
Peperangan masih berlanjut di Gazomatron Federation.
“*Bruk, bruk, bruk…”
“Akh!”
“Serangga yang memakan ikan?! Hmph! Jangan samakan kami dengan ikan! Dasar penyembah berhala!”
“Cih! Dasar Siren biadab!”
Tiga Permaisuri Bersaudari berhasil membuat Chyrra terluka, walaupun ia tetap dalam Wujud Iblis miliknya.
“*Prang!”
“Aaargh…”
“Lephta! Gia! Machinno! Dia udah sekarat! Tapi bukan artinya kita ngeremehin dia! Paham?!”
““Ya!””
Gia, Machinno, Lephta, dan Berius berhasil membuat Ganon terpojokkan.
“*Dor!”
“Bagus! Kau berhasil melukainya, Dalbert Dalrio!”
“…”
Bersama Zhivreeg dan Eìmgrotr yang juga disembuhkan oleh alat ciptaan Berius, Dalbert hampir berhasil mengalahkan Sickus.
Di tengah kondisi mereka yang hampir terpojokkan, tiga Acolyte tersebut memikirkan hal yang sama.
““Kita harus tunggu perintah Master selanjutnya!””
Sementara itu, Angela yang berhasil menangkap beberapa Ghoul sedang bersama dengan Garry untuk merubah kembali beberapa Ghoul menjadi Manusia.
“Graaaa… Aaaargh… Huff… Huff…”
Seorang warga berhasil disembuhkan, dengan Ghoul-Trigger yang terhempas dari tubuhnya.
“*Griiii—”
((Rune Spell: Devil’s Cage))
“Griiiw…”
Angela menangkap Ghoul-Trigger tersebut dengan Runecraft miliknya.
“Huff… A-Aing teh capek pisan euy, Teh Angela…!”
Seru Garry, setelah ia berhasil menyembuhkan beberapa warga.
“Segeralah minum ini, Tuan Geri.”
“N-Nuhun, Teh Angela.”
Balas Garry, sambil meminum Potion yang kesebelas.
Walaupun sudah beberapa warga yang disembuhkan, namun Angela tetap khawatir.
“Tuan Geri… semoga saja anda bisa bertahan dengan meminum Potion dari Berius…”
Pikir Angela yang mengkhawatirkan Garry.
Sedangkan di Snellsham Point, Myllo masih harus berhadapan dengan Beelzraul. Walaupun ia berhasil melukai calon Acolyte tersebut, namun ia juga harus menerima rasa sakit yang besar.
Bagi semua orang yang mengenal dan menyaksikan pertarungannya, memiliki pertanyaan yang sama.
Mengapa ia tidak menggunakan kekuatan sosok Dewi yang menaunginya, sebagaimana ia adalah seorang Saint?
“Kenapa…”
“…”
“Kenapa lo nggak pake kekuatan dewi lo?!”
Tanya Beelzraul dengan kesal, seakan Myllo meremehkannya.
“Hmph!”
“Hm?!”
“Gue nggak butuh kekuatan Zegin untuk lawan orang kasta rendah kayak lo, yang udah nyerah jadi Manusia!”
“Keuk!”
Beelzraul semakin kesal dengan pertanyaan Myllo, yang mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.
“*ZHUM…”
Ia mengeluarkan aura menakutkan yang lebih besar daripada sebelumnya.
“Mulai sekarang, gue harus lewatin batas kemampuan gue! Mati lo di tangan gue, Saint Zegin!”
Seru Beelzraul, sebelum ia melancarkan serangan kepada Myllo.
((Demonic Laceration))
“*CHRAK!”
Beelzraul mengayunkan cakarannya dengan sangat keras dari jarak yang cukup jauh dari Myllo, hingga membentuk bilah yang sangat besar.
Walaupun Myllo berhasil menghindari cakaran miliknya…
“*BRUK, BRUK, BRUK…”
…namun bilah dari cakaran tersebut bisa menghancurkan beberapa bangunan yang berada di belakangnya.
““*Boom! Boom! Boom!””
““Aaaargh!””
Beberapa Gazobot hancur karena serangannya.
Bahkan…
“Semuanya waspada! Ada serangan dari arah Snellsham Point!”
““*Shrak…””
““Aaargh!””
…serangan dari Beelzraul mencapai Duskmere dan Voxhaben.
“Angela! Ada apa?! Apakah ada terjadi sesuatu kepada kalian?!”
Tanya Delolliah kepada burung gagak yang berada di pundaknya.
“…”
“Angela! Jawab aku!! Ange—”
“Mu-Mustahil…”
“Hm?! Apa maksudmu?!”
