Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 58. Who Is He?



Kembali ke Marvilanch Island, di


mana terdapat Guild milik Serpentis.


“*Vrungg… (suara portal terbuka)”


Snake kembali bersama dengan


Gadlu dan Charvelle setelah mereka menemui Myllo dan rekan-rekannya.


“Humph!”


“Hey, hey, hey! Jangan muntah di


sini, Charvelle!”


“…”


Charvelle pun lari setelah


diperingatkan oleh Gadlu.


“Hadeh, padahal dia itu


Dragonewt, tapi nggak tahan sama transportasi portal…”


Bisik Gadlu sambil menggelengkan


kepala.


“Padahal transportasi portal itu


asyik kan, Snake?”


“…”


“Snake—”


“*Bruk… (suara terjatuh)”


“Snake! Hey! Anda kenapa?!


Siapapun, tolong!”


Teriak Gadlu setelah melihat


Snake yang tiba-tiba pingsan.


Setelah itu, semua orang yang


berada di sekitar ruang tersebut datang dan menolong Snake.


..............


Dan keesokan harinya.


“Hmm…saya ada di mana?”


Tanya Snake yang baru saja


terbangun dari pingsannya. Ia terbangun dengan tanpa baju.


“Oh, cepet juga bangunnya!”


“Haha! Kan sudah saya bilang,


Klavak. Pasti dia nggak lama lagi udah bangun! Tapi, terima kasih udah sembuhin


Snake, ya!”


“Berisik! Gue nggak butuh argumen


lo.”


“Eh?! Ma…maaf.”


Kata Gadlu yang menundukkan


kepala terhadap Klavak.


“Saya Mana-Burnout, ya?”


“Ya iyalah! Gue—”


“Tidak ada yang membuka topeng


ini, kan?!”


Tanya Snake yang terlihat resah


sambil memegang topengnya.


“Haha! Tenang saja, Snake. Kami


nggak akan berani sentuh topeng itu, kok.”


Balas Gadlu.


“Haha…syukurlah. Terima kasih


Klavak karena anda telah—”


“Gue diceritain Charvelle sama


Gadlu. Pokoknya, sepinter-pinternya lo, jangan pernah pake Divine Art lagi! Lo kira Tubuh lo itu Tubuh Dewa, yang bisa seenaknya pake sihir setinggi


itu?!”


Tegas Klavak memotong ucapan


terima kasih dari Snake.


“Hahaha. Anggap saja itu harga


yang harus saya bayar untuk—”


“Untuk apa?! Untuk ‘menguji


variabel’ yang lo bilang?!”


Tegas Klavak.


Karena kesal dengan apa yang


telah Snake korbankan, Klavak menunjuk tubuh Snake.


“Lo nggak tau apa kalo badan lo


tiba-tiba jadi tua waktu tadi pingsan?! Kalo nggak ada gue, mungkin lo


udah mati penuaan dini, kali!”


“Tenang saja, Klavak. Saya tahu


risiko yang saya dapat karena sihir tersebut. Bahkan tanpa anda, tubuh saya


akan kembali normal. Tapi karena anda, tubuh saya kembali normal lebih cepat


daripada biasanya.”


Balas Snake yang berusaha untuk


mengurangi kekhawatiran Klavak.


Sambil melanjutkan perbincangan mereka,


Snake kembali mengenakan baju yang sebelumnya ia pakai.


“Oh ya, ada apa saja yang terjadi


selama saya pingsan?”


“Nggak ada Snake, cuma ada


panggilan dari Orb Call ini.”


“Ho… Apakah ada yang mengangkat


Orb Call ini selama saya pingsan?”


“Kita nggak ada yang ngangkat,


kecuali Malariel.”


Balas Gadlu yang memberi Snake


penjelasan.


“Malariel, ya. Tak kusangka


anda datang pada waktunya, kawan.”


Pikir Snake tentang wakil


kaptennya yang bernama Malariel.


“Baiklah. Biar saya menghubungi


Orb Call ini.”


“Perlukah kami keluar, Snake?”


“Tidak perlu, Moalkin.”


Balas Snake kepada pertanyaan


Moalkin.


Snake pun langsung menghubungi


orang yang menghubunginya ketika ia pingsan.


“Salam Evolusi Dunia, Snake.”


“Salam Evolusi Dunia, Mara.”


“Syukurlah anda sudah bangun,


Snake. Saya sempat khawatir mendengar kabar anda.”


