Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 456. The Adventure Continues



Sekarang udah 3 hari sehabis festival. Selama 3 hari ini kita maksimalin waktu untuk istirahat sebanyak-banyaknya, sebelum kita pergi lagi untuk petualangan.


“Makanlah ini, Hakuya!”


“Ya, bu—”


“Jangan lupa makan ini juga!”


“Y-Ya—”


“Sayur ini baik untuk kesehatanmu! Oleh karena itu kau juga perlu—”


“J-JANGAN SAYUR!!! HAKUYA NGGAK SUKA SAYUR!!!”


M-Mungkin awalnya gue agak iri ngeliat hubungan ibu-anak antara Ayasaki sama Hakuya. Tapi kalo ngeliat dari


gelagat Ayasaki yang berlebihan ke anaknya itu, tiba-tiba gue bersyukur karena ibu nggak sampe segitunya ke gue.


Selama 3 hari ini, kita juga sama-sama latihan bareng.


Gia latihan bareng Nakatoki, supaya bisa dapetin Union yang sebenernya dia punya.


Luvast latihan bareng Toshiko, supaya bisa pastiin kalo dia masih bisa pake pedang.


Dalbert latihan bareng Katanaka, supaya dia bisa kendaliin kekuatan bayangannya lebih maksimal.


Terakhir ada gue sama Myllo, yang latihan bareng Ayasaki, Tetsuo, Hakuya, atau Miyako.


““…””


Sekarang kita lagi makan malem bareng.


Padahal festival udah lewat. Pesta pun udah selesai. Tapi Tetsuo tetep undang kita untuk makan sama-sama.


“Gyahahaha! Ternyata kau adalah anak dari Shikami-nïsama, kah?! Kalau begitu, panggil aku Oba-sama,


Hakuya-kun!”


“Ya, Obā-sama.”


“Gyahaha—Hey! Aku adalah bibimu! Bukan nenekmu!”


Bener juga, ya.


Kalo Hakuya itu anaknya Lupherius, berarti Toshiko itu tantenya, dong?!


Tapi ada yang masih bikin gue penasaran.


“Ya.”


“…”


“Woy, Hakuya!”


“Eh! Ternyata lo yang manggil—”


“Kalo gitu nama klan yang lo pake apaan, dong? Kazedori, Yorukiba, atau Tanzō?”


“G-Gue juga nggak tau tuh—”


“Tentu saja Kazedori. Ia adalah anakku. Bukankah begitu, Kazedori Hakuya…?”


“Y-Y-Ya, bu…”


T-Tiba-tiba sisi overprotective Ayasaki keluar lagi. Karena itu tiba-tiba gue jadi nyesel nanya itu ke Hakuya.


“I-Ini lengan baru lo?!”


“Ya. Untungnya Pak Katanaka bisa bikinin lengan palsu kayak gini. Jadinya gue masih bisa petualangan bareng


Andromeda, tanpa nyusahin Zorlyan sama yang lainnya.”


Ternyata Alethra udah punya lengan baru ya. Tapi gue nggak nyangka kalo Katanaka bisa bikinin lengan palsu


kayak gitu—


“APA?!?! KENAPA KALIAN MAIN REKRUT ORANG AJA?!?! KENAPA NGGAK NGOMONG-NGOMONG KE GUE—”


““Ngapain kita ngomong-ngomong ke lo?! Emangnya lo bos kita?!””


Eh! Berisik banget! Kenapa pada teriak-teriak?! Apalagi Si Dongo itu!


“*Gluk, gluk, gluk…”


“S-Sialan kalian…! P-Padahal gue mau rekrut… mereka semua… hicc!”


Hah?! Siapa yang mau dia rekrut—


“Djinn…! Masa Ollie tiba-tiba rekrut Gravanghar sama Sonda…! Terus Zorlyan tiba-tiba rekrut Daphine…!


Padahal… gue mau… hicc… rekrut mereka bertiga—”


““*Tung!””


““Main asal rekrut aja jadi orang!””


Gue kira karena kenapa! Ternyata karena disalib mereka berdua!


“Woy, Myllo! Kan lo udah ada dua Rounder! Seenggaknya kasih satu kek ke gue! Ya kan, Gravanghar!”


