
Beberapa saat sebelum Djinn dan
Lupherius membebaskan tahanan yang berada di Penampungan yang terletak di bawah Vigrias Capital, Dalbert
dan Göhran masih mencari lokasi Penampungan.
“Ada yang aneh.”
“Lo juga mikir gitu, ya?”
“Ya. Kita telah mengelilingi
seluruh teritori kota ini, namun tidak terlihat adanya pengawal sama sekali!”
Balas Göhran, setelah mereka
gagal menemukan adanya tempat yang seharusnya dicurigai.
“Dalbert, apakah sebaiknya kita
menanyakan—”
“Tunggu dulu, Göhran…”
Potong Dalbert karena merasa ada
yang aneh.
Ia melihat sekelilingnya, lalu
mencurigai sesuatu.
“Göhran, lo ngerasa ada yang ngeliatin kita, nggak?”
“Ya. Tidak hanya satu mata saja,
melainkan ada banyak mata yang memperhatikan kita.”
Balas Göhran, sambil
memperhatikan beberapa warga Vigrias yang seolah memantau pergerakan mereka.
Göhran pun mulai mencurigai
orang-orang sekitarnya, lalu mempertanyakan sekitarnya kepada Dalbert.
“Dalbert, apakah mereka ini yang
sering disebut oleh Mahluk Fana sebagai mata-mata?”
“…”
Dalbert hanya mengangguk.
Ia pun berjalan ke arah salah
seorang warga, yang membuat Göhran sedikit khawatir.
“Dalbert! Apa yang kau lakukan?!”
“…”
Dalbert tidak memperdulikan
Göhran dan terus berjalan ke arah salah satu warga yang memperhatikannya terus.
“Pe…Permisi. Ada yang bisa saya
bantu?”
“…”
Dalbert juga tidak menghiraukan
pertanyaan dari warga tersebut, hingga tiba-tiba…
“Gun.”
“*Dor! (suara tembakan pistol)”
…ia menembak warga tersebut.
“Dalbert! Apa yang kau laku—”
“Bener. Ternyata orang-orang ini
bukan sekedar mata-mata aja! Mereka juga penjaga wilayah ini!”
Balas Dalbert, sambil menyaksikan
warga tersebut, yang menangkis tembakan pistol Dalbert dengan pedang.
“Göhran, lo juga sadar kan kalo
ada yang aneh dari mereka?!”
“Ya! Jiwa yang kurasakan terasa
seperti bukan orang biasa! Namun aku tidak menyangka kau benar-benar menyerang
orang itu!”
“Emang harus nekat, supaya mereka
kasih liat siapa mereka sebenernya!”
Seru Dalbert kepadanya.
Seketika, ada banyak warga yang
berlari ke arah mereka, dengan kostum mereka yang berubah menjadi seorang
prajurit.
“Lapor! Ada dua orang yang
menyusup ke dalam ibukota! Kami membutuhkan bala bantuan!”
“Baik! Bala bantuan segera pergi ke lokasi serangan!”
Karena laporan itu, ada beberapa
pasukan yang hendak pergi membantu untuk menahan Dalbert dan Göhran.
“Cih! Mereka ada 30 orang lebih,
ya?!”
“Terlihat seperti itu. Namun, kau
juga sudah mengantisipasi hal ini akan terjadi, benar?”
“Ya! Makanya gue berani untuk
tembak warga jadi-jadian itu!”
Balas Dalbert, sambil
mempersiapkan senjatanya.
“Sniper.”
“…”
Dengan sihirnya, Dalbert merubah
pistolnya menjadi senapan laras panjang, lalu ia menembak bagian kaki sebuah
patung.
“*DOR! (suara senapan jitu)”
“*Kruuuunggg… (suara patung besar
akan jatuh)”
“A…Awas—”
“*Bruk! (suara patung jatuh)”
Karena tembakannya itu, Dalbert
berhasil mengalahkan sekitar 5 orang prajurit yang tertimpa patung.
“Serang Marksman itu—”
“Hraaaagh!”
“*Vwumm! (suara pukulan api)”
Göhran tidak tinggal diam.
Ia menyerang beberapa pasukan
dengan pukulan apinya.
““Great Shield!””
“Hmph! Kalian pikir perisai itu
akan menyelamatkan kalian dari murkaku?!”
“*Boom! (suara ledakan bola api)”
““Aaaargh!””
Ketika ada sekitar 10 orang prajurit yang menyatukan kekuatannya dengan
membuat perisai sihir, Göhran langsung menyemburkan bola api dari mulutnya,
hingga perisai sihir itu meledak dan mementalkan pasukan-pasukan tersebut.
Sedangkan di hadapan Dalbert, ada
sekitar 10 pasukan yang mengepungnya.
“Knife and sword.”
““…””
Para pasukan itu memperhatikan sihir
Dalbert dengan waspada, ketika ia merubah senapan jitu miliknya menjadi pedang
dan pisau.
“Hmph! Satu lawan sepuluh pun,
kalian masih waspada?! Dasar pecundang!”
“Cih! Serang dia!”
““Hraaagh!””
