
Ini kok ada lampu pijar ya di
bawah tanah?
Yaudah, mending gue ikutin aja
dulu lampu-lampu ini.
Gue jalan makin dalem, sampe
tiba-tiba gue nemu sesuatu yang agak aneh.
“…”
Kok…ada penjara di tempat kayak
gini?
Tambah lagi, kenapa nggak ada
orang sama sekali di dalem penjara ini?
“*Snuff, snuff… (suara mencium
bau)”
Ini bau apaan?! Kok nggak enak
banget?!
Gue makin masuk ke dalem,
tiba-tiba ada suara langkah kaki.
“Bre…Brengsek! Gue ada di mana?!”
“Sssttt. Tenang saja.”
Itu siapa? Keliatannya bukan dari
desa ini.
Kalo dari mukanya sih, gue yakin
banget orang ini penjahat.
Tapi…yang bawa dia itu siapa? Kok
ditutup tudung gitu mukanya?
“…”
Eh?! Kayaknya mereka mau ke area
sini, nih!
Nah loh…gue harus ngapain?!
“Hey! Siapa i—”
“*Bhuk! Dhuk! (suara pukulan dan
tendangan)”
““Argh…””
Haaah… Untung cuma dua orang.
Jadi gampang abisinnya karena kekuatan super ini.
Orang-orang ini pada pake jubah
warna hitem yang ada tudungnya. Anehnya, di bagian punggung jubah ini ada
lambang uler gitu.
Hmm, kayaknya untuk jaga-jaga…gue
ambil bajunya orang ini aja deh.
“Permisi ya, bang.”
Harus izin dulu karena mau gue
buka bajunya.
“…”
Nah, mungkin gue aman kalo
nyamar.
Oh iya, ngomong-ngomong ke mana
orang yang tadi mereka bawa?
“Woy! Jawab! Gue ada di…hmm?”
Loh, keliatannya orang ini
bingung…
Jangan-jangan…nyamar gue ketauan,
lagi?!
“Kok…lo makin tua?”
“Hah?”
“Itu rambut lo tiba-tiba ubanan!”
Oh…ternyata orangnya sama
dongonya kayak Myllo…
“Woy! Kok lo—”
“Kalo nggak gue tanya, diem!”
“Hikh! I…Iya, bang…”
“Siapa lo? Kenapa lo bisa
ditangkep?”
“Gu…Gue bandit di sekitar
Vawrung, bang. Ditangkep karena nyuri barang.”
Hah? Warung?
Yang pasti, dia orang di luar
Xia, kan?
“Tapi percaya sama gue, bang!
Gu…Gue jadi bandit demi kebaikan orang—”
“Emang barang apa yang lo curi,
makanya lo bisa masuk sini?”
“Pedangnya bangsawan.”
Ya pantes aja, bego!
“Terus, mereka siapa?”
“Nggak tau, bang! Mereka
tiba-tiba samperin penjara gue, terus gue dibawa ke tempat ini, bang!”
Hmm…banyak hal aneh di sini.
Pertama, kenapa ada Ghoul khusus
di desa ini? Kenapa desa kayak Calmisiu nggak ada tanda-tanda Ghoul sama
sekali?
Abis itu, kenapa ada penjara di
bawah tanah kayak gini?
Dan yang terakhir, kenapa bisa
ada orang di luar Xia yang ditahan di tempat ini?
Kalo gitu, gue coba masuk makin
dalem deh. Masih banyak teka-teki yang harus dipecahin.
“…”
“Ba…Bang! Lo mau ke ma—”
“*Bhuk! (suara pukulan)”
Duh, maaf ya… Lo berisik soalnya.
....................
Gue jalan terus, sampe ujung-ujungnya
buntu di satu ruangan yang agak lebar.
Ruangannya agak aneh. Ada rak
buku, tapi isinya itu…
“Hmm…”
…nggak tau gue apaan.
Keliatannya ada sesuatu di dalem
botol-botol ini.
“Ini…botol-botol kimia kan, ya?”
Mulai dari Erlenmeyer, Labu
Florence, sampe Gelas Ukur…
Ternyata ada juga peralatan laboratorium
kayak gini ya di dunia ini.
Tapi ini isinya apa ya? Kok kayak
ada bola-bola gitu?
Nggak cuma itu botol-botol kimia
itu doang. Ada juga beberapa kertas-kertas yang nempel di tembok-tembok.
“Hah?! Jangan-jangan ini…”
Ya. Beberapa kertas ini isinya
gambar kerangka Ghoul.
Artinya ini tempat untuk ternak
Ghoul, dong?!
“…”
Suara apa itu yang geter?
“…”
Oh dari situ suaranya…
Gue coba deketin pelan-pelan…dan
ternyata…
““Griii! Griii! Griii!””
