
Aquilla sudah berada di Kumotochi. Karena permohonan Ryūtaro untuk menolong warga Beastman, mereka bersama-sama menunda perjalanan mereka untuk menyelamatkan Luvast dan Tarruc yang berada di Chaoseum.
Kali ini, mereka bersama-sama hendak menyelamatkan warga Kitakaze Village dari Komisi Investigasi.
“Siapa kalian?! Apa tujuan kalian datang ke tempat i—”
“*Tuk!”
“Gue Myllo Olfret! Calon Petualang Nomor Satu Dunia!”
Seru Myllo kepada Klan Ishisaru, setelah ia dan anggotanya mengalahkan seluruh pasukan prajurit Klan Ishisaru yang berada di sekitar mereka.
Mendengar perkenalan darinya…
““YANG DITANYA KAN KITA!!!””
…seluruh anggotanya protes kepadanya.
“Haaaah…! Udahlah! Itu nggak penting! Sekarang ada bala bantuan dari mereka yang dateng!”
Seru Djinn dengan menghela nafas kepada rekan-rekannya, sambil menyaksikan beberapa prajurit Komisi Investigasi yang datang.
“Hehe! Kalian semua belom capek, kan?! Ayo kita hajar mereka lagi!”
““Ya!””
Jawab seluruh anggota Aquilla, sambil bersama-sama maju menyerang pasukan prajurit Klan Ishisaru yang datang.
“Oraaaa!”
“*Swush!”
Djinn menghindari ayunan tombak panjang dari salah seorang prajurit.
“*Bhuk! Bhuk! Dhuk!”
““Uaaargh!””
“Heaaaagh!”
“*Dhuk!”
Lalu ia menggunakan Pencak Silat untuk mengalahkan sebanyak 10 prajurit.
Namun, ada satu hal yang ia sadari, ketika menghadapi prajurit yang ia kalahkan.
“Cih, anjing! Sakit banget pukul baju zirah mereka!”
Ia tersadar akan hilangnya kekuatannya, sehingga membuat tangannya memar, ketika memukul para anggota dari Komisi Investigasi.
“Tangkap wanita itu!”
“Walaupun ia seorang wanita, jangan kasih ampun!”
Seru beberapa prajurit ketika hendak menghadapi Gia.
“Ih! Parah banget! Kok bisa sih kalian arahin tombak kalian ke cewek cantik lemah lembut kayak aku!”
“Diamlah! Selama engkau berbahaya, kami akan menyerangmu—”
((Diamond Magic: Giant Barricade))
“*Brrrrr!!!”
““Uaaargh!””
Dengan Diamond Magic, Gia menciptakan sebuah tembok berlian yang besar, yang datang dari bawah tanah dan menyerang seluruh pasukan prajurit yang ada di hadapannya.
“M-M-Mustahil…!”
“A-Apakah ada… berlian sebesar ini… di bawah tanah…?!”
“Hah?”
Sahut Gia dengan penasaran.
“*Dor! Dor! Dor!”
“Cih! Siapa yang menembak kita?!”
Seru salah seorang prajurit, setelah ia mendapati prajurit lainnya yang tertembak oleh Dalbert, yang menggunakan Obscure Cloak.
“*Bwung, bwung, bwung…”
“Cih! Tidak kusangka jika mahluk ini mampu menggunakan sihir!”
Seru salah seorang prajurit dengan kesal, setelah ia tidak mampu menyerang penghadang yang diciptakan Machinno.
Sementara Garry…
“Muehehe! Gobloug pisan eta prajurit! Ayo Machinno! Tahan terus serangan mereka!”
…hanya bersembunyi dibalik penghadang Machinno, sambil menyemangatinya.
“GARRY!!!”
“Hieeekh!”
“Sana bantuin warga bareng mereka!”
“S-Si… Siap, Djinn!”
Balas Garry dengan gelagapan ketika mendengar perintah Djinn.
Oleh karena itu, ia langsung pergi berlari keluar dari penghadang Machinno menuju Ryūtaro dan tiga Beastman.
“Lihat orang itu!”
“Ayo kejar pria itu!”
“HYAAAAAA!!!”
Seru Garry dengan ketakutan, sambil berlari menuju Ryūtaro.
“Kemarilah, Garry!”
“HYAAAA!!! TOLONG AING, RYŪTARO!!!”
((Fūryū Mahō: Kaze Oshi))
“*FWUSH!!!”
““Uaaargh!””
Dengan kekuatan miliknya, Ryūtaro menghempaskan seluruh prajurit yang menyerang Garry, ketika Garry berlari menuju dirinya.
“Apakah engkau baik-baik saja, Garry-kun?!”
