
Djinn telah selesai menyaksikan memori pahit milik Ayasaki dan Greymore Landcross, yang ia yakini sebagai dirinya di masa lalu. Setelah ia terbangun, ia kembali mendengar bisikan Suara Alam miliknya, yang tidak asing di telinganya.
Sementara itu, beberapa hari kemudian, di mana Leonard beserta Leo Guild tiba kembali di Chaoseum, setelah mereka bersama-sama berhasil mendapatkan empat anggota Aquilla, seluruh anggota Taurus, Ryūhime, Tetsuo, dan Royce dari Andromeda Party.
“Cepet jalan, woy! Kalian masih punya kaki, kan?!”
“Cih!”
““*Krangg…””
Dengan Mana-Restrictions yang mengikat leher dan tangan mereka, kini Myllo dan rekan-rekannya turun dari Nemelion untuk berjalan menuju Chaoseum, walaupun Myllo tidak sadarkan diri dan harus diangkat oleh beberapa anggota Leo.
Tetapi ketika mereka semua tiba…
“*Boom!”
““!!!””
…mereka dikejutkan dengan adanya suara ledakan yang terdengar dari dalam Chaoseum.
“Bastheus! Passio! Marwell! Selama nggak ada gue di Chaoseum, seharusnya nggak ada pertandingan kan?!”
Tanya Leonard, setelah mendapati suara ledakan tersebut.
“Ya, bos. Gue udah pastiin itu. Artinya di dalam sana—”
“Cih! Ada yang mau coba kabur ya?!”
“Y-Ya, bos—”
“Dasar penjaga tolol! Kenapa mereka nggak bisa jagain tempat itu?! Mereka pikir gue bikin Chaoseum pake daun?!”
Seru Leonard dengan kesal.
“Bos, terus gimana—”
“Bawa mereka semua! Biar gue yang hajar bedebah-bedebah yang berani bikin kacau di arena yang gue bikin! Sekaligus biar mereka ini juga bisa perhatiin baik-baik kalo berani macem-macem sama gue! Karena macem-macem sama Chaoseum, artinya macem-macem sama gue!”
Jawab Leonard, sambil berjalan menuju Chaoseum. Sementara anggotanya mengikutinya sambil membawa para tahanan.
“R-Ryūhime-chan…? M-Mengapa… Kau ada di sini—”
“Aku juga sama tertangkapnya seperti-Mu, Tetsuo-kun. Ia dengan mudah mengalahkan-Ku di dalam Hidden
Dungeon.”
Jawab Ryūhime, setelah mereka berdua bertemu kembali di Chaoseum.
“Cih! Siapa sebenarnya pria ini?! Apakah semua Mahluk Fana sudah sekuat dirinya di Dunia Bawah?!”
Pikir Tetsuo dengan geram, sambil menatap Leonard yang berjalan di depannya.
““…””
Mereka pun berjalan bersama menuju Chaoseum, dengan Myllo dan kawan-kawannya sebagai tawanan.
“E-Eta teh yang namanya Chaoseum ya…?”
“Y-Ya. Di sana, setiap Pe-Petualang… diadu lawan m-monster-monster aneh…”
“S-Sama Monster…?!”
Tanya Garry dengan khawatir, sebagaimana ia sebelumnya hidup bersama dengan para Monster Intelektual.
Namun ketika mereka semua akan tiba di arena besar tersebut, kekacauan tiba di depan mata mereka.
“*BRUK!!!”
“Semuanya! Ayo kita keluar dari sini!”
““Hruaaaagh!””
““…””
Mereka semua menyaksikan beberapa Petualang yang hendak melarikan diri dari Chaoseum, dengan pimpinan Zorlyan dan Ollie.
Selain mereka berdua, Aquilla melihat seseorang yang selama ini ingin mereka bawa kembali.
“T-Teh Gia… eta teh—”
“LUVAST!!!”
“!!!”
Mendengar Gia yang memanggilnya dengan keras, Luvast terkejut.
“R-Rekan-rekanku…”
Bisik Luvast, dengan perasaan rindu dan khawatir.
Tetapi perasaan itu seketika menghilang, ketika ia menyaksikan…
“…”
…Kapten-nya Myllo yang tidak sadarkan diri, serta anggota Aquilla lainnya.
“Ke manakah Dalbert…? Dan juga, ke manakah saudaraku…?”
Pikirnya dengan heran.
Karena itu…
“LEONAAAAARRRDD!!!”
…Luvast marah besar, setelah membuat kesimpulan bahwa saudaranya Djinn terbunuh olehnya.
“V-Vast! Jangan buru-buru!”