“B-Bener, Ollie—”


“Woy! Panggil dia bos! Kurang ajar banget lo panggil dia—”


“Bawel lo Paul. Emangnya gue butuh dipanggil bos? Lagian tuh Evri manggil bos cuma buat nyindir doang!”


““HAH?!?! SERIUS?!?!””


“Pffttt…”


““WOY!!! SIALAN LO, EVRI!!!””


M-Masa anggotanya pada baru tau sih…?


Tapi bener juga kata Ollie. Keliatannya di Aquilla nggak perlu Rounder lagi.


“Denger ya, Myllo! Sekarang Royce udah nggak bisa jadi Petualang! Jadi wajar aja kalo gue rekrut Daphine, supaya


ada yang gantiin dia sebagai Observer!”


“Haaaah…?! Tapi gue butuh Observer baru… yang bisa gue puji… hicc! Soalnya Dalbert nggak bisa gue puji…!”


“Heh! Kenapa jadi nyalahin gue?! Bilang aja lo mau anggota baru supaya lebih rame!”


Duh! Dasar dongo banget jadi orang! Alesan macem apa itu?!


Oh iya ya. Selain Hakuya, Royce terpaksa pensiun. Dia katanya mau abisin hidupnya di tempat ini. Artinya,


secara nggak langsung dia keluar dari Andromeda Party.


Karena itu, di Kumotochi ada dia sama Ángroð yang jadi dua warga Non-Beastfolk atau Wind Dragon yang hidup di


tengah-tengah Kumotochi.


“Woy… Ollie…! Kenapa juga lo rekrut Sonda…?! Kan Party lo udah kebanyakan Stri—”


“Striker gue cuma satu! Makanya gue butuh Striker baru!”


Nih bocah masih debatin soal rekrut-rekrutan sih!


“!!!”


Eh iya! Tapi yang dia bener juga!


“Hm? Mengapa kamu terlihat cemas, saudaraku?”


“Myllo bener! Kita butuh Striker baru! Selama ini cuma ada Si Dongo itu aja yang jadi Striker Aquilla!”


“Aku sebenernya udah mikirin itu terus sih. Tapi aku ngerasa ada kamu sama Luvast. Jadi aku pikir kita nggak


terlalu butuh Striker banget.”


“Emang gue sama Luvast kuat. Tapi kita tetep butuh Striker yang bisa jadi tandem Myllo.”


Karena gue sama Luvast nggak mungkin bisa terus-terusan jadi serangan kedua Myllo.


Gue punya analisa sama fisik yang kuat. Makanya gue bisa bantu pertahanan Gia-Machinno, terus gue juga bisa bantu Dalbert analisa sekitar.


Mungkin gue punya sihir penyembuhan. Tapi gue serahin itu ke Luvast, supaya bisa bantu Garry sembuhin luka.


“…”


Gue jelasin itu semua ke Luvast, Gia, Garry, Dalbert, sama Machinno. Tapi gue tetep rahasian sihir baru gue dari


mereka.


“Bener juga ya. Kalo gitu—”


“Hakuya…! Ayo dong ikut gue…! Aquilla butuh Striker baru… hicc!”


“Ng-Nggak! Gue udah pensiun! Sekarang gue mau abisin waktu gue bareng ibu gue!”


“Woy…! Lo udah tua…! Jangan manja-manja deh… sama Ekor Hijau—”


“*Krrrttt…”


“Atatatatatata!!! Guru! Maksud gue Guru!”


Lagi-lagi dia dijewer Ayasaki.


“Oh ya, semuanya. Kayaknya besok kita, Lynx Party, mau pergi dari sini.”


“Andromeda juga mau pergi untuk lanjutin petualangan kita.”


“Kok bisa barengan, sih? Padahal kita juga mau pergi besok.”


Bener juga, ya.


Karena kita terlalu nikmatin masa-masa tenang di tempat ini, gue jadi lupa kalo kita mau pergi besok!


 “Yaudah…! Kalo kita sama-sama pergi…”


“*Brak!”


“…kita minum sepuas-puasnya… hicc!”


Woy! Kok malah minum sepuasnya?! Kan mereka mau—


““Yaaaa!””


Lah! Kenapa mereka main setuju aja?!


……………


Yah, kayak biasa.


Selesai minum rame-rame, tiba-tiba Myllo jadi Pendongeng lagi. Abis itu dia nyusahin gue sama Dalbert lagi karena muntah-muntah.


