
““…””
Gi…Gila kali ya…?
Ada ratusan Kaum Naga yang kita
kalahin.
Jangankan kaget bisa ngalahin
mereka semua.
Bisa bertahan hidup untuk lawan
mereka semua pun juga bikin kita kaget banget.
“Hehehe…”
““Mm?””
“Heahahahaha!”
Myllo tiba-tiba ketawa.
“Mantap kalian semuaaa!!!”
“*Tap! (suara menepuk pundak)”
“Gia! Lo berhasil tahan serangan
mereka semua! Keren banget!”
“Ke…Keren doang? Cantik nggak?”
Masih sempet-sempetnya genit nih
cewek!
“Garry!”
“*Tap! (suara menepuk pundak)”
“Kalo nggak ada lo, mungkin kita
udah luka-luka! Makasih banget sihirnya!”
“Ah! Bisa wae sia teh!”
Iya sih, tadi gue sempet
khawatirin Myllo sama Gia. Kalo nggak ada Garry mungkin cuma gue yang bisa
lawan semua Kaum Naga tadi.
“Dalbert! Lo juga keren banget
pake elang tadi! Kalo nggak ada lo, mungkin serangan kita nggak akan terarah
untuk lawan Kaum Naga sebanyak tadi!”
“Di…Diem! Jangan puji-piji gue!”
Hah…?
Nih orang nggak bisa dipuji, ya?
Kok mukanya merah ya tiba-tiba?
“Djinn!”
Ah, giliran gue ya?
“Lo yang jadi bintang di pertarungan
tadi!”
“Bi…Bintang—”
“Gue minta tanggungan yang berat
untuk lo. Tapi nggak cuma bantu serangan atau pertahanan aja, lo bahkan berani
untuk akhirin nyawa beberapa Naga. Makasih karena udah mau penuhin permintaan
gue yang berat, Djinn.”
Sebenernya sih gue udah janji
sama Sky Dragon tadi untuk bunuh semua Kaum Naga tadi, khususnya Naga. Cuma gue
nggak perlu jelasin janji gue deh ke mereka.
Cuma kalo dibilang tugas berat…
“Ya emang tugas Rounder gitu kan,
Myl?”
“Ahahaha! Iya, lo bener! Untung
aja lo jadi Rounder gue!”
“Hmph!”
Seenggaknya semuanya udah…
Eh, iya! Ada yang belom sele—
“*Bruk… (suara tergeletak)”
“Teh Gia…”
“Ga…Garry?!”
“*Aing*teh mau tiduran di
paha Teh Gi—”
“Ih! Masih sempet-sempetnya mau
tiduran di paha a—”
“Itu mereka!”
“Ayo kita samperin mereka!”
Hah? Suara dari mana tuh?
“Hah? Mereka siapa?”
“Orang-orang Erviga yang
dievakuasi dari kotanya.”
Loh, loh, loh!
Kenapa mereka semua mau ke sini?!
““Waaaaahhh!!!””
“Kalian keren banget!”
“Kok bisa kalian ngalahin semua
Kaum Naga?!”
“Gila banget! Siapa kalian
sebenernya?!”
Waduh!
Mereka mau sambut kita berlima—
“Wuhuuuu! Mereka semua mau rayain
kemenangan kita!”
“Hahaha! Akhirnya kita—”
“Tunggu dulu! Semuanya belom
selesai!”
““Mm?””
“Belom selesai…?”
Masih ada satu lagi yang belom keliatan!
“Djinn bener! Dalang dibalik
orang-orang yang ngontrol Kaum Naga itu belom muncul!”
“Oh iya! Terus di mana dia?!”
“Terakhir gue liat, dia masih ada
di kastil.”
Akhirnya gue jelasin ke mereka
berempat tentang tujuan utamanya Maverick.
“Si…Sianying! Orang itu teh cuma mau ambil Jiwa Monster-Monster di hutan?!”
“Keterlaluan! Dia mau musnahin
Kaum Manusia, dengan pengorbanan Kaum Non-Manusia?!”
“Brengsek! Apa-apaan maksud dia
kalo kita itu nggak lebih dari budak?!”
Garry, Gia, sama Myllo
keliatannya kesel banget sama orang itu.
Tapi Dalbert keliatannya masih
tetep tenang untuk analisa cerita gue.
“Tapi, kenapa dia tiba-tiba mau
bantai Kaum Manusia? Emangnya dia bukan Manu…si…”
Kenapa Si Brengsek ini tiba-tiba—
“Awas! Ada serangan dari—”
“*Shrusshh… (suara lemparan
tombak petir)”
Brengsek!
“Djinnnn…”
I…Ini tombak atau petir?!
Bisa-bisanya tombak petir ini
bawa gue jauh dari yang lain!
Brengsek nih tombak petir i—
“*Chruk! (suara melepas tusukan
tombak)”
“*Bruk, bruk, bruk… (suara jatuh
terpental)”
Tombak petir itu…lepas sendiri,
tanpa ada yang narik!
“*Tung… (suara besi bergema)”
Dateng juga nih Si Anjing satu
ini!
Bedanya, dia sekarang udah
lengkap pake baju zirah!
“Kenapa kau belum mati? Apakah
kau harus kubunuh dua kali?! Siapa yang menyuruhmu kembali?!”
“Bawel lo! Lo kira…gue lupa kalo
lo masih—”
“Apa itu? Mengapa aku merasakan
ada yang beda daripadamu?!”
“Mm?”
