Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 357. Freedom is Taken Away



Ryūhime telah dibawa dari Tsumibito no ori menuju hadapan Shogun Kazedori Tetsuo. Di saat yang bersamaan, Dalbert pergi mengitari sekitar Bakufu untuk mencari Machinno, yang tanpa ia ketahui telah berada di markas Klan Yorukiba.


Sementara itu, di Kochi Village.


“Lapor, Ērukuma-sama! Semua pasukan telah datang!”


“Baiklah—”


“Tetapi, ada laporan tambahan terkait kekuatan tempur kita!”


“Apa?!”


“Dua Petualang itu datang untuk membantu kita!”


“Baiklah! Selama mereka telah mengetahui panggilan alam bagi Jiwa mereka, aku menyutujui keikutsertaan mereka berdua!”


Seru Nakatoki kepada salah seorang prajurit.


““…””


Djinn, Myllo, serta Gia, berjalan melewati Nakatoki yang sedang berbicara dengan prajurit itu.


“Myllo, kamu penasaran nggak sih sama dua Petualang yang dibilang Pak Nakatoki?”


“Hehe! Pastinya, dong!”


“Oh, dua Petualang yang lagi latihan itu, ya? Kalo nggak salah kalian sempet ceritain ke gue.”


“Ya! Entah kenapa insting gue bikin gue semangat banget ketemu mereka!”


Sahut Myllo yang bercengkerama bersama Djinn dan Gia, sambil berjalan menuju seluruh anggota Perlawanan yang telah berkumpul.


Hingga akhirnya, dua orang yang mengenal mereka dengan akrab, datang menyapa mereka dengan terkejut.


“Hah?! Kalian kan Aquilla?!”


“Tidak saya sangka kalian ada di sini!”


““!!!””


Ketiga anggota Aquilla tersebut sangat terkejut, ketika…


“HAAAAAAH?!?! WINONA?!?! ROYCE?!?!”


…bertemu dengan dua anggota Andromeda Party.


“Jadi kalian ya yang latihan sama Pak Nakatoki?!”


“Ya! Kami yang berlatih bersama mereka, Gia!”


Jawab Royce dengan semangat.


“Wuaaah! Rasanya kayak udah 10 tahun ya nggak ketemu kalian!”


“Woy! Berlebihan banget—”


“Gimana kabar kalian?! Kok kalian bisa di sini?!”


Tanya Myllo, yang tidak memperdulikan teguran Djinn.


““…””


“Winona? Royce?”


Tanya Gia yang heran dengan dua anggota Andromeda yang terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Myllo.


“J-Jujur aja… keadaan kita lagi nggak baik…”


“Ng-Nggak baik?!”


“Mungkin kita berdua mau bilang kalo kabar kita sekarang lagi baik karena baru aja latihan sama Nakatoki-Sensei. T-Tapi sebenernya…”


“*Tap…”


“Winona, biarkan saya yang menjelaskan kepada mereka.”


“Y-Ya… hiks…”


Jawab Winona, dengan menangis.


“Eh! Kok Winona tiba-tiba nangis—”


“1 bulan yang lalu, kami baru saja tiba di Lollanda Island, yang lokasinya tidak jauh dari Kumotochi. T-Tetapi…”


““…””


“T-Tetapi kami diserang…! Tidak hanya diserang saja…! Bahkan Zorlyan, Maha, serta Alethra, dibawa oleh mereka…! J-Jika bukan karena Zorlyan yang memerintahkan saya dan Winona untuk melarikan diri secepatnya… mungkin kami sudah dibunuh di tempat…!”


““!!!””


Myllo dan anggotanya mulai terkejut dengan penjelasan Royce.


Tetapi, Djinn dengan tenang bertanya kepada Royce, walaupun ia sudah mengetahui jawabannya.


“Royce, Winona, yang nyerang kalian tuh… siapa—”


“Leo Guild! Merekalah yang membawa rekan-rekan kami! Khususnya pria yang bernama Marwell Morc, yang bahkan mengalahkan kami seorang diri!”


Jawab Royce, sambil berusaha untuk tetap tegar.


Sedangkan Djinn…


“Tuh kan, pasti mereka!”


…telah menduga dalang dibalik kemalangan Winona dan Royce.


“Yaudah! Kalo gitu, ini janji gue! Winona! Royce!”


