
Setelah beberapa bulan
menghabiskan waktu di Erviga Kingdom, Djinn telah menjalani beberapa tantangan
dan rintangan sebagai seorang Petualang.
Bersama dengan Kapten yang juga
salah satu sahabat pertamanya, Myllo Olfret, ia menjadi salah satu pendiri
Party yang bernama Aquilla.
Sebagai salah satu pendiri Party
yang begitu legendaris di Erviga Kingdom, ia bahkan mendapatkan titel di
kerajaan tersebut, yang menjadi alasan untuk menciptakan identitas baru sebagai:
Djinn Dracorion.
Saat ini, Djinn Dracorion,
sebagai Wakil Kapten dari Aquilla, telah pergi dari Erviga Kingdom bersama
Kapten Myllo, serta anggota lainnya, Gia, Garry, dan Dalbert.
Bersama-sama, mereka hendak
menyusul anggota Aquilla lainnya, Luvast Vamulran, atau yang dikenal sebagai
Vast, ke Vamulran Kingdom, di mana bahaya menyusul mereka.
Namun, tanpa mereka sadari,
pencapaian mereka di Erviga Kingdom begitu mengejutkan dunia.
“Hey, hey! Kalian udah baca
berita ini?!”
“Erviga Kingdom putus ikatan
mereka dari Centra Geoterra?!”
“Bu…Bukannya mereka itu salah
satu negara yang paling lama berhubungan sama Centra Geoterra, ya?!”
Karena tindakan mereka, Raja
Glennhard memutuskan ikatan mereka dengan Centra Geoterra.
Keputusan tersebut sangatlah
mengejutkan warga dunia, mengingat Centra Geoterra adalah organisasi yang begitu
diagungkan sebagai pemerintah pusat di seluruh Geoterra.
Namun, tidak sedikit dari warga
dunia yang setuju dengan tindakan mereka.
“Tapi katanya banyak Kaum
Non-Manusia yang ditindas, ya?!”
“Gila, ya?! Masih ada yang kayak
gitu ya di dunia ini?!”
“Kalo mereka sampe putus ikatan
mereka sama Centra Geoterra, apa mungkin pusat pemerintahan itu ada kaitannya
sama semua bencana di—”
“Sssttt! Jangan kenceng-kenceng!”
Sedangkan di Centra Geoterra
sendiri, dalam menanggapi tindakan Raja Glennhard, di mana terdapat tiga orang
yang dikenal sebagai Tri Dewan, berada dalam satu meja.
“Kita kehilangan satu negara.”
“Ya. Bahkan Maverick Orbloom gagal, kah?”
“Sangat disayangkan. Usaha kita
untuk menguasai Negara Dragonewt itu berakhir sia-sia. Apalagi, saat ini
Glennhard malah mengusahakan agar Mahluk Intelektual hidup berdampingan.”
Kata ketiga orang itu secara
bergantian, tanpa mengetahui fakta bahwa Maverick Orbloom sejatinya adalah
Narciel, salah satu Malaikat yang bersembunyi di Geoterra.
“Memang kita menyayangkan
tindakan Glennhard. Akan tetapi, kalian pasti tahu apa yang sangat
disayangkan.”
“Tentu saja. Anomali itu sekarang mulai diagung-agungkan layaknya seorang
Pahlawan di Erviga.”
“Namun, saya tidak tahu apakah
tindakannya itu untuk menantang kita atau memang ketidapeduliannya, ketika menggunakan nama Dracorion sebagai seorang Petualang.”
Lanjut mereka yang membicarakan
tentang Djinn.
“Sepertinya agenda kita sangat
banyak, saudara-saudaraku sekalian.”
“Benar. Kita masih harus mencari
keberadaan Sylvia Starfell yang
berhasil lari dan bersembunyi dari kita semua.”
“Namun, yang paling sulit adalah
mencari kebenaran yang disembunyikan
oleh Great Sage Melchizedek.”
““…””
Seketika mereka pun hening ketika
mereka mengingat pekerjaan berat yang harus mereka lakukan.
……………
Di tempat lain, di suatu
perkemahan.
“Uhm…gue ada di mana?”
Seseorang baru saja terbangun.
