
Kondisi anggota Aquilla saat ini.
“M-Myllo, terus sekarang kita harus ngapain—”
“Haaaaaah…”
“*Bruk…”
“M-Myllo?!”
Myllo hendak beristirahat, setelah berjuang keras melawan Nagaimimi Kenjiro, yang merupakan salah satu anggota Klan Nagaimimi yang paling kuat. Ia terbaring di samping Dalbert yang sudah tidak sadarkan diri.
“Wahai Warga Bawah sekalian. Terima kasih karena telah membantu—”
“Gimana kondisi Ryūtaro?! Dia baik-baik aja, kan?!”
Sahut Myllo, ketika Katanaka menghampirinya.
“Ya. Ia baik-baik saja. Namun, alangkah baiknya jika kalian ikut bersama kami untuk bersembunyi dan
menyembuhkan kalian.”
Kata Katanaka kepada Myllo.
“Istirahat?! Tapi anggota gue—”
“Graugraugrau! Kau tidak perlu khawatir. Jika ia sudah bersama Shinikichi, ia seharusnya sudah aman dari kejaran Bakufu. Jika perlu, aku dan anggota Perlawanan lainnya akan mengirimkan bantuan untuk mencari mereka.”
Jelas Uchiyoshi kepada Myllo, yang dibuka dengan tawa.
“Hmmm……”
Myllo pun berpikir sejenak. Ia menatap Gia yang terluka, serta Dalbert yang masih tidak sadarkan diri.
“Yaudah! Gue ikut kalian!”
Seru Myllo kepada ketiga Katanaka.
Setelah itu, ia ditandu oleh beberapa anggota Perlawanan, bersama Gia, Dalbert, Ryūtaro, Kokume, serta beberapa warga desa Kitakaze.
Namun ketika ditandu, Myllo penasaran dengan apa yang sesuatu yang ia harapkan dari ketiga Kepala Perlawanan.
“Oi, kalian!”
“Hey! Sopan sedikit ketika berbicara dengan Kepala Klan—”
“Tunggu dulu. Biarkan saja.”
“Baiklah, Tanzō-sama.”
Jawab salah seorang anggota Perlawanan, yang hendak menegur Myllo yang ia rasa tidak sopan.
““…””
Para Kepala Perlawanan dan anggota Perlawanan menunggu pertanyaan Myllo. Mereka mendapatkan perasaan tidak enak dari pertanyaan yang akan Myllo tanyakan.
Tetapi pertanyaan dari Myllo…
“Ada sake, nggak?! Gue udah lama nggak minum itu! Hihihi!”
““S-S-Sake?!?!””
…justru bukanlah pertanyaan yang serius.
“Ih, Myllo! Kita kan masih—”
“A-Ada di Markas Besar kami.”
“Eh! Jangan main diturutin aja, dong!”
Seru Gia kepada Katanaka, yang justru hendak memenuhi permintaan tidak masuk akal dari Myllo.
“Oh ya. Ngomong-ngomong, kalian itu pemimpin Perlawanan, ya?”
“Anda benar. Nama saya adalah Tanzō Katanaka. Saya adalah Kepala Klan Tanzō.”
“Namaku adalah Warauneko Uchiyoshi! Aku masih tidak menyangka akan hal konyol dari pria ini! Graugraugrau!”
“Sebenarnya aku tidak ingin menjawabmu yang tidak sopan denganku! Tetapi namaku adalah Ērukuma Nakatoki!”
Jawab Katanaka, Uchiyoshi, dan Nakatoki secara bergantian kepada Gia.
“Gue Myllo Olfret! Calon Petualang Nomor Satu di Geoterra! Ini dua rekan gue! Namanya Gia sama Dalbert!”
“Salam kenal…”
Balas Katanaka kepada Myllo, sambil melanjutkan perjalanan mereka menuju Markas Besar mereka.
“Myllo-dono. Saya hendak bertanya kepada anda.”
“Hah?”
“Apakah anda adalah… murid dari Kitsune?”
“Kalo itu sih, gue aja baru tau tadi! Gue kira Ekor Hijau tuh Beastwoman!”
Jelas Myllo kepada Katanaka, yang sebelumnya bertanya.
Karena mendengar jawaban darinya…
““*Druk…””
““!!!””
…ketiga Kepala Klan tersebut sujud di depan Myllo yang sedang ditandu. Aksi mereka bahkan mengejutkan anggota Perlawanan lainnya.
