Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 273. Ignoring The Merit and Acknowledgement



Peperangan dengan Children of Purgatory telah berakhir.


“Bawa beberapa warga menuju titik evakuasi di Snellsham Point! Mereka pasti membutuhkan fasilitas kesehatan!”


“Ya! Kami sedang mengusahakannya!”


Pihak Gazomatron mulai membawa warga yang terluka menuju Snellsham Point, termasuk Petualang, Mistyx, atau Siren.


“*Fwup, fwup, fwup…”


““Kakak Nemesia!””


“Uhm… De-Delolliah… Jennania…”


“Tenang aja. Dia masih hidup. Paling cuma kecapean doang dia.”


Balas Charvelle yang menjemput Nemesia kepada Delolliah dan Jennania, setelah ia berhasil mengalahkan Undead Dragon yang berada di Brichaudry Point.


“Bisakah kau bergerak, Kakak Nemesia?”


“Ya. Aku masih sanggup, Delolliah.”


“Baiklah. Mari kita bersama-sama pergi menuju Snellsham Point.”


Kata Jennania, sambil membantu Delolliah untuk menopang Nemesia menuju Snellsham.


“B-Berius…”


“Ya. Lephta… udah…”


““…””


Gia dan Machinno hanya bisa menatap Berius yang berlinang air mata atas kematian Lephta.


“Hiks! Hiks! Hiks! M-Maafin aku, Berius… Andai aku bisa—”


“Jangan salahin diri sendiri. Lephta itu Petualang. Dia juga udah tau resiko yang harus dia terima.”


Potong Berius ketika Gia hendak meminta maaf, walaupun ia sendiri tidak bisa menahan tangan yang gemetar dan penuh dengan darah Lephta.


“*Tap…”


“Mending kalian bertiga ikut ke Snellsham Point. Karena selain Beastwoman ini, kalian juga luka-luka, loh.”


Kata Gadlu, sambil menepuk pundak Gia.


“Huahaha! Ternyata saya jauh lebih kuat ya, dibanding kalian berdua! Hanya dengan sekali serang saja, Undead Dragon itu langsung mati kembali! Ya tentu saja ini semua semakin membuktikan bahwa saya layak menggunakan Lencana Kasta Merah!”


““…””


Eìmgrotr dan Zhivreeg hanya diam saja ketika Moalkin berbicara. Mereka bersama-sama menuju Snellsham Point.


“…”


Eìmgrotr berjalan sambil menopang Dalbert yang tidak sadar.


“Andai Lizardman itu tahu, bahwa Observer Kasta Biru ini telah mengalahkan sesosok monster yang aku yakini jauh lebih kuat daripada Undead Dragon itu, mungkin saja ia langsung menantangnya bertarung!”


Pikirnya ketika menatap Dalbert dan Moalkin.


Ketika semua pihak aliansi pergi menuju Snellsham Point dengan ditemani oleh beberapa anggota Serpentis, mereka menemukan Djinn dan Myllo yang sedang berargumen besar dengan Snake.


“Teh Angela, itu teh bukannya Djinn?!”


“Ya. Anda benar, Tuan Geri.”


Balas Angela, ketika ia bersama dengan Garry tiba di Snellsham Point.


“Bajingan lo…! Berani-beraninya lo ngaku-ngaku sebagai Sang Pengelana…!”


“Mengaku-ngaku? Apa maksud anda, Djinnardio Vamulran? Bukankah anda—”


“Lo bukan Melchize—Urgh!”


Djinn memegang kepalanya dengan keras karena melihat sesuatu yang tidak ingin ia lihat.


“Apa yang sedang anda bicarakan, Djinnardio Vamulran? Sepertinya kepala pusing anda membuat anda menjadi delusional.”


Kata Snake, yang berusaha mengundang argumen orang-orang yang menyaksikannya.


“Woy, Snake! Apa maksud lo?! Kenapa lo bisa jadi Presiden, tapi jadi Sang Pengelana juga?! Lo sama aja udah


nipu rakyat lo, tau!”