“Serangan dari salah satu anggota Children of Purgatory yang dihadapi oleh Myllo… sangatlah dahsyat! Bahkan Berius, Machinno, dan Zhivreeg… terluka karenanya…!”
““!!!””
Delolliah dan Jennania sangat terkejut mendengar penjelasan Angela.
“Yang dihadapi Myllo?! Bukankah Myllo sedang berada di Snellsham Point?!”
“Anda benar, Nyonya Jennania! Saya pun merasa heran! Kekuatan macam apa yang sedang dihadapi Myllo?! Apakah ia—”
“T-Tunggu, Angela! Nggak cuma kita aja yang kena serangannya! Dia bahkan juga ngelukain rekan-rekannya!”
Seru Gia yang memotong pembicaraan lewat burung gagak di pundaknya.
“Cih! Dasar sinting! Kenapa dia malah nyerang kayak gitu?!”
“Gi-Gila, ya?! Emangnya dia dibolehin Master pake kekuatan sebesar itu?!”
Seru Ganon dan Sickus, sambil menyaksikan efek dari serangan Beelzraul.
Efek serangan dari Beelzraul terlihat dari puncak Gazo Mount, di mana Master dan Zoe berada.
“Master, bukankah kita seharusnya menahan kekuatan—”
“Tenang saja, anakku.”
“Hm?”
“Seharusnya kau sudah mengetahuinya, bukan? Bahwasanya ia menjadi calon Acolyte dengan satu tujuan, yakni menjadi First Acolyte dan menggantikannya ****yang berkhianat dari kita.”
Jelas Master kepada Zoe.
“Oleh karena itu, aku memberikan sedikit “sentuhan” kepadanya.”
“Sentuhan?”
“Ya. Walaupun hal ini akan menimbulkan iri hati kepada Acolyte lainnya, termasuk dirimu. Namun aku menjelaskan ini kepadamu, karena engkau yang memiliki akal dan perasaan yang paling sehat dibandingkan saudara-saudaramu lainnya.”
“…”
Walaupun ada perasaan sedikit kecewa dari Zoe, namun ia tetap menyimak penjelasan Master kepadanya.
……………
Kembali ke Snellsham Point.
“!!!”
Myllo masih terkejut dengan apa yang terjadi, khususnya dengan penjelasan Angela lewat burung gagak di pundaknya.
“Myllo! Cepet pake kekuatan Gue!”
Seru Zegin yang semakin cemas dan juga marah kepada Saint pilihannya.
“Liat lawan lo itu! Dia bisa pake kekuatan sebesar itu!”
“Gue tau! Tapi—”
“Gue ngerti perasaan lo, Myllo! Lo itu… dendam sama mereka yang hina kakak lo, 5 tahun yang lalu, kan?!”
“…”
Myllo hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan Zegin.
“Zegin…”
“…”
Tanya Myllo dengan nada datar, sambil mengingat kembali kenangan di masa lalu.
“Liat, kan?! Tanpa kekuatan dewa, lo bisa apa, Sylvia Starfell?!”
Karena teringat kembali dengan hal itu, Myllo menjadi lengah dan lupa dengan lawan yang ia hadapi.
“*Swush!”
“…”
Dengan instingnya, Myllo menghindari serangan Beelzraul yang bergerak dengan cepat kepadanya.
“Hraaagh!”
“*Chranggg…”
Myllo menggunakan tongkatnya untuk menangkal cakaran dari Beelzraul.
Akan tetapi…
“*Bruk…”
…seketika tongkatnya menjadi sangat berat dan tidak bisa ia angkat.
“A-Ada apa sama tongkat gue ini?! Kenapa nggak bi—”
“Myllo! Lepas tongkat lo! Seka—”
“*Chruk…!”
“!!!”
Myllo yang terus menggenggam tongkatnya, seketika ditusuk dengan cakar dari Beelzraul.
“*Dhuk!”
“Urgh…”
“*Bruk, bruk, bruk…”
Beelzraul juga menendangnya dengan keras, hingga ia terlontar jauh.
“Myllo?! Lo nggak apa-a—”
“Ada yang aneh…”
“Ada apa?!”
“Kenapa… badan gue… berat banget?!”
Tanya Myllo dengan heran karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.
“Haha… HAHAHAHA!!!”
“…”
Myllo hanya menatap Beelzraul yang tertawa kencang dengan tajam.
“Akhirnya! Akhirnya kekuatan dari Demon Lord Surztham muncul juga!”
“…”
“Woy, Saint Zegin! Lo nggak bisa gerak, kan?!”
“A-Apa yang lo lakuin ke badan gue?!”
“Tyranny Curse! Itu kutukan yang gue terima! Karena kutukan itu, makanya gue bisa pake kekuatan Demon Lord Surztham!”