“T-Tanzō-sama! Warauneko-sama! Ērukuma-sama! Mengapa kalian sujud di hadapan mere—”
“Tolonglah kami! Bantulah kami menggulingkan Klan Kazedori, yang telah mencoreng nama baik klan mereka! Kami mohon, Olfret-san! Tidak! Maksudku, Olfret-dono!”
Seru Katanaka, yang sujud bersama Uchiyoshi dan Nakatoki.
Akan tetapi…
“*Zzzzz…”
““EEEEHHH?!?! IA TERTIDUR?!?!””
…mereka justru mendapati Myllo yang tertidur.
“M-Maafin Kapten aku ya, Kepala Klan! Dia keliatannya capek banget! Jadinya—”
“Kami paham, Gia-dono. Maafkan kami juga yang memohon dengan terburu-buru, tanpa memperhatikan kondisinya.”
Balas Katanaka kepada Gia, sambil melanjutkan perjalanan mereka semua.
“Ngomong-ngomong… kita mau ke mana, ya?”
“Kita akan bersama-sama pergi menuju kembali ke Markas Besar kami, yang terletak di Hokutōkaze Village, Gia-dono. Apakah anda keberatan?”
“Ng-Nggak sih, cuma aku… khawatir aja sama temen-temen aku.”
“Baiklah, Gia-dono! Kami akan mengirimkan anggota kami untuk mencari teman-temanmu! Graugraugrau!”
“Hey, Nekomi! Cepat cari Shinikichi dan teman-teman Myllo-dono!”
“B-Ba-Baik, Ērukuma-dono!”
Jawab Beastwoman Kucing bernama Nekomi, yang langsung pergi meninggalkan anggota Perlawanan untuk mencari Djinn dan kawan-kawan, setelah mendapat perintah langsung dari ketiga Kepala Perlawanan.
“Djinn, Garry, Machinno, semoga kalian nggak kenapa-kenapa, ya!”
Pikir Gia yang mengkhawatirkan rekan-rekannya.
……………
Beberapa saat kemudian, pada malam hari, di wilayah Kumotochi lainnya, di mana Djinn dan rekan-rekannya
berada.
“Keliatannya di sini udah aman, Ger.”
“S-Seriusan atuh, Djinn?!”
“Nggak tau juga, sih. Tapi nggak ada salahnya kalo kita istirahat di sini dulu.”
“Y-Yaudah, atuh.”
Balas Garry kepada Djinn.
““…””
Kemudian mereka duduk bersama-sama di dekat pohon, lalu Garry mulai mempraktikan sihirnya.
“*Ngunggg…”
“Et! Parah euy luka ieu Beastman!”
Jelas Garry terkait luka yang diderita oleh Shinikichi.
“Garry! Ada apa sama Shinikichi?!”
Tanya Yukiari yang mengkhawatirkan temannya tersebut.
“Organ dalem badannya teh udah luka parah! Harusnya mah dia disembuhkeun secepatnya!”
“D-Dia masih mungkin hidup nggak?!”
“Et! Sianying! Tenang wae, atuh! Selama ada Kang Garry, pasti—”
“Gimana gue mau tenang?!”
“Et!”
Sahut Garry dengan terkejut ketika mendengar seruan Yukiari.
“Dia temen gue dari kecil! Walaupun kita nggak ada hubungan darah, seenggaknya dia itu orang yang gue anggap abang gue sendiri!”
“…”
Djinn hanya menatapi Yukiari.
“Makanya itu!”
“*Tap!”
“Et! Jangan pegang-pegang aing, anying—”
“T-Tolong sembuhin temen gue!”
“I-I-Iya—”
“Gue mohon! Gue mohon!”
“Et! Iya! Pasti aing sembuhkeun—”
“Kalo sampe dia mati, gue—”
“BISA DIEM NGGAK SIH LO, KUCING?!?!”
“Hieeekh!”
Teriak Garry dengan terkejut dan takut ketika mendengar Djinn yang berteriak kepada Yukiari.
“*Wruk…”
Djinn lalu menarik kerah baju Yukiari.
“Kalo lo ganggu dia terus, bisa-bisa temen lo ini mati gara-gara lo! Paham?!”
“P-P-Pa… Paham…”
Balas Yukiari, yang sama takutnya dengan Garry, ketika mendengar seruan Djinn.
