
Kembali ke pertarungan Myllo dan rekan-rekannya melawan pasukan yang mengabdi kepada Klemens Kembar.
“Hraaaagh!”
“*Prang!”
Gia sedang berhadapan dengan salah seorang bandit. Ia menyerang bandit itu dengan World Quaker, namun bandit tersebut tidak terluka oleh serangannya.
“Haha! Lo nggak bisa ngapa-ngapain kan, cewek sialan!”
“Cih!”
Gia kesal terhadap bandit itu, setelah mendengar cemoohan dari bandit tersebut.
“Sekarang giliran gue, cewek sialan!”
“*PRANG!!!”
“*Srrrrttt…”
Bandit tersebut memukul Gia dengan sangat keras. Walaupun Gia berhasil menangkal pukulan kerasnya dengan pedang miliknya, namun Gia harus terpukul mundur.
“Minggir, Gia! Biar gue yang hajar orang i—”
“Bawel lo, gendut!”
“*BHUK!!!”
“Akh!”
Benjie berusaha untuk menyerang bandit tersebut dengan berlari cepat untuk menabraknya. Akan tetapi bandit tersebut dengan mudah memukulnya dengan keras, hingga ia terlontar jauh.
Melihat kejadian tersebut, Djinn dan Dalbert merasa heran.
“Dal, lo ngerasa ada yang aneh nggak dari bandit itu?”
“Ya. Keliatannya dia nggak pake sihir. Bisa jadi, kostum yang dia pake tuh Artifact.”
Jawab Dalbert ketika ditanya oleh Djinn.
“Lo bener, Dalbert Dalrio! Dia itu Mantan Petualang, loh!”
“Mantan Petualang?”
“Ya! Dia nyasar di pulau ini. Terus kita berdua rekrut dia!”
Jawab Charlie kepada Dalbert.
“Untungnya dia Petualang busuk! Jadinya kita berdua gampang rekrut dia! Nggak kayak orang sok jago yang yakin temen-temennya bakalan selamat!”
“…”
Djinn terdiam ketika mendengar sindiran dari Chico.
“Biar gue jelasin ke kalian berdua!”
““…””
“Nama dia tuh Leroy Leeor! Sebelumnya, dia itu Frontliner Kasta Kuning! Artifact yang dia pake itu bikin
dia kebal sama semua serangan fisik! Cuma kekuatan alam aja yang bisa serang dia!”
“Hah?! Nggak masuk akal! Artifact macem apa yang kebal sama semua serangan fisik?! Bahkan Dwarf pun nggak bisa buat hal konyol kayak gitu!”
Seru Dalbert setelah mendengar penjelasan Chico.
“Haha! Kalo belom ada setahun jadi Petualang, jangan sok tau deh!”
“Lo kira Artifact itu spesialisasi dari Dwarf?!”
“Jelas-jelas Dwarf itu spesialis senjata!”
“Lo lupa ya sama kaum paling cerdas kedua, setelah Giant?!”
Sahut Charlie dan Chico secara bergantian.
“M-Maksud lo berdua—”
“Kaum Fratta.”
Jawab Chico kepada Dalbert.
Di saat mereka sedang berbincang, Djinn tidak memperdulikannya dan mulai mengkhawatirkan teman-temannya.
Sementara itu, Garry dan Bill.
“Gruaagh!”
“*Chring! Chringchringchring…”
“Hmph! Lo nggak akan bisa serang gue pake pisau daging lo, Butcher! Apalagi pisau daging lo cuma setengah!”
“*Crat, crat, crat…”
Bill sedang berhadapan dengan seorang Swordsman, yang menjadi bagian dari pasukan milik Klemens Kembar. Walaupun terus beradu senjata dengannya, nyatanya Bill tidak mampu menyerangnya dan justru terluka karenanya.
“Biar aing sembuhkeun—”
{Hawk Thrust}
“*Swush!”
“Hieeeekh!”
“Jangan ganggu pertarungan ini, bocah pendek!”
Seru bandit tersebut, sambil mengeluarkan teknik pedang miliknya ketika Garry hendak menyembuhkan Bill. Beruntung Garry mampu menghindari serangannya.
“Orang itu pasti bekas Petualang juga, kan?”
“Lo bener, Djinn Dracorion! Dia itu Ron Rondon, dulunya Striker Kasta Kuning! Sebelum dia dateng ke pulau ini,
dia juga ditakutin banyak orang, loh! Bahkan dia hampir nyentuh Kasta Jingga!”