Jelas Beelzraul dengan bangga, sambil berjalan ke arahnya dan hendak membunuhnya.
“Liat, kan?! Lo keras kepala karena nggak pake kekuatan dewi itu! Walaupun lo bisa lukain gue, bahkan lo juga bisa berhentiin regenarasi gue, tapi gue bisa lampauin batas gue! Kali ini, lo bakalan—”
“Lampauin batas… ya?”
Tanya Myllo, sambil tersenyum.
Hal itu membuat Beelzraul semakin marah dan kesal dengannya.
“Masih bisa lo senyum-senyum?! Emangnya lo pikir lo siapa?! Lo nggak ada apa-apanya tanpa kekuatan dewi lo! Jangan bangga duluan karena bisa lukain Tubuh
gu—”
“*Chringgg…”
“!!!”
Beelzraul sangat terkejut ketika melihat Tubuh Myllo yang seketika bersinar terang. Selain itu, Myllo yang sebelumnya tidak bisa bergerak, seketika berdiri dengan tegap sambil memegang tongkatnya, yang sebelumnya tidak bisa ia angkat.
“Woy, anggota sekte sesat! Gue buktiin sekarang juga, kalo gue bisa kalahin lo tanpa kekuatan Zegin!”
“Cih! Gue nggak tau trik macem apa yang lo pake, tapi…”
“*Swush!”
“…jangan puas dulu lo, Saint biadab!”
Seru Beelzraul, sambil berlari ke arah Myllo, dengan tujuan membunuhnya.
“…”
Myllo hanya menatap Beelzraul dengan tajam, sambil mempersiapkan sikap bela diri tongkat miliknya.
((Tyranny Curse…
{Kazedoryū…
Mereka berdua mempersiapkan serangan mereka masing-masing, sebelum mereka saling menyerang dari jarak
dekat.
…Spirit Oppression))
“*Swush…”
“!!!”
Beelzraul terkejut ketika Myllo mampu menghindari serangannya, dengan bergerak melewatinya.
Karena hal itu, Myllo telah berada di belakangnya, setelah ia berhasil menghindari serangannya.
…HANSHA}
“*TUK!!!”
“Akh!”
“*Bruk, bruk, bruk…”
Myllo memukul Beelzraul dengan keras, hingga ia terlontar jauh.
Karena serangannya itu, seketika atribut Iblis yang berada di tubuh Beelzraul lenyap dan menjadi abu.
“…”
Myllo hendak menghampirinya. Ketika ia berjalan, ia menyaksikan adanya keanehan dari Beezraul.
“Ng-Ng-Nggak mungkin, kan?!”
“Mm?”
“Woy! Dasar sialan!”
Seru Beelzraul dengan cemas, bahkan air mata yang menggelinang pun terlihat di wajahnya.
“Balikin…”
“Balikin?”
“BALIKIN JIWA GUE!!! TANPA ITU, GUE BUKAN SIAPA-SIAPA!!! BAHKAN GUE NGGAK BISA PAKE CURSE MAGIC LAGI!!!”
Teriak Beelzraul sambil menangis karena Jiwa miliknya telah dihancurkan oleh Myllo. Walaupun telah berbuat seperti itu, Myllo tetap tidak menyadarinya.
Namun ketika ia terus menangis seperti orang gila, tiba-tiba beberapa Ghoul-Trigger menghampirinya.
““Griiiiww…””
“W-Woy… Jangan deket-deket! Gue ini calon Acolyte! Jangan berani-beraninya—”
“*Haaurp…!”
“Aaaaargh! Gu-Gue nggak mau jadi Ghoul! Selamatin gue, Saint Zegin! Selamatin… gu…”
“…”
Myllo hanya menatap Beelzraul yang berubah menjadi Ghoul dengan rupa yang sangat buruk dan tidak bisa
bergerak.
“Grrrr…”
“…”
Myllo pun meninggalkannya.
Sambil berjalan, ia merasa heran dengan apa yang telah terjadi.
“Zegin…”
“Hm?”
“Tadi… kekuatan macam apa yang gue pake? Kenapa gue bisa pake kekuatan kayak gitu?”
“…”
“Apa mungkin… gue diincar Ghibr karena kekuatan ini, ya…?”
“…”
Zegin hanya diam saja, sementara Myllo menjadi penasaran karena kekuatan tersebut.
Oleh karena itu, Myllo mulai meyakini bahwa dirinya adalah sosok yang paling misterius dari antara semua orang yang pernah ia temui.
Siapa dirinya yang sebenarnya?
Itulah yang menjadi misteri yang tidak hanya bagi rekan-rekannya saja, namun juga bagi dirinya sendiri.