“*Ngunggg…”
Garry pun melanjutkan proses penyembuhan Shinikichi.
Hingga akhirnya, mereka menyadari sesuatu yang sudah terbiasa terjadi di Aquilla.
“Haaaaaah…!”
“A-Ada apa atuh, Djinn?!”
“Lagi-lagi Si Lemot hilang!”
“Et! Bener juga, sia teh!”
Balas Garry, setelah ia menengok ke kiri, kanan, dan belakang, tanpa menemukan adanya Machinno.
“Terus Machinno teh gimana, Djinn?! Sia teh teu carikeun Machinno?!”
“Nggak usah. Ntar dia juga balik lagi, kok. Tunggu aja nanti.”
Jawab Djinn dengan tenang, sambil mengawasi sekitar mereka dengan teliti.
“Harusnya sekarang udah aman, kan…?”
………….
Sedangkan di tempat lain yang berada di hutan di sekitar Kumotochi.
“Hey! Kemarilah! Aku menemukan jasad beberapa anggota Komisi Investigasi!”
““!!!””
Beberapa bala bantuan dari anggota Klan Ishisaru datang menyusul anggota Komisi Investigasi, yang sebelumnya mengejar Djinn dan rekan-rekannya. Namun ketika mereka berada dalam perjalanan, mereka menemukan beberapa anggota Komisi Investigasi yang terbunuh.
“Sial! Ternyata mereka berhasil membunuh anggota klan kita!”
“Bagaimana dengan anggota kita yang baru kembali?! Mengapa ia tidak terlihat?!”
“Apa mungkin ia juga ikut terculik oleh mereka, para anggota Perlawanan?!”
Sahut beberapa anggota Klan Ishisaru yang penasaran dengan anggota klan lainnya, yang tidak diketahui
keberadaannya.
Hingga akhirnya, salah satu dari mereka mulai menyadari fakta yang sebenarnya terjadi.
“Tunggu! Perhatikan luka pria ini!”
“Ada apa dengan lukanya!”
“Bekas luka ini… bukanlah luka dari senjata tajam biasa! Ini adalah bekas luka adalah bekas luka dari naginata! Yang merupakan senjata kita!”
“Kau benar! Bahkan anak dari Ishisaru-sama, Ishimaru Tsuruki, tidak ada di sini!”
“Artinya…”
“Anggota baru itu… pria itu… telah berkhianat! Tidak hanya bagi Komisi Investigasi saja! Tetapi juga klan-nya sendiri!”
Seru Beastman tersebut, setelah membuat kesimpulannya.
“Alangkah baiknya jika salah satu dari antara kita menginformasikan ini kepada Klan Ishisaru!”
“Baiklah! Biar aku saja yang pergi memberikan informasi ini! Biarlah kalian melanjutkan investigasi pencarian pengkhianat itu!”
““Baik!””
Dengan begitu, anggota Klan Ishisaru mulai berpencar.
Sementara itu, di lokasi lain yang tidak jauh dari antara keberadaan Djinn dan anggota Klan Ishisaru yang
mengejar mereka.
“*Bruk…”
“Huff… huff… huff…”
Pengkhianat Klan Ishisaru, Ishisaru Tsuruki, hendak bertemu dengan Djinn. Akan tetapi, akibat pertarungan antara Aquilla dan Perlawanan melawan Bakufu, serta pertarungan dengan anggota Komisi Investigasi yang ia bunuh, membuat kondisinya semakin kritis.
“G-Gue… harus ketemu… orang rambut putih itu…!”
Bisiknya, sambil merangkak karena sudah tidak kuat untuk berlari.
Di saat ia sedang berusaha sekuat tenaga untuk mencapai Djinn…
““Gaaa! Gaaa!””
“!!!”
…ia dikejutkan dengan adanya raungan yang tidak asing baginya.
“Sialan! Nggak salah lagi! Pasti itu suara Nobusuma!”
Pikirnya sambil berusaha berdiri di tengah kesakitannya.
Hingga akhirnya, beberapa mahluk yang terlihat seperti kelelawar dengan atribut bajing, yang sedang terbang
menuju dirinya.
““Gaaa! Gaaa!””
“*Hauurp!”
“Urgh! D-Dasar mahluk sialan!”
Seru Tsuruki, ketika beberapa Nobusuma menggigitnya, lalu menghisap darahnya.
