
“Di sini tempat kediaman Sheriff Walt Malt. Ayo masuk, Aquilla.”
““…””
Kita berenam ngikutin Chuck ke tempatnya Sheriff. Sebelum kita masuk, gue ngeliat ada sesuatu yang agak unik di kandang kuda, yang ada di belakang tempat ini.
“Itu… beneran kuda…?”
“Oh, itu Fierly. Dia itu kuda khusus dari antara beberapa kuda punya Sheriff Walt Malt.”
“Kuda khusus?”
“Ya. Dari ceritanya Sheriff Malt sih, katanya dia nemuin Fierly yang udah sekarat. Karena kasian ngeliat dia, makanya Sheriff Malt buat semacam perlatan unik supaya dia bisa hidup. Makanya itu, dia jadi kayak yang lo liat sekarang.”
“…”
Jadi besi-besi dari kuda itu semacam… apa sih nyebutnya?
Oh iya, prostetik.
Dari dua kaki yang palsu, terus ada beberapa piringan besi di sekitar badannya, sampe sekitar mukanya yang
seakan pake topeng besi kayak gi—
“*Puink, puink, puink…”
“Machinno? Kamu mau ke mana?”
“…”
N-Ngapain dia ke kuda itu?
“Topeng…”
Oh ternyata dia cuma penasaran sama topeng—
“*Puink, puink, puink…”
Sekarang ngapain ke gue…?
“Topeng.”
“…”
Hm? Ada salah apa sama gue yang pake topeng?
“Djinn adalah…”
“…”
“…kuda?”
“Hah?! Kuda?! Maksud lo a—”
““Hahahaha!!!””
Woy! Dasar bocah-bocah sialan! Mereka malah ketawain gue!
“*Cut…”
“Aduh.”
“Kalo pake topeng bukan berarti gue juga kuda dong, Machinno!”
“Maaf.”
Haaaaaah… Ada-ada aja sih Si Lemot satu i—
“Ada apa rame-rame di sini?”
““…””
Ini… Sheriff yang dibilang Chuck?
“Sheriff Malt, ini Aquilla Party! Saya nggak tau kenapa mereka bisa di sini, tapi saya beruntung banget ada mereka di sini!”
“Oh gitu? Yaudah masuk aja dulu.”
Akhirnya Sheriff ini ajak kita masuk ke rumahnya. Tapi waktu kita masuk, ada satu hal yang bikin gue jadi khawatir.
“WUAAAAHHH!!! BANYAK BANGET MINUMANNYA, SHERIFF!!!”
“Hm? Bagus deh kalo lo suka. Di sini nggak ada minuman lain selain semua minuman itu. Jadi jangan harap ada minuman lain.”
“Hehe! Gue nggak masalah! Justru gue seneng banget!”
“Aku sih juga. Tapi kalo Garry nggak kuat sama minuman alkohol, jadinya—”
“Si-Siapa bilang, Teh Gia?! Aing teh bisa minum-minuman kayak kitu!”
“…”
Hmm…
Kok nggak ada—
“*Cyis…”
“Fyuuh…”
Ternyata Sheriff ini perokok juga ya—
“Ada apa? Keliatannya lo lagi nyari sesuatu.”
“Gue… nyari air putih—”
“Oh, air putih? Gue nggak minum air putih.”
Hah?! Nggak minum air putih?! Kalopun nggak minum air putih, seenggaknya sediain, kek!
……………
Selesai kita dikasih satu botol setiap orangnya, kita langsung mulai rapat di salah satu ruangan.
“Coba kalian liat ini.”
““…””
Sheriff ini ngasih kita beberapa foto.
Ada anak kecil yang main di sekitar hujan. Di deket anak kecil itu ada semacam genangan air.
Abis itu, ada foto orang-orang yang lewat di sekitar kota ini.
Terus ada foto kandang kuda, di mana beberapa kuda lagi minum air.
Ada juga foto orang-orang yang keliatannya lagi ibadah di semacam gereja.
Terakhir ada foto orang-orang yang lagi mabok-mabokan di kedai.
Dari sini, ada satu hal yang bikin gue penasaran.
“Sebelumnya mau tanya, pak.”
“Hm?”
“Kenapa ada foto-foto kayak gini?”
“Kalo itu—”
“Biar saya yang jelasin, pak.”
Chuck yang jelasin?
((Summon Magic: Eyegoyle))
“…”
D-Dia manggil apaan, tuh…?
Kok semacam monster kecil yang cuma punya satu mata, sepasang kaki, sama sepasang sayap aja…?
“*Shrrrk…”
Terus dia ngapain ngambil semacam kertas gitu?
“Eyegoyle, sana gih.”
“*Pwup, pwup, pwup…”
Monster Mata kecil itu terbang ke salah satu ujung ruangan, terus dia jadi… patung…?
“Perhatiin baik-baik, Aquilla.”
““…””
“*Shringgg…”
““!!!””
S-Sihir macem apa tuh?!
“((Fotographic Receive)). Itu sihir gue. Eh, mungkin lebih tepatnya, kemampuan gue sebagai Observer.”
Serius nih orang Kasta Kuning?! Kok—
“Wuaaaah! Keren banget, Chuck!”
“Iya! Kalo gitu, harusnya kamu bisa fotoin aku dong, Chuck?!”
“Ajarkeun aing, atuh!”
“Cih! Ternyata Observer Kasta Kuning bisa gitu, ya?! Artinya gue masih belom ada apa-apanya!”
