Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 416. The Quake



Myllo berhasil dihempas jauh oleh Leonard, menyisakan Tarruc di hadapannya.


Tetapi sebelum pertarungan mereka dimulai, Leonard hendak memanggil Zophiel, Malaikat yang menjadi budaknya.


“Zophiel! Sini!”


“…”


Zophiel pun menghampiri Leonard. Kemudian Leonard membisikkan sesuatu kepadanya.


“Baiklah, Tuan Leonard. Hamba siap melaksanakan perintah-Mu.”


Balas Zophiel, sebelum dirinya mundur dari pertarungan antara Leonard dan Tarruc yang akan dimulai.


“Ayo sini maju kalo berani, Leonard!”


“Grahahaha! Tanpa lo ngomong kayak gitu, gue juga udah mau hajar lo, Tarruc! Jangan lo pikir lo bisa selamat untuk kedua kalinya dari gue!”


Seru Leonard, sebelum ia menyerang Tarruc.


“*BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!”


“…”


Leonard, dalam Star Form miliknya, terus memukul Tarruc, yang sedang menggunakan Magma Form, berkat Union Utuh yang ia gunakan. Ia hanya berdiam diri dan membiarkan dirinya terus dipukul oleh Leonard.


“*Vwumm…”


Tangan Leonard terus terbakar oleh magma yang menyelimuti Tubuh Tarruc.


“*Brrkk…”


Sedangkan magma yang yang menyelimuti Tubuh Tarruc terus hancur karena pukulan Leonard.


“…”


Zophiel hanya bisa menyaksikan pertarungan mereka. Hingga akhirnya ia teringat akan perintah Leonard, sebelum dirinya bertarung melawan Myllo dan Tarruc.


“Gue masih mau Myllo untuk ikut gue hancurin Centra Geoterra! Gue mau supaya lo bujuk dia, selagi dia itu—”


“Tidak, Tuan Leonard. Ia bukanlah—”


“Ya. Gue paham kalo lo pasti nggak mau percaya sama yang gue bilang! Pokoknya, gue mau lo untuk bujuk dia!


Kalo misalkan bujukan lo gagal, gue mau lo kendaliin dia, kayak lo kendaliin Wind Dragon Princess!”


“T-Tetapi, jika hamba mengendalikan pria itu, maka kendali hamba pada Wind Dragon Princess akan—”


“Gue nggak terima kata gagal, Zophiel! Kalo lo nggak bisa, mending lo pergi aja dari sini!”


“Baiklah, Tuan Leonard. Hamba siap melaksanakan perintah-Mu.”


“…”


Karena perintah dari Leonard, Zophiel mulai menghampiri Myllo yang masih berada di tribun penonton, setelah ia dihempas dengan keras oleh Leonard.


“Cih! Sialan lo, Leonard! Giliran bisa sekuat itu, lo harus jadi lawan gue—”


“*Bruk!”


“Aduh!”


Myllo berusaha untuk bangun setelah dihempaskan oleh Leonard. Ketika ia menggerutu, tiba-tiba ada bongkahan batu yang jatuh di atas kepalanya.


“Woy! Siapa yang ngetok kepala gue—Ah, ternyata batu ya? Maafin gue batu. Gue kira lo itu Djinn, Gia, Garry,


atau Dalbert—”


“*Drap…”


“…”


Ketika masih menggerutu, Myllo tiba-tiba melihat kedatangan Zophiel di hadapannya. Oleh karena itu, ia langsung bangkit berdiri untuk bersiap menghadapinya.


“Hehe! Gue kira lo nggak mau bantuin Leonard! Ternyata—”


“Tidak ada aroma darah?”


“Hah…?”


Tanya Myllo dengan heran kepada Zophiel.


“Oi! Maksud lo apaan—”


“Apakah kau pernah membunuh sesama Mahluk Intelektual, Manusia?”


Tanya Zophiel kepada Myllo, sehingga membuat Myllo heran dengannya.


“Kenapa lo tanya kayak gitu ke gue—”


“Namaku adalah Zophiel. Aku sebelumnya melayani para Dewa, 5,000 tahun yang lalu. Tetapi para Dewa dan Dewi meninggalkan kaumku, sehingga hanya tersisa pembantaian saja di antara kami, Kaum Malaikat.”


“…”


Myllo terdiam sejenak. Ia hendak menanyakan hal tersebut kepada Zegin, yang berada di dalam pikirannya.


“Apa bener yang dia bilang, Zegin—”


“Gue… nggak inget…”


Jawab Zegin, sambil memegang kepalanya.


“Haaaah?! Nggak inget?! Lo kebanyakan tidur sih—”


“Gue serius, Myllo! Ada apa sebenernya 5,000 tahun yang lalu?! Siapa orang yang ditanya sama temen lo yang namanya Djinn itu?! Terus siapa orang yang namanya Melchizedek itu?! Gue nggak inget apa-apa tentang itu semua!”


Seru Zegin kepada Myllo, dengan maksud meyakinkan Saint pilihannya.


