Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 222. Masters of Both Sides



Kekacauan yang terjadi di dalam Hidden Dungeon of Whisper masih berlanjut.


“*Shrak!”


“Aaargh!”


“*Boom!”


““…””


Peperangan antara Chemia dan Serpentis baru saja dimulai.


Sementara itu, di Gazomatron Federation.


““…””


Ketiga Menteri masih berkumpul, setelah mereka semua dipanggil oleh Presiden, yang baru saja pergi  meninggalkan rapat.


Di hadapan mereka bertiga…


“…”


…terdapat Kepala Dandur Bonesteel, yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri.


“Ternyata seperti itu, ya…”


Bisik Nirron dengan datar.


“Bung Dandur ternyata “main” di belakang kita. Akhirnya dia…”


“Dieksekusi Pak Presiden…”


Bisik Sonya dan Garrett secara bergiliran.


“Jadi, anda beneran mau ngundurin diri ya, Sonya?”


“Ya. Aku udah nggak kuat dibenci warga Gazomatron lagi. Selesai tugas terakhir aku ini, aku mau undur diri.”


Jawab Sonya ketika Nirron bertanya.


“Tapi kalo dipikir-pikir, sebenernya salah nggak sih Bung Dandur kerja sama bareng Ghibr Doldrah? Ujung-ujungnya kan dia cuma mau sembuhin anaknya aja.”


““…””


Nirron dan Sonya diam tertegun ketika mendengar pertanyaan Garrett.


“Kalo menurut saya, tujuannya


nggak salah. Tapi caranya salah.”


“Nirron…?”


“Dia nggak percaya sama PakPresiden yang butuh waktu untuk sembuhin anaknya. Dia juga celakain negara ini. Dia juga ngelanggar perjanjian Gazomatron sama Klan Mistyx.”


Jelas Nirron kepada Garrett.


Semenjak kedatangan Presiden, Chemia Guild yang berada di Duskmere City resmi dilarang beroperasi. Karena hal tersebut, seluruh anggota Chemia ditangkap oleh pihak Gazomatron.


“Kami semua tidak tahu apa-apa soal Guildmaster Ghibr!”


“Kami bergabung hanya untuk melakukan eksperimen dan penelitian, dengan pimpinan dan ilmu dari Scholar


Angela!”


Seru beberapa anggota Chemia yang tertangkap.


“Maafkan kami, Chemia. Kami hanya mengikuti perintah dari atas.”


Balas salah seorang pengendara unit Gazobot kepada anggota Chemia tersebut.


Kembali ke ruang rapat para Menteri, di mana mereka hendak meninggalkan ruang tersebut.


“Jadi, kita jalan sekarang?”


“Ya. Waktunya kita ke Mistyx Town.”


Sahut Nirron, sambil mereka bertiga berjalan keluar.


……………


Jauh dari langit di atas Gazomatron, Malaviel melihat beberapa hal yang terjadi di negara tersebut.


“Snake, semua sudah berjalan dengan lancar.”


Lapor Malaviel kepada Snake.


Sementara Snake…


“…”


…sedang berada di hadapan Ghibr Doldrah.


“Hooo… Jadi anda ya Guildmaster yang sembunyiin dirinya?! Hmph! Ternyata berani juga tunjukkin dirinya, walaupun masih harus pake topeng! Dasar pengecut!”


Cemooh Ghibr kepada Snake.


Sementara Snake yang mendengar cemoohan itu, hanya tersenyum mendengar pertanyaan Dark Elf tersebut.


“Apakah anda ini Ghibr Doldrah yang asli? Atau tidak lebih dari sekedar Homunculus? Maaf saja. Saya berada di sini bukan menghadapi mahluk buatan dari seorang pengecut.”


Kata Snake, yang mencemooh balik Ghibr.


“Cih! Ternyata mau Guildmaster atau Vice Guildmaster, dua-duanya sama-sama ngeselin, ya?!”


Pikir Ghibr dengan kesal.


