Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 276. He Who Sneaks



Aquilla Party telah pergi meninggalkan Postriard Island. Sebagai catatan, mereka telah terlibat di dalam 3 peperangan.


Gazamatron melawan Mistyx.


Guild War antara Serpentis melawan Chemia.


Aliansi Gazomatron melawan Children of Purgatory.


Aquilla telah mempertaruhkan nyawa mereka. Namun pada kenyataannya, jasa mereka, khususnya untuk warga Gazomatron, tidak diketahui dunia. Lebih parahnya lagi, sebagian besar warga Gazomatron tidak mengakui jasa Aquilla yang telah berjuang untuk mereka.


Dan kali ini di di Snellsham Point, sehari setelah kepergian Party tersebut.


“*CHAAAAK!”


““*FWUP, FWUP, FWUP…””


Di kota tersebut, terdapat beberapa orang yang mengendarai beberapa ekor Griffin.


““…””


Beberapa murid yang sedang berada di sebuah akademi menyaksikan kedatangan mereka.


“Hey, hey! Ada Griffin!”


“B-Bukannya Griffin itu Spirit Beast, ya?! Bahkan panggil mereka aja susah banget!”


“Ternyata keren banget ya, Griffin itu! Bahkan lebih bagus daripada yang ada di buku yang kita liat!”


Sahut beberapa murid dengan riang ketika melihat Grifiin secara langsung.


Mereka semua merasa takjub dengan kedatangan Spirit Beast tersebut. Namun hal yang sama tidak dirasakan oleh warga lainnya.


“Cih! Mereka dateng juga ya?!”


“Siapa sih mereka?!”


“Masa nggak tau, sih?! Itu kan orang-orang Centra Geoterra!”


“Ternyata mereka beneran ke negara ini, ya?!”


“Ngapain sih Pak Presiden malah nyambut mereka?! Padahal kita udah hidup damai sebelum ada mereka!”


Kedatangan beberapa orang yang mereka yakin sebagai utusan dari Centra Geoterra meresahkan mereka semua. Oleh karena itu mereka tidak menyambut baik kedatangan mereka yang datang dengan mengendari Griffin.


“…”


Seseorang dari 6 orang yang datang itu mendengar apa saja yang diucapkan oleh warga ketika mereka tiba.


“Kepala Druettus, sepertinya—”


“Biarkan saja. Saya yakin kedatangan kita pastinya mengganggu negara tidak beretika ini.”


Balas pria tersebut, sebelum disambut kedatangannya.


“Selamat pagi, tuan dan nyonya sekalian. Saya adalah Nirron Augma, Perdana Menteri dari negara ini. Bersama saya, ada Menteri Garrett Gitrick, Auqveern Mimisol, dan Nesia Jessa.”


Sambut Nirron, dengan menyembunyikan identitas milik Auqveern dan Nemesia.


“Silakan ikuti kami menuju ruang rapat yang telah Bapak Presiden sediakan.”


““…””


Sambil mengikuti Nirron, mereka semua menyaksikan keunikan dari Gazomatron, di mana terdapat teknologi yang mereka rasa begitu asing. Hingga pada akhirnya, mereka semua tiba di hadapan Snake yang telah menunggu kedatangan mereka.


“Terima kasih, Menteri-Menteri sekalian. Alangkah baiknya jika anda sekalian meninggalkan kami.”


“Baiklah, Bapak Presiden.”


Nirron beserta Menteri lainnya meninggalkan Snake bersama pihak Centra Geoterra yang tiba di hadapannya. Namun ketika meninggalkan mereka, Nemesia mengutarakan isi hatinya.


“Cih! Lagi-lagi aku merasa seperti seorang pelayan! Jika bukan untuk saudari-saudariku, tentunya aku tidak


akan mau merasakan hal seperti ini lagi!”


Bisik Nemesia dengan kesal.


Sementara itu, di ruangan milik Snake.


“Terima kasih atas layanan yang diberikan oleh negara anda. Nama saya adalah Druettus Dustream. Saya merupakan kepala dari—”


“Control Unit dari Centra Geoterra, yang bertugas untuk mengawasi segala kegiatan Petualang. Benarkah begitu, Tuan Dustream?”


“…”


Druettus hanya menatap Snake dengan tajam, sebelum ia menanyakan banyak hal kepadanya.


