
Di hadapan kita berlima ada Malaikat yang
namanya Narciel, yang niat untuk hancurin Erviga.
“Kalian semua! Jangan ada yang
takut! Kita semua udah berhadapan sama Naga! Mahluk Abadi atau bukan, dia juga
bisa kita kalahin! Paham?!”
““Ya!””
Seenggaknya kata-kata Myllo udah bikin
mereka bertiga nggak ta—
“JGRUM! (suara keras sihir
petir)”
Cih! Dia udah mulai nyerang
duluan, ya?!
“Hraaaaagh!”
“*Swung! (suara ayunan pedang
besar)”
Serangan Gia dia hindarin.
“Hmph! Dasar perempuan hi—”
“*Swush! (suara ayunan tongkat)”
Myllo pun juga bisa dia
hindarin?!
“Cih! Dia juga bisa hindarin—”
“Diam kalian!”
“*JGRUM! (suara keras sihir
petir)”
““Aaaargh!””
Sialan! Mereka nggak bisa tahan
serangan i—
“*Tap… (suara tangkapan)”
Bagus! Gia masih bisa tangkep
dia!
“Hey, perempuan! Apa yang kau
laku—”
“Djinn!”
“Heaaaagh!”
“*BHUK! (suara pukulan keras)”
Karena Gia berhasil tahan
Malaikat ini, gue bisa langsung pukul dia!
Tapi semua nggak boleh berhenti
di serangan gue!
“Myllo! Lanjutin!”
“Zegin Spear!”
“*FWUSH!!! (suara dorongan
tongkat angin)”
“Urgh!”
“*Bruk, bruk, bruk!”
Myllo berhasil hajar Malaikat ini
pake ujung tongkatnya.
“Kalian bertiga! Minggir!”
““!!!””
“Sniping Eagle!”
“*DOR! (suara tembakan senapan
jitu)”
“*Shruk! (suara kepala
tertembak)”
Bagus! Dalbert langsung tembak
dia!
“*Biarkeun*aing yang tutup!”
“Garry—”
“Spirit Call: Explosion!”
“*BOOM!!! (suara ledakan besar)”
Bahkan Garry juga ikut serang dia, pake Roh yang
tiba-tiba ledakin badannya.
Masalahnya…
“*Prok, prok, prok… (suara tepuk
tangan)”
“Hanya segitu saja kah yang bisa
kalian lakukan?”
…dia bisa berdiri lagi.
“Si…Sial! Gimana cara kita—”
“*DHUMMMM…. (suara tekanan aura
besar)”
““…””
Duh, gara-gara aura dia, mereka
bertiga jadi ketakutan lagi!
Cuma gue sama Myllo aja yang
masih bisa berdiri!
“Baiklah, waktunya aku
mengalahkan kalian.”
“…”
Ada yang aneh.
Kok kayak ada yang keluar dari
badannya?
“Divine Magic: Invincible Body!”
“*Swush! (suara gerakan cepat)”
Cih!
Dia udah mulai gerak!
“Matilah kalian semua!”
OK! Tahan dia, Djinn—
“*Swush! (suara ayunan tangan)”
Hah?! Kok nggak bisa—
“Judgement: Mjölnir Strike!”
“*JGRUM! (suara keras pukulan
petir)”
“!!!”
Cih! Apa-apaan tuh?!
Nggak masuk akal!
Gue nggak bisa sentuh dia, tapi
dia bisa sentuh gue?!
“Hyaaaaat!”
“*Swush! (suara ayunan tongkat)”
“Hah?! Kenapa—”
“*JGRUM! (suara keras pukulan
petir)”
“Argh!”
Myllo juga nggak bisa serang
orang ini?!
“!!!”
Tunggu!
Kenapa ada banyak versi ‘dia’
yang terbang di atas lang—
“Apa yang kau lihat, Pria
Terjanji?!”
“*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara
banyak pukulan keras sihir petir)”
“Apa kau meremehkanku?!”
“*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara
banyak pukulan keras sihir petir)”
“Fokus lah kepadaku!”
“Cih!”
Gue cuma bisa tahan pukulan dia
aja!
Tapi, gue tau sekarang harus
gimana!
“*Dhum! (suara tekanan aura)”
“Heaaaagh!”
“*Swush! (suara ayunan pukulan)”
Tuh, kan! Dia nggak bisa dipukul!
“Hraaaaagh!”
“*Swung! (suara ayunan pedang
besar)”
Bagus! Gia udah bangun!
Seenggaknya, dia bisa sibukin Malaikat
itu!
Kalo gitu, mending gue sampein dulu
tentang yang gue liat!
“Myl! Ada yang harus dihancurin!”
“Harus dihancurin?!”
“Ya! Ada sesuatu yang terbang di
atas langit! Kita harus hancurin itu semua!”
