Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 123. To The Grave



Beberapa saat sebelum Djinn dan


Lupherius membebaskan tahanan yang  berada di Penampungan yang terletak di bawah Vigrias Capital, Dalbert


dan Göhran masih mencari lokasi Penampungan.


“Ada yang aneh.”


“Lo juga mikir gitu, ya?”


“Ya. Kita telah mengelilingi


seluruh teritori kota ini, namun tidak terlihat adanya pengawal sama sekali!”


Balas Göhran, setelah mereka


gagal menemukan adanya tempat yang seharusnya dicurigai.


“Dalbert, apakah sebaiknya kita


menanyakan—”


“Tunggu dulu, Göhran…”


Potong Dalbert karena merasa ada


yang aneh.


Ia melihat sekelilingnya, lalu


mencurigai sesuatu.


“Göhran, lo ngerasa ada yang ngeliatin kita, nggak?”


“Ya. Tidak hanya satu mata saja,


melainkan ada banyak mata yang memperhatikan kita.”


Balas Göhran, sambil


memperhatikan beberapa warga Vigrias yang seolah memantau pergerakan mereka.


Göhran pun mulai mencurigai


orang-orang sekitarnya, lalu mempertanyakan sekitarnya kepada Dalbert.


“Dalbert, apakah mereka ini yang


sering disebut oleh Mahluk Fana sebagai mata-mata?”


“…”


Dalbert hanya mengangguk.


Ia pun berjalan ke arah salah


seorang warga, yang membuat Göhran sedikit khawatir.


“Dalbert! Apa yang kau lakukan?!”


“…”


Dalbert tidak memperdulikan


Göhran dan terus berjalan ke arah salah satu warga yang memperhatikannya terus.


“Pe…Permisi. Ada yang bisa saya


bantu?”


“…”


Dalbert juga tidak menghiraukan


pertanyaan dari warga tersebut, hingga tiba-tiba…


“Gun.”


“*Dor! (suara tembakan pistol)”


…ia menembak warga tersebut.


“Dalbert! Apa yang kau laku—”


“Bener. Ternyata orang-orang ini


bukan sekedar mata-mata aja! Mereka juga penjaga wilayah ini!”


Balas Dalbert, sambil menyaksikan


warga tersebut, yang menangkis tembakan pistol Dalbert dengan pedang.


“Göhran, lo juga sadar kan kalo


ada yang aneh dari mereka?!”


“Ya! Jiwa yang kurasakan terasa


seperti bukan orang biasa! Namun aku tidak menyangka kau benar-benar menyerang


orang itu!”


“Emang harus nekat, supaya mereka


kasih liat siapa mereka sebenernya!”


Seru Dalbert kepadanya.


Seketika, ada banyak warga yang


berlari ke arah mereka, dengan kostum mereka yang berubah menjadi seorang


prajurit.


“Lapor! Ada dua orang yang


menyusup ke dalam ibukota! Kami membutuhkan bala bantuan!”


“Baik! Bala bantuan segera pergi ke lokasi serangan!”


Karena laporan itu, ada beberapa


pasukan yang hendak pergi membantu untuk menahan Dalbert dan Göhran.


“Cih! Mereka ada 30 orang lebih,


ya?!”


“Terlihat seperti itu. Namun, kau


juga sudah mengantisipasi hal ini akan terjadi, benar?”


“Ya! Makanya gue berani untuk


tembak warga jadi-jadian itu!”


Balas Dalbert, sambil


mempersiapkan senjatanya.


“Sniper.”


“…”


Dengan sihirnya, Dalbert merubah


pistolnya menjadi senapan laras panjang, lalu ia menembak bagian kaki sebuah


patung.


“*DOR! (suara senapan jitu)”


“*Kruuuunggg… (suara patung besar


akan jatuh)”


“A…Awas—”


“*Bruk! (suara patung jatuh)”


Karena tembakannya itu, Dalbert


berhasil mengalahkan sekitar 5 orang prajurit yang tertimpa patung.


“Serang Marksman itu—”


“Hraaaagh!”


“*Vwumm! (suara pukulan api)”


Göhran tidak tinggal diam.


Ia menyerang beberapa pasukan


dengan pukulan apinya.


““Great Shield!””


“Hmph! Kalian pikir perisai itu


akan menyelamatkan kalian dari murkaku?!”


“*Boom! (suara ledakan bola api)”


““Aaaargh!””


Ketika ada sekitar 10 orang  prajurit yang menyatukan kekuatannya dengan


membuat perisai sihir, Göhran langsung menyemburkan bola api dari mulutnya,


hingga perisai sihir itu meledak dan mementalkan pasukan-pasukan tersebut.


Sedangkan di hadapan Dalbert, ada


sekitar 10 pasukan yang mengepungnya.


“Knife and sword.”


““…””


Para pasukan itu memperhatikan sihir


Dalbert dengan waspada, ketika ia merubah senapan jitu miliknya menjadi pedang


dan pisau.


“Hmph! Satu lawan sepuluh pun,


kalian masih waspada?! Dasar pecundang!”


“Cih! Serang dia!”