Semua pasukan itu tidak terima
ejekan dari Dalbert.
Bersama-sama mereka menyerang
Dalbert.
“Tenang saja! Pria ini adalah
seorang Marksman! Tidak mungkin ia bisa mengalahkan kita dengan—”
“*Shrak, chrak! (suara tebasan
pedang dan pisau)”
“Huaaargh!”
“*Shrak, chrak! (suara tebasan
pedang dan pisau)”
““Aaargh!””
Dalbert tidak memperdulikan
ejekan dari salah satu prajurit itu. Dengan bermodalkan pedang dan pisaunya, ia
berhasil mengalahkan hampir semua prajurit yang menyerangnya.
Namun…
“Hraaaagh!”
“!!!”
…ia melupakan salah satu prajurit
yang hendak menyerangnya dari belakang.
“Dragon Fist!”
“*Vwumm! (suara kobaran api)”
“Aaaargh!”
Beruntung baginya, Göhran
menyerangnya prajurit itu.
“Cih! Mereka berdua terlalu kuat!”
Pikir salah satu prajurit yang
merasa tidak kuat untuk mengalahkan mereka.
Prajurit itu pun mengeluarkan Orb
Call untuk meminta bantuan. Akan tetapi…
“Ada sekitar…4 orang! Namun 2 diantaranya ada yang berhasil masuk ke
dalam Penampungan!”
“Hm?”
Dalbert yang mendengar suara Orb
Call itu merasa heran.
“4 orang?! Emangnya siapa 2 lagi yang masuk ke Penampungan?!”
Pikirnya.
Karena heran, ia pun merubah
kembali senjatanya menjadi burung elang.
“Eagle View.”
“*Chaaaak! (suara elang memekik)”
“Sana, cari arah dari prajurit
ini!”
Kata Dalbert kepada elang
ciptaaannya.
Ketika ia sedang fokus untuk melihat
arah pergerakan prajurit dari mata elang yang ia buat, prajurit yang
berdatangan pun semakin banyak.
“Göhran! Kali ini gue nggak bisa
ikut lawan mereka! Tolong jagain gue!”
“Baiklah, Dalbert!”
Göhran pun menjaga Dalbert,
sambil mereka mengikuti arah dari elang itu.
Ketika mengikuti arah elang itu,
mereka tidak menyadari serangan dari titik buta.
“*Shruk! (suara tergores panah)”
“Urgh…”
“Dalbert!”
Seru Göhran yang panik karena
Dalbert terluka.
“*Boom! (suara ledakan)”
““Aaaaargh!””
Göhran menyemburkan bola api ke
atap-atap bangunan di Vigrias.
“Dalbert! Biar aku sembuhkan!”
“*Ngung… (suara sihir
penyembuhan)”
“Makasih, Göhran. Untung aja gue
masih bisa hindarin panah itu, sebelum bener-bener nusuk gue!”
Seru Dalbert, sambil luka panah
yang ia terima disembuhkan oleh Göhran.
Mereka terus berlari mengikuti
elang milik Dalbert, sambil melewati beberapa prajurit dan warga ibukota itu.
“Cih! Sekarang kita lewatin warga
ibukota beneran!”
“Ya! Kita harus lebih waspada
lagi! Karena kita tidak ada waktu untuk mencari tahu warga mana sesungguhnya
dan warga mana yang bukan!”
“Lo bener, Göhran!”
Balas Dalbert.
Sambil mereka mengikuti elang
itu, mereka tidak hanya diserang oleh para prajurit saja, melainkan juga
diserang oleh prajurit yang masih menyamar menjadi warga.
“*Shruk! (suara tertusuk)”
“Göhran—”
“Aku baik-baik saja!”
“*Krrtt… (suara mencekik)”
“Burnt Body.”
“*Vwumm! (suara terbakar)”
“Uaaarghh!”
Göhran tertusuk oleh salah
seorang prajurit yang menyamar menjadi warga. Ia langsung mencekik dan membakar
prajurit tersebut.
“Tenang saja. Seorang Naga tidak
akan terluka karena tusukan ‘jarum’ seperti tadi!”
“I…Iya…”
Balas Dalbert yang seketika
menyesal karena mengkhawatirkan Göhran.
Setelah mereka mengikuti burung
itu, mereka tiba di suatu lahan kuburan yang berada di Vigrias.
“Waspada! Dua orang telah tiba di
dalam Penampungan!”
““!!!””
Mereka terkejut dengan apa yang
mereka dengar.
“I…Ini…Penampungannya?!”
“Dalbert! Fokus terlebih dahulu!
Kita belum selesai!”
“Ya, lo bener.”
Balas Dalbert, sambil mereka
berdua melihat ada sangat banyak prajurit yang datang untuk menghentikan
mereka.
Sambil mereka berdua bersiap-siap
menyerang, ada sesuatu yang terlintas di benak Dalbert.
“Mereka bilang empat orang, kan? Terus siapa dua orang lagi?! Gimana
cara mereka masuk ke tempat ini?!”
Pikirnya, sebelum melawan semua
prajurit itu.