“Hahaha. Terima kasih sudah mengkhawatirkan


saya, Mara. Jadi, apa yang hendak anda sampaikan kepada saya, Mara.”


Mara pun menjelaskan apa saja


yang terjadi di Xia Village ketika Snake dan yang lainnya pergi meninggalkan


sekitar desa tersebut. Ia menjelaskan bahwa Myllo berhasil menghancurkan semua


ladang Buah Xia, serta konklusi yang disetujui oleh warga Xia setelah kejadian


tersebut.


“Hoo… Jadi sekarang Kepala Desa


dari Xia Village adalah Fred Maevin, ya? Ia juga berjanji akan menghasilkan


produk minuman beralkohol untuk bersaing di pasar? Hahaha, menarik.”


“Ya. Tapi sesuai dugaan saya,


banyak warga yang nggak setuju dan memilih hengkang dari desa ini. Kurang lebih


ada sekitar 20 warga.”


“Baik, Mara. Terima kasih atas


laporan anda.”


“Ya, Snake.”


Balas Mara dari balik Orb Call.


“Jadi, apakah anda termasuk orang


yang hendak pergi dari desa, Mara?”


“Sepertinya belum waktunya,


Snake. Lagipula, saya cuma warga biasa dari desa ini, kok. Punya


ladang Buah Xia pun juga nggak.”


Jelas Mara, yang merupakan


penduduk desa di Xia.


“Hahaha. Baiklah, Mara. Saya


hendak melakukan pekerjaan lainnya. Saya harap anda tidak bosan untuk jadi


bagian dari kami, kawan.”


“Hahaha, tenang saja Snake.”


Balas Mara sebelum menutup Orb


Call.


Setelah berkomunikasi dengan


Mara, Snake tiba-tiba menyeringai sambil berbisik sesuatu.


“Hahaha…jadi kembali ke titik


awal, ya?”


Mendengar dialog Snake dan Mara,


serta melihatnya menyeringai membuat Klavak bingung.


“Snake, lo tadi ngobrol sama


warga Xia, kan?”


“Betul, Klavak. Ada apa?”


“Nggak, cuma aneh aja.


Keliatannya perempuan tadi nggak ada ikatan apapun ke Kepala Desa itu.”


memiliki tanggung jawab yang besar untuk Xia Village. Karena saya tidak bisa


berada di sana secara terus menerus, maka saya membutuhkan ‘mata’ untuk


mengawasi Derrek.”


“Ta…Tapi, Kepala Desa atau


perempuan itu saling tau nggak, kalo masing-masing punya relasi sama lo?”


“Tentu saja tidak, Klavak. Relasi


mereka terhadap saya cukup mereka masing-masing saja yang mengetahuinya. Jika


mereka mengetahui relasi masing-masing dengan saya, mana mungkin Mara bisa


memantau Derrek untuk saya, kawan?”


Jelas Snake kepada Klavak.


Namun Klavak masih merasa ada


yang aneh dari Snake setelah ia mendengar bisikan Snake tadi.


“Tadi lo bilang apa? Kembali ke


titik awal?”


“Oh, anda mendengar ya?”


“Ya. Apa maksudnya?”


Tanya Klavak kepada Snake.


“Kembali ke titik awal, di mana


tidak ada Buah Xia di desa tersebut.”


Jelas Snake.


Klavak pun merasa bingung. Ia pun


menengok ke arah yang lainnya, berharap mereka mengerti.


“Gu…Gue juga nggak tau. Beneran.”


“Saya juga nggak tau, Klavak.”


“Saya pun juga.”


Sahut Charvelle, Dalgu, dan


Moalkin secara bergantian.


Melihat reaksi mereka berempat,


Snake tersenyum karena rasa penasaran mereka.


“Tentu saja kalian tidak tahu,


kawan-kawan.”


““Hmm?””


“Karena kejadian ini terjadi


sekitar 300 tahun yang lalu.”


““!!!””


Mereka berempat yang masih


bingung dikagetkan dengan pernyataan Snake.


“Ti…Tiga ratus tahun yang lalu?”


“Benar. Saat itu, desa tersebut


sangat miskin dan mereka hidup dengan tersembunyi untuk menghindari konflik


antara penghuni asli negara tersebut melawan penjajah.”


“…”


“Oleh karena itu, saya memperkenalkan sebuah bibit yang nantinya tumbuh menjadi Buah Xia.”