“Yaudah! Lo masuk duluan aja, gih!”


“OK. Gue tinggalin Si Dongo sama lo.”


Karena ada Dalbert, gue masuk duluan ke dalem.


Tapi, ada satu hal yang bikin gue nggak langsung masuk kamar penginapan khusus Aquilla.


“Kau pasti masih ingin berpetualang. Bukankah begitu, Hakuya?”


“…”


“Kau menyatakan pensiun kepada teman-temanmu, karena kau ingin menemaniku sebagai anakku.”


“A-Apa salah kalo Hakuya mau temenin—”


“Hakuya, anakku. Biarlah ibu ceritakan sedikit tentang masa lalu ibu, sebelum bertemu dan berpetualang


dengan Melchizedek.”


“…”


Ayasaki ceritain tentang masa lalunya, di mana dia selalu hidup menurut kehendak bapaknya.


“Mungkin ibu tidak memaksamu. Tetapi melihat dirimu yang terpaksa untuk tidak berpetualang demi ibu, hanya


akan membuat ibu merasa seperti kakekmu saja.”


“I-Ibu…”


“Oleh karena itu, anakku. Lakukanlah apa yang kau mau karena kemauanmu. Bukan demi ibu. Jika kau tidak mau berpetualang bersama Myllo karena keinginanmu, ibu akan hargai itu. Tetapi jika kau melakukan itu demi ibu, alangkah baiknya jika kau ikut berpetualang bersama Myllo, nak.”


“T-Terus ibu gimana—”


“Tenang saja. Ibu sudah membuka diri ibu kepada semua orang yang berada di tempat ini. Oleh karena itu ibu


tidak akan kesepian, nak.”


“…”


Gue cuma bisa senyum doang dengernya.


Lagi-lagi gue dibuat iri sama hubungan antara mereka—


“Djinn Dracorion-kun.”


E-Eh…! Gue ketauan, ya—


“Jika kamu mendengar perbincanganku dengan anakku, maka dengarlah ini juga.”


“A-Apaan…?”


“Seperti anakku yang mengenal Tarruc Taur. Seperti aku yang mengenal Melchi. Maka kenalilah Kapten-mu


lebih dalam. Beri tahu itu juga kepada rekan-rekanmu.”


A-Apa maksud Ayasaki…?


……………


Besoknya, kita sampein salam perpisahan kita ke Andromeda sama Lynx. Mereka sama-sama pergi duluan.


Tapi sebelum pergi… sebenernya gue masih kepikiran sama apa yang dibilang Ayasaki.


“Saint-san!”


“Wuaaah! Ada kalian semua! Hihihi!”


Di sini juga ada Ayasaki, Tetsuo, Miyako, sama Kepala Komisi lainnya, yang juga ikut kasih salam perpisahan ke


mereka.


“Mil, terus kita gimana?”


“Hmmm…! Gue juga bingung! Andai aja ada yang bisa gue rekrut di sini!”


“Ya elah! Soal rekrut-rekrutan bisa di bawah, Myllo! Mending kita pergi juga dari sini! Lagian udah kelamaan kita di tempat ini!”


“Hehe! Bener juga lo, Dalbert—”


“Tunggu!”


Ah. Dateng juga dia.


“M-Myllo! Gue… mau ikut lo—”


“Ahahaha! Insting gue bilang kalo lo pasti mau ikut gue!”


Instang, insting, instang, insting! Padahal daritadi masih gelisah gara-gara kalah cepet rekrut orang!


“Eh iya! Aku mau nanya dong!”


““Hm?””


“Kalo kamu ikut kita, berarti enaknya panggil kamu apa?!”


“Kalo Slasher… mungkin cuma identitas palsu aja. Tapi kalo gue ikut kalian, gue mau dikenal sebagai Hakuya!”


“Hehe! Selamat bergabung di Aquilla, Hakuya—”


“HACHIHHH!!!”


“Et! Sianying! Bersinnya kenceng pisan—”


“Huaaahh! Semuanya! Coba liat Garry yang basah karena bersinnya Hakuya! Hahahaha!”


“P-Padahal aing teh baru mandi…”


“Ih! Jorok banget, sih!”