“M-Myllo…?”


“Gue pasti bakal selamatin mereka bertiga! Selain mereka, anggota gue sama anggota lama Kak Sylv juga ada di tangan orang itu! Lagipula…”


““…””


“…orang itu, Leonard Rochdale, gue harus kalahin dia!”


Seru Myllo dengan yakin kepada Winona dan Royce.


“Tapi sekarang, gue mau fokus dulu untuk bantu Perlawanan yang mau serang Bakufu!”


“Ya! Kamu bener, Myllo! Kita berdua juga mau fokus lawan mereka!”


Balas Winona dengan senyuman, sembari mereka berlima berjalan menuju kumpulan anggota Bakufu.


……………


Kembali lagi ke Bakufu, khususnya di Tenshujū.


“*Bruk!”


“Aw!”


“Lapor, Shogun-sama! Kami telah membawakan Ryūhime ke hadapan-Mu!”


Lapor Ketua Sipir, dengan melempar tubuh mungil Ryūhime ke tengah perkumpulan seluruh Kepala Komisi, dengan adanya Shogun Kazedori Tetsuo di tengah-tengah para Kepala Komisi.


Walaupun, ada satu orang yang tidak ada di antara mereka.


“Sebelum kalian pergi, cepat panggil Yorukiba-dono kemari!”


“Baik, Atsutaka-sama—”


“Lapor! Saya ada berita buruk!”


Seru salah seorang pelayan Bakufu yang datang menginterupsi para Kepala Komisi dan Tetsuo.


“Ada apa?! Apakah beritamu penting bagi kami—”


“Yorukiba-sama sedang sakit karena adanya racun yang masuk ke Tubuh-nya!”


““!!!””


Para Kepala Komisi terkejut mendengar penjelasan pelayan Bakufu tersebut.


“Siapa yang berani-beraninya meracuni Yorukiba-dono?!”


“Saya tidak tahu! Kemungkinan besar, anggota Perlawanan telah berhasil menginfiltrasi Bakufu!”


Jelas pelayan tersebut.


“Tidak kusangka mereka bergerak secepat ini!”


“Apakah tidak ada di antara kalian yang mencegah kedatangan mereka?!”


“Keterlaluan! Dasar para Beastman bedebah!”


Seru beberapa Kepala Komisi dengan kesal.


“Shogun-sama, izinkan hamba bertanya kepada Engkau—”


“Aku sudah memperkirakan akan adanya hal ini. Oleh karena itu, Aku mengizinkan kalian untuk pergi memimpin pencarian penyusup itu, sebelum terjadi kekacauan di dalam Bakufu.”


“T-Tetapi, bagaimanapun juga, Ryūhime adalah seorang Wind Dragon! Tidakkah berbahaya bagi-Mu, jika kami


meninggalkan-Mu sendirian dengannya—”


“*DHUMMMMMM……”


“Apakah kau meremehkan-Ku?!”


Seru Tetsuo dengan kesal kepada Atsutaka Akawashi, yang merupakan Kepala Klan Atsutaka dan Kepala Komisi Intelijensi.


“Cepat pergilah! Aku harap kalian semua mau berpartisipasi dengan Ishisaru-dono dan Komisi Investigasi, untuk menangkap para penyusup!”


““Baik! Shogun-sama!””


Jawab seluruh Kepala Komisi, sebelum mereka meninggalkan ruang tersebut.


“Cepat cari mereka, sebelum tempat ini terdapat menjadi kacau!”


“Pasti mereka masih ada di sekitar tempat ini!”


Seru beberapa Kepala Komisi kepada anggota Bakufu yang berada di sekitar mereka.


Karena hal tersebut, ruangan tersebut hanya menyisakan Tetsuo dan Ryūhime.


“*Srrrat!”


Tetsuo membuka tirai yang menutupi dirinya.


“Fyuuuhh…”


Dengan rokok pipa panjang yang ia hisap, Tetsuo membuang asap rokok dari mulutnya ke wajah Ryūhime.


“Akhirnya kita bertemu, Ryūhime-chan—”


“Tidak Kusangka, bahwa Engkau masih sama angkuhnya seperti 25 tahun yang lalu, Tetsuo-kun!”


Seru Ryūhime kepada Tetsuo.


