Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 146-1. Not Even Started Yet



Di hadapan kita berlima ada Malaikat yang


namanya Narciel, yang niat untuk hancurin Erviga.


“Kalian semua! Jangan ada yang


takut! Kita semua udah berhadapan sama Naga! Mahluk Abadi atau bukan, dia juga


bisa kita kalahin! Paham?!”


““Ya!””


Seenggaknya kata-kata Myllo udah bikin


mereka bertiga nggak ta—


“JGRUM! (suara keras sihir


petir)”


Cih! Dia udah mulai nyerang


duluan, ya?!


“Hraaaaagh!”


“*Swung! (suara ayunan pedang


besar)”


Serangan Gia dia hindarin.


“Hmph! Dasar perempuan hi—”


“*Swush! (suara ayunan tongkat)”


Myllo pun juga bisa dia


hindarin?!


“Cih! Dia juga bisa hindarin—”


“Diam kalian!”


“*JGRUM! (suara keras sihir


petir)”


““Aaaargh!””


Sialan! Mereka nggak bisa tahan


serangan i—


“*Tap… (suara tangkapan)”


Bagus! Gia masih bisa tangkep


dia!


“Hey, perempuan! Apa yang kau


laku—”


“Djinn!”


“Heaaaagh!”


“*BHUK! (suara pukulan keras)”


Karena Gia berhasil tahan


Malaikat ini, gue bisa langsung pukul dia!


Tapi semua nggak boleh berhenti


di serangan gue!


“Myllo! Lanjutin!”


“Zegin Spear!”


“*FWUSH!!! (suara dorongan


tongkat angin)”


“Urgh!”


“*Bruk, bruk, bruk!”


Myllo berhasil hajar Malaikat ini


pake ujung tongkatnya.


“Kalian bertiga! Minggir!”


““!!!””


“Sniping Eagle!”


“*DOR! (suara tembakan senapan


jitu)”


“*Shruk! (suara kepala


tertembak)”


Bagus! Dalbert langsung tembak


dia!


“*Biarkeun*aing yang tutup!”


“Garry—”


“Spirit Call: Explosion!”


“*BOOM!!! (suara ledakan besar)”


Bahkan Garry juga ikut serang dia, pake Roh yang


tiba-tiba ledakin badannya.


Masalahnya…


“*Prok, prok, prok… (suara tepuk


tangan)”


“Hanya segitu saja kah yang bisa


kalian lakukan?”


…dia bisa berdiri lagi.


“Si…Sial! Gimana cara kita—”


“*DHUMMMM…. (suara tekanan aura


besar)”


““…””


Duh, gara-gara aura dia, mereka


bertiga jadi ketakutan lagi!


Cuma gue sama Myllo aja yang


masih bisa berdiri!


“Baiklah, waktunya aku


mengalahkan kalian.”


“…”


Ada yang aneh.


Kok kayak ada yang keluar dari


badannya?


“Divine Magic: Invincible Body!”


“*Swush! (suara gerakan cepat)”


Cih!


Dia udah mulai gerak!


“Matilah kalian semua!”


OK! Tahan dia, Djinn—


“*Swush! (suara ayunan tangan)”


Hah?! Kok nggak bisa—


“Judgement: Mjölnir Strike!”


“*JGRUM! (suara keras pukulan


petir)”


“!!!”


Cih! Apa-apaan tuh?!


Nggak masuk akal!


Gue nggak bisa sentuh dia, tapi


dia bisa sentuh gue?!


“Hyaaaaat!”


“*Swush! (suara ayunan tongkat)”


“Hah?! Kenapa—”


“*JGRUM! (suara keras pukulan


petir)”


“Argh!”


Myllo juga nggak bisa serang


orang ini?!


“!!!”


Tunggu!


Kenapa ada banyak versi ‘dia’


yang terbang di atas lang—


“Apa yang kau lihat, Pria


Terjanji?!”


“*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara


banyak pukulan keras sihir petir)”


“Apa kau meremehkanku?!”


“*JGRUM! JGRUM! JGRUM! (suara


banyak pukulan keras sihir petir)”


“Fokus lah kepadaku!”


“Cih!”


Gue cuma bisa tahan pukulan dia


aja!


Tapi, gue tau sekarang harus


gimana!


“*Dhum! (suara tekanan aura)”


“Heaaaagh!”


“*Swush! (suara ayunan pukulan)”


Tuh, kan! Dia nggak bisa dipukul!


“Hraaaaagh!”


“*Swung! (suara ayunan pedang


besar)”


Bagus! Gia udah bangun!


Seenggaknya, dia bisa sibukin Malaikat


itu!


Kalo gitu, mending gue sampein dulu


tentang yang gue liat!


“Myl! Ada yang harus dihancurin!”


“Harus dihancurin?!”


“Ya! Ada sesuatu yang terbang di


atas langit! Kita harus hancurin itu semua!”


