Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 436. Vengeful Man



Cih! Lagi-lagi gue harus berhadapan sama High Elf!


“Bersiaplah, Anak Haram! Saya akan membunuh anda!”


“Sini lo kalo berani, babi!”


““*Swush!””


Gue sama High Elf ini lari ke arah masing-masing untuk saling serang satu sama lain.


Tapi sebelum itu…


Kenapa gue tiba-tiba lawan High Elf ini?


Kira-kira gini kejadiannya.


……………


“*Bruk, bruk, bruk…”


““Aaaargh…””


Awalnya kita sama-sama dihempas Bocil Naga yang lagi dikendaliin Zophiel. Anehnya, Giant yang lagi kita tahan


nggak kena serangan Bocil Naga.


Mungkin bisa dibilang karena ukuran badannya yang jauh lebih gede daripada kita. Makanya Giant itu nggak


kenapa-kenapa. Tapi gue yakin, kalo ukuran badannya bukan jadi satu-satunya alesan.


“Woy! Kalian semua nggak apa-apa?!”


“Ya! Aku baik-baik saja, Djinn!”


“Machinno… juga.”


“…”


Selain Luvast sama Machinno, gue liat Winona sama Slasher baik-baik aja. Tapi Evri luka berat.


“*Blub, blub, blub…”


“Tenang aja! Aku bisa sembuhin kamu!”


Untungnya sih ada Winona yang sembuhin dia.


Masalahnya, tiba-tiba kita diserang.


“*SWUSH, WUSH, SWUSH…”


“*Bwungbwungbwung…”


Machinno langsung pake sihirnya untuk lindungin kita dari ratusan darah yang bentuknya kayak sabit.


“K-Kekuatan ini…!”


“Ya! Ini pasti kekuatannya Passio Lunar!”


Gue nggak terlalu kaget waktu tau adanya sabit darah itu, karena Daphine udah kasih tau ke kita duluan tentang


kekuatannya.


“Liat! Itu dia orangnya!”


“…”


Bajingan yang namanya Passio itu muncul di hadapan kita, sambil pegang sabit yang bentuknya agak aneh.


“Woy! Dasar Petualang sialan! Kalian bikin kerjaan gue makin banyak aja! Kenapa nggak—”


((Judgement: Charge))


“*Jgrum!”


“…”


Dia bisa hindarin kekuatan petir gue. Pantes aja dia jadi salah satu bawahan Leonard yang paling bahaya dari


antara semua anggota Leo.


“Hoo…! Lo yang namanya Djinn Dracorion, ya?! Ternyata itu kekuatan asli lo?! Kenapa harus tunggu Party lo


dibantai Bos Leonard dulu, baru tunjukkin kekuatan kayak gitu?!”


“…”


Gue tau dia mau pancing emosi gue. Makanya itu gue diem aja.


“Djinn! Saat ini di antara kita ada Petualang yang memiliki peran masing-masing, seakan kita adalah satu Party!


Oleh karena itu kita tidak boleh menyerangnya secara asal!”


“Ya. Tadi gue cuma mau curi kesempatan aja, mumpung bajingan satu ini lagi banyak ngomong.”


“Hm?! Bajingan?! Maksudnya gue?!”


“Ya iyalah! Pake nanya lagi—”


“S-Sayang! Aku dibilang bajingan sama dia! Jahat banget ya mulutnya!”


““…””


Ternyata orang itu agak aneh, karena dia ngomong sendiri sama sabitnya.


Tapi waktu gue perhatiin orang itu yang ngomong sendiri sama sabitnya, tiba-tiba gue ngerasa aneh sama badan


gue.


“Baiklah! Mari kita serang secara bersama-sama!”


“OK! Kalo gitu—”


“Kalian duluan aja! Kayaknya ada orang lain yang mau serang kita!”


“Djinn?! Apa maksudmu—”


“B-Badan gue… tiba-tiba kaku banget…! K-Kesannya kayak dibekuin…!”


Tambah lagi, gue juga ngerasa menggigil karena kedinginan.


((Kaze Tsume))


“*FWUSHHH!!!”


“Keuk…!”


“Djinn! Kalau begitu, kami akan menahannya! Semoga saja engkau mampu menghadapi lawanmu!”


“Ya! Gue pasti dateng nyusul kalian!”


Untungnya ada Slasher yang terbangin Passio agak jauh, jadinya mereka bisa tinggalin gue supaya mereka bisa lawan Executioner yang aneh itu.


Pas mereka pergi, muncul deh babi yang diem-diem nyerang gue.


……………


“Jika saya menjadi anda, saya tidak akan bergerak secara gegabah, Anak Haram! Karena anda telah dikuasai oleh


Union Zona milik saya, maka anda tidak akan mampu bergerak secara bebas!”


Gue juga udah yakin kalo High Elf ini pake Union Zona!


Tapi kalo dia bisa pake Union Zona, artinya High Elf satu ini ada di level yang beda dari 6 High Elf yang sebelumnya


gue lawan!


“*Shringgg…”


“Akhirnya…! Akhirnya… saya bisa membalaskan dendam saya!”


Hah?


“Untung saja anda masih bisa hidup, Anak Haram! Karena jika anda mati, yang ada di dalam diri saya hanyalah


keputusasaan saja!”


Nih orang ngomong apaan sih?


Kirain dia mau langsung tebas kepala gue. Ternyata dia cuma arahin pedangnya ke leher gue.


Tapi apa yang dia maksud?


“Karena itu, sebelum anda mati, Anak Haram…”


“*Shruk…”


anda tersiksa—”


“*DHUK!!!”