“…”
Djinn terdiam ketika mendengar penjelasan Chico. Kemudian ia menyaksikan pertarungan yang dihadapi oleh Naomi dan Machinno.
“*Fwuzz…”
“*Shrak!”
“Argh! Sialan lo, Zerron!”
Seru Naomi dengan kesakitan, ketika menerima serangan dari Zerron, yang menyerangnya dari bawah tanah berpasir.
“*Fwuzzz…”
“*Bwung…”
“Cih!”
“*Fwuzz…”
Zerron hendak menyerang Naomi kembali dengan cara yang sama, namun Machinno berhasil melindungi Naomi menggunakan sihirnya. Karena hal itu, Zerron pun kesal.
“Dasar sialan lo, monster kerdil!”
“*Swush!”
“Gue bunuh lo sekarang juga!”
Seru Zerron, yang langsung berlari ke arah Machinno sambil mempersiapkan serangan sihirnya.
((Rock Claw))
“Grrrk…”
Dengan sihirnya, Zerron mempersiapkan sebuah cakar yang terbuat dari batu tebal untuk membunuh Machinno.
Namun karena dibutakan oleh amarah yang meluap, Zerron pun melupakan seseorang.
((Nullifying Whip))
“*Cplash!”
“Akh!”
“*Brrrk…”
Dengan kemampuan cambuk yang ia miliki, Naomi menyerang Zerron. Serangannya mampu membuat cakar batu milik Zerron runtuh.
((Barrier Magic: Pet Cage))
“…”
Machinno langsung memanfaatkan kesempatan untuk mengurung Zerron dengan sihirnya.
“Lepasin gue!”
“*Bwung, bwung, bwung…”
“Lepasing gue! Woy!”
Seru Zerron yang terperangkap oleh sihir Machinno. Ia bahkan tidak bisa masuk ke dalam tanah karena sihir
tersebut.
Melihat hal tersebut, Charles dan Chico pun merasa kesal.
“Cih! Apa-apaan dia?! Kok bisa dia pake sihir kayak gitu?!”
“Bahkan tikus tanah itu nggak bisa masuk ke dalem tanah?!”
Seru Klemens Kembar dengan tidak percaya.
“Hmph! Lo kira dia cuma sekedar mahluk aneh doang?!”
““Hah?!””
Sahut Klemens Kembar dengan heran ketika mendengar Djinn.
“Dia itu anggota baru Aquilla! Namanya Machinno!”
“Jangan lo pikir dia cuma figuran doang di Aquilla!”
Seru Djinn dan Dalbert secara bergantian kepada Klemens Kembar.
““…””
Mereka berdua berusaha untuk tetap tenang, sambil menyaksikan pertarungan berlangsung.
“Semoga kalian nggak ngecewain kita berdua…”
“Leroy! Ron!”
Pikir mereka berdua tentang dua Mantan Petualang yang mereka rekrut.
“*Shrak, shrak, shrak…”
“Keuk!”
Bill terus berkutat melawan Ron. Ia terus beradu senjata melawannya. Namun kali ini luka yang ia terima semakin banyak.
Walaupun ia terlihat berhasil mengalahkan Bill, namun pada kenyataannya Ron tidak yakin dengan pertarungannya. Hingga akhirnya ia menemukan suatu kejanggalan.
“Hm?! Kenapa luka-luka orang ini… mulai ketutup lagi?!”
Pikirnya dengan heran.
“…”
Ia pun menatap Garry, yang ia percaya menjadi biang keladi yang mengganggu pertarungannya.
“Dasar orang jelek!”
“Hieeekh!”
Garry pun ketakutan ketika Ron hendak menyerangnya.
{Pinpoint Strike}
“*SHRUK!”
“!!!”
Garry terkejut ketika ia mendapati adanya Bill yang menghadang serangan Ron. Ia menahan serangan Ron dengan jantungnya yang tertancap oleh teknik pedang milik Ron.
“Haha! Buat apa lo jadi perisai daging, kalo ujung-ujungnya harus mati?! Dasar tolol lo, Bu—”
“Hah?!”
“*Hup…”
“!!!”
“Siapa… yang lo maksud mati…?”
Balas Bill, yang langsung menggengam lengan Ron walaupun jantungnya tertancap.
“Kalo gini…”
“*SHRAK!!!”
“…gue jadi lebih gampang bunuh
lo!”