“Menipu? Tiada tipuan yang saya lakukan, Myllo Olfret. Lagipula, saya yakin bahwa mereka masih membutuhkan saya, bukan? Karena tanpa kehadiran saya, nenek moyang mereka semua tidak akan memiliki tempat di dunia ini. Bukankah begitu?”


Jelas Snake, yang berusaha


membantah pernyataan Myllo.


“N-Nenek moyang?! Apa maksud lo?!”


“Maksud saya? Sudah jelas, bukan? Karena mereka semua, baik Gazomatron maupun Mistyx, adalah sama-sama sisa-sisa dari Principality of Kronovik.”


““!!!””


Tidak hanya Myllo dan Djinn saja yang terkejut. Bahkan beberapa warga Gazomatron, Mistyx, hingga anggota Serpentis lainnya juga terkejut.


“N-Nenek moyang kita itu… orang-orang Kronovik?!”


“Tapi bukannya Kronovik itu isinya cuma ada Manusia, Dragonewt, sama Klan Mistyx?! Kok di negara ini ada


Mahluk Intelektual lainnya?!”


“Hahaha. Tentu saja itu ada ketika negara ini pertama kali terbentuk, Remy. Saat ini Gazomatron Federation


merupakan negara terbuka. Mahluk Intelektual, bahkan Monster Intelektual bisa hidup di tempat ini.”


“Bahkah Pak Presiden tau nama saya?!”


Sahut warga yang bernama Remy itu setelah mendengar penjelasan Snake.


“Tunggu! Ada yang tidak masuk akal!”


“Ada apa, Angela Meadow?”


“Jika benar anda adalah pemimpin negara ini, mengapa anda membiarkan Ghibr membuat Guild di sini?!”


“Terkait itu, karena ada pengkhianat yang bernama Dandur Bonesteel, yang bermain di belakang saya.”


Jawab Snake atas pertanyaan Angela.


“A-A-Apanya Kronovik…?!”


“Hm? Apa maksud anda, Djinnardi—”


“Ke mana… Dragonewt…?! Kenapa mereka—”


“Tenang saja. Mereka ada di negara yang terpisah. Andai saya punya pulau yang lebih, mungkin Klan Mistyx akan saya tempatkan di sana. Lagipula, saya tidak ingin menambah konflik yang sama seperti 500 tahun yang lalu. Bukankah begitu, Charvelle?”


“…”


Charvelle hanya terdiam, setelah Snake menjawab pertanyaan Djinn.


“Baiklah. Mungkin saya akan menjelaskan semuanya terkait alasan terpisahnya Gazomatron Federation dengan Mistyx Vilage. Namun, yang lebih penting dari itu…”


““…””


“Aquilla, sebagai Pahlawan yang telah menolong Erviga Kingdom, kalian juga telah menolong Gazomatron


Federation. Maka dari itu…”


“…”


Kata Snake, sambil memberikan tangannya untuk bersalaman dengan Myllo.


Akan tetapi, alih-alih menjabat tangannya…


“*Phak…”


““!!!””


…Myllo justru menepuk tangannya, seakan-akan menolak tawaran darinya.


“Mil, mending kita pergi aja dari sini…”


“Ya. Lo bener juga.”


Balas Myllo, sambil menopang Djinn di pundaknya.


“Ayo semuanya! Kita pergi dari tempat ini!”


““Ya.””


Jawab Gia dan Garry. Sementara mantan Scholar hendak mengikuti mereka sambil membawa Dalbert yang tidak sadarkan diri.


“Aquilla. Saya ada informasi terkait anggota kalian yang bernama Vast.”


““…””


Myllo dan anggotanya terdiam ketika mendengar Snake.


“Saya mungkin hendak menyampaikannya. Namun, karena kondisi yang dialami olehnya terlihat sulit,


maka satu-satunya cara bagi kalian adalah menerima kerja sama dengan sa—”


“Lo… kira gue nggak tau soal dia…?”


“Hm?”


