
Aquilla terpaksa harus berpisah untuk sementara. Djinn ikut bersama Yukiari dan Nekomi, untuk menemani dan
menjaga Shinikichi yang hendak pergi menuju Kochi Village.
“Shin! Kita udah mau sampe, belom?!”
“Sebentar lagi kita sampai! Tapi kita harus masuk desa itu secara diam-diam, tanpa buat seluruh warga desa kaget karena kedatangan kita!”
“Yaudah.”
Jawab Djinn dengan singkat, sebelum mereka semua tiba di Kochi Village.
Sementara itu, Myllo bersama Gia dan Dalbert, yang tiba di markas Perlawanan.
““HA!””
““*Swush!””
““HA!””
““*Swush!””
““HA!””
Myllo bersama dengan dua anggotanya, serta para pemimpin Faksi Perlawanan, berjalan melewati puluhan
Beastfolk yang sedang berlatih bersama.
“Wuaaaah! Mereka lagi latihan sama-sama, ya?!”
“Graugraugrau! Kau benar, Myllo-kun! Mereka, anggota Klan Warauneko yang kupimpin, sedang berlatih Torajutsu, yang merupakan ilmu bela diri dari klan kami!”
Jelas Uchiyoshi kepada Myllo, yang terlihat bersemangat.
““*Bwussshhh…””
“Seperti kalian yang merasakan kerasnya air alam yang tumpah ke Tubuh kalian, rasakanlah pula kekuatan alam yang tumpah di dalam Tubuh kalian!”
““Baik, Guru!””
““…””
Sambil berjalan bersama, mereka melewati sebuah air terjun, di mana terdapat beberapa Beastfolk yang juga
sedang berlatih bersama-sama di bawah air terjun.
“Mereka lagi latian apa?”
Tanya Dalbert dengan penasaran.
“Mereka sedang melatih kekuatan alam untuk Tubuh, Jiwa, dan Roh mereka! Kami, anggota Klan Ērukuma, adalah klan yang bertanggung jawab untuk melatih para pasukan Faksi Perlawanan, agar mampu menggunakan kekuatan alam mereka!”
“Kekuatan alam untuk Tubuh, Jiwa, sama Roh?! Maksudnya…”
“Union! Sama seperti nama yang kalian kenal di Dunia Bawah!”
Jelas Nakatoki kepada Dalbert.
“Union?! Berarti semua prajurit Perlawanan bisa pakai Union?!”
““Ya!” Mungkin itu yang ingin kukatakan! Tetapi sepertinya mereka membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk menguasai kekuatan tersebut! Andai saja di antara anggota Klan Ērukuma ada seorang jenius seperti Shinikichi-kun atau Yukiari-kun!”
“Shinikichi atau Yukiari?! Artinya mereka bisa pakai Union?!”
“Tentunya! Walaupun tidak menguasai Tiga Prinsip Union, namun mereka sangat ahli dalam menggunakan Union! Mungkin Shinikichi-kun mampu menggunakan Union karena dirinya seorang Geki! Tetapi berbeda dengan Yukiari-kun! Ia mampu menggunakan Union karena mampu mengenali panggilan alam yang diterima Jiwa-nya terlebih dahulu!”
“…”
Dalbert hanya terdiam ketika mendengar penjelasan Nakatoki.
“Mengapa?! Apakah engkau juga mau belajar cara menggunakan Union?!”
“…”
“Hey! Dalbert-kun—”
“Ah, maaf. Gue tiba-tiba hilang fokus.”
Jawab Dalbert ketika ditanya oleh Nakatoki.
Tetapi dari antara mereka semua, Myllo menyadari sesuatu yang janggal dari Dalbert.
“Myllo, keliatannya temen lo itu…”
“Ya. Dia mulai curigain sesuatu yang insting gue juga curigain.”
Balas Myllo, dari dalam pikirannya, kepada Zegin.
“Hm? Ada air terjun lainnya?”
“Ah! Tempat itu sama saja seperti air terjun yang sebelumnya kau lihat, Maevin-kun!”
“P-Panggil aja aku Gia!”
“Baiklah, Gia-kun!”