“Be…Berarti…”


“Ya, desa tersebut menjadi


terkenal karena Buah Xia karena saya.”


““!!!””


Lagi-lagi mereka dikejutkan


dengan fakta yang keluar dari mulut Snake.


“Sayang saja, jika seseorang yang


miskin bisa kaya secara mendadak, ia bisa menjadi gila harta karena rasa trauma


akan kemiskinan.”


““…””


“Dan dengan harta, mereka ingin


memenuhi hasrat mereka. Oleh karena itu, itu adalah salah satu kegagalan saya


dalam menganalisa keadaan untuk jangka panjang.”


Jelas Snake kepada yang lainnya.


“Snake, untuk bibit itu…lo dapet


dari mana?”


“Maksud anda bibit Buah Xia,


Charvelle?”


“Iya.”


“Hahaha… Nama asli buah itu


adalah Mulberan. Buah tersebut hanyalah buah yang umum bagi rakyat Vamulran


Kingdom.”


“Vamulran Kingdom?! Kerajaan Elf


yang tertutup itu?! Kok lo bisa dapet?!”


“Anggap saja…ada koneksi dari


dalam.”


Jelas Snake kepada Charvelle.


“Ko…Koneksi? Bukankah negara itu


sangat tertutup, bahkan berinteraksi dengan dunia luar dapat terkena hukuman?”


“Hahaha… Mau negara apapun, pasti


ada seseorang yang mencoba melawan hukum, Moalkin.”


Jelas Snake mengenai pertanyaan


Moalkin.


Mereka pun terus menanyakan


begitu banyak hal kepada Snake terkait Buah Xia, atau yang bisa disebut


Mulberan, lalu menanyakan tentang sejarah Xia Village, hingga rekam jejak Snake


selama menjadi Petualang.


Namun, ada yang masih belum bisa


ditafsir oleh mereka.


Siapa sebenarnya orang ini?


Bagaimana seorang Petualang bisa


membentuk sejarah suatu desa?


Desa, kota, atau bahkan negara


mana lagi yang ia kelola dari balik bayangan?


Walau begitu, Snake pun mengerti


akan pertanyaan, bahkan keraguan mereka.


“Tenang saja, kawan-kawan. Saya


membentuk Serpentis 20 tahun yang lalu dengan satu tujuan, menggulingkan


‘penguasa’ sebenarnya, yang bahkan dewa pun tidak bisa berbuat


apa-apa.”


““…””


“Karena kalian telah bergabung


bersama dengan saya, saya harap kalian bergabung karena kita memiliki tujuan


yang sama, bukan karena siapa saya.”


““…””


“Tanamkan pola pikir seperti itu,


agar kalian tidak mempedulikan saya siapa, jika kalian meragukan siapa saya


sebenarnya. Mengerti, kawan-kawan?”


““Ya…””


Kata yang lainnya secara


bersama-sama setelah mendengar perkataan Snake.


“Oh ya, sekarang sudah berganti


hari, ya? Saya lupa ada yang harus saya lakukan.”


Sahut Snake sambil menepuk


dahinya.


“Baiklah, kawan-kawan. Saya rasa


saya harus pergi dulu. Sampai jumpa di lain waktu. Salam Evolusi Dunia.”


““Salam Evolusi Dunia.””


Salam yang lainnya membalas salam


dari Snake.


Snake pun membuka portal dengan


Sihir Ruang untuk meninggalkan ruangan tersebut.


“Snake, hati-hati kalo pake sihir


kayak gitu!”


“Haha! Tenang saja, Klavak.”


Snake pun meninggalkan ruangan


setelah menerima peringatan dari Klavak.


..............


“*Vrungg… (suara portal terbuka)”


“…”


Ketika keluar dari portalnya,


Snake berada di dalam suatu kamar tidur. Ia pun melepas topengnya dan membuka


jubahnya.


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu


dari balik kamar itu.


“*Tok, tok, tok… (suara mengetuk


pintu)”


“Silakan masuk.”


“*Kriiek… (suara pintu terbuka)”


“Permisi, Tuan Muda. Hamba


hendak mengingatkan jika hari ini Anda diminta kedatangannya oleh Yang Mulia


Raja Bivomüne.”


“Tentu saja saya ingat. Mana


mungkin seorang anak melupakan panggilan dari ayahnya?”


Jawab Snake, yang sebenarnya


adalah salah satu Pangeran dari Vamulran Kingdom.