
““*Brak! (suara terlempar)””
““Urgh…””
Bismont melempar Dalbert dan
Alethra ke hadapan Sebastian.
“Fufufu…Fuhuahahaha!”
“…”
“Tidak saya sangka! Ternyata
orang yang memimpin kutu-kutu seperti itu adalah adik dari ****** itu!”
Hina Sebastian kepada Dalbert.
“Menghilang 10 tahun yang lalu
hanya untuk membuat pasukan bandit sampah seperti—”
“Huhuhu…”
“Hm?”
“Huahahaha!”
“!!!”
Sebastian merasa kesal karena
omongannya dipotong oleh Dalbert yang tertawa.
Tambah lagi, ia merasa tawa dari
Dalbert seolah-olah bertujuan menghinanya.
“Hey! Saya tidak suka ada yang
memotong bicara sa—”
“Gue paham sekarang kondisinya!”
“Sudah saya bilang saya tidak
suka ada yang—”
“Orang yang jabatannya Duke di
Erviga cuma berani ngumpet di belakang bangsawan lain?!”
“Apa yang anda bi—”
“HAHAHAHA!!! DASAR KUTU YANG BERANINYA NGUMPET DI
RAMBUT!!! SIAPA YANG KUTU SEKARANG?!?!”
Teriak Dalbert kepada Sebastian.
“*Dhuk! (suara tendangan)”
“Urgh…”
Sebastian menendang dagunya
karena merasa kesal.
Namun, alih-alih membuatnya diam…
“Berani-beraninya anda berbicara
seperti i—”
“*Cuh! (suara meludah)”
“…”
…Dalbert justru bertindak semakin
tidak karuan dengan meludah yang penuh darah ke wajah Sebastian.
“RAAAAAGH! LOUISSON! CEPAT
BUNUH—”
“Lo yakin? Bukannya orang itu juga mau dia?”
“…”
Sebastian hanya menatap Bismont
dengan tajam.
Ia pun berjalan ke Bismont dengan
langkah yang menghentak.
“*Drap! Drap! Drap! (suara
langkah menghentak)”
“*Tap! (suara menepuk pundak
dengan keras)”
“SUDAH SAYA BILANG! SAYA TIDAK
SUKA JIKA ADA YANG MEMOTONG OMONGAN SAYA!”
Teriak Sebastian, tepat di
telinga Bismont.
Namun, Bismont hanya diam saja.
“Jangan
anda berbicara seakan-akan anda mengenal beliau,
Bismont. Anda tidak tahu apa-apa tentang beliau.”
Bisik Sebastian di telinga
Bismont.
Ia pun kembali berjalan menjauhi
Bismont.
“Sepertinya beliau juga ingin bedebah ini mati.
Maka dari itu, tidak masalah jika orang ini mati!”
“…”
Lagi, Bismont tidak memberikan
komentar apa-apa.
“Baiklah, bunuh dia secepat—”
“Bahkan untuk bunuh orang yang
diiket pun, lo minta orang lain?! Hah! Nggak gue sangka bangsawan tertinggi di
Erviga nggak lebih dari seorang pengecut!”
Seru Dalbert kepada Sebastian.
Ia pun kesal karena Dalbert
menghina dirinya, yang juga memotong omongannya.
“Haaaaaah! Dasar sialan!”
Seru Sebastian dengan kesal.
“Apa yang anda tunggu, Louisson?!
Cepat bunuh dia!”
Bismont pun berjalan menuju
Dalbert, sambil menghunuskan pedangnya.
“Bos…”
“Maafin gue, Alethra.”
Namun, ketika ia hendak membunuh
Dalbert…
“…uoaaaarr…”
…tiba-tiba terdengar suara Naga
dari luar kediaman Sebastian.
“A…Ada Naga!”
“Se…Serang Naga itu!”
Suara pasukan Siegfried dan
Louisson pun terdengar hingga ke ruangan di mana mereka berempat berada.