“…”
Ia melihat seorang wanita sedang
menatapnya.
Karena berusaha untuk tetap
waspada, ia hendak mengambil senjatanya.
Namun…
“Cih! Pisau gue di ambil, ya?”
…ia tidak menemukan senjatanya.
Tidak lama kemudian, datanglah
seorang perawat yang begitu mengejutkannya.
“Hah?! Lo itu…”
“Tenang, tenang, tenang! Penduduk
di sini nemuin lo nggak sadar di tepi pantai!”
Sahut perawat itu kepadanya.
“Nama lo siapa? Kenapa lo bisa
ada di tempat ini?”
“…”
Wanita itu hanya diam.
Ia memikirkan cara terbaik untuk
menjawab pertanyaan itu.
“Tenang aja. Lo nggak perlu
nutup-nutupin sesuatu dari gue.”
“…”
Merasa perawat itu bisa
dipercayai wanita itu pun mulai menjawab pertanyaannya.
“Nama gue Bellavitria Mistyx.
Biasa dipanggil Styx. Gue nggak tau gimana caranya bisa sampe di tempat ini.
Yang pasti, gue sempet lawan uler yang gede sebelum terdampar di tempat ini.”
Jawab Styx, mantan rekan Myllo
Olfret dan juga Pahlawan Sylvia Starfell.
……………
Di sisi lain, pada suatu tempat
yang bernama Caadoot Jungle, yang terletak di Bachinne Federation.
““Rrrrr!!!””
“Awas ada Direwolf!”
“Tu…Tunggu! Ada Petualang yang
datang!”
Seru salah seorang warga yang
melihat adanya Luvast yang maju ke hadapan 15 Direwolf itu.
““Roaar!””
“Blizzard Typhoon!”
“*Fwuuuusshhh! (suara badai
salju)”
““!!!””
Beberapa warga terkejut ketika
mereka melihat serangan sihir dari Luvast, yang secara langsung mengalahkan
semua Direwolf itu.
“Oh iya! Dia itu anggota
Aquilla!”
“Aquilla?! Party-nya Pahlawan
Sylvia?!”
“Bu…Bukan! Itu loh, Party baru
yang dipimpin adeknya, Myllo Olfret!”
“Oh iya! Gue baru inget!”
Seru beberapa warga desa.
Sambil meninggalkan hutan itu,
Luvast pun dipuji layaknya seorang pahlawan.
“Keren! Keren banget!”
“Semangat terus jadi anggota
Aquilla!”
“Semoga bisa jadi Party yang
keren, kayak Aquilla dari Pahlawan Sylvia!”
“…”
Luvast hanya tersenyum.
Namun yang ada dipikirannya…
“A…Aku lupa jika aku telah mengambil Quest Hijau ini! Jika aku tidak
menyelesaikannya sebelum pergi dari negara ini, aku hanya akan mencoreng nama
Myllo saja!”
…adalah kelalaiannya.
Ia pun pergi ke Guild Petualang
yang berada di Bachinno Federation untuk melaporkan Quest yang ia selesaikan.
Namun, ketika ia pergi dari Guild
Petualang untuk menemui High Elf lainnya yang hendak ia antar ke Vamulran
Kingdom…
“…”
“Hm…”
“*Shringgg… (suara menghunuskan
pedang)”
…ia diikuti oleh seseorang.
“Wah, wah, wah! Tajam juga ya
insting an—”
“Anda… Apakah anda adalah pria
yang bernama Snake?”
Tanya Luvast kepada Snake, sambil
mengarahkan pedang ke lehernya.
“Hahaha! Sepertinya anda telah
mengenal saya, Luvast Vamulran. Jika seperti itu, sepertinya saya tidak perlu
basa-basi lagi dengan anda.”
“…”
Luvast hanya menatap dengan
dingin, walaupun Snake menyapanya dengan ramah.
“Apa yang anda inginkan dari
saya?!”
“Hmm…tidak banyak. Hanya sebatas
kerja sa—”
“Anda sudah tahu jawaban saya,
benar?”
“Ah, apakah maksud anda itu, anda
menolak karena telah menjadi anggota Aquilla?”
Tanya Snake dengan menyeringai.