“B-Bahkan… gue nggak punya tenaga lagi… untuk usir mahluk-mahluk… ini…!”
Pikir Tsuruki dengan tidak berdaya.
“A-Apa ini… masa-masa terakhir gue…?”
Kembali pikirnya sebelum hilang kesadaran.
Namun ketika ia hendak menutup matanya dan tidak sadarkan diri, ia menatap mahluk lain yang menghampirinya.
“M-Mahluk… a-apa… i… i…”
“…”
Beberapa saat kemudian…
“Huffff!!!”
…Beastman itu terbangun.
Di atas tubuhnya…
“Uaaargh!”
“*Puink, puink, puink…”
…terdapat Machinno, yang membuatnya terkejut hingga membuatnya terpental.
“Mahluk apa itu?!”
“…”
“Eh, tunggu! Dia bukannya ada bareng—”
“Mahluk…?”
“!!!”
Kali ini ia terkejut ketika mendapati Machinno yang berbicara.
“L-Lo itu… kenal orang rambut putih, kan?!”
“…”
“Hm? Tadi perasaan dia ngomong—”
“Rambut putih…? Aaaaah…”
“…”
“Djinn, maksudnya.”
Jawab Machinno dengan respon yang lambat.
“T-Ternyata emang beneran bisa ngomong, walaupun responnya lambat banget…”
Pikir Tsuruki yang baru menyadari satu hal tentang Machinno.
“Oh iya! Lo bisa anterin gue ke temen lo yang namanya Djinn, nggak?!”
“…”
“Gue janji! Walaupun gue pakai atribut Klan Ishisaru, tapi gue udah nggak ada kaitannya lagi sama mere—”
“Bisa.”
“Hah…?”
Sahut Tsuruki dengan heran.
“Lo… nggak curiga sama gue…? Gue kan tadi abis lawan kalian—”
“…”
“Hm?”
Beastman tersebut menjadi lebih heran lagi, setelah Machinno yang tiba-tiba menunjuk dirinya dengan telunjuk kecilnya.
“Kera… pria baik.”
“…”
Seketika ia terdiam, setelah mengerti maksud dari Machinno.
“Gue… bukan pria baik…!”
“…”
“Gue… demi hidup damai yang gue mau setelah gue diculik… gue jadi rebut hidup damai orang lain…!”
“…”
“Makanya itu—”
“*Puink, puink, puink…”
“*Tap, tap, tap…”
Seketika Machinno menepuk-nepuk kakinya, dengan maksud untuk menghibur Tsuruki yang sedang berbicara.
“K-Kenapa lo tiba-tiba—”
“…”
Kali ini, Tsuruki berhenti berbicara ketika Machinno menunjuk-nunjuk dirinya sendiri.
“Nama Machinno… Machinno. Nama kera…?”
“Oh, n-nama gue? Nama gue Ishisaru Tsuruki. Salam kenal, Machinno.”
“*Tap…”
Tangan mungil Machinno menjabat jari Tsuruki.
“A-Ayo kita pergi ke Djinn, Machinno!”
“…”
“…”
“Ya.”
Jawab Machinno secara singkat, walaupun lambat.
“Urgh—”
“*Bwung…”
Tsuruki hendak berdiri, namun kondisinya yang kritis membuatnya terjatuh ketika berdiri. Akan tetapi Machinno berhasil menggunakan sihirnya untuk menopang Tsuruki.
“Makasih banyak, Machinno!”
“Ya.”
“Eh? Tumben jawabnya cepet.”
Bisik Tsuruki dengan pelan.
Namun ketika mereka baru saja berjalan…
““Gaaa! Gaaa!””
“Cih! Mahluk sialan itu lagi! Hati-hati ya, Machinno!”
…terdengar beberapa Nobusuma yang hendak menghampiri mereka.
Akan tetapi, lagi-lagi Tsuruki terkejut dengan tingkah laku Machinno.
“Machinno! Mereka dateng dari belakang—”
“Mereka… teman-teman Machinno.”
““Gaa! Gaa! Gaa!””
Jelas Machinno kepada Tsuruki, sambil bermain bersama beberapa Nobusuma yang sebelumnya menyerangnya.
Oleh karena itu…
“HAAAAAAH?!?!”
…Tsuruki tidak bisa berbuat apa-apa, selain berteriak dengan terkejut.