“Baiklah, Tuan Snake. Saya akan langsung menanyakan anda.”


“Ya. Saya sudah mengetahui hal tersebut.”


“Pertanyaan pertama. Bisa anda jelaskan kepada kami tujuan kedatangan Children of Purgatory di negara ini?”


“Ya. Seperti yang kita ketahui, Children of Purgatory berusaha untuk menguasai negara yang tidak terhubung dengan Centra Geoterra. Mereka hendak memperluas “jaringan” mereka dengan menyerang negara ini. Sayang saja, mereka terlalu meremehkan negara ini.”


Jawab Snake dengan niat menutupi fakta sebenarnya.


“Pertanyaan kedua. Anda baru saja menjalankan Guild War dengan Chemia Guild. Apa yang terjadi dengan Guild tersebut?”


“Guild tersebut resmi dibubarkan, mengingat Guildmaster mereka, Ghibr Doldrah, melarikan diri dan tidak ditemukan sampai sekarang.”


“Pertanyaan ketiga. Apakah benar terlihat Klan Mistyx di negara ini?”


“Tidak ada. Lagipula, saya tidak berani menanggung keberadaan Iblis di negara ini. “


“Pertanyaan keempat. Ada rumor yang beredar terkait keberadaan Mahluk Abadi di negara ini. Apakah rumor


tersebut merupakan sebuah fakta?”


“Saya tidak ingin mencari tahu tentang hal itu. Seperti serigala berbulu domba, Mahluk Abadi tentunya dengan


mudah menyamar di Geoterra.”


“Pertanyaan kelima. Apakah anda bertemu dengan Aquilla Party?”


“Tentu saja saya bertemu dengan mereka.”


“Apakah mereka terlibat di—”


“Tidak. Mereka telah keluar dari pulau ini sebelum Children of Purgatory tiba.”


“…”


Druettus hanya menatap Snake dan tidak mempercayai sepenuhnya apa yang ia bicarakan. Oleh karena itu, ia menoleh ke arah salah satu anggotanya yang diam-diam merapalkan sihir.


“Bagaimana? Apakah ada tanda-tanda kebohongan?”


Tanya Druettus lewat telepatinya kepada salah satu anggotanya.


“T-Tidak ada, Kepala Druettus.”


“…”


Druettus kembali menatap Snake, setelah mendapati bahwa tidak ada kebohongan darinya. Walaupun begitu, ia merasa ada yang disembunyikan darinya.


“Cih! Mengapa saya masih merasakan adanya yang janggal dari penjelasannya?!”


Pikir Druettus, sambil menatap Snake yang hanya tersenyum.


“Baiklah, berikut adalah pertanyaan terakhir, sebelum saya menanyakan hal yang personal kepada anda.”


“…”


“Terkait Hidden Dungeon. Apakah anda menemukannya di pulau ini?”


Tanya Druettus kepada Snake yang masih tersenyum.


“Maafkan saya, Tuan Dustream. Saat ini saya tidak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan Hidden Dungeon.”


Jawab Snake, walaupun ia telah menemukan adanya Hidden Dungeon.


“…”


Druettus kembali menatap Snake dengan tajam, sebelum ia kembali bertanya kepadanya.


“Jika boleh tahu, mengapa anda mulai berniat membiarkan identitas anda diketahui secara umum?”


“Sudah saya bilang, bukan? Ada perkembangan keadaan di sekitar saya. Oh ya, mau anda percaya atau tidak, saya tidak perduli, Tuan Dustream.”


“…”


Druettus hanya terdiam mendengar kata-kata sinis dari Snake.


“Jadi, anda berniat membuka cabang Guild anda di negara ini, Tuan Snake?”


“Tentu saja. Tidak seperti Chemia Guild yang dipimpin oleh Ghibr Doldrah, saya akan melindungi negara yang saya pimpin ini.”


“Baiklah jika itu kemauan anda. Saya akan membantu anda untuk membuka cabang Guildbase di negara i—”


“Dengan bayaran apa, Tuan Dustream?”


“…”


Druettus menatapnya dengan tajam.


“Saya rasa saya sanggup untuk mendirikan Guildbase di negara ini tanpa bantuan anda maupun Centra Geoterra.”


“Sanggup? Bagaimana dengan perizinan?”