“Luvast, tentu saja saya sudah
tahu anda yang menjadi anggota Aquilla. Saya menawarkan kerja sama ini, selama
Kapten anda tidak tahu tentang kerja sama kita.”
“???”
Luvast heran dengan maksud dari
“Apa maksud anda?”
“Maksud saya? Tentu saja karena
anda tidak bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan anda, setelah anda
menghancurkan Orb Call karena adanya penguntit di sekitar anda, benar?”
“!!!”
“Siapa yang kira-kira menguntit
anda? Anggota dari Aranual? Atau
mungkin…anggota dari Findyor? Atau bahkan bisa saja anggota…dari Rivrith—”
“*Swush! (suara ayunan pedang)”
Luvast begitu kesal dengan Snake
yang ada di hadapannya, seolah ia tahu segalanya.
“Siapa sebenarnya anda?! Mengapa
anda bahkan mengetahui… Tunggu…”
“Hm?”
Luvast tiba-tiba berhenti
menyelesaikan kalimatnya. Hal itu membuat Snake menjadi penasaran.
“Apakah mungkin…anda adalah salah
seorang High Elf?!”
“…”
Snake tetap terlihat tenang
ketika mendengar perkataan Luvast.
“Saya? Seorang High Elf? Hahaha!
Yang benar saja, Luvast. Bagaimana mungkin saya bisa berkelana ke sana dan
kemari, jika saya berada di tempat tertutup seperti i—”
“Bukankah ada sangat banyak Elf
yang pergi melarikan diri dari Vamulran Kingdom? Jika anda mengetahui
segalanya, seharusnya anda juga tahu akan fakta itu, bukan?”
Tanya Luvast, yang berusaha untuk
adu pikiran dengannya.
“Haaaah…sepertinya saya tidak
bisa beradu pikiran dengan anda, Luvast. Dan untuk tawaran dari saya,
bagaimana?”
“Hmph. Tentu saja jawabannya
tidak—”
“Apakah anda yakin? Nanti akan
ada sangat banyak tantangan yang harus anda hadapi, Luvast. Bahkan anda sedang
berada sangat jauh dari—”
“Tenang saja. Saya akan bertemu Aquilla.”
Jawab Luvast sambil tersenyum.
Snake pun menyerah.
“Baiklah. Jika ada sesuatu
terjadi pada anda, sebaiknya ingat baik-baik bahwa saya telah menawarkan
‘bantuan’ kepada anda, keponakan.”
“A…Apa—”
“*Vrung… (suara portal terbuka)”
“Tu…Tunggu—”
“*Vrung… (suara portal tertutup)”
Mendengar salam perpisahan dari
Snake membuat Luvast menjadi resah.
“A…Apakah ia adalah adik-adik dari pihak ayah?! Siapa ia sebenarnya?!”
“*Bruk! (suara menghentakkan
kaki)”
“Djinn! Andai saja kamu tahu siapa ia sebenarnya, semoga kamu baik-baik
saja ketika bertemu dengannya!”
Pikir Luvast dengan gelisah.
……………
Dan di sisi lain, di istana
Vamulran Kingdom.
“Inilah berita yang bisa saya
sampaikan, ayah.”
“…”
Bivomüne sedang membaca berita
yang diberikan oleh anaknya Edhlein.
Hingga tiba-tiba…
“BUWAAAAHAHAHAHAHA!!!”
“!!!”
…Edhlein dikejutkan dengan tawa
ayahnya yang sangat lebar dan kencang.
“A…Ayah! Mengapa anda tertawa
begitu keras?! Apakah ada yang lucu dibalik berita tentang Erviga Kingdom?!”
“Ti…Tidak! Hanya saja, nama ini
membuat saya tertawa!”
“Nama…?”
“Djinn Dracorion! Arti nama ini
adalah Sang Pemburu Naga! Tidak disangka ada orang yang menggunakan nama ini!
Bwahahaha!”
Jawab Bivomüne yang kembali
tertawa.
Mendengar nama itu, terbesit
sesuatu di pikiran Edhlein.
“Djinn Dracorion? Ayah! Apakah
orang itu adalah—”
“Djinnardio? Tentu saja bukan,
Edhlein! Jika itu Djinnardio, seharusnya saya sudah mengetahuinya!”