“Dalbert! Gue serahin itu ke lo


semua!”


“Apa yang harus dihancurin?”


Dia nggak tau, ya?


“Ada yang sesuatu yang kasat


mata, ya? Myllo! *Aing*teh bisa bantu


orang ini!”


“OK! Bantu Dalbert, Garry!”


“Siap, Kapten!”


Bagus! Artinya kita masih bisa


kalahin di—


“Bagaimana bisa?!”


““…””


“Bagaimana bisa kau mengetahui


caraku, Pria—”


“Hmph! Pecundang kayak lo tuh


gampang ketebak!”


Gue sebenernya bisa liat pake


Mata gue, tapi keliatannya dia nggak tau soal itu.


“PRIA TERJANJI!!!!”


“*SWUSH! (suara gerakan sangat


cepat)”


“Siap-siap!”


“*Swush! (suara ayunan pukulan)”


Cih! Kenceng banget!


“Hyaaaat!”


“*Swush! (suara ayunan tongkat)”


“Hraaaagh!”


“*Swung! (suara ayunan pedang


besar)”


Myllo sama Gia masih nggak bisa


serang Malaikat ini!


Tapi nggak apa-apa!


Supaya Garry sama Dalbert bisa


fokus hancurin badannya yang lain!


“Spirit Call: Unseen Seeker!”


“…”


Roh yang dipanggil Garry kok


nutupin matanya Dalbert?


“Hah?! Ternyata bener kata Djinn!


Ada banyak versi dia yang lagi terbang!”


Dalbert keliatannya udah bisa


liat apa yang gue bilang.


“OK! Kalo gitu—”


“Tunggu!”


“Apaan?!”


“Spirit Call: Leveling Touch!”


“…”


Kenapa Roh yang dipanggil Garry


nyentuh senapan Dalbert?


“Nah, sekarang teh sia bisa tembakeun apa yag sia liat!”


“OK!”


“*DOR! (suara tembakan senapan


jitu)”


“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir


hancur)”


Yes! Dalbert berhasil tembakin


satu badan Malaikat ini!


“Keterlalu—”


“*SWUSH! (suara ayunan pukulan)”


“!!!”


Dia sekarang mulai menghindar!


“*DOR! (suara tembakan senapan


jitu)”


“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir


hancur)”


“Ti…Tidak!”


“Hyaaaat!”


“*TUK! (suara pukulan tongkat


keras)”


“Arrgh!”


Myllo mulai bisa serang Malaikat


ini!


“*DOR! (suara tembakan senapan


jitu)”


“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir


hancur)”


“Henti—


“Iron Crusher!”


“*PRANG! (suara serangan sihir


pedang besar)”


“Urgh!”


Gia juga serang dia sampe nggak


bisa bergerak!


“*DOR! (suara tembakan senapan


jitu)”


“*Shrrrsshh… (suara Tubuh Petir


hancur)”


Bayangan dia hancur semua


ditembak Dalbert!


“Myllo! Djinn!”


““OK!””


Waktunya kita selesain, ya?


“ZEGIN TWISTER: BAHOROK!”


“*FWUSH! (suara angin topan)”


“Aaaargh!”


Myllo keluarin sihir anginnya


supaya bawa dia ke atas.


Kalo gitu, biar gue yang


selesain!


“Gia! Lempar gue


setinggi-tingginya!”


“Ya!”


“*Fwung, wung, swush! (suara


terlempar ke atas)”


Gia lempar gue


setinggi-tingginya, sampe gue ada di atas Malaikat ini.


“*Crrrkkcrrrkk… (suara aliran


petir)”


“Judgement: Hammer Fist!”


“TI…TIDAAAA—”


“JGRUM!!! (suara keras pukulan


petir)”


“Aaaaaarrrgggghhh!!!”


“*BRUK!!! (suara jatuh dari


ketinggian)”


Dia jatoh karena pukulan gue.


““…””


Kita semua jalan ke depan dia


yang keliatannya udah sekarat.


“Ke…Keterlaluan kalian semua!”


““…””


“Ti…Tidak akan kubiarkan semua


yang telah kurencanakan gagal!”


“*FWUSH! (suara terbang cepat)”


Eh! Dia terbang tinggi?!


Emangnya dia pergi ke ma—


“Se…Semuanya!”


“…”


Myllo kenapa?


Kok gemeteran?


“Kita balik ke kemah evakuasi


secepetnya!”


Hah?!


“Emangnya ke—”


“Insting gue nggak enak! Mereka


yang ada di sana bisa kenapa-kenapa!”


““!!!””


Waduh!


Insting Myllo kan tajem banget!


Bisa aja bene—


“*JGRUM! (suara petir dari


langit)”


““!!!””


Brengsek! Ternyata dia pake


Judgement dari langit untuk bantai Erviga?!