Another Me, Another World

Another Me, Another World
Chapter 280. Feels Familiar



“Aquilla, mumpung mereka belom sadar, mending kita pergi dari sini. Gimana?”


““…””


Kita cuma bisa liat-liatan satu sama lain, karena kita semua nggak ada yangt tau siapa sebenernya orang ini.


Tapi sesuai yang dia bilang. Mumpung berandal-berandal ini belom sadar, mungkin ini waktu yang tepat untuk


kita pergi dari sini.


Mungkin yang lain setuju sama apa yang dia bilang. Mereka lebih milih jalan aman untuk pergi dari sini.


Kecuali…


“Djinn, Djinn.”


“Apaan?”


“Menurut lo gimana? Kalo gue sendiri sih masih nggak percaya sama orang ini.”


…Dalbert. Dia bahkan ngomongnya sampe harus bisik-bisik kayak gitu.


“Sama sih. Gue juga. Tapi kalo yang lain setuju, kita ikut aja. Yang bisa kita lakuin cuma awasin orang ini aja.”


“Lo bener sih, tapi gue ngerasa…”


“Hm?”


“Nggak, lupain aja apa kata-kata gue. Mending kita awasin orang ini aja.”


Karena nggak punya pilihan lain, kita berenam ngikutin orang ini.


“Margia ‘Gia’ Maevin. Frontliner Kasta Hijau. Kalo diliat-liat dari senjatanya, keliatannya agak mirip sama Lorvah Hardrock! Pasti lo sekuat dia juga!”


“Ihihi! Bisa aja sih kamu puji aku kayak gitu!”


“*Cut.”


“Eh?! A-Ahaha…”


Masih sempet-sempetnya dia genit kayak gitu! Bahkan sampe cubit-cubit orang ini! Dia lupa ya kalo orang ini—


“Garry Geri. Keeper Kasta Hijau. Yang kalo menurut rumor yang beredar, besar di lingkungan para Monster.”


“Hah?! Napa atuh?! Sia teh nggak suka sama aing, anying?!”


“N-Nggak, nggak, nggak! Gue… cuma agak kaget aja waktu denger rumornya…”


Rumor ya?


Kalo gitu harusnya dia juga tau rumor tentang—


“Dalbert Dalrio. Observer Kasta Biru. Anak kedua dari Darius Dalrio, yang sebelumnya kepala dari Riorio Merchant. Kalo kata rumor sih—”


“Gue itu kepala bandit. Itu kan maksud lo?”


“T-Ternyata itu bener ya?”


Tuh kan. Pasti dia tau tentang Dalbert juga.


“Orang yang bertopeng ini… pasti Djinn Dracorion. Rounder Kasta Kuning. Anggota yang paling misterius di—”


“Jangan ngomong misterius di depan muka gue.”


“Hm?”


“Seenggaknya gue nggak misterius buat temen-temen gue. Tapi kalo ngomongin soal misterius, apa bedanya lo sama gue? Lo tiba-tiba dateng kayak pahlawan kesiangan, terus minta kita berenam ngikutin lo. Kalo ada pilihan lain, mungkin kita semua nggak ada niatan untuk ngikutin lo, kali.”


“Oh iya! Maafin gue karena belom kenalin diri di depan kalian!”


Hah? Lupa? Dia kira kita percaya sama—


“Ahahaha! Maafin Wakil Kapten gue yang galak ini!”


“Iya nih! Padahal kamu udah bantuin kita semua!”


“Myllo teh bener! Ieu sianying teh galak pisan! Sia teh hati-hati kalo digigit!”


***** nih mereka semua!


Eh tunggu! Seenggaknya Dalbert bisa bantuin gu—


“Pfftt…”


“Hah?! Kenapa lo malah nahan ketawa, brengsek?!”


“Siapa yang lo bilang brengsek, bego?!”


““Haaaahh… berantem lagi…””


Ujung-ujungnya Gia pisahin gue sama Si Brengsek ini.


Padahal kita udah sama-sama curigain orang ini! Tapi nggak ada niatan dari dia untuk nolongin gue! Sialan nih Si Brengsek!


“Maafin gue kalo dateng secara misterius kayak gitu, Aquilla. Nama gue Chuck Kelvins, biasa dipanggil Chuck. Sama kayak kalian, gue ini juga Petualang, loh.”


“…”


Dia Observer Kasta Kuning?


“Wuaaah! Lo Observer, ya?!”


“Bener banget, Myllo.”


“Terus Party lo ke mana?! Gue mau ketemu sama Kapten—”


“Hancur.”


““!!!””


Hancur…?


“Kenapa bisa hancur?! Siapa yang hancurin Party kalian?!”


“…”


Sambil nyari jalan untuk masuk ke dalem wilayah yang disebut Beckbuck itu, Chuck ceritain tentang semuanya.


“Dulu Party gue, Gemini, diserang monster gila yang ada di arah timur tenggara tempat ini.”


“…”


Dia… nunjuk arah kedatangan dia, ya?


“Sebelum masuk di pulau ini, perintah terakhir dari Kapten gue cuma satu.”


““…””


“Bertahan hidup. Makanya itu, anggota Gemini pergi berpencar. Sementara gue sama dua rekan gue berhasil masuk sampe tempat ini. Masalahnya…”


“…”


Kalo diliat dari dia yang gemeteran, artinya ada pengalaman pahit di tempat ini. Kalo dia sampe segitunya, artinya emang tempat ini bener-bener bahaya.


“Mil, kayaknya kita nggak bisa paksa dia cerita lagi, deh. Keliatannya—”


“N-Nggak apa-apa, Djinn. Biar gue ceritain, supaya kalian tau gimana kondisi di tempat ini.”