“A-Ahaha…”
Duh! Kok mereka nggak ada yang curiga sih?! Itu kayak bukan sihir—
“Ehem…”
““Mm?””
“Bisa kita lanjut?”
““I-Iya…””
Kita pun lanjut pembahasan ini. Sheriff ini jelasin ke kita tujuan dia ngasih unjuk foto-foto ini.
“Kalo kalian udah dijelasin Chuck tentang kemampuannya sebagai Observer, sekarang giliran gue yang jelasin ke kalian tentang kemampuan gue, yang dulunya juga Observer.”
Orang ini dulunya juga Observer?
((Visible Red))
“Hm? Kok foto-foto ini jadi—”
“Ini infrared?!”
““Hm?””
Aduh! Keceplosan gue!
Gue terlalu kaget sama foto-foto ini yang tiba-tiba gambarnya jadi dalam bentuk infrared!
“Gue nggak ngerti maksud lo apa. Yang pasti sihir gue tadi bisa tunjukin suhu tubuh setiap mahluk yang ada di
foto-foto ini.”
“Wah! Keren ju—”
“Tunggu, Mil. Perhatiin baik-baik.”
“Mm? Ada apa, Djinn?”
“…”
Gue jelasin ke temen-temen gue tentang apa yang gue liat. Dari setiap foto yang ada di sini, gue bisa liat ada
suhu tubuh orang yang awalnya nggak ada di foto ini!
Mulai dari foto anak kecil ini, gue bisa liat ada infrared dari bayangan genangan air! Foto yang lainnya juga ada hal yang sama!
Khususnya…
“Foto orang-orang yang lagi ibadah ini, kenapa merah semua?! Gue bahkan nggak ngeliat apa-a—”
“Artinya… ada orang yang secara langsung foto di depan mahluk itu!”
““!!!””
Gue sendiri juga kaget waktu liat foto ini. Awalnya gue juga ngira foto ini ada yang aneh. Tapi karena bentuk
dari infrared ini mirip kayak kepala, leher, sama pundak, gue langsung paham maksud dari foto ini!
“Untungnya lo paham, uhm…”
“Djinn.”
“Ya, Djinn. Karena lo paham, jadinya gue langsung ke intinya aja.”
“*Brak…”
“Gue mau kasih Private Quest ke kalian! Ini komisi yang kalian terima, kalo kalian berhasil jalanin Quest ini!
Semoga aja Private Quest ini bisa kalian laporin ke Guild Petualang, supaya kalian bisa dievaluasi mereka!”
““!!!””
B-Buset! Dia mau ngasih kita uang sebanyak itu?!
Kita harus ambil Quest ini…
Itu sih yang gue pengen. Tapi kita harus pastiin Quest macem apa yang harus kita jalanin.
“Hehe! Akhirnya kita dapet Quest lagi, Aquilla!”
“Kira-kira apa Quest-nya, Pak Sheriff?”
Untung aja Gia nanya dulu, nggak kayak Kapten-nya yang lupa.
“Tangkap Bandit Legendaris!”
“Bandit Legendaris?! Jadi…”
“Ya! Orang yang suhu tubuhnya kalian liat tadi tuh Bandit Legendaris! Jujur aja, gue nggak masalah kalo dia ngerusak sana-sini di luar Beckbuck. Masalahnya, orang ini diem-diem curi harta milik warga sini! Makanya itu, sebelum warga sini jadi sama gilanya kayak orang-orang di luar wilayah ini, kita harus tangkep dia secepetnya!”
Ternyata infrared ini tuh badannya Bandit Legendaris?
Waduh, kok gue ngerasa Quest kali ini cukup berat, ya?
Apalagi…
“Hm? Kamu kenapa, Djinn?”
“Nggak apa-apa.”
…kekuatan gue disegel.
Kalo gue masih bisa pake kekuatan Mata gue, mungkin selesain Quest ini lebih gampang! Mungkin yang harus kita pikirin tuh cuma cara nangkepnya aja!
“Makanya itu, gue seneng banget karena kalian ada di sini, Aquilla! Khususnya lo, Dalbert Dalrio!”
“Hm? Kenapa gue?”
“Maaf sebelumnya, tapi lo itu mantan bandit, bukan?! Makanya itu, kita butuh perspektif dari bandit, karena
lo pasti udah ahli tentang bandit! Pasti sebagai bandit yang hebat di Erviga—”
“T-Tunggu…!”
“Hm?”
“E-Emang bener kalo gue mantan bandit…! Tapi jangan berani-beraninya lo puji gue…!”
“E-Eh…?”
Dasar aneh Si Brengsek satu ini.
“J-Jadi, kalian mau ambil Quest ini nggak, Aqui—”
“Ambil! Kita ambil Private Quest ini!”
“…”
Mungkin Myllo sebagai Kapten kita mau ambil Quest ini. Yang lain juga sama antusiasnya kayak dia, termasuk gue.
Kecuali…
“…”
…Dalbert, yang keliatan gelisah untuk ambil Quest ini.
Tapi gue yakin kalo dia gelisah bukan karena nggak berani jalanin Quest ini.
Dia udah curigain sesuatu yang aneh.
Termasuk gue.
“Hehe! OK kalo gitu, Aquilla! Besok pagi, kita mulai jalanin Quest ini! Kalian siap?!”
““Ya!””
Besok pagi ya?
Karena bentar lagi udah mau malem, pasti Si Dongo ini…
“Chuck! Temenin kita ke kedai yang paling deket, dong!”
Tuh kan! Pasti dia mau mabok dulu!