“Bukan hal yang sulit. Dengan adanya rekam jejak Serpentis, urutan saya dalam Ranking Petualang, serta kepercayaan dari warga negara ini, tentu saja mendapatkan izin dari Centra Geoterra adalah perkara yang mudah.”


“…”


Kembali Druettus terdiam, walaupun tatapan tajamnya tidak berpaling.


“…”


“Meresmikan hubungan dengan Gazomatron Federation dengan Centra Geoterra dan mengulik tentang saya dan Serpentis Guild. Benarkah begitu?”


“…”


Dengan diam sambil menatap tajam dan mengepalkan tangan sekeras-kerasnya, Druettus pun menjawab pertanyaan Snake.


“Ya. Anda ada benarnya. Jujur saja, dari sepuluh Petualang yang berada di Ranking Petualang, saya paling tidak mau berada di hadapan anda, Tuan Snake. Ketajaman anda sangatlah mengusik saya.”


“…”


Snake kembali tersenyum mendengar keluhan Druettus.


“Jadi, apa lagi yang ingin anda ketahui tentang saya, Tuan Dustream?”


“Lagi?”


“Ya. Jika anda beserta kelompok anda adalah orang-orang yang diperintahkan langsung oleh Tri Dewan,  seharusnya anda sudah mengetahui tujuan akhir saya, bukan?”


Tanya Snake dengan niat menantang Druettus.


“Tujuan akhir yang anda maksud adalah…”


“Menggulingkan Centra Geoterra.”


““!!!””


Beberapa anggota Control Unit begitu terkejut mendengar jawaban Snake yang ia ucapkan secara terang-terangan. Namun Druettus tidak terlihat terkejut sama sekali.


“Ho? Mengapa anda sekalian terlihat terkejut? Bukankah Tri Dewan sudah mengetahui tentang i—”


“Saya dan Tri Dewan mengetahui hal tersebut. Namun menurut kami, apa yang anda ucapkan tidak lebih dari sekedar bualan belaka. Maaf jika kami terlihat seperti meremehkan anda, tetapi kami adalah orang-orang yang lebih berdaulat daripada anda.”


Potong Druettus, yang mengetahui bahwa Snake hendak menakuti anggotanya.


Walaupun Druettus terdengar seperti mencemoohnya, namun Snake hanya tersenyum, seakan ia meremehkannya.


“Baiklah, mungkin hanya itu saja yang perlu kami “kulik” dari anda, Tuan Snake. Sebelum kami meninggalkan tempat ini, izinkan kami menawarkan langsung kepada anda, sebagai tujuan utama kedatangan kami.”


“Tujuan utama?”


“…”


Snake menerima secarik kertas yang diberikan oleh Druettus.


“Ini adalah…”


“Sistem baru yang diusung oleh Centra Geoterra. Dengan teror Children of Purgatory yang semakin berbahaya, serta ketiadaan seorang Petualang yang layak disebut sebagai Pahlawan, maka hal ini menjadi landasan baru yang kami usung.”


Jelas Druettus, yang membuat Snake…


“Pfttt! Ahahaha!”


…tertawa terbahak-bahak.


“Ah, maafkan saya sebelumnya. Saya hanya teringat akan seseorang di masa lalu.”


“Hm?”


Druettus merasa heran.


“Mereka tidak menemukan seorang Pahlawan. Sebagai gantinya, mereka mengusung sistem baru yang bernama 10 Wali Dunia?! Ternyata tiga pria tersebut sudah kehabisan akal, kah?!”


Pikirnya, sambil membaca kertas tersebut.


“Sebelumnya, ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya.”


“Anda bisa tanyakan kepada saya langsung.”


“Bagaimana tanggapan Nikolas Reigner dari Crux Guild dan Flederick Borael dari Caprae Guild?”


Tanya Snake tentang dua Guildmaster yang berada di atasnya dalam Ranking Petualang.


“…”


Dengan ragu Druettus pun menjawab.


“Mereka… menolak tawaran tersebut.”


“Mereka menolak, kah? Bagaimana jika saya menolak juga seperti dua Guildmaster tersebut?”


“Dunia menjadi semakin lebih tidak aman karena warga dunia tidak memiliki sesosok pilar untuk dipercaya.”


“Itu merupakan efek bagi dunia, bukan? Bagaimana efek yang saya terima, jika saya menolak untuk menjadi Wali Dunia?”


