Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 207. Ocean's Prisoner



Kembali ke pertarungan antara Myllo, Styx, dan Jennania, melawan para Siren.


“Hyaaaat!”


“*Tuk, tuk, tuk!”


Myllo terus menyerang dengan tongkatnya.


Walaupun…


“*Crrtt…”


“Cih!”


…ia menerima sedikit luka dari serangan para Siren.


Itu semua karena satu hal.


“Myllo! Lo bukannya Saint?! Pake dong kekuatan—”


“Nggak! Entar aja!”


Ia tidak menggunakan kekuatan Zegin.


Karena hal tersebut, Zegin merasa sangat jengkel kepadanya.


“Myllo! Kok lo keras kepala banget, sih?! Pake kekuatan Gue, dong! Lawan lo itu Mahluk Abadi! Jangan remehin mereka!”


Seru Zegin kepada Myllo dengan jengkel dan heran secara bersamaan dari dalam pikiran Myllo.


Akan tetapi, Myllo memiliki alasannya sendiri.


“Insting gue bilang bukan waktunya! Kalo pake kekuatan lo sekarang, sama aja gue buka kartu gue sendiri!”


Jelas Myllo kepada Zegin dan juga Styx yang mendengarnya.


Selain Myllo, Styx dan Jennania juga sama berkutat menghadapi para Siren.


“*Vwumm…”


“…”


Dengan Curse Spell miliknya, Styx menggunakan api hitamnya untuk menghalau pergerakan para Siren yang hendak menyerangnya.


Walaupun begitu…


“*Bwush…”


“Cih!”


…api hitam yang ia keluarkan itu dengan mudah dipadamkan oleh mereka.


“Hmph! Kau pikir kami sebagai Mahluk Abadi takut dengan Curse Spell milikmu?! Kau bahkan tidak berani menyerang kami dengan api hitam milikmu!”


Cemooh salah seorang Siren


kepadanya.


Karena cemoohan itu, Styx pun tertantang.


“*Swush!”


Ia bergerak dengan sangat cepat.


Lalu…


“*Shrrk…”


…ia sedikit menyayat kulit Siren tersebut.


“*Vwumm!”


“Aaaargh!”


Seketika sayatan pada kulit Siren itu terbakar oleh api hitam dan sulit dipadamkan.


“Denger gue baik-baik!”


“*Zhum!”


“Gue nggak pake api hitam gue bukan karena takut sama kalian, ya! Tapi gue lebih takut kalo harus bunuh kalian! Paham?!”


Tanya Styx dengan mengeluarkan aura Iblis miliknya, sambil mengadah ke atas, seakan meremehkan mereka.


Sementara Jennania…


((Sirena: Aguanieve))


“…”


…ia kesulitan untuk menyerang para Siren.


“Myllo! Styx! Maafkan aku!”


“Ada apa, Jennania?!”


“Sepertinya Kakak Nemesia telah memperhitungkan kedatanganku atau Kakak Delolliah, dengan membuat zirah yang kebal dengan serangan Siren!”


Jelas Jennania akan ketidakmampuannya menghadapi para Siren.


“Kau benar, Jennania Laguna!”


“Hm?”


“Karena yakin bahwa kalian berdua akan kembali, maka Permaisuri Nemesia telah memberi kami zirah yang—”


“*TUK!”


“Akh!”


Myllo langsung menyerang salah satu prajurit Siren yang sedang berbicara, dengan ayunan tongkatnya yang begitu keras.


“Jenna!”


“???”


Jennania heran ketika mendengar Myllo yang memanggilnya dengan identitas palsunya.


“Myllo, mengapa kau memanggilku dengan nama palsuku?”


“Kenapa? Kan itu nama Petualang lo, Jenna!”


“Te-Tetapi—”


“Sebagai Petualang, lo punya peran sebagai Keeper, kan?! Makanya itu, mending lo fokus sembuhin gue aja! Biar gue yang hajar mereka sebagai Striker! Hehe!”


Seketika Jennania tersenyum ketika mendengar tawa kecil Myllo.


“Baiklah, Myllo! Sebagai Keeper, aku akan membantumu!”


“OK! Lo juga harus bantu gue, Styx!”


“Cih! Iya, bawel!”