Jelas Bivomüne kepada anaknya itu.
“Baiklah ayah, saya akan
melanjutkan pekerjaan saya terlebuh dahulu.”
“Baiklah, anakku.”
Edhlein pun keluar dengan
tersenyum.
“Hihi! Akhirnya ayah tersenyum!”
Pikirnya ketika melihat reaksi
ayahnya.
Namun yang ada di pikiran
Bivomüne…
“Djinnardio! Maafkan kakek yang hampir membocorkan identitasmu!”
Sambil merasa resah, Bivomüne
melihat ada sesuatu dari depan meja miliknya.
“Hm? Jejak api ini…”
Melihat adanya jejak api,
Bivomüne pun mengikutinya, hingga ke tempat tersembunyi di dekat jendela ruang
tidurnya.
Ketika berada di ruang tidurnya,
Bivomüne pun merapal mantra sihir.
“Absolote Soundproof.”
Setelah itu, ia menyapa pemilik
jejak api tersebut.
“Sudah saya duga bahwa anda
datang, Pahlawan Sylvia.”
Sapa Bivomüne kepada Sylvia
Starfell.
“Hehe! Nggak perlu manggil saya
gitu kali, Guru Bivomüne.”
Balas Sylvia, yang merupakan
murid dari Bivomüne.
“Saya yakin tujuan anda bukan
tanpa sebab, Sylvia.”
“Pastinya. Karena saya mau nitip
sesuatu ke Guru.”
“Sesuatu—”
“*Bruk… (suara tergeletak)”
“!!!”
Bivomüne begitu terkejut ketika
ada seseorang yang Sylvia keluarkan dari Fratta Pouch miliknya.
“Ke…Keterlaluan! Mengapa anda
membawa seseorang dengan Fratta—”
“Guru, coba liat Jiwa orang ini
baik-baik.”
Bivomüne pun mencoba untuk
menelisik Jiwa pria yang Sylvia bawa.
“Ji…Jiwa orang ini…”
“Ya. Dari pola Jiwa itu, Guru
bisa tau kan siapa dia?”
“Te…Tentu saja! Orang ini…adalah reinkarnasi dari Great Sage Melchizedek!”
Jawab Bivomüne kepada Sylvia.
“Di…Dimanakah anda menemukan pria
ini?!”
“Di Erviga.”
“Erviga?! Artinya anda telah bertemu dengan—”
“Nggak. Saya nggak boleh ketemu
sama Myllo.”
Jawab Sylvia dengan murung.
“Perjalanan dia baru mulai. Kalo
sampe dia tau saya masih hidup, bisa-bisa dia nggak lanjutin perjalanannya
untuk jadi Petualang Nomor Satu di dunia!”
“Sa…Saya paham apa yang anda
rasakan, Sylvia. Semenjak saya juga tidak bisa menemui dua cucu saya, yang
menjadi anggota dari adik anda.”
“Cu…Cucu?! Jangan bilang, yang
satu itu Putri Luvast?!”
“Benar. Dan Djinn Dracorion
adalah Djinnardio Vamulran, pewaris takhta saya!”
Jawab Bivomüne.
Alih-alih terlihat murung, justru
mereka…
“Bwahahahaha!” “Ahahahahah!”
…tertawa bersama.
“Nggak saya sangka kalo orang
terdekat kita saling kenal!”
“Ya! Saya juga—”
“*Tok, tok, tok… (suara ketuk
pintu)”
“Permisi, Yang Mulia Raja Bivomüne…”
Ketukan pintu itu menginterupsi
momen bersama mereka.
“Ada yang dateng, ya?”
“*Fwup… (suara kepakan sayap)”
“Kalo gitu, saya pergi dulu,
Guru.”
“Baiklah. Namun jangan datang
dengan cara seperti ini lagi!”
“Hehe! OK, Guru!”
Jawab Sylvia, sembari
meninggalkan ruang tidur Bivomüne dengan sayap berapi yang ia miliki.
“Djinnardio, Luvast, semoga kalian berhasil mengukir jalan kalian
sebagai Petualang, cucu-cucu kesayanganku.”
Pikir Bivomüne, sembari
meninggalkan ruang tidurnya.