“Me…Mengapa tiba-tiba ada Naga yang menyerang?!”
Pikir Sebastian dengan heran.
Ketika dirinya dilanda
kebingungan…
“*Bruk! (suara tembok runtuh)”
“BOOOOOOSSSS!!!”
…Naga itu menghantam kediaman
Sebastian, hingga menembus ruangan mereka berada.
Tidak sampai di situ saja, Naga
itu juga memakan Dalbert secara utuh.
“Rrrrrr!”
“…”
Naga itu menatap Sebastian dengan
begitu tajam.
“Heavenly Blade!”
“*Shruk! (suara tusukan)”
“Rrrr!”
“*Bruk! (suara tembok runtuh)”
Bismont tidak tinggal diam.
Ia menusuk mulut Naga itu, hingga
Naga itu pergi melarikan diri.
“Naga itu…seolah-olah menatap saya dengan tajam! Artinya…tidak bisa
dipungkiri lagi! Naga itu adalah—”
“Sebastian, kita kejar nggak Naga
itu?”
“…”
Sebastian diam tertegun ketika
dirinya ditanya oleh Bismont.
Di tengah dirinya yang sedang
bingung, ia menatap Alethra.
“Hiks, hiks… Bo…Bos…”
Alethra hanya menangis setelah
menyaksikan Dalbert yang dimakan begitu saja.
“Tidak usah! Kita tetap jalankan
rencana kita! Setidaknya kita telah mendapatkan sumber daya yang lebih untuk beliau!”
“Tapi, orang itu kan—”
“Daripada mengejar Naga dan
Tegas Sebastian kepada Bismont.
Dengan semua kejadian ini,
Bismont merasa urusannya telah selesai dan hendak menemui pasukannya.
Namun, sebelum ia hendak keluar
dari ruangan itu, ia menanyakan sesuatu kepada Sebastian.
“Tolong ingetin gue lagi. Apa
nama tempat yang mau kita serang?”
“Dungeon of Beasts.”
Jawab Sebastian.
Ketika ia pergi dari ruangan itu,
seorang pelayan di kediaman tersebut menghampiri Sebastian.
“Yang Mulia, bagaimana dengan
setiap bandit yang berhasil ditangkap?”
“Perintahkan para pasukan atas
nama saya untuk membunuh semua Manusia! Sisanya, bawa mereka ke Penampungan!”
“Baiklah, Yang Mulia.”
Pelayan itu pun melakukan apa
yang diperintahkan oleh Sebastian.
“*Shrak! (suara tebasan pedang)”
“Jangan bunuh dia—”
“*Dhuk! (suara tendangan)”
“Diam kau, Mahluk Hina!”
Setiap bandit Ras Manusia pun
dibunuh oleh pasukan Siegfried di depan mata para bandit Non-Manusia.
Sisa dari para bandit pun disegel
dengan Mana-Restriction.
Dari atas ruangan, Sebastian
menatap para bandit yang dibunuh dan disiksa dengan tatapan yang angkuh.
“Baiklah, alangka saya
melanjutkan ritual saya sebelum berperang.”
Kata Sebastian dengan menyeringai.
Di sampingnya, terdapat pelayan
Dragonewt yang menangis melihat sanak saudaranya diperlalukan dengan hina.
“Hmph. Menangislah sepuasnya. Karena ini adalah terakhir kalinya anda
melihat saudara satu ras anda, Dragonewt!”
Pikir Sebastian.
……………
Di tempat lain, di sekitar Erviga.
“*Pyuh! (suara Naga meludah)”
“*Bruk! (suara terjatuh)”
“Uhuk, uhuk, uhuk!”
Naga yang memakan Dalbert
membuangnya dari mulutnya.
Tidak lama kemudian, di
hadapannya ada seseorang yang ia kenal.
“Dalbert Dalrio, ketua dari ikatan
bandit yang bernama Blood Brothers of Erviga.”