“Centra Geoterra akan menandai anda sebagai Penakluk. Anda akan menjadi incaran dari para Petualang. Lalu, nama anda akan dihapuskan dari Daftar Petualang.”


“…”


Snake terdiam sebelum memberikan jawabannya.


“…”


“Baiklah jika itu jawaban anda.”


Balas Druettus setelah menerima jawaban dari Snake.


“Ada lagi yang ingin anda sampaikan kepada saya?”


“…”


Druettus memperhatikan salah satu anggotanya, sebelum ia pergi dari ruangan tersebut.


“Saya tidak ada. Namun, ada salah satu anggota saya yang hendak berdiskusi privasi dengan anda, Tuan Snake.”


“Baiklah. Terima kasih atas kedatangan anda sekalian.”


Druettus dan beberapa anggotanya pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Ketika ia berjalan di tengah lorong gedung tersebut…


“K-Ketua Druettus?! S-Sabar sedikit! Jangan sampai orang lain mengetahui ekspresi anda saat ini!”


…ia tidak bisa menahan amarah besarnya kepada Snake.


“Ketua, apakah wanita itu akan baik-baik saja jika kita tinggalkan bersama Snake? Mengetahui pria tersebut, sepertinya—”


“Biarkan saja! Jika ada tanda-tanda dirinya dikendalikan olehnya, saya yang akan menghapus wanita tersebut!”


Jawab Druettus dengan keras kepada salah satu anggotanya.


“Cih! Memang ular itu sangat berbahaya! Tidak hanya menyelinap di mana saja! Ia bahkan masuk menyelinap pikiran dan perasaan orang lain, lalu mengeluarkan bisa ular miliknya!”


Pikir Druettus tentang Snake.


……………


Kembali ke dalam ruangan di mana Snake berada. Kali ini, ia sedang berhadapan dengan seorang wanita yang menjadi anggota Control Unit.


“Sebelumnya, izinkan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, Tuan Snake.”


“Silakan.”


“Saya adalah Velka Vendivia. Saya merupakan anggota baru dari unit yang dipimpin oleh Kepala Druettus.”


Sapa wanita yang bernama Velka, sambil memberikan beberapa foto kepada Snake.


“I-Ini adalah…”


“Anak kecil tersebut adalah Djinnardio Vamulran. Sementara pria bertopeng tersebut adalah—”


“Djinn Dracorion.”


Potong Snake, yang menyaksikan beberpaa foto Djinnardio kecil, Djinnardio remaja, hingga Djinn Dracorion.


“Sepertinya anda terlihat familiar dengan Petualang tersebut. Tanpa membuang-buang waktu, saya akan bertanya kepada anda.”


“Silakan, Nyonya Vendivia.”


“Jika anda telah menemuinya, apakah anda telah mengetahui wajah di balik topeng tersebut? Jika anda mengetahuinya, apakah pria tersebut adalah orang yang sama dengan anak kecil ini?”


Tanya Velka kepada Snake.


“Maafkan saya, Nyonya Vendivia. Sebagai pria yang sama-sama merahasiakan identitasnya, saya harus menghargai privasinya. Tetapi lebih dari itu…”


“Hm?”


“Apa yang ingin anda dapatkan dengan mengetahui identitas pria ini? Apakah karena dirinya adalah target besar yang diinginkan oleh Tri Dewan?”


“…”


Velka seketika gemetar ketakutan tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut membuat Snake menjadi lebih heran.


“M-Maafkan saya, Tuan Snake. Saya tidak lebih dari sekedar anggota yang baru saja bergabung dengan Control Unit. Oleh karena itu, saya tidak mengetahui apapun tentang apa yang dipikirkan oleh Tri Dewan.”


“Seperti itu, kah? Baiklah. Ada lagi yang ingin anda tanyakan kepada saya?”


“T-Tidak ada Tuan Snake. Terima kasih atas waktu anda kepada saya.”


Balas Velka, sebelum meninggalkan ruangan tersebut.


Sementara Snake yang masih menatap foto-foto dari Velka…


“*Tap…”


…menepuk jidatnya.


“Haaaah… Mengapa saya telat menyadari bahwa wanita tersebut adalah teman masa kecilnya?”


Bisiknya dengan perasaan kecewa akan diri sendiri.