Namun, bukan berarti ia membiarkan Snake menyulut amarahnya. Oleh karena itu, ia hendak memprovokasi


Snake.


“Hah?! Bedain saya sama Homunculus aja nggak bisa?! Ya ampun! Yang kayak gini ngaku-ngaku Observer


Nomor Satu di Dunia?!”


Seru Ghibr yang kembali mencemooh Snake.


Dan lagi…


“Hmm…”


…Snake hanya tersenyum.


“Ghibr Doldrah. Apakah saya perlu membuktikan hal apa saja yang telah saya observasi?”


“Hm? Coba jelasin ke saya.”


Balas Ghibr dengan penasaran.


“Di seluruh area ini, anda sudah mempersiapkan lingkaran transmutasi anda, bukan?”


“…”


Ghibr terdiam.


Walaupun jawaban Snake benar, ia merasa bahwa tebakan Snake tidak lebih dari sekedar keberuntungan saja. Akan tetapi, pada akhirnya ia terpaksa mengakui Snake sebagai Observer Nomor Satu di Dunia.


“Kalo itu aja sih, anda pasti tau dong!”


“Hm?”


“Saya dikenal sebagai Alchemist! Kalo saya masih punya akal, pastinya saya udah siapin semua lingkaran transmutasi saya!”


“Oh, seperti itukah jawaban anda? Haha, pantas saja ada 123 Chimera yang bersembunyi di bawah tanah yang kita pijak. Memang anda adalah seorang Alchemist, Ghibr Doldrah.”


“!!!”


Kali ini Ghibr tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


Tidak hanya mengetahui pasukan Chimera yang ia rahasiakan saja, bahkan Snake mengetahui jumlah dari monster-monster tersebut.


“Kalo itu aja yang dia tau, saya rasa udah cukup! Semoga dia nggak tau senjata rahasia saya!”


Pikir Ghibr dengan tidak tenang dan berharap Snake tidak mengetahui semua yang ia siapkan untuk melawannya.


“Fufu… Ternyata anda seputus asa itu kah, Ghibr Doldrah?”


“Hm? Apa maksud anda, Snake?!”


“Gazo Stone, atau yang dulu diketahui sebagai Serpent Heart. Apakah anda hendak memakan batu terkutuk itu? Tidakkah Darah Iblis yang anda simpan setelah menjebak Berius Schrauder cukup?”


“!!!”


Lagi, Ghibr terkejut dengan Snake, yang seakan mengetahui semuanya.


“Gi-Gimana anda bisa tau?! Saya berani jamin, kalo saya siapin semuanya tanpa ada yang ikutin saya!”


Seru Ghibr yang tidak tenang.


“Hahaha! Lihatlah ekspresi anda, Ghibr Doldrah!”


“Keuk!”


Perasaan Ghibr menjadi campur aduk.


Ia menjadi begitu sangat waspada dengan Snake, namun ia juga menjadi kesal dengan pria bertopeng itu.


“Jika dipikir-pikir kembali, sepertinya anda lucu juga, Ghibr Doldrah. Anda hendak memprovokasi saya, tapi anda gagal dan justru hal sebaliknya terjadi.”


“…”


“Namun, apakah anda sudah cukup puas?”


“Puas? Maksud anda apa—”


“Maaf. Maksud saya adalah, apakah anda sudah cukup marah?”


Tanya Snake, sambil menunjukkan senyum dinginnya.


“Apa maksud anda, Snake?! Siapa anda sebenarnya?! Gimana cara anda tau semua persiapan saya?!”


“…”


Snake tidak langsung menjawab.


Perlahan-lahan, ia menunjukkan sebuah kalung yang ia simpan di dalam sakunya.


“*Nginggg…”


Pada kalung itu, terdapat sinar yang menyala-nyala dengan terang.


“A-Apa itu?!”


“Oh, sepertinya anda baru pertama kali melihat ini. Tetapi, bagaimana jika saya sebut batu pada kalung ini sebagai Insightia?”


“!!!”


Ghibr terkejut setelah mengetahui benda macam apa yang Snake genggam.