“Lo pasti mau bilang… kalo Vast… hilang bareng semua High Elf yang dia bawa, kan…?”


Tanya Djinn terkait informasi yang akan disampaikan oleh Snake.


“Djinn, apa maksud kamu…?!”


“T-Teh Luvast teh—”


“Kita pasti tetep ketemu dia, Aquilla! Daripada terima tawaran dari orang jahat kayak dia, mending kita usaha sendiri untuk temuin di—Eits! Hampir aja lo jatoh, partner!”


Kata Myllo yang terpotong karena menangkap Djinn yang hampir terjatuh dengan lemah.


Gia dan Garry yang mengikuti mereka dari belakang hanya bisa tersenyum.


“Myllo The Wind. Tawaran yang saya berikan merupakan sebuah kesempatan bagi anda untuk—”


“Denger gue, Snake!


Potong Myllo dengan nada yang keras.


“Kalo kita ketemu lagi, nggak akan ada yang namanya kawan di antara kita! Yang ada cuma lawan!”


“Hahaha! Anda yakin berkata seperti itu, Myllo The—”


“Kalo kita ketemu lagi, gue jamin Aquilla Party bisa menang lawan Serpentis Guild!”


Seru Myllo ketika Snake hendak mempertanyakannya.


““…”’


Sebelum pergi, Myllo saling bertatapan


dengan Klavak dan Styx.


“M-Myllo…”


Bisik Klavak sambil menatap mata Myllo yang penuh dengan tekad.


“T-Ternyata… dia punya tatapan yang sama kayak lo, kak.”


Pikirnya seakan berbicara dengan Sylvia, dengan perasaan malu, karena sadar bahwa pikiran penuh dendam miliknya telah membuat dirinya menyimpang dari jalan yang Sylvia lewati.


“…”


Sementara Styx terlihat khawatir. Ia hendak mengikuti Myllo, tetapi ia tidak bisa melupakan penolakan yang ia


lakukan ketika ditawarkan oleh Myllo untuk bergabung bersamanya.


Dengan kata lain, mereka berdua sama-sama menyesal ketika melihat Myllo.


““…””


Bersama-sama, dengan mantan Scholar, Aquilla meninggalkan Gazomatron.


“Snake…”


“Tenang saja, Berius. Anda ingin mengikutinya, bukan?”


“Ya.”


Jawab Berius sambil menopang jasad Leptha.


Selain mantan Scholar, Delolliah dan Jennania hendak mengikuti Aquilla.


“Aku akan ikut bersama mereka.”


“Ya. Aku juga sadar kau akan berbuat seperti itu, Kakak Delolliah. Mari kita ikut dengan—”


“Tidak. Maafkan aku yang tidak bisa ikut dengan kalian, adik-adikku.”


Jawab Nemesia, ketika Jennania mengajaknya bersama dengan Delolliah.


“Kakak Nemesia! Tetapi—”


“Aku bertanggung jawab dengan seluruh saudari kita yang tersisa di negara ini. Tambah lagi, nanti aku akan menjabat sebagai Menteri Brichaudry.”


““!!!””


Delolliah dan Jennnia tidak percaya dengan Nemesia, yang memenuhi janjinya dengan Snake, ketika mereka


berdua berbincang di Hidden Dungeon of Whisper.


“Adik-adikku…”


“*Phuk…”


“Maafkan aku sebelumnya karena tidak bisa ikut bersama dengan kalian. Namun aku yakin, bahwa kalian pasti akan baik-baik saja, ketika kalian berada di dunia ini.”


““Kakak…””


Bisik Delolliah dan Jennania, sambil membalas pelukan hangat kakaknya.


Dengan begitu, Aquilla, mantan anggota Chemia, serta dua Siren bersaudari menapakkan kakinya menuju luar


Gazomatron.


Namun yang lebih naas bagi mereka adalah…


“Hmm… Mereka tidak memperdulikan pengakuan, kah?”


…momen heroik mereka akan terlupakan oleh warga Gazomatron, setelah mereka menolak untuk bekerja sama dengan Serpentis Guild.