“Lo itu…Marquis Verde!”
Seru Dalbert setelah melihat
Verdian yang berjalan dengan Göhran dalam Wujud Manusia.
“Huek! Mulutku terasa tidak
nyaman karena sempat ada Mahluk Fana!”
“Hah?!”
Dalbert kembali terkejut setelah
melihat Rakhzar yang berubah ke dalam Wujud Manusia.
“Untung saja saya menemukan—”
“Diem lo!”
““!!!””
“Lo itu bawahannya Siegfried,
kan?!”
Seru Dalbert dalam keadaan
waspada.
“Hey, hey, hey! Tenangkan diri
anda!”
“…”
“Anda pikir, siapa yang
membeberkan ruangan rahasia milik Siegfried kepada BBE?!”
“!!!”
Dalbert kembali dikejutkan dengan
pernyataan Verdian.
“Kalo dipikir-pikir lagi, gue ngira semuanya itu cuma kemungkinan!
Artinya…beberapa anggota gue ada yang dapet dari dia langsung?!”
Pikir Dalbert, sambil mengingat
rapat yang ia adakan dengan anggotanya.
“Maka dari itu, saya yakin anda
akan tertangkap, semenjak sahabat saya Bismont terpaksa bekerja untuk bedebah i—”
“Ma…Maksudnya, lo itu udah yakin
kalo kita nggak akan berhasil?!”
Tanya Dalbert dengan kesal.
“Maafkan saya jika saya harus
mengatakan benar. Maka dari itu, kita tidak ada waktu lagi! Alangkah baiknya jika
kita rencanakan strategi kita untuk membebaskan rekan-rekan anda, serta Kaum
Non-Manusia lainnya!”
Tegas Verdian kepada Dalbert.
“Jadi, apakah anda mengetahui
lokasi ditahannya para Mahluk Non-Manusia?”
“…”
Dalbert hanya terdiam ketika
ditanya oleh Verdian.
Ia berusaha mengingat sesuatu
ketika berada di kediaman Sebastian.
Seketika ia teringat akan bisikan
Bismont, sebelum ia dibawa ke hadapan Sebastian.
“Penampungan masih ada di
bawah Vigrias Graveyard. Gue liat pake mata kepala gue sendiri.”
“Ah, itu ya maksudnya.”
Pikir Dalbert akan bisikan
Bismont.
“Duke Louisson bilang…Penampungan
terakhir…ada di Vigrias Graveyard.”
“!!!”
Verdian begitu terkejut ketika
mendengar fakta yang diberikan oleh Dalbert.
“Verdian? Ada apa?”
“Ji…Jika berada di Vigrias…artinya
untuk memasuki ibukota Erviga tersebut…sedikit mustahil…”
“Me…Mengapa?”
“Karena…wilayah tersebut dijaga
oleh Royal Knight…pasukan Ksatria yang hanya mengabdi kepada Raja saja…”
Jelas Verdian ketika ditanya oleh
Rakhzar.
“Tambah lagi…dengan status saya
sebagai seorang bangsawan yang menjadi buronan…sepertinya mustahil untuk—”
“Yaudah kalo lo nggak berani.
Ujung-ujungnya gue harus selamatin anggota gue!”
Seru Dalbert kepada Verdian.
“Ia benar, Verdian. Bukan
waktunya lagi kita mundur.”
“Tenang saja, kawan! Kami akan
melindungimu! Biarlah dirimu membawa keadilan bagi kerajaan ini!”
Sahut Göhran dan Rakhzar kepada
Verdian.
“Kalian benar. Saya kehilangan
anggota saya. Tapi saya tidak akan membiarkan tanah kelahiran saya hancur
begitu saja!”
Seru Verdian kepada mereka
bertiga.
Bersama-sama, mereka berempat hendak
menuju Vigrias Graveyard untuk membebaskan Mahluk Non-Manusia.