Seru Styx dengan kepada Myllo.


Dengan begitu, mereka kembali menyerang para Siren dengan kompak sebagai satu tim.


((Devil’s Peek))


Dengan sihirnya, Styx melihat semua Siren yang akan menyerang mereka, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.


“Ada arah serangan dari selatan sama utara kita!”


“OK! Karena nggak ada Frontliner, tolong hadang yang dari selatan pake api lo!”


Seru Myllo kepada Styx, sambil bergerak ke arah utara dirinya.


“Cih! Lagi-lagi dia ngatur-ngatur gue!”


Pikir Styx dengan kesal akan kepemimpinan Myllo.


((Dark Flame: Extermicia))


“*Vwumm…”


Styx kembali menggunakan Curse Spell miliknya untuk menghalau gerakan prajurit Siren yang datang dari arah selatan.


Namun…


“Hmph! Curse Spell ini la—”


“*VWUMM!”


“Keuk!”


…api hitam yang ia gunakan kali ini lebih besar dan tebal, sehingga para prajurit Siren merasa khawatir untuk menembusnya.


“*Swush! Swush! Swush!”


Para prajurit Siren menyerang Myllo dengan tombak mereka, namun Myllo dengan sangat mudah menghindarinya.


“Hyaaaat!”


“*Tuk!”


“Argh!”


“*Tuk, tuk, tuk…”


““Aaaargh!””


Dengan ayunan tongkat yang keras, serta gerakan yang cepat dan lincah, Myllo berhasil mengalahkan sebanyak 5 Siren sekaligus.


“Myllo! Curse Spell gue udah mau abis!”


“OK!”


Seru Myllo ketika mendengar laporan dari Styx.


“Hmph! Ternyata seperti itu saja api hitam dari Iblis itu!”


Cemooh salah seorang prajurit Siren setelah melihat api hitam Styx yang padam.


Namun…


“Hyaaat!”


“*Tuk, tuk, tuk!”


…Myllo datang dari balik api hitam yang padam itu dan langsung mengalahkan mereka semua.


“Hehe! Segini do—”


“Myllo! Hati-hati! Belakang lo ada orang!”


“*Shrrrk…”


“Keuk!”


Myllo seketika ditusuk oleh seseorang yang kasat mata.


“Hati-hati, Myllo! Dia—”


“Hyaaat!”


“*TUK!”


“Guaaakh!”


“*Bruk, bruk, bruk…”


Myllo langsung mengalahkan Siren itu dengan instingnya, walaupun Styx hendak memberi tahu arah kedatangan Siren itu dengan sihirnya.


Melihat aksi sahabat kecilnya itu membuat Styx takjub.


“Myllo! Latihan macem apa yang lo jalanin selama 5 tahun ini?!”


Pikir Styx akan Myllo.


Sementara Jennania…


((Sirena: Rejuvenecer))


…langsung menyembuhkan luka yang Myllo terima.


“Wuhuu! Adem banget badan gue! Makasih banyak ya, Jennania! Hihihi!”


Sahut Myllo dengan riang, sambil disembuhkan oleh Jennania.


“Hey, Myllo. Bukankah kau memanggilku dengan Jenna?”


“Ah, lo lebih seneng dipanggil Jenna, ya?! Hihi! OK kalo gitu, Jenna!”


“…”


Jennania hanya tersenyum kembali, sebelum ia selesai menyembuhkan Myllo. Setelah sembuh, Myllo langsung memberi kabar kemenangan mereka bertiga lewat burung gagak ciptaan Angela.


“Semuanya! Kita bertiga udah selesai!”


“Kita bertiga juga, Myllo!”


“Kami juga.”


“Ya, kita bertiga juga!”


Balas Gia, Piellodda, dan Dalbert secara bergantian.


Namun, Myllo merasa ada yang kurang.


“Oi! Siapa yang belom kasih lapo—”


“Semuanya! Perhatikan baik-baik gagak yang berada di pundakmu!”


Seru Eìmgrotr ketika Myllo sedang bertanya.


Ketika mereka menatap burung gagak tersebut…


““!!!””


…mereka dikejutkan dengan burung gagak yang perlahan-lahan memudar.


