
Tarzyn keliatannya mau jalan ke
arah kita bertiga.
“*Prang! (suara pedang besar)”
Gia udah siapin pedang gedenya.
“OK! Zegin, tolong sekali lagi!”
“*Swushh… (suara angin)”
Tiba-tiba Myllo berubah wujud.
Rambutnya jadi agak kehijau-hijauan.
Pupil matanya juga berubah jadi hijau.
Sedangkan gue…
“*Crrrkk… (suara kilatan petir)”
…udah siap sama sihir baru gue
ini.
“…”
Gue sempet kepikiran pake pedang
ini. Tapi insting gue bilang belom waktu yang pas untuk pake pedang ini.
“*Fwush! (suara gerakan cepat)”
Buset! Cepet banget terbangnya!”
“*Prang! (suara pedang besar)”
“Urgh!”
Gia langsung nahan serangan dari
Tarzyn pake pedangnya.
“Sekarang, Myllo! Djinn!”
“Hyaaaaatt!”
“…”
“*Bhuk! (suara pukulan)” “*Tuk! (suara pukulan tongkat)”
Gue sama Myllo pukul dia bareng.
Tapi…
““*Zwush! (suara banyak lahar)””
…lahar ini kenapa gerak sendiri?!
“Awas, Djinn! Lahar-lahar ini ada
dibawah kendali Tarzyn!”
“Hah?!”
“Karena ini teritori kekuasaan
dia! Makanya dia bisa gerakin lahar-lahar ini sesuai kehendaknya!”
Gila kali! Curang banget
kekuatannya!
““*Zwush! (suara banyak lahar)””
Laharnya ganggu banget!
“*Bhuk! (suara pukulan)”
“Ahak! Urgh!”
“…”
Gila! Gia dipukul keras kayak
gitu, tapi dia malah tahan tangan Tarzyn?!
“Myllo! Djinn! Aku udah tahan dia!”
“OK! Hyaaaaatt!!!”
“*Tuktuktuktuktuk… (suara banyak
pukulan tongkat)”
“…”
Eh! Tangannya kok kayak bara
api?!
“Gia! Lepas tangannya!”
“Ya!”
“*Vwumm… (suara tangan berapi)”
Itu sihir dia?! Bisa berapi gitu
tangannya!
Mirip kayak Erkstern waktu itu!
“…”
Sambil ngehindarin lahar-lahar
ini, gue terus pantau pergerakan Myllo sama Gia yang lagi lawan Tarzyn.
“Myl! Awas disentuh tangannya!”
“Oh! Hup!”
“…”
Huh! Untung Myllo berhasil
hindarin pukulan api itu!
Tapi, bukan artinya mereka bisa
bebas dari Tarzyn!
“…”
Tarzyn terbang ke arah Gia!
Coba gue pake sekarang kali, ya?
“Judgement: Charge!”
“*Jgrumm… (suara sambaran petir)”
“*Chhhrrrk! (suara tersambar
petir)”
“Hah?! Apa itu?!”
“Hehe! Sialan, dapet kekuatan
baru lo, ya?!”
Huh, untung aja gue bisa setrum
Tarzyn pake sihir petir gue!
Artinya, mungkin lahar-lahar yang
ngejar gue ini bisa gue tahan juga pake petir gue!
“Judgement: Multi-Charge!”
“*Jgrumm… (suara petir)”
Karena sihir gue, tiba-tiba
keluar petir dari 5 jari gue yang nyamber lahar-lahar yang ngejar gue.
“*Boom! (suara ledakan)”
Karena petir-petir gue nyamber
lahar-lahar itu, makanya muncul ledakan. Makanya itu udah nggak ada lahar-lahar
yang ngejar gue, jadinya…
“Judgement!”
“*Jgrum! (suara pukulan petir)”
“…”
…gue langsung serang Tarzyn!
Dia sekarang gue hajar terus.
Karena berantemnya jarak deket, makanya gue bisa maksimalin Pencak Silat yang
udah gue campur sama kekuatan baru gue!
“*Jgrumm… (suara pukulan petir)”
“…”
“*Jgrumm grum… (suara pukulan
petir)”
Untungnya Tarzyn cuma bisa
ngandelin kekuatan kerasnya aja. Karena dia nggak ada teknik, jadinya gue bisa
nangkis sama ngehindarin serangan dia.