I…Ini… Bayi Ghoul?!
Setiap bayi Ghoul ini ada di
dalem botol gede gitu! Ngeri banget!
“…”
“Griii!”
Gue ambil satu botol aja.
Barangkali ini bisa jadi bukti.
“Grii—”
“*Shuk, shuk, shuk… (suara
mengocok botol)”
“…”
Huuuh… Untung diem waktu gue
kocok-kocok botolnya.
Gue coba cari-cari sesuatu lagi
di dalem ruangan ini. Sampe akhirnya nemuin sesuatu yang bikin gue curiga.
“Hah…? Album foto?”
Ya. Album foto. Tapi ini album
foto apa, ya?
Waktu gue cek album foto itu dari
paling depan, ada foto orang yang di ujung fotonya ada gambar tengkorak.
Abis itu, di halaman selanjutnya,
ada foto banyak orang yang ada gambar tengkoraknya juga di posisi yang sama.
“Eh, ini…siapa namanya, Lorvah,
ya?”
Kalo nggak salah namanya Lorvah,
deh. Orang yang jadi panutan untuk Gia itu.
Gue buka terus setiap halaman di
album ini, sampe di halaman yang paling terakhir ada isinya. Dan isinya itu…
“Ini…Gia, gue, sama Myllo!”
Tapi ada yang beda. Nggak ada
gambar tengkorak di foto kita bertiga. Cuma ada lingkaran merah yang ada di
sekitar foto kita.
Artinya kita target selanjutnya,
ya?
“*Vrung… (suara portal terbuka)”
Hah? Itu suara apa—
“Le…Lepasin!”
“Diam dulu!”
“Gimana mau diem?! Emangnya gue
mau dibawa ke—”
“*Bhuk (suara pukulan)”
“…”
nongol?!
Oh iya! Gue harus sembu—
“Hey! Anda ngapain di sini?!”
“…”
“Apakah ada tahanan baru yang
dibawa ke tempat ini?!”
Lah iya ya, kan gue lagi nyamar
ya.
“A…Ada!”
“Baiklah. Lebih baik anda pergi
lanjutkan tugas anda di tempat lain.”
“…”
“*Klik! (suara menekan tombol)”
“*Vrung… (suara portal tertutup)”
Waw! Canggih banget! Tiba-tiba
ada ‘pintu’ kebuka-ketutup gitu!
Itu sihir, kan?! Ternyata sihir
bisa lebih canggih daripada teknologi ya!
Gue tungguin sampe orang yang
bawa tahanan itu keluar dari ruangan ini. Abis mereka berdua keluar dari
ruangan ini, gue langsung samperin meja itu.
“…”
Di meja ini, ada kayak semacam
gambar di dalem lingkaran kecil gitu. Dan di bawah lingkaran kecil itu, ada
tulisan-tulisan yang mungkin dari nama gambar itu.
“Hmm…”
Gue masih mikirin gimana caranya
‘pintu’ kayak tadi.
Mending coba teken yang namanya
Xia aja deh.
“*Klik! (suara menekan sesuatu)”
“*Vrung… (suara portal terbuka)”
Ohh! Gitu cara bukanya!
Tapi, kayaknya gue salah
destinasi, deh.
Kan gue kabur dari Xia, ya.
Mending coba ganti destinasi aja,
deh.
“*Klik! (suara menekan tombol)”
“…”
Loh! kok nggak berubah apa-apa?!
Artinya, mau nggak mau gue balik
ke Xia, dong!
....................
Waktu gue keluar dari pintu ini,
gue nggak tau gue ada di mana.
Karena sejauh ini, gue cuma masuk
di kedai, tempat penginapan, sama penjaranya Si Kades itu.
Mending gue jalan pelan-pelan aja
deh, semoga nggak ketauan sama—
“Ke…Kepala De—”
“Jangan ganggu beliau dulu! Dia masih nggak tenang
karena ada gangguan dari Orang Misterius itu!”
Hah?!
Jangan-jangan ini…di rumah Kades?!
Gue nggak bisa liat situasi yang ada di luar gimana,
tapi gue bisa ngerasain ada sekitar 3 orang di luar. Mungkin mereka warga yang
setia sama Kades. Termasuk… si anjing yang nuduh gue.
“*Brak! (suara bantingan pintu dari luar)”
Eh? Kayak dari luar ruangan ini suaranya…
“Phi…Phineas—”
“Minggir kalian bertiga!”
“Ahhh…keliatannya dia lagi marah.”
“Phineas, tunggu!”
Abis itu tiga orang tadi ngikutin dia keluar dari tempat ini.
Eh, tunggu…mereka keluar?
Bukannya kalo malem warga sini takut ada
Ghoul, ya?
Jangan-jangan mereka udah tau kalo nggak ada Ghoul
malem ini?!