“A-Aing teh teu apa-apa, Ryūta—”
“Baiklah! Tolong sembuhkan warga-warga ini! Beberapa ada yang sudah terluka!”
“S-Siap!”
Sahut Garry, sebelum ia menyembuhkan seluruh warga yang dilindungi oleh Ryūtaro dan tiga Beastman.
((Spirit Call))
““*Ngung…””
Dengan Shamanism miliknya, seketika seluruh warga yang berada di hadapannya sembuh secara bersama-sama.
“T-Terima kasih banyak!”
“Syukurlah…! Kami… masih dapat melihat hari esok!”
“Semoga besar kebaikan yang akan kalian terima!”
Seru beberapa warga yang memuji Garry dan teman-temannya.
Sementara anggota Aquilla lainnya…
“Fyuh! Udah selesai, ya?!”
“Hehe! Semenjak lawan Dangerose, pasukan Beastman ini jadi nggak ada apa-apanya ya, Gia! Dalbert!”
“Kamu bener, Myllo—Ih, Djinn! Kok kamu tiba-tiba ngerokok aja, sih?! Kan masih ada aku!”
“Dikit aja, sih! Hari ini gue belom ngerokok!”
…sudah terlihat santai setelah mengalahkan seluruh pasukan prajurit dari Komisi Investigasi.
“Garry! Gimana warga desa ini?!”
“Udah sembuh, Myllo!”
“Hehe! Bagus deh! Kalo gitu, waktunya kita pesta sama-sama!”
““Ya!””
Seru sebagian anggota Aquilla dengan riang gembira.
Hingga akhirnya…
“Tunggu dulu, kalian semua!”
…Kokume menghentikan mereka.
“Hah?! Ada apa, Kokume?!”
“A-Ada… beberapa prajurit yang berhasil kabur!”
“Terus kalo kabur—”
“Kalo mereka sampe berhasil kabur, mereka pasti lapor ke Bakufu tentang aksi kita di tempat ini! Bisa-bisa, mereka udah panggil Komisi Pertahanan!”
Jelas Kokume kepada Myllo.
“Cih! Andai gue bisa kalahin mereka, sebelum mereka kabur!”
Sahut Yukiari dengan kecewa.
“K-Kalo gitu, kita harus cepet-cepet pergi dari sini—”
“Udah telat.”
“Mereka… udah mau sampe! Sebelum mereka dateng, yang bisa kita lakuin cuma bawa pergi warga desa ini aja!”
Seru Dalbert, yang menggunakan elangnya dan menyaksikan kedatangan prajurit Bakufu, dengan adanya beberapa prajurit dari Klan Nagaimimi dan dari Klan Ishisaru, yang berlari dengan sangat cepat menghampiri keberadaan mereka.
“Sialan…! Komisi Pertahanan… udah dateng…!”
Seru Fusamoto dengan kesal.
“*SWUSH!!!”
“Mil! Awas—”
“*BHUK!!!”
“Keuk…!”
Djinn berhasil menarik Myllo sebelum terpukul keras oleh salah seorang Beastman dari Klan Nagaimimi. Tetapi ia justru terkena pukulan keras itu.
“B-Bangsat…!”
Bisik Djinn dengan kesal, ketika ia mendapati lengannya yang remuk, setelah menahan pukulan keras itu.
“Dj-Djinn! Sini biar aing sembuhkeun!”
“*Ngunggg…”
Garry langsung berlari menghampiri Djinn dan menyembuhkan Djinn, ketika ia mendapati temannya itu terluka berat.
Dari antara mereka semua, Gia dan Dalbert menyadari keunikan yang terlihat dari Klan Nagaimimi yang menghampiri mereka.
“Tunggu! Mereka itu Beastman Kelinci?!”
“Ya. Bisa jadi… mereka satu klan sama Lephta!”
“HAAAH?!”
Seru Gia dan Dalbert yang mengejutkan Myllo.
“…”
Di hadapan mereka semua, telah berdiri beberapa prajurit dari Klan Ishisaru, yang datang bersama dengan 10 prajurit dari Komisi Pertahanan.
Melihat mereka semua, Djinn teringat akan seseorang yang pernah ia temui.
“Beastman Monyet itu… perasaan gue pernah ketemu, deh.”
Pikir Djinn saat menyaksikan Beastman dari Klan Ishisaru.
“Beruntunglah kami menemukan kalian yang sedang berlari menuju tempat ini, Klan Nagaimimi!”
“Ya. Seperti yang diinformasikan sebelumnya, bahwa ada kelompok Petualang yang datang bersama buronan yang bernama Ryūtaro. Padahal Shogun-sama mengharapkan bahwa kita menangkap mereka ketika mereka bertemu Ryūhime.”