“Woy! Lo sama aja bunuh diri kalo lawan dia!”
Tegas Zorlyan dan Ollie dengan khawatir kepada Luvast.
“Bos! Biar kita aja yang urus bocah-bocah sialan i—”
“Diem! Gue aja yang urus! Biar semuanya cepet selesai!”
Sahut Leonard kepada Bastheus.
“…”
Leonard pun melangkah ke depan untuk menghadapi seluruh Petualang yang hendak melarikan diri.
“*DHUUUMMMMMMMMM………”
““*Bruk…””
Ia langsung menggunakan Union Domi, hingga semua yang berada di sekitarnya jatuh berlutut.
Kecuali…
“Grahahaha! Ternyata ada juga yang kuat di antara kalian!”
…Ollie, walaupun ia berdiri dengan gemetar.
“Bastheus! Lo yang tangkep dia kan?! Siapa nama dia?!”
“D-Dia itu Ollie Remington. Frontliner yang baru naik jadi Kasta Jingga, bos…”
Jawab Bastheus, yang juga terkena efek Union Domi milik Leonard.
“*SWUSH!!!”
Leonard langsung melompat dengan setinggi-tingginya.
“*PRANGGG…”
“*BRUK!!!”
“Keuk…!”
Ia kemudian memukul Ollie dengan sangat keras, walaupun Ollie berhasil menahan pukulannya.
Tetapi Ollie tetap terjatuh. Bahkan tanah pun pipih karena dampak dari pukulan Leonard.
“K-Keuk…! B-Brengsek…! K-Kekuatan macem apa nih?! G-Gue nggak bisa nahan lebih lama la—”
“*BRUK!!!”
“…”
Ollie pun terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Ia tidak sanggup menahan pukulan Leonard yang terus mendorongnya ke bawah, hingga ia tertimpa oleh pukulan Leonard dan kapak yang ia gunakan.
“Grahahaha! Bahkan bisa tahan pukulan gue selama itu ya?! Padahal sebelumnya nggak ada yang bisa—”
“*SWUSH!!!”
“!!!”
Luvast sangat terkejut, ketika sihir es yang ia gunakan tidak berhasil. Itu semua karena Leonard dengan cepat
menggunakan Union Utuh untuk merubah Struktur Tubuh-nya menjadi bintang, sehingga es ciptaannya seolah hanya menembus sebuah bintang.
“P-Pria ini…! A-Apakah… ia telah menguasai Tiga Prinsip Union…?! Padahal ketika dirinya menangkapku dan
membunuh High Elf lainnya… ia tidak ada niatan untuk menggunakan Union sama sekali…!”
Pikir Luvast dengan heran dan terkejut setelah usahanya untuk membunuh Leonard sia-sia.
“…”
Leonard menatap Luvast yang gemetar ketakutan, walaupun ia sudah berusaha untuk menyerangnya.
“Grahahaha! Gue akuin nyali lo gede, High Elf! Tapi kalo berani nyerang…”
“*SWUSH!!!”
“…lo harus berani terima serangan!”
Seru Leonard, sambil berlari dengan sangat cepat untuk memukul Luvast.
Hingga akhirnya, semua dibuat terkejut…
“*Bhuk!”
““!!!””
“*Crat, crat, crat…”
…oleh Myllo, yang tiba-tiba berdiri di depan Luvast dan menerima pukulan Leonard, hingga darah berkucuran
di kepalanya.
“A-Andai gue nggak tahan pukulan gue, mungkin Myllo udah langsung mati di tangan gue!”
Pikir Leonard dengan cemas, karena takut membunuh pria yang sangat ia inginkan.
“M-M-Myllo—”
“*Phuk…”
“Ahahaha…! Akhirnya… kita ketemu lagi… Luvast…!”
Sahut Myllo dengan tawa, yang langsung mencondongkan Tubuh-nya pada Luvast.
“M-Myllo! A-Apakah kau tidak apa-apa—”
“Grahahaha! Lagi-lagi lo bikin sesuatu yang menarik, Myllo!”
“…”
Myllo hanya menatap Leonard dengan tajam.
“Kau masih berani tertawa, Leonard—”
“Cukup… Luvast!”
“M-Myllo! Tetapi—”
“Tunggu… sampe gue sembuh total…! Karena kalo gue sembuh total… gue pasti bisa kalahin dia…!”
“Bener nggak… Leonard…?!”
“Grahahaha! Lo masih berani nantang gue?! Andai lo tau, kalo lo hampir gue bunuh! Tapi karena Wakil Kapten lo yang namanya Djinn Dracorion itu, yang berani terima tantangan gue, lo masih hidup—”
“Apa yang terjadi kepadanya, Leonard?!”