Seru Nakatoki kepada Gia.
Tetapi, Uchiyoshi mengingatkan sesuatu yang terlupakan olehnya.
“Graugraugrau! Apakah kau melupakan dua Petualang yang sedang berlatih, Ērukuma-dono?!”
“Ah! Maksudmu, dua wanita itu, kah?!”
“Graugraugrau! Tentu saja!”
Jawab Uchiyoshi dengan tawanya yang unik.
Mendengar itu, Myllo pun penasaran.
“Uwaaah! Ada Petualang juga di tempat ini?!”
“Ya. Kami menemukan mereka di tepi Kumotochi dengan luka berat. Setelah mendengar cerita mereka berdua, kami pun terdorong untuk membantunya. Tidak, lebih tepatnya Ērukuma-dono terdorong untuk membantu mereka agar menjadi lebih kuat.”
Jelas Katanaka kepada Myllo.
“Hehe! Bagus, deh! Emangnya siapa mereka—”
“Maafkan aku, Myllo-kun! Tetapi mereka ingin dirahasiakan keberadaannya!”
“Oh gitu?! Hehe! Yaudah, deh!”
Balas Myllo kepada Nakatoki, seakan tidak memperdulikan keingintahuannya.
““…””
Setelah mereka berjalan melewati dua air terjun deras itu, kini mereka tiba di dalam suatu goa.
“*Tring! Tring! Tring!”
“Di dalam goa ini tuh tempat penempaan senjata?!”
“Kau benar, Gia-dono. Di sini, kami, Klan Tanzō, ahli dalam pandai besi. Sebelumnya, kami menggunakan kemampuan kami untuk menempa senjata untuk Bakufu. Tetapi kami berjanji untuk tidak ikut melayani mereka! Karena itu kami menggunakan kemampuan kami demi Perlawanan, yang hendak menggulingkan mereka, Klan Kazedori!”
Jelas Katanaka kepada Gia, setelah dirinya dibuat penasaran oleh kegiatan Klan Tanzō.
“Inilah ruangan kami, Aquilla Party. Silakan masuk terlebih dahulu.”
““…””
Bersama-sama, Myllo dan anggotanya duduk tanpa kursi, sebelum mereka memulai rapat mereka.
Namun sebelum mereka memulai diskusi mereka, seorang anggota Perlawanan datang menghampiri mereka.
“Permisi, wahai para Kepala Perlawanan.”
“Ada apa?”
“Kami mendapatkan surat yang dikirimkan oleh Nekomi-san terkait Shinikichi dan rekan-rekan dari mereka,
Warga Bawah.”
Jawab anggota Perlawanan tersebut, sebelum dirinya meninggalkan mereka semua.
“Hm?!”
“Ada apa, Tanzō-dono?”
“Sepertinya… Shinikichi harus pergi menuju Kochi Village. Ia hendak membantu warga desa tersebut.”
Jawab Katanaka kepada Nakanoki.
Tetapi sebelum menutup surat itu, ia mendapati sesuatu yang terdapat di surat yang dikirimkan oleh Nekomi.
“Sepertinya… ada pesan tambahan. Tetapi surat ini bukan untuk kami, melainkan untuk anda, Myllo-dono.”
Jelas Katanaka kepada Myllo.
“Hah?! Untuk gue?! Emangnya dari siapa?!”
“Dari Djinn-dono.”
“Hah?! Djinn?! Gimana kabar dia?!”
“ Ia berkata, bahwa saat ini ia tidak bisa kembali berkumpul dengan anda, karena dirinya harus menjaga Shinikichi, bersama Garry-dono dan Machinno-dono. Oleh karena itu, ia hendak meminta maaf jika membuat keputusan tanpa izin anda.”
“…”
Myllo terdiam ketika mendengar kata-kata dari Djinn, yang dibacakan oleh Katanaka.
“Ih! Kok Djinn nggak balik, sih—”
“Tenang aja, Gia!”
“Justru gue bersyukur karena dia lebih pentingin keselamatan Shinikichi! Lagipula, gue yang minta ke mereka untuk jagain orang itu, kan?! Hehe!”