“Oi! Delloliah! Angela! Zhivreeg!”


““…””


“Jawab gue! Woy!”


““…””


Tidak ada respon dari mereka bertiga.


“Myllo! Styx! Ikutilah aku!”


“Jenna! Lo mau ke ma—”


“Aku tahu mereka ada di mana!”


Karena informasi tersebut, maka Myllo dan Styx berlari mengikuti Jennania.


““…””


Mereka berlari bersama, hingga melihat adanya Garry, Pielloda, dan Aegaly yang sudah tiba terlebih dahulu.


Setibanya mereka…


“Angela! Zhivreeg!”


…mereka menemukan dua orang tersebut.


“Angela! Zhivreeg! Ke manakah Kakak Delolliah?!”


“Ma-Maafkan saya, Nyonya Jennania Laguna. Wanita yang disebut Iadolis datang mengalahkan kami. Lalu ia menangkap Nyonya Delolliah Laguna…”


Jelas Angela kepada Jennania.


Tidak lama kemudian, Gia, Garry, dan juga rekan mereka masing-masing pun datang. Dengan begitu, mereka semua berkumpul tanpa Djinn atau Delolliah.


“Kita kurang Djinn sama Delolliah, ya?”


Tanya Myllo kepada mereka semua.


Lalu Styx menjawab pertanyaannya.


“Kalo Delolliah sih udah tau informasinya. Masalahnya, kita nggak tau Djinn ada di ma—”


“*Boom!”


“*Brrrr…”


““!!!””


Mereka semua dikejutkan dengan suara ledakan yang berasal dari koral yang sangat besar, hingga membuat sekitar Laguna Empire bergetar.


“Itu adalah Laguna Castle! Kastil kami! Mengapa kastil kami tiba-tiba… Tunggu! Jangan-jangan…”


“Ya. Kayaknya dia lagi lawan kakak lo, Jenna.”


Balas Myllo kepada Jennania tentang Djinn.


“Artinya kita harus ke sana, ya?!”


“Ya. Tapi kita harus lawan mereka semua!”


Balas Styx, sambil melihat adanya sangat banyak pasukan Siren yang hendak menghadang mereka.


“Wahai kalian, para pendatang! Dengan ini, kami akan membunuh kalian semua!”


“Hehe! Emangnya kita mau dibunuh gitu aja?!”


Seru Myllo, sambil menyiapkan tongkatnya, yang diikuti oleh rekan-rekannya yang siap untuk menghadapi pasukan


di hadapannya.


Namun, sebelum mereka bertarung, Jennania mencurigai sesuatu.


“Ada yang aneh.”


“Hm?”


“Setahuku, Kakak Nemesia adalah orang yang komitmen. Jika ia berkata akan membunuh kami, maka kami seharusnya dibunuh. Namun, mengapa Kakak Delolliah justru ditangkap?”


Tanya Jennania yang mencurigai seseorang.


……………


Sementara jauh di bawah Laguna Empire, di mana terdapat sebuah penjara.


“Haaaah… Akhirnya bebas juga. Kapan terakhir kali gue bebas kayak gini?”


Seru seorang tahanan yang terbebas dari penjara.


“Keuk! Ke-Keterlalu—”


“*Crat!”


“Bawel banget.”


Ujar pria tersebut, setelah ia menginjak kepala seorang Siren yang menjadi sipir di penjara tersebut.


“Untungnya ada ledakan dari atas sana. Karena gempanya sampe bawah, jadinya gue punya kesempatan untuk bebas, deh.”


Pikir pria tersebut, sebelum ada yang hendak menghentikannya.


“Kaswar Ramsias! Jangan kau pikir kau bisa—”


“Hmph!”


“*BHUK!!!”


“Ka-Ka-Kaswar… Ramsi… as…”


Siren yang hendak menyerangnya sudah tidak bernyawa, setelah pria Fratta yang bernama Kaswar Ramsias memukulnya dengan sangat keras, hingga dadanya berlubang.


“Hmm. Kayaknya lagi ada kerusuhan di atas sini. Kalo gitu gue harus cari jalan lain, nih.”


Pikir Kaswar, sebelum ia melarikan diri dari tahanan, dengan lumuran darah dari puluhan Siren di tubuhnya.