“Maafkan aku atas kekesalanku pada anakmu, Kakak.”
Ini…kayak kenal suaranya…
Mending gue denger terus suaranya.
“Kemuliaan untuk evolusi dunia, Snake.”
“Kemuliaan untuk evolusi dunia, Derrek. Atau mungkin
saya panggil…Kepala Desa?”
Bener, kan. Ternyata Si Kades
yang ada di balik ruangan ini.
Kedengerannya sih, dia lagi
telfonan sama orang. Namanya siapa? Snake, ya?
Gue cuma dengerin mereka ngobrol
aja dari balik ruangan ini. Kedengerannya sih, orang yang disebut Snake itu
udah misterius, bahaya juga orangnya. Bahkan Si Kades aja diancem kayak gitu.
“Menurut saya, biarkan saja, Derrek. Menurut
perkiraan saya, sepertinya mereka tidak akan kembali ke Xia Village.”
“Ti…Tidak akan kembali?”
“Tidak…sebelum mereka menemukan lokasi tempat para
Ghoul yang anda ternak berada.”
Apa?! Ghoul yang anda ternak?!
Ohhh gitu…
Pantesan dia kesel hasil ternaknya gue hajar bareng
Myllo!
Dan ujung-ujungnya, gue makin
bisa ngerasain siapa yang sebenernya lebih bahaya.
“Mungkin bisa dikatakan bahwa Duke Louisson ikut
berpartisipasi dalam penangkapan Goldiggia. Namun, sebenarnya peran bangasawan
tersebut sangatlah minim.”
“Minim…?”
“Ya. Karena, tanpa dua Petualang tersebut, tidak
mungkin ada kebebasan bagi para tahanan yang tertangkap oleh Goldiggia.”
“Tu…Tunggu! A…Apa maksud anda, Snake?! Bagaimana
anda bisa tahu tentang peran dua Petualang itu?!”
“Anggap saja saya tahu dari sumber yang sangat saya
percayai.”
Gila! Dia tau darimana?!
Nggak mungkin dong Bismont yang bocorin?! Atau
mungkin…anggotanya Bismont? Atau mungkin…anak-anaknya?
“Jadi, anda sedang dihadapkan dengan dua Petualang
yang berpotensi menjadi sangat berbahaya. Tambah lagi, anda juga harus
memikirkan seseorang yang sangat mengidolakan mantan Leader Tingkat Merah,
Derrek.”
“Ma…Maksud anda…”
“Ya, Margia Maevin, atau yang dikenal dengan Gia.
Walaupun saya tidak tahu ‘cara bermain’ wanita itu, namun ia memiliki potensi
yang sama bahayanya dengan mereka berdua.”
Bahkan orang yang telfonan sama
Kades itu tau Gia?!
Pantes aja cuma foto gue, Myllo,
sama Gia yang beda sendiri! Ternyata karena kita bertiga yang paling bahaya?!
“Maaf, Derrek. Saya harus pergi terlebih dahulu
karena masih banyak yang harus saya urus, untuk evolusi dunia. Sekian
dan terima kasih, kawan.”
Telfonannya udah selesai.
Intinya Si Kades itu orang dibalik munculnya semua
Ghoul di desa ini, bareng orang yang namanya Snake itu.
Masalahnya adalah…gue nggak punya bukti kalo mereka
biang kerok dari semuanya. Gue butuh bukti yang lebih kuat lagi.
“…”
Waduh…kayaknya dia mau ke sini, nih.
Ngumpet ke mana, ya?
“*Kriiiek… (suara pintu terbuka)”
“Hmm? Sepertinya ada seseorang…”
Eh?! Gue ketauan?! Padahal udah ngumpet di balik meja
ini—
“*Syut! (suara lemparan pisau)”
“*Shruk! (suara tertusuk pisau)”
“…”
Brengsek nih orang!
Tiba-tiba lempar pisau yang nembus meja sampe ke
lengan gue!
“…”
Duh! Jangan sampe darah gue jatoh ke lantai! Bisa-bisa
gue ketauan!
“Hmm…mungkin perasaan saya saja. Baiklah, sepertinya
saya harus ke kandang.”
“*Vrung… (suara portal terbuka)”
“…”
“*Vrung… (suara portal tertutup)”
Ah, udah aman, kan?
“Urgh…”
Dasar brengsek tuh Kades!
“…”
Duh, tiba-tiba sembuh sendiri nih
lengan gue! Kalo sembuh sendiri, takutnya gue pingsan!
Mending gue cek dulu sekitar
ruangan ini sebelum beranjak dari balik meja ini.
“…”
OK, aman.
Mungkin kalo di rumah Kades ini,
gue bisa dapet petunjuk tentang Ghoul yang lebih banyak.