“S-Sungguh tidak beradab…”


“M-Maafin gue…”


Haaaah…! Feeling gue, Aquilla nambah lagi nih bocah sialan baru!


“Myllo.”


“Ah! Ekor Hijau—”


“Alangkah baiknya jika engkau menjaga anakku! Jika tidak, maka kau akan—”


“T-Tenang aja, ibu! Hakuya pasti baik-baik aja, kok!”


B-Bahkan masih overprotective dia sama anaknya yang mau pergi…


“Saint-san! Aku telah berutang nyawa kepada-Mu! Oleh karena itu Aku pastinya akan menyambut kepergian kalian!


Bahkan sesusah apapun dirimu di Dunia Bawah, kami dari Kazedori Bakufu siap membantumu!”


“Hehe! Karena kita sama-sama pemimpin, gue cuma bisa kasih semangat ke lo, supaya bisa pimpin tempat ini


jadi lebih baik!”


“Terima kasih, Saint-san! Semoga hal yang sama terjadi kepadamu dan Aquilla Party!”


““…””


Kita semua, termasuk Ayasaki, Miyako, sama Kepala Komisi lainnya, cuma bisa senyum liat Myllo sama Tetsuo


yang—


“Hey, kalian semua!”


““!!!””


Eh! Ternyata Bocil Naga juga ke sini!


“Ah! Bocil Naga ada di si—”


“Shishō! Lihatlah mereka yang tidak sopan denganku!”


“Hah? Nggak sopan? Emangnya kita ngapain—”


“*Tung! Tung!”


““ADUH!!!””


“Tenanglah, Ryūhime-chan. Aku sudah menghukum mereka.”


S-Sialan nih Ayasaki…! Gara-gara Bocil Naga yang manja kayak gitu, dia tiba-tiba pukul kepala gue sama Myllo!


“Hehehe…! Rasakanlah akibat dari ketidaksopanan kalian! Wleee—”


“Hehe! Syukur deh kalo lo bisa senyum kayak gitu! Semoga lo baik-baik aja ya, Bocil Naga!”


“!!!”


Eh? Bocil Naga satu ini kok mukanya merah?


Apa mungkin karena dia malu sama yang Myllo bilang—


“Hiks! Hiks! Hiks!”


“Sanalah, jika kau masih ingin menyampaikan salam perpisahan kepada mereka, Ryūhime-chan—”


“HUAAAAHAAA!!! TERIMA KASIH UNTUK BANTUAN KALIAN SEMUA!!!”


“*Phuk!”


Aduh! Dari antara kita semua, kenapa kepala gue yang dipeluk—


“AKU SANGAT BERUTANG BUDI DENGAN KALIAN!!! ANDAI SAJA AKU BISA IKUT BERSAMA KALIAN—”


“Bocil Naga.”


“*Tap…”


“Kapanpun lo mau ikut petualangan bareng kita, kabarin aja ya! Nanti kita jemput kok! Hihihi!”


“Saint-kun…! Terima kasih banyak…! Hiiiikkksss!”


Haha! Ternyata mau dia lebih tua dari kita, Bocil Naga ini tetep bocil ya di mata kita.


“OK deh kalo gitu! Kita pergi dulu ya!”


“Dadah kalian semua!”


“Doakeun aing bisa dapet teteh geulis baru!”


“Sampai jumpa, semuanya!”


“Semoga Dewa dan Dewi di atas sana selalu menyertai kalian semua!”


“Jangan lupakan kami, kalian semua!”


““…””


Akhirnya kita sama-sama pergi dari Kumotochi!


Mulai dari Dreaded Borderland, Hazhroom Forest, bahkan pertama kalinya kita sampe Kumotochi, gue hidup tanpa


kekuatan gue.


Walaupun gue masih nggak mau kekuatan ini, tapi gue rela untuk punya kekuatan ini, demi temen-temen gue!


Semoga kedepannya, kita bisa sama-sama lawan tantangan sebesar apapun di depan kita!


Bahkan tantangan yang lebih besar daripada Leonard!


“Semuanya! Kalian siap untuk petualangan yang baru, kan?!”


““Siap, Kapten!””


“Hehe! Kalo gitu, ayo kita lanjutin petualangan kita!”


““WUHUUUUU!!!””


Akhirnya kita sama-sama pergi dari Kumotochi, untuk lanjutin petualangan baru kita!