
Myllo telah tiba di arena pertarungan bersama Garry, setelah ibunya Zophiel merelakan dirinya agar anaknya siap menghadapi Penakluk berbahaya seperti Leonard.
““…””
Myllo dan Leonard terus bertatap-tatapan. Setelah itu Myllo mendapati adanya Djinn yang masih dicekik oleh Leonard.
“Djinn…”
“…”
Tidak ada balasan dari Djinn. Ia sudah tidak sadarkan diri.
“Lepas dia, Leonard!”
“Grahahaha! Bahkan gue kalahin berapa kali pun, perhatian lo masih nggak fokus ke gue, Myllo!”
“…”
Myllo terdiam ketika mendengar sahutan dari Leonard. Tetapi tatapan tajamnya tidak lepas menuju Leonard.
Karena itu…
“Cih!”
“*Swush…”
“*Bruk, bruk, bruk…”
…Leonard melempar Djinn, agar ia dapat memulai pertarungannya dengan Myllo.
Hal itu dilakukan Leonard bukan tanpa alasan.
“Keliatannya dia mulai serius…! Daripada provokasi dia… mending gue siapin diri gue, khususnya untuk kumpulin Mana gue yang hilang karena Djinn Dracorion…!”
Ia merasa bahwa Myllo dalam kondisi yang paling prima, sementara dirinya merasa lemah karena Djinn.
Hingga akhirnya, pertarungan mereka dimulai.
((Star Magic: Shooting Star))
““*Cyut, cyut, cyut…””
Dengan keterbatasan kondisinya, Leonard menggunakan sihir yang lebih lemah, dengan menciptakan bintang-bintang berukuran kecil untuk menyerang Myllo.
{Kazedoryū…
“*TUK!!!”
…Haku}
Tetapi Myllo mampu melawan serangan Leonard, dengan menggunakan teknik khas milik Kitsune. Karena itu
Myllo mampu menghancurkan seluruh bintang yang Leonard tembakkan dengan sekali ayunan tongkatnya.
“*SWUSH!!!”
“!!!”
Leonard terkejut dengan lari Myllo yang sangat cepat, hingga tiba di hadapannya.
“*TUK!!!”
“Gagh…!”
Myllo kemudian mengayunkan tongkatnya ke atas dengan sangat keras, untuk memukul dagu Leonard.
“*Bruk…!”
“Akh…”
Leonard pun batuk berdarah karena serangan Myllo. Tetapi serangan darinya belum cukup untuk menghentikan Penakluk tersebut.
((Star Magic: Beam Drive))
“*CYUT!!!”
Leonard kembali menggunakan sihirnya untuk menembak Myllo. Ia menembakkan sebuah cahaya yang melaju dengn sangat cepat dan akan menyerang Myllo.
{Kazedoryū: Haku}
“*TUNGGGG……!!!”
“…”
Myllo tetap menggunakan teknik yang sama untuk menghadapi serangan Leonard. Namun ia menggunakan teknik itu bukan untuk menghancurkan serangannya, melainkan untuk membalikkan lintasan cahaya tersebut hingga kembali menuju Leonard.
“Cih! Kurang ajar lo, Myllo!”
Seru Leonard, sebelum menggunakan kekuatan sihirnya.
((Star Magic: Breaking Comet))
“*BOOM!!!”
Dengan kekuatan sihirnya, Leonard menghancurkan cahaya yang Myllo kembalikan menuju dirinya.
Akan tetapi ia tidak sadar…
{Kazedoryū: Seishi}
“*DHUK!!!”
“Aaargh…!”
…jika Myllo telah mengikuti serangannya dari balik cahaya yang ia balikkan, sehingga ia mampu menendang
Leonard dengan keras lewat teknik khusus Kitsune lainnya.
“Sialan! Padahal bukan gitu cara pake {Kazedoryū: Haku}! Tapi dia terlalu kreatif untuk pake semua teknik yang dia punya!”
Pikir Leonard akan Myllo.
Hingga ia telat menyadari…
“*SWUSH!!!”
…bahwa Myllo bergerak dengan sangat cepat dan telah berada di hadapannya.
“*TUK!!!”
“Keuk—”
“*TUK, TUK, TUK, TUK, TUK, TUK, TUK………”
Myllo langsung menyerangnya tanpa henti, dengan pukulan ujung tongkatnya yang sangat keras.
“Graaaagh!”
“*Tuk…”
Leonard hendak melawan serangan Myllo. Ia memukul tongkat Myllo dengan pukulannya yang keras.
“Hehe!”
“*TUK!!!”
“Aaaargh…!”
Tetapi Myllo mampu menahan pukulannya dan menyerangnya kembali dengan tongkatnya.
“*Bruk, bruk, bruk…”
Leonard kembali terjatuh hingga terlontar di atas tanah.
“Keuk…!”
Ia berusaha berdiri, setelah terjatuh karena serangan Myllo.
“Kali ini… giliran gue, Myllo…!”