“Terus gimana sama Dewa-Dewi lainnya?!”


“Cuma Arkhataz yang hampir tau semuanya! Tapi dia selalu rahasiain hal itu dari kita semua! Makanya itu,


gue penasaran sama apa yang dibilang Malaikat yang ada di hadapan lo itu!”


Jawab Zegin kepada Myllo.


Sementara Zophiel, yang saat ini ada di hadapan Myllo…


“Sudahkah engkau selesai berbicara dengan Dewi Zegin?”


“!!!”


…mengetahui alasan Myllo yang terdiam.


“K-Kok lo bisa tau ada Zegin di dalam Tubuh gue…?”


“Tentu saja. Karena aku pernah melayani Sang Kebebasan, maka aku mengetahui pancaran aura-Nya yang tersembunyi di dalam Tubuh-mu.”


Jawab Zophiel kepada Myllo.


“Terus lo ngapain ada di sini?! Apa lo mau bunuh gue, kayak Malaikat yang ada di Erviga?!”


“Tidak. Aku datang ke tempat ini atas perintah Tuan Leonard, yang memerintahkanku untuk membujukmu, agar kau berhenti melawan diri-Nya.”


“Haaah?! Berhenti?! Kenapa juga gue harus berhenti—”


“Karena, walaupun cara-Nya salah, tetapi Ia memiliki tujuan yang mulia, Manusia.”


“Tujuan yang mulia, lo bilang?! Apa ada yang mulai dari balik sesuatu yang namanya kehancuran?!”


Tanya Myllo, dengan maksud beradu argumen dengan Zophiel.


“Sekarang kutanya kepadamu, Manusia. Sebagaimana engkau adalah pria yang ditunjuk oleh Dewi Zegin.”


“…”


“Jika perbudakan tidak dihancurkan, apakah ada yang namanya kebebasan?”


“Kenapa tiba-tiba jadi ngomongin perbudakan?! Ngapain lo tanya gue tentang perbudakan, kalo sendiri masih mau diperbudak Leonard?!”


“…”


Zophiel hanya terdiam setelah mendengar pertanyaan Myllo.


“Lo bilang lo dulunya pelayan Zegin kan?!”


“Ya—”


“Mungkin gue heran kenapa dewi aneh kayak Zegin punya pelayan.”


“Woy! Sialan lo, Myllo—”


“Tapi kalo pun lo emang dulunya pelayan Zegin, kenapa sekarang lo mau jadi pelayannya Leonard?! Emangnya lo pikir dia itu dewa?!”


Tanya Myllo, dengan tidak menghiraukan Zegin yang kesal karena apa yang dideskripsikan oleh Myllo kepada Zophiel.


“Apakah kau hendak menggoyahkan kepercayaanku kepada Tuan Leonard?”


“Apa maksud lo—”


“Kami, Kaum Malaikat Sejati, terlantar di dunia ini setelah kejadian 5,000 tahun yang lalu. Dengan kesendirianku di dunia ini, Tuan Leonard telah membuka tangannya kepadaku. Hal yang sama juga ia lakukan kepada beberapa Petualang yang berasal dari Argus Navis Guild, semenjak dunia menginginkan kepala mereka.”


“A-Argus… Navis Guild…?!”


Tanya Myllo, yang belum menyadari tentang mantan anggota Argus Navis Guild, yang direkrut oleh Leonard.


“T-Tunggu… gue nggak ngerti sama yang lo bilang—”


“Ternyata aku juga tidak sanggup membujukmu, Manusia.”


“Woy! Nama gue Myllo Olfret! Calon Petualang Nomor—”


“Aku tidak peduli lagi. Lebih baik aku memaksamu untuk mengikuti kehendak-Nya!”


“Woy! Lo daritadi ngomongin apaan—”


“*Tap!”


((Divine Blessing: Blissful Ignorance))


Tanpa mempedulikan Myllo, Zophiel langsung memegang kepalanya dan merapal sihirnya.


“*Chringgg…”


Seketika cahaya keluar dari genggaman tangannya yang memegang erat kepala Myllo.


“Alangkah baiknya jika engkau membayangkan semua orang yang ingin kau temui, Manusia. Biarlah Roh-mu terlelap di dalam hal mimpi yang kau inginkan. Lupakanlah Tubuh-mu yang harus menerima rasa sakit, sebelum aku mengambil darahmu, Manusia.”


“…”


Myllo hanya terdiam ketika Zophiel berbicara.


Hingga akhirnya…


“Lo… ngapain…?!”


“*TUK!!!”


“!!!”


…ia bergerak dan memukul wajah Zophiel dengan keras menggunakan tongkatnya.


“*Bruk, bruk, bruk…”


Pukulan keras Myllo membuat Zophiel jatuh terlontar ke bawah dari kursi penonton.


“Dasar sialan…! Tiba-tiba kepala gue pusing karena dia…! Tambah lagi… gue tiba-tiba liat Kak Sylv—”


“Myllo! Kenapa lo pukul Malaikat itu?!”