““Hraaagh!””


Semua pasukan itu tidak terima


ejekan dari Dalbert.


Bersama-sama mereka menyerang


Dalbert.


“Tenang saja! Pria ini adalah


seorang Marksman! Tidak mungkin ia bisa mengalahkan kita dengan—”


“*Shrak, chrak! (suara tebasan


pedang dan pisau)”


“Huaaargh!”


“*Shrak, chrak! (suara tebasan


pedang dan pisau)”


““Aaargh!””


Dalbert tidak memperdulikan


ejekan dari salah satu prajurit itu. Dengan bermodalkan pedang dan pisaunya, ia


berhasil mengalahkan hampir semua prajurit yang menyerangnya.


Namun…


“Hraaaagh!”


“!!!”


…ia melupakan salah satu prajurit


yang hendak menyerangnya dari belakang.


“Dragon Fist!”


“*Vwumm! (suara kobaran api)”


“Aaaargh!”


Beruntung baginya, Göhran


menyerangnya prajurit itu.


“Cih! Mereka berdua terlalu kuat!”


Pikir salah satu prajurit yang


merasa tidak kuat untuk mengalahkan mereka.


Prajurit itu pun mengeluarkan Orb


Call untuk meminta bantuan. Akan tetapi…


“Ada sekitar…4 orang! Namun 2 diantaranya ada yang berhasil masuk ke


dalam Penampungan!”


“Hm?”


Dalbert yang mendengar suara Orb


Call itu merasa heran.


“4 orang?! Emangnya siapa 2 lagi yang masuk ke Penampungan?!”


Pikirnya.


Karena heran, ia pun merubah


kembali senjatanya menjadi burung elang.


“Eagle View.”


“*Chaaaak! (suara elang memekik)”


“Sana, cari arah dari prajurit


ini!”


Kata Dalbert kepada elang


ciptaaannya.


Ketika ia sedang fokus untuk melihat


arah pergerakan prajurit dari mata elang yang ia buat, prajurit yang


berdatangan pun semakin banyak.


“Göhran! Kali ini gue nggak bisa


ikut lawan mereka! Tolong jagain gue!”


“Baiklah, Dalbert!”


Göhran pun menjaga Dalbert,


sambil mereka mengikuti arah dari elang itu.


Ketika mengikuti arah elang itu,


mereka tidak menyadari serangan dari titik buta.


“*Shruk! (suara tergores panah)”


“Urgh…”


“Dalbert!”


Seru Göhran yang panik karena


Dalbert terluka.


“*Boom! (suara ledakan)”


““Aaaaargh!””


Göhran menyemburkan bola api ke


atap-atap bangunan di Vigrias.


“Dalbert! Biar aku sembuhkan!”


“*Ngung… (suara sihir


penyembuhan)”


“Makasih, Göhran. Untung aja gue


masih bisa hindarin panah itu, sebelum bener-bener nusuk gue!”


Seru Dalbert, sambil luka panah


yang ia terima disembuhkan oleh Göhran.


Mereka terus berlari mengikuti


elang milik Dalbert, sambil melewati beberapa prajurit dan warga ibukota itu.


“Cih! Sekarang kita lewatin warga


ibukota beneran!”


“Ya! Kita harus lebih waspada


lagi! Karena kita tidak ada waktu untuk mencari tahu warga mana sesungguhnya


dan warga mana yang bukan!”


“Lo bener, Göhran!”


Balas Dalbert.


Sambil mereka mengikuti elang


itu, mereka tidak hanya diserang oleh para prajurit saja, melainkan juga


diserang oleh prajurit yang masih menyamar menjadi warga.


“*Shruk! (suara tertusuk)”


“Göhran—”


“Aku baik-baik saja!”


“*Krrtt… (suara mencekik)”


“Burnt Body.”


“*Vwumm! (suara terbakar)”


“Uaaarghh!”


Göhran tertusuk oleh salah


seorang prajurit yang menyamar menjadi warga. Ia langsung mencekik dan membakar


prajurit tersebut.


“Tenang saja. Seorang Naga tidak


akan terluka karena tusukan ‘jarum’ seperti tadi!”


“I…Iya…”


Balas Dalbert yang seketika


menyesal karena mengkhawatirkan Göhran.


Setelah mereka mengikuti burung


itu, mereka tiba di suatu lahan kuburan yang berada di Vigrias.


“Waspada! Dua orang telah tiba di


dalam Penampungan!”


““!!!””


Mereka terkejut dengan apa yang


mereka dengar.


“I…Ini…Penampungannya?!”


“Dalbert! Fokus terlebih dahulu!


Kita belum selesai!”


“Ya, lo bener.”


Balas Dalbert, sambil mereka


berdua melihat ada sangat banyak prajurit yang datang untuk menghentikan


mereka.


Sambil mereka berdua bersiap-siap


menyerang, ada sesuatu yang terlintas di benak Dalbert.


“Mereka bilang empat orang, kan? Terus siapa dua orang lagi?! Gimana


cara mereka masuk ke tempat ini?!”


Pikirnya, sebelum melawan semua


prajurit itu.