Sela Luvast yang mengkhawatirkan Djinn, sambil menatap Leonard dengan amarah yang meluap.
“Hm?! Mana gue tau?! Dia udah sekarat, waktu gue tinggal di dalem Hidden Dungeon bareng yang namanya Dalbert itu! Mungkin mereka udah mati karena nggak ada yang urus! Atau mungkin udah mati karena dimakan Griffin—”
“KETERLALUAN ANDA, LEONARD—”
“Tenang… Luvast!”
Seru Myllo, sambil menahan Luvast
“Tenang kamu bilang, Myllo?! Tetapi Djinn dan Dalbert—”
“Mereka itu… dua orang paling berani di Aquilla…! Nggak mungkin mereka mati segampang itu…!”
Tegas Myllo dengan maksud agar Luvast tidak terprovokasi oleh Leonard.
“Bos! Terus mereka harus kita apain, bos?!”
Tanya Passio yang menghampiri Leonard bersama Bastheus dan Marwell.
“…”
Leonard menyaksikan seluruh Petualang yang hendak melarikan diri. Ia mendapati para Petualang tersebut
masih gemetar ketakutan karena Union Domi yang ia pancarkan.
“…”
Kemudian ia menatap Ollie, yang sebelumnya ia kalahkan.
“Keliatannya udah nggak ada perlawanan lagi! Mending kalian bawa mereka balik ke dalem tahanan! Termasuk
Aquilla, Taurus, sama Shogun itu! Sedangkan Wind Dragon Princess itu gue bawa!”
““Siap, bos!””
Balas mereka bertiga, sebelum mereka memerintahkan anggota Leo lainnya untuk menjalankan apa yang
diperintahkan oleh Leonard.
“Cepet jalan!”
“Kalian udah rasain kan kalo macem-macem sama Bos Leonard?!”
“Buruan masuk!”
““…””
Seluruh Petualang ditawan oleh anggota Leo hingga masuk ke dalam ruang tahanan mereka masing-masing.
“R-Royce! Bangun!”
“K-Kenapa dia tiba-tiba dibawa?!”
“Woy! Lepasin Mana-Restriction gue! Gue harus sembuhin—”
“Diem! Jangan banyak nuntut!”
Andromeda mendapati Royce yang tidak sadarkan diri, dengan wajahnya yang pucat dan Tubuh-nya yang melemah. Tetapi permintaan Zorlyan untuk menyembuhkannya dilarang oleh anggota Leo.
“Et! Myllo teh juga perlu disembuhkeun! Aing harus—”
“Tenang aja… Garry…! Gue pasti… bakal sembuh secepetnya…!”
Sahut Myllo kepada Garry yang mengkhawatirkannya.
“B-Bos! Lo nggak apa-apa, bos?!”
“…”
“Bos! Lo nggak mati kan…?!”
Tanya Paul kepada Ollie yang tidak sadarkan diri.
““…””
Bersama-sama, seluruh anggota Aquilla, Andromeda, Lynx, Taurus, serta Tetsuo, dibawa ke dalam penjara yang berada di bawah Chaoseum.
Kecuali…
“H-Hey! Kemanakah kau bawa Ryūhime-chan—”
“Bawel lo, rubah! Mending lo diem di sana!”
…Ryūhime, yang dibawa terpisah oleh Leonard.
“K-Kapten Tauruc… gimana ya…?”
““…””
Tidak ada jawaban dari anggota Taurus ketika Mila menanyakan keadaan Tarruc.
Dengan tertangkapnya mereka semua, maka tidak ada cara untuk melarikan diri.
Satu-satunya angin segar yang mampu mereka hirup, adalah di arena pertarungan di Chaoseum.
Hingga akhirnya, mereka menyadari sesuatu yang biasa terjadi bersama Aquilla.
“Et! Machinno teh—”
“Ssssttt! Jangan keras-keras! Biarin aja dia di luar! Semoga aja dia bisa bebasin kita!”
Bisik Gia kepada Garry, yang mengkhawatirkan Machinno yang menghilang.
……………
Sementara itu, Ryūhime yang dibawa oleh Leonard.
“K-Kemanakah kau membawa-Ku, Pengacau?!”
“…”
“Hey, Pengacau!”
Seru Ryūhime kepada Leonard yang membawanya.
“M-Mengapa kau memisahkan-Ku dari antara mereka semua, Penga—”
“Di sini, Chaoseum, arena pertarungan yang gue bikin, aturannya itu simple.”