“Ngomong apa sih, babi?! Lo kira gue ngerti apa yang lo omongin?!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


“Akh…!”


Tusukannya ke perut gue sih nggak berasa. Lagian gue udah bisa regenerasi lagi. Tapi gue nggak punya waktu


banyak-banyak sama bajingan satu ini! Tambah lagi dia ngomongin sesuatu yang nggak gue ngerti!


Untungnya sih gue bisa gerak untuk hajar bocah tolol ini. Tapi…


“*Crat, crat, crat…”


…otot gue pada luka semua, gara-gara gue gerakin otot gue yang beku secara paksa!


“S-Sial…! Ternyata anda juga bisa regenerasi…! Itu adalah satu hal yang tidak saya perhitungkan—”


“Nggak usah banyak ngomong! Waktu gue nggak banyak!”


“Keuk! Dasar kurang ajar! Omongan anda juga tidak sopan! Lebih baik anda dengar saya, bedebah haram!”


Haaaaah…! Apa lagi sih yang perlu didenger—


“19 tahun yang lalu, ayah saya hendak mencari ibu anda yang tersesat di teritori Arschtein Empire, sebagaimana


itu adalah tanggung jawabnya sebagai pelayan setia ibu anda! Tetapi, ketika ayah saya menemui ibu anda, apakah anda tau apa yang ibu anda lakukan?!”


“…”


“Ibu anda justru membunuh ayah saya! Hanya karena ayah saya melukai seorang—”


“Bacot! Itu urusan bapak lo sama ibu gue! Apa hubungannya dia sama gue?!”


“A-Apa anda bilang—”


“Hah?! Lo budek?! Terus apa gunanya kuping sepanjang i—”


“Hahaha! Lihatlah, Luscika! Seperti anda yang mengkhianati ayah saya, anak anda sendiri juga mengkhianati


anda, Luscika!”


Hah?! Kok tiba-tiba gue khianatin ibunya Djinnardio?! Dasar High Elf aneh!


{((Ice Utuh: Frosty Armor))}


Dia bisa buat zirah dari bahan es yang tebel?!


“*Swush!”


Dia pikir gue takut?!


“Bersiaplah, Anak Haram! Saya akan membunuh anda!”


“Sini lo kalo berani, babi!”


““*Swush!””


Bagus. Dia lari ke gue. Gue juga lari ke dia.


“*BRUK!!!”


“*Chrang…!”


“!!!”


Hmph! Percuma punya zirah es kayak gitu! Gue pukul aja langsung hancur zirahnya—


“*Shrrrkkk…”


“Hahaha!”


“*BHUK!!!”


“Jika anda menyentuh zirah es ini, maka anda akan membeku, Anak Haram!”


Cih! Ini sama aja kayak gue lawan Kades Mushmush Village!


Kalo waktu itu, badan gue langsung berjamur kalo nyentuh Kades itu. Giliran sekarang badan gue jadi beku


kalo nyentuh bajingan ini!


“Untung saja anda masih hidup, Anak Haram! Karena anda hidup, maka saya tidak membutuhkan pernikahan dengan Putri Luvast!”


Hah?!


“Apaan maksud lo?! Apa hubungannya Luvast sama gue—”


“Ada 4 orang yang sangat disayangi oleh Luscika! Orang-orang tersebut terdiri dari anda, ayah anda, Raja


Bivomüne, serta Putri Luvast! Jika anda meninggal dunia, maka saya hanya mampu membalaskan dendam saya kepada Raja Bivomüne dan Putri Luvast saja! Mungkin kelihatan mustahil jika saya membalas dendam kepada Raja Bivomüne. Maka satu-satunya yang menjadi target saya adalah putri dari Pangeran Aranual saja!”


“Hah?! Kok Luvast?! Bukannya dia—”


“Jika saya berhasil menikahinya, saya akan memberikan siksaan yang besar baginya, selagi tugas seorang istri tidak lebih dari sekedar alat bagi suaminya!”


Sakit jiwa nih orang! Dia pengen banget balas dendam sama Luscika, sampe harus lampiasin ke orang lain!


“Oleh karena itu—”


“*JGRUM!!!”


“*Shrrrkk…”


Cih! Bahkan gue pukul bajingan ini pake ((Judgement)), tangan gue tetep beku!


Tapi beku kayak gini aja, gue masih bisa lawan!


“Mari terus serang saya—”


((Judgement: Lightning Barrage))


“*Jgrumgrumgrumgrumgrumgrum……”


“*CHRANG…!”


B-Bagus…! H-Hancur juga nih… zirah esnya—”


“S-Sial…! Anda pikir anda—”


“*Tap…”


“H-Hey! Mengapa anda memegang lengan sa—”


“Heaaaaaaagh!”


“*Crat!”


“AAAAAAARGHHH!!!”


Gue udah nggak tau mau ngapain lagi. Jadinya gue tarik lengannya sampe putus.


“*BRUK!!!”


“*CRAT!!!”


“GUAAAARGH!”


Gue juga injek kakinya sampe hancur.


“H-H-Hentikan…! A-Anda pikir anda akan—”


“*Tap…”


“Denger gue baik-baik… babi…! Jangan sampe lo berani-beraninya…”


“*CRAT!!!”


“…sentuh sodara gue…!”


Kepalanya gue hancurin, karena gue terlalu kesel sama apa yang mau dia buat ke Luvast.


Mungkin karena gue sebelumnya punya sodara cewek, gue jadi sensitif sama niat busuk orang-orang ke cewek yang anggep gue sebagai sodaranya.


“…”


Yah, pokoknya urusan gue di sini udah selesai. Jadinya sekarang gue bisa ke mereka yang lagi lawan Passio!