“…”
“Zegin Swing!”
“*Tuktuktuktuk… (suara ayunan
tongkat)”
Gue tahan gerakan Tarzyn, abis
itu Myllo pake kekuatan dewanya untuk nyerang Tarzyn. Cuma puterin tongkatnya,
dia udah bisa nyerang Tarzyn berkali-kali.
“*Vwumm… (suara tangan berapi)”
“Urgh!”
Tangan dia udah mulai berapi
lagi!
“Myllo! Djinn!”
Denger aba-aba dari Gia, gue
langsung ambil ancang-ancang.
“Udah siap?!”
“Ya!”
Karena Gia udah siap, gue pun
lempar Tarzyn, abis itu Myllo…
“Zegin’s Blow!”
…kencengin lemparan gue pake
angin dari dewanya.
Terakhir, sisa Gia.
“Iron Crusher!”
“*PRANG! (suara terkena pedang
besar dengan keras)”
“*Swush… (suara terlempar jauh)”
“*Bruk, bruk, bruk… (suara jatuh
terpental)”
“…”
Buset, jauh banget Tarzyn
kepentalnya!
Serem nih cewek!
“Wuhuuuu! Kompak banget serangan
kita!”
“Hihi! Ya!”
“Hmph!”
Kita tos sama-sama karena
berhasil satuin kombinasi serangan kita.
“Luar biasa. Sungguh luar biasa,
kalian bertiga.”
“Terima kasih karena mau membantu
kami untuk menghentikan raja kami, Myllo, Djinn, Gia!”
Göhran sama Rakhzar dateng
nyamperin kita untuk puji kita berdua.
Nggak cuma mereka, ‘anak-anaknya’
Gia juga nyamperin kita bertiga.
“Mamaaa!”
“Mama kewen banget!”
“Uncung Mama nggak kengapa-kengapa…”
“Huu, Mama…”
“Kyaaa! Anak-anak mama!”
Kok bisa dia tiba-tiba punya anak…?
“Ahaha! Mungkin anda penasaran,
Yang Mulia. Mereka adalah bayi-bayi Naga yang secara kebetulan ditemukannya dan
menganggapnya sebagai ibu mereka.”
O…Oooohhh…
“Kalian bertiga memang kuat,
namun pertarungan belum berakhir!”
“…”
Buset! Kayaknya tadi serangannya
Gia sakit banget! Kenapa dia masih bisa diri?!
“Bersiaplah, kalian semua!”
Bersiap?! Emang ada apaa—
“RUOOOOOAAAAAAAAAAAAARRRRRR!!!”
“*Brrrr… (suara getaran bumi)”
“*Boom! (suara ledakan)”
Eh! Kenapa gempa lagi!
Nggak tanggung-tanggung! Gempanya
lama banget! Nggak abis-abis!
Selain itu, hawanya jadi panas
banget di tempat ini! Kalo hawanya sepanas ini pasti…
“Huff…huff… Aku…Aku
sesek nafas!”
“Haaaahhh…butuh air!”
Ya, semuanya pasti jadi sesek
nafas, walaupun anehnya gue nggak sesek.
“Ga…Gawat! Kalian harus sesegera
mungkin membunuh beliau, sebelum—”
“Tidak, Göhran. Semuanya sudah
telat! Lihatlah itu!”
““…””
““Ha…Ha…HAAAAAAAAAHHHHH?! GEDE
BANGET!!!””
Gila! Itu bentuk asli dari Tarzyn?!
Gila! Itu bahkan 2 kali lebih
tinggi daripada Monas!
“RUOOOOOAAAAAAAAAAAAARRRRRR!!!”
“*Brrrr… (suara getaran bumi)”
“*Boom! (suara ledakan)”
Gila! Gempanya makin kenceng!
Udaranya makin panas!
“Dj…Djinn…”
“Hah?!”
“…”
Duh! Karena gempa kenceng banget,
makanya gue nggak bisa denger apa-apaan!
“…nuh…liau!”
“APA?!”
“KITA HARUS BUNUH BELIAU DISINI
JUGA, SEBELUM BELIAU KELUAR DAN MENGHANGUSKAN GEOTERRA!”
Gimana caranya?!
Kalo pun harus dibunuh disini
juga, cara yang paling masuk akal juga dibunuh di luar teritori dia!
“KITA BAWA KELUAR DIA!!!”