“Dalbert! Gue serahin itu ke lo
semua!”
“Apa yang harus dihancurin?”
Dia nggak tau, ya?
“Ada yang sesuatu yang kasat
mata, ya? Myllo! *Aing*teh bisa bantu
orang ini!”
“OK! Bantu Dalbert, Garry!”
“Siap, Kapten!”
Bagus! Artinya kita masih bisa
kalahin di—
“Bagaimana bisa?!”
““…””
“Bagaimana bisa kau mengetahui
caraku, Pria—”
“Hmph! Pecundang kayak lo tuh
gampang ketebak!”
Gue sebenernya bisa liat pake
Mata gue, tapi keliatannya dia nggak tau soal itu.
“PRIA TERJANJI!!!!”
“*SWUSH! (suara gerakan sangat
cepat)”
“Siap-siap!”
“*Swush! (suara ayunan pukulan)”
Cih! Kenceng banget!
“Hyaaaat!”
“*Swush! (suara ayunan tongkat)”
“Hraaaagh!”
“*Swung! (suara ayunan pedang
besar)”
Myllo sama Gia masih nggak bisa
serang Malaikat ini!
Tapi nggak apa-apa!
Supaya Garry sama Dalbert bisa
fokus hancurin badannya yang lain!
“Spirit Call: Unseen Seeker!”
“…”
Roh yang dipanggil Garry kok
nutupin matanya Dalbert?
“Hah?! Ternyata bener kata Djinn!
Ada banyak versi dia yang lagi terbang!”
Dalbert keliatannya udah bisa
liat apa yang gue bilang.
“OK! Kalo gitu—”
“Tunggu!”
“Apaan?!”
“Spirit Call: Leveling Touch!”
“…”
Kenapa Roh yang dipanggil Garry
nyentuh senapan Dalbert?
“Nah, sekarang teh sia bisa tembakeun apa yag sia liat!”
“OK!”
“*DOR! (suara tembakan senapan
jitu)”
“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir
hancur)”
Yes! Dalbert berhasil tembakin
satu badan Malaikat ini!
“Keterlalu—”
“*SWUSH! (suara ayunan pukulan)”
“!!!”
Dia sekarang mulai menghindar!
“*DOR! (suara tembakan senapan
jitu)”
“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir
hancur)”
“Ti…Tidak!”
“Hyaaaat!”
“*TUK! (suara pukulan tongkat
keras)”
“Arrgh!”
Myllo mulai bisa serang Malaikat
ini!
“*DOR! (suara tembakan senapan
jitu)”
“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir
hancur)”
“Henti—
“Iron Crusher!”
“*PRANG! (suara serangan sihir
pedang besar)”
“Urgh!”
Gia juga serang dia sampe nggak
bisa bergerak!
“*DOR! (suara tembakan senapan
jitu)”
“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir
hancur)”
Bayangan dia hancur semua
ditembak Dalbert!
“Myllo! Djinn!”
““OK!””
Waktunya kita selesain, ya?
“ZEGIN TWISTER: BAHOROK!”
“*FWUSH! (suara angin topan)”
“Aaaargh!”
Myllo keluarin sihir anginnya
supaya bawa dia ke atas.
Kalo gitu, biar gue yang
selesain!
“Gia! Lempar gue
setinggi-tingginya!”
“Ya!”
“*Fwung, wung, swush! (suara
terlempar ke atas)”
Gia lempar gue
setinggi-tingginya, sampe gue ada di atas Malaikat ini.
“*Crrrkkcrrrkk… (suara aliran
petir)”
“Judgement: Hammer Fist!”
“TI…TIDAAAA—”
“JGRUM!!! (suara keras pukulan
petir)”
“Aaaaaarrrgggghhh!!!”
“*BRUK!!! (suara jatuh dari
ketinggian)”
Dia jatoh karena pukulan gue.
““…””
Kita semua jalan ke depan dia
yang keliatannya udah sekarat.
“Ke…Keterlaluan kalian semua!”
““…””
“Ti…Tidak akan kubiarkan semua
yang telah kurencanakan gagal!”
“*FWUSH! (suara terbang cepat)”
Eh! Dia terbang tinggi?!
Emangnya dia pergi ke ma—
“Se…Semuanya!”
“…”
Myllo kenapa?
Kok gemeteran?
“Kita balik ke kemah evakuasi
secepetnya!”
Hah?!
“Emangnya ke—”
“Insting gue nggak enak! Mereka
yang ada di sana bisa kenapa-kenapa!”
““!!!””
Waduh!
Insting Myllo kan tajem banget!
Bisa aja bene—
“*JGRUM! (suara petir dari
langit)”
““!!!””
Brengsek! Ternyata dia pake
Judgement dari langit untuk bantai Erviga?!