“Hah?!”


Myllo sangat terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Zegin kepadanya.


“Apa maksud lo, Zegin?! Emangnya salah kalo gue pukul dia?! Kan dia mau kendaliin gue!”


“T-Tapi—”


“Lo gila kali ya?! Masa lo mau gue dikendaliin kayak gitu aja?!”


“M-Maafin gue, Myllo…”


Balas Zegin dengan rasa bersalah kepada Myllo, yang sangat marah dengan pertanyaan Dewi yang menaungi dirinya.


“…”


Dalam keadaan marah, Myllo menatap Zophiel dengan tajam.


Akan tetapi…


“!!!”


…ia menyaksikan Tarruc, yang sudah tidak menggunakan Union Utuh miliknya, dengan luka di sekujur Tubuh-nya.


“Ada apa, Tarruc?! Kenapa lo jadi lemah kayak gini?! Jangan bilang karena lo jadi bimbang karena cara gue—”


“Dasar licik…! Mentang-mentang nggak bisa kalahin gue… pake kekuatan murni… sekarang lo mainnya… pake ancaman lagi…?! Nggak gue sangka… kalo lo itu… udah turun serendah ini… Leonard…!”


“Gue nggak peduli! Selama gue bisa ambil alih Myllo, apapun cara pasti gue lakuin! Justru, lo harusnya fokus


lawan gue! Buat apa lo khawatirin Myllo, kalo lo harus mati?!”


Tanya Leonard kepada Tarruc, yang hampir terkalahkan karena mengkhawatirkan Myllo, setelah ia mengetahui rencana Leonard untuk mengendalikan Myllo.


“Haha…”


“Hm?!”


Leonard merasa heran dengan Tarruc yang tertawa kecil.


“Apa lo bilang…?! Buat apa gue… khawatirin Myllo…?!”


“Ya! Karena lo khawatirin Myllo, perhatian lo jadi ke Myllo! Bukan ke gue—”


“P-Pastinya lah…! Karena Myllo itu… adek gue…! Selama dia masih hidup… wajar kalo gue perhatian sama dia…!


Nggak kayak lo… yang udah kehilangan adeknya…!”


“!!!”


Leonard sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh Tarruc.


“*SWUSH!!!”


“GRAAAAGH!!!”


Ia pun berlari dengan kencang ke arah Tarruc, dengan niat membunuhnya.


“*Vwumm…”


Karena mengetahui Leonard yang akan membunuhnya, Tarruc mulai mengaktifkan kembali Union Utuh miliknya, walaupun tidak sempurna.


“…”


Leonard menyaksikan Tarruc yang hendak menggunakan Union Utuh. Oleh karena itu ia hendak menggunakan Union Domi, dengan maksud menonaktifkan Union Utuh milik Tarruc.


Akan tetapi, jauh dari belakang Tarruc…


“*SWUSH!!!”


“JANGAN BUNUH DIAAA!!!”


…Myllo datang untuk menghentikannya.


Tetapi Leonard tidak memperdulikannya. Ia tetap berusaha menggunakan Union Domi miliknya.


Hingga akhirnya…


““*DHUUUMMMMMMMMM………!!!””


““!!!””


…Leonard dan Tarruc sama-sama terkejut, setelah mendapati Myllo yang menggunakan Union Domi, yang saling bertabrakan dengan Union Domi milik Leonard.


“*BRRRRR!!!”


Karena Union Domi mereka yang saling beradu, seketika Chaos Island dilanda gempa yang dahsyat.


“…”


Leonard masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Karena itu…


“*TUK!!!”


“Urgh…!”


…Myllo datang kembali dan memukul Leonard dengan sangat keras, hingga tertabrak tembok Chaoseum.


“*Crat…”


Leonard pun berdarah karena pukulan tongkat Myllo yang sangat keras.


“…”


Myllo pun berdiri di samping Tarruc, setelah menyerang Leonard.


“Tarruc! Lo nggak apa-apa, kan?!”


“Ya. Gue baik-baik aja.”


“Yaudah! Kalo gitu, biar gue yang hajar dia, Tarruc!”


“M-Myllo! Tunggu!”


“…”


“Gue bilang tunggu, Myllo!”


“…”


Myllo berjalan dan meninggalkan Tarruc, tanpa memperdulikan pria yang ia selamatkan itu.


“…”


Kemudian ia berlari untuk menyerang Leonard kembali.


“Gue udah kehilangan Kak Sylv sama abang-kakak gue lainnya! Jangan lo pikir gue biarin lo ambil abang gue,


LEONARD!!!”


“*SWUSH!!!”


Seru Myllo, sambil berlari dan mempersiapkan tongkatnya untuk menyerang Leonard.


Akan tetapi…


“*Chringgg…!”


…Zophiel datang membelakangi Leonard, untuk menghadang serangan Myllo.


“Maafkan hamba, Tuan Leonard, tetapi pria ini berbahaya!”


Seru Zophiel, sebelum pertarungan antara dirinya dengan Myllo dimulai.