“M-Maksudmu…?”
“Ada Petarung, ada Tantangan. Petarung itu diisi orang-orang yang kuat. Kebanyakan dari mereka Petualang. Sedangkan Tantangan itu biasanya monster-monster buas. Mereka harus saling bunuh-bunuhan. Yang terakhir bertahan di atas arena, dia yang menang.”
Jelas Leonard tentang pertarungan yang ia selenggarakan di Chaoseum.
“Tapi terlalu banyak Petarung yang lemah! Yang gampang mati! Itu aja udah buat gue kesel banget! Tapi lo tau apa yang bikin gue paling kesel?!”
“…”
“Tantangan yang punya perasaan! Mereka semua harusnya buas! Mereka nggak pantes untuk ngerasa kasian sama Petarung yang mereka lawan!”
“…”
“Makanya Shogun itu gue jadiin Petarung, bukan Tantangan! Selain karena perasaannya, dia juga masih terlalu lemah! Jangankan jadi Tantangan! Dia bahkan terlalu lemah untuk orang yang punya jabatan sebagai Shogun!”
“…”
Ryūhime tetap terdiam ketika mendengar penjelasan Leonard. Ia gemetar ketakutan di hadapan seorang Mahluk Fana yang membawanya.
“Makanya itu, karena gue butuh lo sebagai Tantangan…”
“*Krieeekkk…”
“…gue mau lo jadi mahluk buas yang nggak punya rasa kasian!”
“!!!”
Ryūhime terkejut ketika mendapati maksud Leonard yang membawanya, setelah mereka sama-sama memasuki sebuah ruangan rahasia, di mana terdapat seorang wanita di dalamnya.
“L-Lepaskan Aku! Aku bukanlah mahluk buas!”
“…”
Leonard tidak memperdulikan Ryūhime yang takut dan khawatir. Ia hendak menghampiri wanita yang ada di dalam ruangan tersebut.
“Apa yang kali ini hendak kau perintahkan, Tuan Leonard?”
Tanya wanita itu kepada Leonard.
“Kendaliin Wind Dragon Princess ini! Jangan sampe pikiran sama perasaannya yang kuasain dia!”
“…”
Wanita itu memandang Ryūhime. Sementara Ryūhime gemetar ketakutan karena mendengar perintah Leonard kepada wanita itu.
“Wind Dragon Princess, kah?”
“Ya. Berapa lama waktu yang lo butuhin untuk hilangin akal sehatnya?”
“Karena ia adalah Mahluk Abadi yang terkuat dari antara kaumnya, kemungkinan besar hamba membutuhkan waktu selama satu minggu, Tuan Leonard.”
“Yaudah! Kalo cuma seminggu, gue rasa cukup!”
Seru Leonard, sambil meninggalkan Ryūhime dan wanita itu.
Tetapi sebelum Leonard pergi…
“*Fwup…”
“!!!”
…Ryūhime dikejutkan dengan wanita tersebut, yang mengeluarkan 3 pasang sayap, serta lingkaran cahaya di atas kepalanya.
“Kalo gitu, minggu depan gue balik lagi ke tempat ini lagi, Zophiel.”
“Baiklah, Tuan Leonard.”
Balas Zophiel, seorang mantan Seraphim, yang saat ini telah menaruh kesetiaannya kepada Leonard, sebelum pria yang ia layani meninggalkannya bersama dengan Ryūhime.
……………
Kembali ke Kumotochi, tepatnya di Kazedori Bakufu.
“Urgh…! Gu-Gue… ada di mana…?”
Dalbert kembali terbangun. Tetapi keadaannya masih kritis. Tulang punggungnya masih patah karena Leonard.
“D-Dalbert-dono! Tenanglah! Anda belum boleh bangun—”
“T-Temen-temen gue…! Gimana keadaan temen-temen gue…?!”
Tanya Dalbert kepada Katanaka, yang berada di sampingnya.
“…”
Katanaka menjelaskan kepada Dalbert tentang kondisi saat ini.
“Cih…! S-Sialan…! Ternyata—”
“Apakah anda mau semakin lebih kuat, Dalbert-dono?”
Tanya Katanaka kepada Dalbert.
“P-Pastinya…! Gue harus… selamatin mereka…!”
“Baiklah. Jika itu pilihan anda, maka bersedialah menjadi murid saya, Dalbert-dono! Tidak, lebih tepatnya…”
“*Srrr…duk!”
“…bersedialah menjadi murid kami, Dalbert-dono!”
Jelas Katanaka kepada Dalbert, dengan seluruh Kepala Komisi yang tersisa yang tiba di hadapannya.