Jawab Myllo yang ditutup dengan tawa, setelah Gia mengkhawatirkan teman-temannya.
“Baiklah, kami akan menjelaskan situasi kami kepada anda, tentang alasan kami membutuhkan anda.”
“…”
Myllo kembali terdiam, sebelum mendengar penjelasan Katanaka.
“Sepertinya anda sudah mengetahui kondisi Kumotochi dari Ryūtaro. Bukankah seperti itu?”
“Ya. Semuanya karena Shogun sebelumnya mati, kan?”
“Andai semuanya sesederhana itu, Dalbert-dono.”
“Hm?”
Gumam Dalbert dengan heran, ketika mendengar pernyataan Katanaka.
“I-Ini semua… karena saya yang—”
“Hentikan, Tanzō-dono! Kita berada di sini untuk membahas hal lainnya! Bukan berbicara tentang masa lalu!”
Tegas Nakatoki kepada Katanaka.
“Graugraugrau! Lebih baik, kami akan menjelaskan tentang rekam jejak perlawanan kami dengan Bakufu! Bukankah begitu, Tanzō-dono?!”
“Tidak, Warauneko-dono. Biarkan saya yang menjelaskannya semuanya kepada mereka.”
““…””
Myllo dan anggotanya terdiam dan mulai menyimak penjelasan dari Katanaka.
“Mungkin sejauh ini, kami mampu bertarung dengan Lima Komisi, semenjak leluhur kami terdahulu juga pimpinan dari Lima Komisi. Dari antara seluruh klan yang bernaung di Lima Komisi, kami yakin bahwa Klan Nagaimimi dan Klan Yorukiba merupakan dua klan paling berbahaya yang harus kami hadapi. Tetapi…”
“Tapi…?”
“…kami selalu dikalahkan, ketika Klan Kazedori ikut turun tangan menghadapi kami, khususnya pasukan bayangan Klan Kazedori yang bernama Kagebuntai. Selain karena mereka semua yang merupakan Kitsune, mereka juga memiliki kekuatan yang berbahaya.”
“Contohnya tuh, hancurin Jiwa orang, ya?”
“Anda benar, Dalbert-dono.”
Jawab Katanaka kepada Dalbert.
“Tetapi! Dengan adanya Myllo-dono, yang mampu menggunakan kemampuan seperti Klan Kazedori, kita memiliki peluang untuk menjatuhkan mereka!”
“Graugraugrau! Tanzō-dono benar! Dengan adanya Myllo-kun, kita bisa mengalahkan Klan Kazedori!”
“Apalagi, dengan adanya keabadian yang aku rasakan darinya, tentu kita mampu menggulingkan mereka semua!”
Seru Katanaka, Uchiyoshi, dan Nakatoki, secara bergantian.
Akan tetapi, Myllo dan anggotanya dibuat bingung oleh pernyataan Nakatoki.
“Hah? Keabadian?”
“Hm? Tidakkah anda merasakannya, Dalbert-dono?”
Tanya Nakatoki kepada Dalbert, yang merasa bingung dengan penjelasannya.
“Oh! Mungkin yang mereka maksud itu Dewi Zegin yang ada di dalam Myllo—”
““*Brak!””
““!!!””
Myllo dan anggotanya dikejutkan ketiga Kepala Perlawanan yang terjatuh secara tiba-tiba, setelah mendengar penjelasan Gia.
“G-Gia-chan…? B-Bisakah… anda katakan kembali… terkait… yang anda sebutkan sebelumnya…?”
Tanya Uchiyoshi kepada Gia dengan terbatah-batah.
“B-Bagian yang mana ya…?”
“Bagian nama Dewi yang ada di dalam Myllo-dono…”
“Maksud kamu… Dewi Zegin—”
““*Druk!””
““!!!””
Kembali mereka dikejutkan dengan tiga Kepala Perlawanan yang sujud di hadapan mereka.
Bersama-sama…
““ZEGIN-SAMA!!!””
…mereka memanggil nama Dewi yang menaungi Myllo.