Oh, maksudnya kekuatan dari Sky
Dragon tadi, ya?
“Cih! Keterlaluan! Walaupun ia
melepas ikatanku, tidak kusangka ia masih bisa memberontak dan memberikanmu
Keliatannya dia udah tau.
Ya nggak kaget sih gue, semenjak
orang ini bisa tau semua yang ada di negara ini.
“Urgh…”
Sialan, luka gue jadi susah
sembuh lagi!
Apa mungkin karena tombak petir
dia ya?
“…”
Ayo bangun, Djinn!
“Hey, apa yang kau lakukan?”
“”Huff… Huff… Huff…”
“Kau masih berani berdiri?!”
“Ya iya, lah! Lo kira gue bakal
diem aja lawan lo—”
“*Shrushhh… (suara lemparan
tombak petir)”
“!!!”
Brengsek nih orang! Main lempar
tombak aja!
“Huaaargh!”
“*Swush, swush, swush… (suara
banyak ayunan pukulan)”
Tenang, Djinn.
Hindarin semua pukulan dia!
“Kau seharusnya mati! Kau tidak
boleh berada di dunia ini!”
“*Swush, swush, swush… (suara
banyak ayunan pukulan)”
Diemin aja kata-katanya!
“*Swush, swush, swush… (suara
banyak ayunan pukulan)”
“Keberadaanmu mengganggu duni—”
“*Tap! (suara menangkis)”
Bagus! Sekarang!
“*BHUK! (suara pukulan keras)”
“Akh!”
“Keberadaan lo yang ganggu negara
ini, anjing!”
“*Bruk! (suara bantingan)”
OK, gue berhasil banting dia.
Kalo gitu gue tinggal—
“*Shrushhh… (suara lesakkan
tombak petir)”
“!!!”
Nih tombak siapa, sih?! Kenapa
tombak itu masih bisa melayang ke arah gu—
“Judgement: Bolt Crush!”
“*Jgrum! (suara sambaran petir)”
Huh! Untung aja gue—
“Judgement: Volt Shot!”
“*Jgrum! (suara tendangan petir)”
“*Bruk, bruk, bruk… (suara jatuh
terpental)”
Sialan, kalo nggak karena tombak
tadi, mungkin gue masih bisa nahan dia!
Karena perhatian gue dialihin
tombaknya, dia jadi bisa nyerang gue balik!
Tapi dia jangan sampe tau trik
yang dikasih tau sama Sky Dragon tadi! Karena trik itu doang yang bisa jadi
kunci kemenangan gue lawan dia!
“Cih! Sangat keras kepala
sekali!”
“…”
“Mengapa kau masih bisa berdiri!
Tidakkah kau lelah setelah membunuh semua Kaum Naga yang kukendalikan?!
Menyerah saja! Aku berjanji akan mengakhiri penderitaanmu tanpa rasa sakit!”
Nyerah? Akhirin penderitaan gue?
“Hmph!”
“Tersenyum?! Kau tersenyum?!”
“Sorry kalo gue ngecewain
lo, Maverick. Tapi gue lebih menderita kalo belom keliling dunia!”
“…”
Kenapa dia diem aja—
“*Crrrkkk… (suara aliran petir)”
Kayaknya dia panggil balik
tombaknya.
Abis itu tombaknya jadi penuh
aliran petir kayak gitu.
“Memang ya.”
“Mulai dari Melchizedek hingga
dirimu, kalian semua Kaum Manusia sangat keras kepala!”
Melchizedek?
Dia emangnya pernah ketemu
Melchizedek?
“Sebaiknya aku membunuhmu
secepatnya. Mana-ku sangat terkuras karena menggunakan Jiwa Flamiza,
maka dari itu aku tidak bisa menggunakan Judgement kembali.”
Dia juga udah kecapean ya?
“Ya, setidaknya Mana-ku
ini cukup banyak untuk membunuhmu, Pria Terjanji.”
“…”
Dia keliatannya siap nyerang gue!
Kalo gitu gue juga harus siap!
“Divine Spear—”
“*TUK! (suara pukulan keras
tongkat)”
“*Bruk! (suara menghantam tanah)”
My…Myllo!
“Sial! Kau adalah—”
“Hraaaagh!”
“*Prang! (suara serangan pedang
besar)”
“Akkkh!”
Gia juga langsung nyerang pake
pedangnya!
“Ke…Keterlaluan kau, wanita ja—”
“*Vwumm! (suara serangan bola
api)”
“*Chrruk! (suara serangan es
tajam)”
“Argh!”
“Heh, anying! Sia teh inget aing, teu?!”
Garry bukannya tadi kecapean?!
“Kau…Kau adalah murid dari
Apostle—”
“Lo ya, orang yang mau bunuh Mahluk
Fana di negara ini?! Jangan lo pikir lo bisa lari dari hadapan kita!”
“Hah?! Kau berani menantangku,
Saint yang dipilih dewi hina seperti Zegin! Kau pikir—”
“*Chrang! Chrang, chrang! (suara
besi tertembak peluru)”
“Jangan lo lupain gue, Maverick!”
Bahkan Dalbert juga ada di sini.
“Djinn, lo nggak apa-apa, kan?!”
“Ya.”
“OK! Kalo kita semua bisa
ngalahin Kaum Naga, orang ini pun harusnya juga bisa kalahin! Ya nggak,
semuanya?!”
““Ya!””
Untung mereka berempat dateng
lagi.
Seenggaknya gue ada temennya
untuk lawan Maverick yang misterius ini!