“MYLLO, KAU AKAN MENCELAKAKAN—”
“GÖHRAN! PERCAYA SAMA GUE!
Myllo bener!
“BAIKLAH! KAMI AKAN MEMBUKA
PORTAL UNTUK KELUAR DARI TEMPAT INI!!!”
……………
“*Vruum… (suara portal terbuka)”
““Aaaarrgghh!””
“Huek!”
Akhirnya kita semua keluar dari
Hidden Dungeon itu, walaupun ada beberapa yang mual karena keluar dari portal
i—
“*CHRAK!!! (suara cakaran)”
Hah… Kok langitnya kayak ada yang
ca—
“GRRRR…”
“Si…Sial! Kami tidak menyangka
beliau mengejar kita secepat ini!”
Gila! Dia cuma cakar doang bisa
keluar dari tempat tadi?!
“…” …
Tambah lagi…kenapa badannya
sekarang kayak berapi gitu?
“RUOOOOOAAAAAAAAAAAAARRRRRR!!!”
Aduh! Dia ngeraung lagi! Bikin
sakit kuping!
“Gu…Gue nggak bisa denger apa-apa!”
“Te…Telingaku… Aaaaarrghh!”
Karena posisi dia ngeraung ada di
deket kita, makanya ada banyak dari kita yang kupingnya berdarah!
“(Sekarang, mari kita lakukan
segala upaya untuk menghentikannya!)”
““YA!””
Göhran, Rakhzar, sama beberapa
orang yang lainnya ubah bentuk mereka jadi Naga.
““*Boom! Boom! Boom! (suara
semburan Naga)””
Ada beberapa dari mereka yang
coba sembur pake api.
““*Chrak! Chrak! Chrak! (suara
cakaran)””
““Haurp! Haurp! Haurp!””
Ada juga beberapa dari mereka
yang coba cakar ataau gigit raja itu.
“Mama… Mama dan temang-temang udah bisha dengew, kan?”
“Ya. Makasih ya, Bareo…”
“Ya, Mama!”
Sedangkan salah satu anaknya Gia
sembuhin pendengaran mereka.
“Myllo, Djinn, kita harus apa?!”
“Kita—”
“RUOOOOOAAAAAAAAAAAAA…..”
Duh! Dia ngeraung lagi!
“…”
Myllo ngomong apaan, tuh?!
“…”
“…”
Sumpah! Ini raungannya panjang
banget! Gue nggak bisa denger apa-apa selama dia ngeraung!
“…AAAARRRRRR!!!”
“…”
Huh! Untung dia udah selesai!
Kalo gue perhatiin, anak-anaknya
Gia pada jagain Myllo sama yang lainnya supaya mereka aman dari raungan itu.
Tapi ada yang aneh, kenapa mereka
semua nggak ada yang takut, ya?!
Padahal sebelumnya mereka pasti
pada takut waktu Tarzyn ngeraung.
““Rooaaaarr!””
“I…Itu…”
“Naga-Naga yang ada di negara
ini?”
“Mu…Mungkin kita dapat bala
bantuan?!”
Bala bantuan?!
Nggak, ini ada yang aneh!
Kenapa mereka dateng waktu raja
itu abis ngera—
“(Waspada kalian, Mahluk Fana!)”
Göhran sama Rakhzar kenapa balik
lagi?
“Hah, ada a—”
“*Boom! (suara semburan api)”
“Mylloooo!!!”
Myllo kena bola api dari mulut
salah satu Naga yang terbang!
“Tenang! Gue udah menghindar
sebelum api itu nyentuh gue!”
Untung aja dia udah berubah lagi!
“(Kalian semua, waspadalah!
Naga-Naga yang datang itu adalah Naga-Naga yang tidak bisa melawan perintah
dari beliau!)”
“Maksudnya?!”
“Kami bisa melawan perintahnya
berkat perlindungan dari Dewa Agung Arkhataz lewat Sylv! Sedangkan mereka hidup
di luar Hidden Dungeon dan tidak bisa melawan perintahnya!”
Tuh kan! Gue udah curiga kenapa
mereka semua tiba-tiba dateng!
“*FWUSH! (suara kepakan sayap
Tarzyn)”
““Urgh!””
Dia ngepakin sayap aja udah
langsung hancur pohon-pohon di sekitar sini!