Jelas salah seorang Beastman dari Klan Nagaimimi.
“…”
Menyaksikan mereka semua, Myllo mendapatkan peringatan.
“Myllo, keliatannya mereka bahaya.”
“Ya. Gue juga tau itu. Apalagi, sekali pukul aja udah buat Djinn babak belur begitu.”
Balas Myllo kepada Zegin.
““…””
Bersama-sama, mereka semua saling bertatapan.
Akan tetapi, tatapan mereka bukanlah sekedar tatapan.
“Kira-kira…”
“Apa yang mau mereka lakuin?”
Bersama-sama, mereka semua saling memperkirakan gerakan
satu sama lain yang akan mereka hadapi.
Hingga akhirnya, terdapat suatu berita yang memecahkan mereka semua.
“Kami menemukannya!”
“Sepertinya, pria ini adalah salah satu orang yang mengetahui keberadaan Ryūhime!”
““!!!””
Mereka semua dikejutkan dengan adanya seorang Beastman dengan atribut seekor anjing, yang terluka dan ditemukan oleh beberapa anggota Komisi Investigasi.
“Shinkichi!”
“Cih! Dia juga udah ketauan!”
Seru Kokume dan Fusamoto ketika mendapati rekannya yang bernama Shinkichi sudah terluka.
“Kokume! Lo kenal dia?!”
“Ya! Seharusnya kita dateng ke desa ini untuk jemput dia, sebelum kita pergi ke markas kita!”
Jelas Kokume kepada Myllo.
Hingga akhirnya, Myllo melakukan aksi yang lebih mengejutkan lagi.
“*FWUSH!!!”
“*Tuk!”
““Uaaargh!””
““!!!””
Semua terkejut, ketika mereka mendapati Myllo yang bergerak dengan sangat cepat, lalu memukul dua anggota Klan Ishimaru yang menangkap Shinkichi.
“Aquilla! Denger gue!”
“*SWUSH!!!”
“Djinn! Garry! Machinno! Tolong bawa Beastman ini bareng salah satu dari mereka!”
Seru Myllo, yang datang dengan sangat cepat menuju Djinn dan Garry, lalu ia menunjuk ketiga anggota Perlawanan yang datang bersama mereka.
“G-Gue aja yang ikut mereka!”
“Yaudah, Yukiari!”
Jawab Kokume kepada Yukiari, sebelum ia pergi bersama Djinn, Garry, dan Machinno.
Akan tetapi…
“*Swush!”
…salah seorang anggota Klan Nagaimimi menghampiri mereka dengan cepat.
“Tidak aku biarkan kalian semua pergi dari sini!”
“…”
Myllo menyaksikan kedatangan Beastman tersebut, yang bergerak cepat dengan aliran Mana yang terdapat di kepalan tangannya.
“*Swush…”
Myllo berlari menghadang Beastman tersebut, lalu ia
menyiapkan teknik tongkat miliknya untuk menyerang Beastman tersebut.
{Kazedoryū…
“!!!”
…HAKU}
“*TUK!!!”
““*Srrrrttt…””
Tongkat Myllo saling beradu dengan pukulan Beastman tersebut, lalu mereka sama-sama terpental jauh hingga terseret di atas tanah. Tetapi mereka sama-sama menahan diri di tanah, sehingga mereka tidak terjatuh.
“M-Mustahil…!”
“B-Bukankah itu… teknik milik Klan Kazedori?!”
Sahut beberapa prajurit Bakufu dengan terkejut, ketika mereka menyaksikan teknik milik Myllo.
“Mil! Gue sama yang lain jalan sekarang!”
“OK, Djinn! Hati-hati kalian di jalan!”
“…”
Djinn hanya mengangguk, sebelum ia berlari bersama Garry, Machinno, dan Yukiari, untuk membawa pergi Shinkichi yang tidak sadarkan diri.
“Cepat tangkap mereka! Jangan biarkan mereka lari—”
“*Dor!”
“Cih! Siapa yang menembak kita?!”
Seru salah seorang Beastman yang hendak mengejar Djinn dan yang lainnya.
“*Tuk!”
“Denger gue, dasar kalian Beastman sialan!”
““!!!””
Seluruh anggota Bakufu merasa kesal dengan hinaan Myllo kepada mereka.
“Kalo kalian mau kejar mereka…”
“*Swung…”
“…kalian harus lewatin dulu kita semua!”
Seru Myllo dengan mengayunkan tongkatnya, sebelum ia mulai menghadapi anggota Bakufu bersama Gia, Dalbert, Ryūtaro, Kokume, dan Fusamoto.