhatian anda, Algojo Guillotine! Kami bersumpah untuk tidak menginjakkan kaki keluar dari tempat ini!”
Seharusnya Marcus menghukum mati pria tersebut, beserta keluarganya. Tetapi Marcus membiarkan seorang keluarga tersebut untuk hidup di tengah padang pasir.
Karena keberhasilan rencana rahasianya, Marcus pun melakukan hal yang sama. Bahkan setelah ia pensiun dan meninggal dunia, keturunannya juga berbuat hal yang sama kepada setiap warga Kaldrol yang seharusnya dieksekusi.
Namun ia dan keturunannya melupakan satu hal penting, bahwa setiap orang-orang yang mereka biarkan hidup jugalah seorang kriminal. Dengan semakin bertambah banyak jumlah kriminal yang mereka lepaskan, maka aksi kejahatan pun tidak terelakan.
“Serahin benda-benda kalian!”
“K-Kami hanyalah Saudagar yang terdampar di tempat ini! Janganlah—”
“*Shrak!”
“Siapa yang berani ngebantah kayak orang ini?! Mau mati kayak dia?!”
Saudagar yang terdampar pun terpaksa merelakan barang dagangan mereka.
“Ini hasil ternak gue! Balikin!”
“Lah itu hasil tani saya!”
““*Shrak!””
Keturunan dari kriminal yang dibebaskan mulai memperebutkan kepemilikan orang lain.
“Dasar dua orang tua brengsek!”
“*Shrak!”
“Nggak cuma jual saya aja! Kalian juga mau jual anak kedua kalian?!”
Bahkan merelakan anak demi harta kekayaan.
Sementara sisanya tidak lain merupakan cerita mengerikan dari negara tersebut.
……………
Ratusan tahun kemudian, sebelum Aquilla menginjakkan kaki mereka di wilayah berbahaya itu.
“Aaaaargh! Sakiiiit!”
Kala itu, Bill kecil harus kehilangan lengannya, dengan adanya kedua orang tuanya dan beberapa jasad di
depannya.
“*Brak…”
“S-Siapa itu?! Tolong gue!”
Teriak Bill kecil, ketika mendengar adanya suara seseorang yang datang dengan mendobrak pintu.
“…”
“Woy! Bantuin gue! Tangan gue sakit banget!”
“…”
Perempuan kecil yang datang itu adalah Naomi kecil. Ia hanya menatap Bill yang terluka berat, sebelum merampas harta miliknya.
“K-Kalo lo bantuin gue, lo boleh ambil semua benda yang ada di tempat ini!”
Teriak Bill kecil, yang merasa putus asa hanya untuk bertahan hidup.
“Beneran?”
“B-Beneran—”
“Yaudah! Kalo kayak gitu, gue cari dulu barang-barang yang ada di sini!”
“Woy! Tolong gue sekarag!”
“…”
Naomi kecil tidak memperdulikannya. Ia mementingkan segala yang dimiliki oleh keluarga Bill kecil.
Ketika ia sedang mengumpulkan barang-barang berharga ke dalam kantung besar yang ia bawa, Naomi kecil tidak menyangka kedatangan pihak lain.
“*Bruk!”
““!!!””
Naomi dan Bill dikejutkan dengan adanya seorang Beastman yang muncul dari bawah lantai rumah Bill. Ia merupakan adalah Zerron kecil, yang kala itu datang dengan gelisah.
“Woy, cewek!”
“*Hup!”
“Heh! Ngapain lo ambil senjata gu—”
“Gue butuh senjata lo! Ada yang mau ngejar gu—”
“*Bruk!”
““!!!””
Saat itu, mereka bertiga dikejutkan dengan seorang anak kecil berbadan besar, yang datang dengan merubuhkan rumah Bill. Ia adalah Benjie kecil.
“Ternyata lo di sana, tikus tanah!”
“Hieeekh! Bantu gue!”
“Hah?! Ngapain gue bantuin orang yang mau ambil senjata gue!”
“Woy, kalian! To-Tolongin gue!”
Oleh karena itu, Naomi, Zerron, dan Benjie hendak menyerang satu sama laim, sementara Bill masih harus menahan rasa sakit di lengannya.
Hingga akhirnya…
“*Shruk! Shruk! Shruk! Shruk!”
““!!!””
…mereka berempat dikejutkan dengan adanya sebuah pisau yang hampir menancap sebuah tembok, yang dengan cepat melewati kepala mereka masing-masing.
“*Shringg…”
“Gue masih punya banyak pisau, loh. Kalo kalian pikir lemparan gue meleset, jangan kalian pikir selanjutnya
bisa meleset ya?”
“A-Apa yang lo mau…?”
““Gue mau barang-barang yang ada di sini!” Mungkin itu yang gue pikirin. Tapi untuk sekarang, gue nggak
butuh itu. Bahkan kalian bisa bawa itu.”
“T-Terus lo mau a—”
“Gue mau kalian jadi saudara-saudara gue!”
““…””
Mereka semua terdiam dengan heran.
“Woy! Maksud lo a—”
“…”
Naomi terdiam ketika Chester menunjuk dirinya.
“Lo itu anak-anaknya jemaat sekte sesat yang namanya… Ah lupa gu—”
“J-Jangan lo sebut-sebut orang tua gue!”
“Kenapa? Supaya nggak ada yang tau, kalo lo yang bunuh mereka?”
“Keuk!”
Naomi pun merasa kesal, ketika Chester memaparkan rahasia besar miliknya.
“…”
Chester pun kemudian menunjuk Zerron.
“Kalo lo itu, dibuang sama orang tua lo yang kabur dari tempat ini, kan? Abis itu ada orang yang mau ngerawat lo, tapi lo diperlakukan sebagai binatang, bukan sebagai Mahluk Intelektual. Bener, kan?”