Balas Leonard, sebelum menyerang Myllo.
“Graaaargh!”
“*Swush!”
“…”
Dengan mudah Myllo menghindari serangan Leonard.
Akan tetapi Leonard belum berhenti, semenjak ia mempersiapkan sesuatu yang hampir tidak pernah ia tunjukkan kepada siapapun.
{Stargon Battle: Impact}
“*SWUSH!!!”
“*TUNGGGG……”
Leonard menggunakan teknik bela diri yang ia rahasiakan. Namun Myllo masih mampu menahan serangan berbahaya darinya.
{Stargon Battle: Fall}
“*SWUSH!!!”
Ketika pukulan dan tongkat yang mereka miliki masih saling beradu, Leonard kembali menggunakan teknik bela diri
miliknya, dengan mengayunkan tendangan yang keras dari atas kepala Myllo. Beruntung Myllo mampu menghindari serangannya.
Dan lagi, Leonard belum berakhir.
{Stargon Battle: Explode}
“*TUNGGGG……”
Kini ia menggunakan teknik bela diri yang ia miliki dengan bergerak sangat cepat menuju Myllo, lalu menghempaskan Myllo dengan dua tangan yang terbuka. Tetapi Myllo mampu menahan teknik bela dirinya itu dengan tongkatnya.
Walaupun…
“*TUK!!!”
“*Srrrrttt…”
…ia tetap terhempas dan terseret pada tanah.
“Siap-siap lo, Myllo!”
“*SWUSH!!!”
“Tahan serangan gue kalo berani!”
Seru Leonard, sambil berlari menuju Myllo dengan kencang.
““*Swush, swush, swush…””
Leonard terus menyerang Myllo dengan cepat. Sementara Myllo hanya perlu menghindari serangannya saja.
Hingga akhirnya serangan balasan mulai dilancarkan Myllo.
“*Tunggg…”
“Keuk…!”
Leonard hendak memukul Myllo dengan tangan kanannya. Tetapi Myllo mampu menyerang Leonard terlebih dahulu
dengan memukul tangan kanan Leonard.
“*SWUSSSSHHH!!!”
“Uarrrgh!”
“*Bruk, bruk, bruk…”
Kemudian Myllo menyerang Leonard kembali dengan ayunan tongkatnya yang sangat keras dan dialiri oleh Mana,
sehingga Leonard terhempas dan terlontar di atas tanah.
“…”
Myllo hanya menatap Leonard yang terjatuh, seakan ia menunggu Leonard yang belum mengeluarkan kemampuan
Sementara Leonard…
“Grahahaha…”
…hanya tertawa, walaupun telah dihempaskan oleh Myllo.
“Keliatannya ini semua udah cukup…!”
Pikir Leonard akan rencananya untuk mengalahkan Myllo.
“*CHRINGGG…”
“Bagus, Myllo! Walaupun Jiwa lo aktif, tapi lo nggak punya Mana di dalam Jiwa lo! Makanya lo nggak bisa kalahin gue!”
Seru Leonard, dengan Tubuh-nya yang tiba-tiba bersinar dan menyembuhkan lukanya.
“Hehe! Akhirnya lo keluarin juga kekuatan lo, Leonard!”
Balas Myllo, ketika Leonard mempersiapkan dirinya untuk menghadapi dirinya.
“Biar gue kasih tau sesuatu ke lo, Myllo! Mumpung ini kali pertamanya lo bener-bener pakai Mana di dalam Jiwa lo!”
“…”
“Ada banyak cara untuk kumpulin Mana ke dalam Jiwa! Kalo lo penasaran sama cara gue, biar gue kasih tau ke lo!”
“…”
“Lo udah hajar gue berkali-kali pake Mana di tongkat lo! Karena itu gue bisa terima beberapa Mana dari lo, walaupun gue juga harus luka-luka kayak gini! Selain itu gue terus serang lo tanpa Mana gue, karena setiap gerakan yang gue keluarin—”
“*Zzzzz…”
“KENAPA LO TIDUR?!?!”
Tanya Leonard dengan kesal, karena penjelasannya yang panjang lebar tidak diperdulikan oleh Myllo.
“Hah?! Emangnya kenapa gue harus dengerin lo?! Kan lo bukan guru gue! Lagian gue di sini untuk kalahin lo! Bukan untuk dengerin ocehan lo!”
“Grahahaha! Bener banget, Myllo!”
Balas Leonard, sebelum ia…
“*CHRINGGG…”
…kembali berubah menjadi Malaikat. Dengan wujudnya itu, ia hendak mengakhiri pertarungan secepatnya.
“Lo mau gue serius?! Nih biar gue tunjukkin, Myllo!”
Seru Leonard kepada Myllo, sebelum dirinya…
(({Final: Star Wrecker}))
…menciptakan pedang yang besar, yang sebelumnya ia gunakan untuk melawan Djinn.
“*Krrrrttt…!!!”