Ternyata dia masih sanggup cerita, ya? Keliatannya agak sia-sia juga ngekhawatirin dia.


“N-Nggak ada?! Ke mana mere—”


“Gue nemuin salah satu mayat temen gue. Perlengkapan, senjata, maupun Artifact dia diambil semua. Bahkan dia mati dalam keadaan nggak layak.”


Buset deh….


Kasian juga nih orang…


“Waktu gue cari temen gue yang satu lagi, ternyata dia juga ngalamin hal yang sama di depan mata gue. Sampe akhirnya gue sadar, kalo mayat temen gue itu cuma jadi “umpan” doang buat gue.”


Lagi sedih karena temennya yang mati dibunuh, tapi dia juga diincer ya?


“T-Tunggu dulu, Chuck…”


“Hm? Ada apa, Dal—”


“K-Kita ini… lagi ada di Dreaded Borderland, ya…?”


“Ya. Pulau ini ada di Dreaded Borderland.”


““!!!””


Kok mereka pada kaget ya?


Emangnya ada apa di—


“Biar gue kasih tau ke lo tentang pulau ini, Djinn.”


“…”


Dalbert jelasin ke gue tentang Dreaded Borderland ini. Katanya pulau ini tuh pulau bahaya yang ditakutin warga dunia. Bahkan Centra Geoterra sendiri katanya himbau warga dunia untuk nggak lewatin pulau ini.


Tapi ada satu hal yang gue penasaran.


“Dari sekian banyak mahluk kuat kayak Mahluk Abadi, bahkan sekte sesat yang sebahaya Children of Purgatory, nggak ada yang lewatin pulau ini?”


“Gue juga nggak tau soal itu. Tapi satu jawaban yang ada di pikiran gue sih…”


“Karena Centra Geoterra sendiri yang nggak mau urus pulau ini. Itu kan maksud lo, Dalbert?”


“Ya. Lo bener, Chuck.”


G-Gila kali ya?


Apa fungsinya pusat pemerintahan, kalo nggak mau ngurus tempat bahaya kayak gini?


“Oh ya! Terus lo gimana, Chuck?! Kok lo bisa selamat?!”


“Karena Sheriff Walt Malt.”


““Sheriff? Walt Malt?””


“Sheriff itu julukan buat penjaga Beckbuck, sedangkan Walt Malt itu nama dia. Sebenernya, dia itu mantan Petualang, yang pensiun karena udah dimakan umur. Karena dia lahir di daerah ini, makanya dia berencana untuk habisin masa tuanya di tempat ini.”


“Mantan Petualang?! Hihi! Penasaran gue ketemu sama orang yang lo ceritain, Chuck!”


“Haha… Nanti kita juga ketemu kok, Myl—”


“Tunggu dulu. Masih ada yang bikin gue penasaran.”


““Hm?””


Haaaah… Dasar bocah-bocah aneh! Kalo lagi dikasih info, kenapa malah ganti topik, sih?!


“Untuk orang-orang yang bunuh dua rekan lo. Apa mereka orang yang sama yang nyerang kita berenam?”


“Ya. Mereka itu berasal dari satu ikatan bandit yang namanya Dreaded Band.”


““…””


Gue sama yang lainnya secara spontan langsung nengok Dalbert, kecuali Machinno sama Chuck.


“O-Oi! Kenapa pada nengok gue?!”


“Ah! Maaf, maaf, maaf! Hehe!”


“Jangan samain gue sama bandit-bandit yang nyerang kita ya, Myl—”


“Tenang aja! Dibanding mereka, geng bandit lo yang kemarin masih jauh lebih keren daripada bandit di sini! Ya nggak, Dal—”


“Tunggu, Myllo! Itu “baru” bandit aja yang gue ceritain!”


Baru…?


“Selain bandit-bandit yang ada di sini, kalian semua juga harus hati-hati sama yang lainnya!”


“Hah? Emang ada apa lagi selain bandit-bandit ini?”


“Warga lokal yang tinggal di luar Beckbuck, Sandworm yang keluar 6 bulan sekali, sama Bandit Legendaris.”


““!!!””


Bahkan kita harus hati-hati sama warga lokal juga?!


Abis warga lokal, dia ngomongin apa tuh?


Terakhir dia bilang apa? Bandit Legendaris?


“Hmm… Bandit Legendaris, ya?”


“Ya. Dia—”


“Maksud lo itu Dalbert?”


“*Tung!”


“Aduh!”


“Apa-apaan maksud lo, Myllo?! Gue nggak sudi ya punya sebutan kayak gitu?!”


“Haaaaah?! Tapi kan lo emang legendaris di Ervi—”


“Berani lo ngomong lagi?!”


“M-Maaf…”


Haaaaah… Dasar Kapten Dongo! Kenapa juga Chuck minta kita untuk hati-hati sama Dalbert?!


“Ini dia Beckbuck Post. Ayo kita masuk, Aquilla.”


“OK, Chuck!”


Tempat ini…


Tunggu, tunggu, tunggu…!


Kalo nggak salah, Kak Eka punya film favorit yang tentang koboi. Gue lupa nama filmnya apa, tapi kalo nggak salah nama pemerannya ada “Eastwood[1]” gitu, kan?   Walaupun dulu dia selalu larang gue untuk ikut nonton bareng, tapi gue inget banget sama apa yang gue intip waktu itu!


Tempat ini… bener-bener kayak dunia koboi!


Kenapa di dunia penuh sihir kayak gini ada dunia koboi?! Apa mungkin… ada juga orang dari dunia yang sama kayak gue, terus ngenalin “koboi” ke dunia ini?!


_______________


[1]Clint Eastwood, aktor laga yang banyak berperan pada film dengan tema Western.