Seru Bill yang langsung menebas kepala Ron dengan pisau daging miliknya.
“Haaaah… Untung ada lo yang sembuhin gue terus, bocah jelek!”
“S-S-Sianying! Dasar nggak tau diri sia, gobloug!”
Balas Garry dengan kesal karena merasa terhina oleh Bill.
Dengan begitu, sebagian besar rekan-rekan Myllo berhasil mengalahkan anggota utama dari Klemens Kembar.
Namun berbeda halnya dengan Gia dan Benjie.
“*PRANGGG…”
“Keuk!”
Gia terus mengalami hal yang sama. Ia terus menahan pukulan keras dari Leroy, hingga ia terpukul jauh.
“Ayo! Apa yang bisa lo lakuin?! Dasar cewek lemah!”
“Hraaagh!”
“*PRANG!!!”
“Liat, kan?!”
“*Krrrttt…”
“Aw!”
“Lo bahkan nggak bisa nyerang gue sama sekali!”
Cemooh Leroy sambil menjambak rambutnya.
“L-Lepasin rambut aku—”
“Diem! Ngomong sekali lagi, gue bunuh lo—”
“Dasar jelek! Kamu bahkan nggak seganteng Garry, yang paling jelek dari semua anggota Aquilla! Jangan
berani-beraninya kamu cium aku!”
“…”
Leroy hanya terdiam.
Sementara yang menyaksikan pertarungannya…
““Hah…?””
…dibuat bingung dengan pernyataannya.
Namun Leroy yakin bahwa yang ia bicarakan tidak lain merupakan sebuah hinaan.
Oleh karena itu…
“Graaaaagh!”
“*BHUK!!!”
…ia memukul wajah Gia dengan sangat keras.
““GIAAA!!!””
Teriak Djinn dan Dalbert dengan khawatir.
Akan tetapi, mereka semua telat menyadari…
“Eh?! Kok nggak sakit?!”
…bahwa Gia tidak terluka sama sekali, walaupun harus menerima pukulan sangat keras dari Leroy.
“K-Kenapa…”
“*Swush!”
“Kenapa lo belom mati…?”
Tanya Leroy yang melepas tangannya dari rambut Gia dan mundur ke belakang, setelah melihat wanita yang
ia lawan terlihat baik-baik saja.
Justru…
“*Crat…”
“!!!”
…terdapat memar dan luka pada kepalan tangannya.
“Ada yang aneh! Entah kenapa, aku ngerasain ada sesuatu yang beda dari diri aku!”
Pikir Gia dengan heran akan dirinya sendiri.
“Haha!”
“…”
“M-Mungkin gue nggak bisa nyerang lo! Tapi lo tetep nggak bisa nyerang gue, cewek lemah!”
Cemooh Leroy kepada Gia, namun kali ini dengan keringat yang berkucuran di dahinya.
“…”
Gia pun berlari ke arah Leroy untuk menyerangnya.
Dan kali ini…
“Hraaaagh!”
“*PRANG!”
“!!!”
…Artifact yang digunakan oleh Leroy hancur karena serangannya.
“Hieeekh! K-Kok… Kok bisa… Artifact gue han—”
“Woy bocah sialan…”
“*BRUK!!!”
“Aaaaaaaa…”
Benjie langsung menabraknya kembali dengan begitu keras, hingga ia terlontar sangat jauh dan tidak terlihat.
Dengan terkalahkannya Leroy dan Ron, Klemens Kembar pun marah besar.
“*Bruk!”
“Dasar bocah-bocah tolol!”
“Kok bisa mereka kalah?!”
Seru sepasang kembar itu, ketika menyaksikan rekrutan mereka yang dikalahkan.
“Gia menang, Djinn! Ternyata dia nggak bisa dikalahin gitu aja!”
“…”
“Woy, bego!”
“Haaaah?! Apa lo bilang?! Dasar brengsek!”
“Haaaah?! Salahin lo yang budek! Dasar bego!”
“Bawel!”
Balas Djinn dengan singkat agar perdebatannya dengan Dalbert berhenti.
Ia masih memikirkan pertarungan antara Gia dan Leroy.
“Mantan Petualang tadi nggak bisa diserang pake serangan fisik, tapi setau gue Gia cuma punya serangan fisik! Apa mungkin… Gia nggak sadar kalo dia punya kekuatan alam?!”
Pikirnnya tentang Gia.