“Kawan-kawan! Lebih baik kalian
hentikan saudara-saudara kita yang terkena Dragon King’s Cry! Biarkan aku dan
Rakhzar yang coba mengejarnya!”
“Baiklah, Göhran!”
Naga-Naga dari Hidden Dungeon pun
coba lawan Naga-Naga yang ada di negara ini, yang totalnya ada ratusan.
“Gia! Gue serahin semua sama lo
yang ada di sini!”
“Eh?! Maksudnya—”
“Djinn! Lo ikut gue bareng Göhran
sama Rakhzar!”
“OK!”
Gue naik Rakhzar, Myllo naik
Göhran.
Kita berempat mau coba kejar
Tarzyn.
“Jadi, kita harus ngapa—”
“(Tidak… Sudah terlambat…)”
“…”
Apaan itu?!
Kenapa ada bola api yang gede
banget dari mulut dia!
“Itu adalah salah satu sihirnya…
Dragon King: Inferno Rain…”
Rain? Maksudnya ujan?
“*BOOM!!! (suara bola api
Tarzyn)”
“…”
Kenapa dia nembak ke atas?
…
Tunggu! Namanya Rain, kan?!
Artinya…
“(Saudaraku semua! Bawa para
Mahluk Fana dari dataran!)”
“…”
Gila… Langitnya jadi berapi gitu…
Dari balik awan yang nyala-nyala
itu, ada hujan-hujan yang bentuknya api….
“*Vwumm, vwumm, vwumm… (suara
hujan api)”
“Pegang saya yang kuat, Djinn!”
“Kau juga, Myllo!”
“*Swush… (suara terbang Naga)”
Göhran sama Rakhzar coba hindarin
hujan-hujan api itu.
Waktu gue liat ke bawah, Gia sama
yang lainnya udah dibawa pergi Naga-Naga temennya Rakhazr dari Partar Forest
yang udah kebakar.
Nggak cuma hutan-hutan aja,
bahkan gue bisa liat Marklett Town yang udah kebakar karena api itu.
Lebih parahnya lagi, pantai yang
ada di deket hutan ini juga kena dampak bakaran hujan api itu.
“…”
Untungnya sih, hujan api tadi
udah berhenti, walaupun udah banyak bakar wilayah di tempat ini.
“Huuuhh…untung Gia sama yang
lainnya—”
“(Tidak, Myllo! Mereka belum aman!)”
“…”
Eh?! Api-api dari pohon bakaran
itu bergerak kayak uler?! Itu persis kayak lahar-lahar di dalem Hidden Dungeon
tadi!”
“(Dragon King: Call of the Fire.
Dengan sihirnya, beliau membakar hutan itu untuk dijadikan gudang senjata
barunya!)”
Gila! Kuat banget!
“(Tentu saja! Maka dari itu, kami
tidak menyarankan untuk membawanya keluar dari dalam Hidden Dungeon!)”
“Woy! Stop baca pikiran gue!”
“Ma…Maaf…”
“…”
Api-api itu bisa jadi ngejar
semua Naga yang terbang di sekitar sini!
“Roaaar…”
“Aaaarrrr…”
Ya, semua Naga.
Ujung-ujungnya, Naga yang dia
panggil tadi juga jadi korban bakaran dia.
Tarzyn udah nggak kekontrol lagi.
Dia bahkan nggak bisa bedain mana kawan mana lawan.
Jadinya kita harus—
“*Tik, tik,tik… (suara rintik
hujan)”
Tunggu, ada hujan?
“*Tik, tik,tik… (suara rintik
hujan)”
“Kenapa nggak padam apinya?! Kan
kena hujan!”
“Api itu tidak akan padam, selama
beliau masih hidup!”
Satu-satunya cara emang harus
bunuh dia, ya!
Masalahnya dia kuat banget!
Gimana cara ngalahin mahluk yang
kekuatannya bahkan bisa bawa pengaruh untuk alam di sekitar
sini?!
Eh…
Tunggu…
Kalo kekuatan dia bisa berpengaruh sama alam,
kenapa kita nggak manfaatin alam untuk pengaruhin****kekuatan kita?!
“Myllo! Göhran! Rakhzar! Gue tau
kita harus apa!”
“Cepetan jelasin ke kita, Djinn!”
Gue jelasin ke mereka sebelum
kita mulai.
Walaupun bahaya, semoga aja
rencana gue kali ini berhasil!