“Mungkin itulah jawaban dari pertanyaan anda, tentang cara saya mengetahui segala persiapan anda.”


Jawab Snake kepada Ghibr.


“Hoo… Anda mau jawab tiga pertanyaan saya?”


“Tentu saja, Ghibr Doldrah. Lalu, terkait pertanyaan anda tentang siapa saya sebenarnya…”


Perlahan, Snake melepaskan topengnya.


Ketika Ghibr melihat wajah dari balik topeng ularnya…


“!!!”


“*Bruk…”


…ia sangat terkejut, hingga dirinya terjatuh.


“A-A-Anda itu… High Elf?!”


“Anda benar, Ghibr Doldrah. Tidak. Apa mungkin saya sebut anda sebagai… Ghibrion Oraglor, salah satu anggota pemberontak di Vamulran Kingdom, yang membunuh pemimpinnya yang bernama Ghibr Doldrah?”


“!!!”


Lagi, Ghibr dikejutkan dengan Snake yang mengetahui siapa dirinya.


“Si-Si-Siapa yang anda maksud?! Saya nggak ke—”


“Apakah harus saya sebutkan secara rinci, Ghibrion?”


“…”


“Anda lahir di Varenagne Chasm, yang menjadi rumah bagi para Dark Elf dan Dwarf selama ribuan tahun. Namun, naas bagi mereka ketika Aranual Vamulran menginvasi tempat tersebut dan menjadikan seluruh warga Varenagne menjadi budak di Vamulran.”


“Cukup—”


“Setelah tertangkap, seorang High Elf jenius yang bernama Ghibr Doldrah melakukan aksi pemberontakan, dengan kepala Luscika atau Aranual sebagai tergetnya.”


“Diam! Jangan dilanjutin la—”


“Namun, seseorang yang jenius sepertinya, yang berhasil membuat kekacauan, serta melarikan diri dari kejaran pemerintah Vamulran, tidak bisa melarikan diri dan dibunuh oleh Putri Pertama Vamulran tersebut.”


“Diam, Snake—”


“Dari seluruh anggota pemberontak, hanya satu oknum saja yang tidak pernah tertangkap. Nyatanya, oknum tersebut telah menjadi seorang Petualang dengan nama Ghibr Doldrah, yang direkrut oleh Berius Schrau—”


“SAYA BILANG CUKUP!!!”


“…”


Snake hanya tersenyum, walaupun harus menghentikan narasinya tentang Ghibrion Oraglor, identitas asli dari Ghibr Doldrah.


“Jadi, mungkin anda sudah mengerti maksud saya, bukan?”


“…”


“Apakah anda sudah cukup marah?”


Tanya Snake, walaupun sudah mengetahui jawabannya.


Namun, ia tidak berhenti sampai situ saja.


“Jika belum, apakah saya harus menjelaskan nama asli saya kepada anda?”


“…”


Ghibrion hanya diam saja.


Kesabarannya semakin menipis.


Hingga akhirnya, Snake menjelaskan siapa dirinya.


“Saya adalah…”


“!!!”


Ghibrion begitu terkejut ketika mendengar nama asli Snake.


“Dan sebagai fakta yang tidak diketahui oleh dunia, sayalah yang sebenarnya membunuh Ghibr Doldrah, pria yang anda kagumi.”


“HRAAAAAAAGHH!!!!!”


“*Bruk!”


Ghibrion yang sangat marah langsung mengaktifkan Sihir Transmutasi yang ia siapkan.


Dengan sihir miliknya, terlihat beberapa Golem dengan wujud yang berbeda-beda, yang bergerak ke arah Snake.


Karena serangan Ghibrion, Snake pun kembali mengenakan topengnya dan bersiap-siap menghadapinya.


“Mau siapapun anda, kalo anda emang bagian dari keluarga brengsek itu, artinya anda itu target yang harus saya bunuh, Pangeran Vamulran!”


“…”


Lagi, Snake hanya tersenyum, ketika ia mendengar seruan dari Ghibrion.