“Hmph! Bahkan Kau masih berani menentang-Ku sampai saat ini, Ryūhime-chan! Ya tentunya sesuai dengan dugaan-Ku, semenjak Kau adalah murid dari Oba-sama yang hina itu—”


“Jangan Kau berani-beraninya menghina Shishō, Tetsuo-kun! Terlepas sanak saudara langsung atau tidak, Kau tidak berhak menghina-Nya—”


“Kau pikir Kau siapa, Ryūhime-chan?! Bahkan ayah-Ku tidak pernah mengatur diri-Ku dan memberikan kebebasan kepada-Ku!”


Seru Tetsuo dengan kesal, karena merasa Ryūhime mendikte dirinya.


“Dengar Aku—”


“Sudah Kuduga, Tetsuo-kun!”


“Hm?”


Gumam Tetsuo dengan heran, setelah Ryūhime menginterupsi dialognya.


“Apapun yang akan Kujelaskan kepada-Mu hanyalah sebuah kesia-siaan saja, semenjak Kau hanya menggunakan-Ku untuk memancing Shishō, yang Kau yakini telah merampas kebebasan-Mu. Benarkah diri-Ku, Tetsuo-kun?”


Tanya Ryūhime kepada Tetsuo.


“Jawablah diri-Ku! Tetsuo—”


“Ya. Kau benar, Ryūhime-chan. Tetapi Aku berbuat berbuat hal itu juga atas nama ayah-Ku, Kazedori Satoshi!”


“A-Apa maksud-Mu, Tetsuo-kun?”


“Karena wanita yang Kau sebut Shishō itu… membuat Ayah-Ku menderita…! Bahkan Aku tidak seharusnya


dilahirkan… jika bukan karena mereka yang menyebut diri mereka sebagai Leluhur Klan…!”


“!!!”


Ryūhime terkejut dengan apa yang dikatakan Tetsuo.


“A-Apa maksud-Mu… Tetsu—”


“Mereka tidak puas dengan Ayah… yang ratusan tahun akhir ini… mementingkan tugas-Nya sebagai seorang Penjaga yang dijanjikan oleh seorang legenda…! Karena itu mereka memaksa-Nya untuk mengawinkan seorang Kitsune, agar Ia—”


“Cukup. Aku mengerti, Tetsuo-kun. Kau tidak perlu melanjutkan penjelasan-Mu itu.”


Jawab Ryūhime, yang mengerti akan maksud dari Tetsuo, sebagaimana dirinya juga sama-sama Mahluk Abadi seperti Shogun tersebut.


“Oleh karena itu, Ryūhime-chan…”


“…”


“Kau… tentu mengerti akan kejahatan besar yang telah wanita itu buat terhadap Ayah, bukan…?! Maka dari itu—”


“Tunggu, Tetsuo-kun! Hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh ayah-Mu saja! Tetapi juga—”


“Diri-Nya, yang juga memiliki seorang anak. Itukah maksud-Mu, Ryūhime-chan?!”


Tanya Tetsuo dengan kesal, ketika mendapati Ryūhime yang kembali ingin membela Ayasaki.


“Apakah Kau pikir Aku peduli dengan itu?!”


“…”


Ryūhime pun terdiam.


Walaupun mendapati perlakuan jahat dari Tetsuo, nyatanya ia juga memahami akan maksud dari tujuannya.


Karena itu…


“Shishō… Apa yang sudah Engkau perbuat…?”


…ia mulai mempertanyakan Ayasaki.


Akan tetapi perbincangan antara mereka tidak berlangsung lama.


“*Boom!”


““!!!””


Mereka berdua dikejutkan dengan adanya suara ledakan yang berasal tidak jauh dari ruang khusus Tetsuo.


“*Brak!”


“Permisi! Shogun-sama!”


“Ada apa?! Mengapa terdengar—”


“A-A-Ada Nue yang seketika tiba di sekitar Tenshujū?!”


“Apa katamu?! Mengapa ada Yōkai di wilayah kekuasaan-Ku?!”


Tanya Tetsuo dengan kesal, setelah mengetahui kekacauan yang terjadi di dalam Bakufu.


Sementara itu, Ryūhime berpikir…


“Tidak mungkin… mahluk itu yang membuat kekacauan, bukan?!”


…seakan ia mengetahui dalang dibalik kekacauan yang ada di wilayah tersebut.