“!!!”
Zerron merasa kesal, namun ia mewaspadai Chester yang ia rasa bisa menyerangnya kapan saja.
“Terus lo itu lari dari dua orang tua lo, yang sama-sama mau bunuh diri, bukan? Apalagi, lo itu punya darah
campuran, kan? Ibu lo itu Dwarfette, sedangkan ayah lo Manusia.”
“Hah?! Kok lo bisa tau?!”
Tanya Benjie kecil dengan terkejut, setelah Chester menunjuknya dan membuka aib keluarganya.
“Terakhir, lo. Gue nggak tau sih lo sadar apa nggak. Tapi daging yang dikasih sama ibu lo itu sebenernya daging Manusia yang dia bunuh, loh.”
“…”
Bill hanya terdiam. Tanpa Chester menyebutkan fakta tersebut, ia sudah mengetahuinya.
“W-Woy! Terus mau lo a—”
“Gue juga nggak lebih spesial dari kalian, loh.”
““…””
“Ibu gue meninggal dunia. Terus dua kembar gue, pergi tinggalin gue, semenjak datengnya Petualang yang
berhasil kabur dari sini. Mungkin gue bisa ikut mereka, tapi di sini gue punya tujuan.”
“Tujuan?”
“…”
Chester kecil tersenyum sejenak, sebelum menjelaskan tujuannya.
“Hancurin Goldiggia[1] sama Beckbuck di pulau ini, abis itu jadi penguasa bareng kalian di tempat ini!”
““!!!””
Mereka berempat terkejut ketika mendengar tujuan Chester yang terdengar sangat ambisius dan mustahil bagi mereka.
Namun nyatanya, beberapa tahun kemudian.
“Cih! Keterlaluan! Anda sekalian masih beruntung karena—”
“Bawel lo, Bjüdrox[2]! Jangan berani-beraninya lo sentuh pulau ini lagi!”
“Dasar kumpulan anak kecil bedebah! Jangan kalian pikir kalian bisa jadi orang-orang hebat hanya karena
menguasai tempat najis ini!”
Mereka berlima berhasil mengusir Goldiggia dan menjadi penguasa Dreaded Borderland, selain Beckbuck City.
……………
“Jadi, intinya tujuan kalian itu mau kuasain pulau ini?”
“Bener. Menurut Chester, kita cuma perlu ditakutin orang-orang di sini, supaya mereka nggak berani untuk serang atau rampas benda-benda milik orang lain, kalo kita lewatin wilayah mereka.”
Jawab Bill ketika ditanya oleh Myllo.
Bersama dengan anggota Aquilla lainnya, Myllo telah mendengar cerita panjang dari Bill. Namun penjelasan
darinya masih belum terdengar dengan jelas bagi mereka semua.
“Terus, kenapa kalian tiba-tiba buat hal-hal yang najis di tempat ini?! Emangnya kalian mau pimpin pulau ini
pake perjudian, narkoba, atau prostitusi?!”
Tanya Gia kepada Bill, Naomi, dan Benjie.
“Nggak!”
“Hm?”
“Awalnya, kita cuma berniat untuk rekrut orang lewat pertarungan! Itu semua ide Chester! Tapi semakin banyak anggota, semakin banyak juga hal-hal yang nggak bisa dikontrol! Cuma kalo dipikir-pikir lagi…”
“…”
“…mungkin itu semua bukan ide Chester! Tapi kembarannya yang nyamar jadi dia!”
Jelas Naomi kepada Gia.
“Aing teh juga penasaran! Kenapa atuh kalian mau serang Beckbuck?! Mau gimana pun teh mereka juga warga pulau ini, atuh!”
“Gue juga mau tanya! Terkait orang yang harus kita waspadain! Siapa yang kalian maksud?!”
Tanya Garry dan Myllo kepada mereka.
““…””
Mereka saling tatap menatap, sebelum akhirnya Naomi memberikan jawaban kepada mereka berempat.
“Sheriff Walt Malt!”
“Hah? Sheriff itu?! Emangnya ada apa sama dia?! Bukannya—”
“Kalian incar dia karena dia mantan Petualang aja, bukan?!”
Tanya Gia yang memotong pertanyaan Myllo.
“Apa? Mantan Petualang?”
“I-Iya… Dia itu kan… mantan Petua—”
“Hah! Jadi gitu ya omong kosong barunya?!”
““Hm?””
Anggota Aquilla menjadi penasaran dengan maksud Naomi.
“Denger gue baik-baik ya, Aquilla! Orang itu bukan Petualang sama sekali! Dia itu nggak lebih dari sekedar anjing yang disuruh majikannya untuk awasin pulau ini!”
“Hah?! Majikan?! Emangnya siapa majikan di—”
“Centra Geoterra!”
““!!!””
Jelas Naomi, yang membuat anggota Aquilla terkejut.
“Keliatannya kalian semua bahkan belom ada yang di atas umur 20 atau 30, jadi denger gue baik-baik!”
““…””
“Kehidupan di dunia ini didikte sama garis keturunan! Jadi kalo sampe ada anjingnya Centra Geoterra yang
dateng di wilayah yang dihuni itu keturunan kriminal, kalian tau kan gimana nasib kita?!”
“…”
Myllo terdiam. Ia tidak tahu harus membalas apa kepada Naomi.
“Apa gue… ada kemungkinan untuk ulang apa yang udah pernah diperbuat Kak Sylv…?”
Pikir Myllo dengan khawatir.
_______________
[1]Black Guild yang menangkap Djinn dan beberapa High Elf, serta memaksa Luvast untuk menjadi pimpinan yang disebut Kakak Besar (Chapter 6).
[2]Pemimpin Goldiggia yang disebut Kakak Tertua (Chapter 6).