“W-Woy! Kenapa kalian tiba-tiba—”
“K-Kami bersyukur… telah menemukan Dewi yang selama ini kami sembah! Tidak! Lebih tepatnya… yang seluruh Kumotochi sembah! Bahkan… ketika beberapa di antara kami mulai menyembah Ryūhime-sama, kami tetap percaya bahwa Dewi kami yang sejati akan kembali…!”
Seru Nakatoki, sambil berlinang air mata.
“T-Ternyata… kami telah menemukan… seseorang… yang akan membawa kebebasan bagi Kumotochi…!”
“Aku bersyukur! Tidak putus-putusnya aku memohon dan menyembah-Mu, Zegin-sama! Ternyata Engkau telah mengirimkan pria yang Kau percaya untuk—”
“Tunggu, tunggu, tunggu!”
Seru Myllo, agar ketiga Kepala Perlawanan menghentikan aksi mereka.
“Bukan seharusnya… Zegin itu nggak ada yang sembah?! Ya kan, Zegin?!”
“Ya! Gue juga nggak tau kalo ada yang sembah Gue! Beda sama Mereka, yang selalu tungguin doa dari para penyembahnya! Sedangkan Gue nggak pernah denger doa apapun! Makanya itu Gue bebas dan nggak peduli apapun sama yang ada di dunia ini!”
“Gitu yang dia bilang!”
Jelas Myllo, setelah ia mengikuti seluruh kalimat yang Zegin katakan, tanpa adanya kalimat yang kurang atau lebih.
“M-Mari ikuti kami, wahai para Petualang! Ada sesuatu yang hendak kami tunjukkan kepada kalian!”
“…”
Myllo pun mengikuti ketiga Kepala Klan, bersama Gia dan Dalbert.
““…””
Bersama-sama, mereka memasuki area goa yang semakin dalam.
Hingga akhirnya…
““!!!””
…mereka tiba di sebuah kuil kecil, dengan adanya patung Zegin di pusat kuil tersebut.
“I-Itu kan…”
“Ya. Itu adalah Patung Zegin-sama, yang kami, warga Kumotochi sembah. Bahkan Bakufu pun juga menyembah-Nya.”
Jelas Katanaka kepada Myllo.
“T-Tetapi… Bakufu telah melupakan Zegin-sama…! Omongan mereka yang menyembahnya adalah sebuah kepalsuan belaka…! Karena… jika mereka benar-benar menyembah Zegin-sama… mengapa mereka mengambil kebebasan para warga Kumotochil…?! Bahkan kuil-kuil pun menjadi sepi… semenjak adanya Dekret Penangkapan Ryūhime-sama…!”
“…”
Myllo terdiam sementara, sebelum…
“Hehe!”
…tertawa.
“M-Myllo-kun—”
“Tanpa kalian mohon-mohon kayak gitu, pasti gue bantu kalian, kok!”
“M-Myllo-kun!”
Seru Nakatoki dengan gembira.
“Mungkin kalian bilang kalian sembah Zegin. Karena itu gue yakin, kalo kalian pasti baik sama Zegin! Makanya,
tenang aja! Sebagai sahabat pertama gue di dunia ini, gue pasti bantu kalian, yang baik sama sahabat gue!”
“T-Terima kasih banyak… Myllo-kun—Tidak, lebih tepatnya… Saint-sama…!”
Sahut Katanaka dengan tangis bahagia.
“Gia! Dalbert! Kalian nggak apa-apa, kan?!”
“Kenapa kamu harus nanya, Myllo?!”
“Kan kita ini anggota lo! Apapun keputusan lo, pasti kita dukung!”
“Hehe! Makasih banyak, kalian berdua!”
Seru Myllo dengan tawa.
Dengan ini, Myllo setuju untuk saling bekerja sama dengan Faksi Perlawanan, untuk menggulingkan Bakufu yang dipimpin Klan Kazedori.
Akan tetapi, ada satu hal yang bahkan tidak disadari oleh Myllo.
“S-Selama ini… ada yang… sembah Gue…? Terus… kenapa Gue nggak pernah denger adanya satu doa, pun…?”
Zegin masih memikirkan dirinya, yang tanpa ia sadari telah disembah oleh seluruh warga Kumotochi.