Sementara Myllo menggenggam tongkatnya dengan sangat amat keras, karena ia ingin mengakhiri pertarungan
secepatnya.
““*DHUUUMMMMMMMMM………””
Seketika mereka berdua bersama-sama mengeluarkan Union Domi yang sangat amat besar.
“*BRRRRRR……”
Chaos Island kembali berguncang
karena benturan antara Union Domi tersebut.
“A-Ada apa ini…?”
“I-Ini… aura yang kita rasain… tadi malem…!”
““…””
Bahkan para Petualang yang berada di luar Chaoseum juga merasakan aura itu.
Khususnya…
"Aura ini…"
"Pasti ini aura Myllo…!"
""…""
…para anggota Aquilla yang berada di luar Chaoseum, semenjak mereka semua terbangun dan hendak kembali menuju Chaoseum
“MYLLO!!!”
“*SWUSH!!!”
“SIAP-SIAP LO, MYLLO!!!”
Teriak Leonard sambil terbang dengan cepat menuju Myllo.
“SINI KALO BERANI, LEONARD!!!”
Balas Myllo, sambil berlari dengan cepat menuju Leonard.
{((FINALITY…
“*CYUTTT!!!”
…METEOR OF EXTINCTION))}
Dengan Union Domi, Leonard menggunakan Tubuh-nya, yang sudah berubah menjadi Mahluk Bintang, yang melesat dari atas udara dengan sangat cepat menuju Myllo.
“*Krrrtttt…”
Myllo menggenggam tongkatnya dengan sangat keras, untuk memukul Leonard yang menuju dirinya.
{KAZEDORYŪ…
“*SWUSH!!!”
…HANSHA}
“*TUK!!!”
“*BOOOOOMMM!!!”
Terjadi ledakan antara benturan Leonard dengan tongkat Myllo.
“*FWUUUSSHHH…!”
““Aaargh…””
Bahkan ada hempasan angin yang menjangkau seisi Chaos Island.
““…””
Tetapi mereka berdua masih tetap mempertahankan posisi mereka masing-masing, sambil berusaha untuk menghempas satu sama lain.
Jika mereka mundur selangkah pun, mereka akan kalah.
“HYAAAAAATTT!!!” “GRAAAAAGHHH!!!”
Mereka saling berteriak dengan tekad yang kuat untuk mengalahkan lawan mereka masing-masing.
Hingga akhirnya…
“*SWUUUUSSSHHH!!!”
“Aaaargh…!”
…Leonard terhempas jauh karena ayunan tongkat keras Myllo.
“*Swush!”
“…”
Myllo mengangkat tongkatnya ke atas, dengan maksud untuk menunjukkan dirinya sebagai pemenang atas seorang Penakluk.
“GUE… MYLLO OLFRET…! CALON PETUALANG NOMOR SATU DI DUNIA… YANG BERHASIL KALAHIN PENAKLUK LEONARD ROCHDALE…!!!”
Teriak Myllo dengan sangat amat keras, hingga semua orang yang berada di sekitar Chaos Island turut mendengar
berita kemenangannya.
……………
Sementara pertarungan di Chaos Island telah berakhir, kini di sebuah Main-Guildbase milik Rosalba Guild.
“*Brak!”
Seorang wanita yang bekerja di Guildbase tersebut membuka pintu ruang khusus milik Lana Vlecher, Guildmaster
dari Guild tersebut.
“Guildmaster! Kita berhasil temuin Cassidian!”
“Apa?! Sekarang dia ada di mana?!”
“Dia ada di ruang perawatan!”
“Yaudah! Gue ke sana sekarang!”
Seru Lana, sambil berjalan tergesa-gesa menuju ruang perawatan.
“…”
Ia pun tiba dan menemukan Cassidian Arnault, yang baru saja membuka matanya.
“Cassey! Lo nggak apa-apa, kan?!”
“G-Gue… baik-baik aja, Guildmaster.”
“Bagus deh! Gue kira lo kenapa-kenapa di tangan Leonard!”
Sahut Lana, setelah mendengar kabar tentang Cassidian.
Hingga akhirnya, terdengar informasi yang aneh dari Cassidian sendiri.
“Hm…? Leonard…? Maksud lo… Penakluk Leonard Rochdale…?”
“Ya iyalah! Kan—”
“Emangnya… ada apa gue sama dia…?”
“Hah? Apa maksud lo, Cassidian?”
Tanya Lana dengan heran.
“…”
Lana pun mendengar penjelasan Cassidian, yang ia ketahui terculik oleh Leonard.
Hingga akhirnya ia sadar…
“Brengsek! Ternyata lo itu… korban dari orang aneh itu?!”
“Ya, Guildmaster. Gue disergap cewek itu…!”
…bahwa ia tidak disentuh oleh Leonard sama sekali.
Sedangkan di tepi wilayah paling utara Chaos Island, di mana terdapat Leonard yang terdampar karena serangan
Myllo, yang membuatnya terjatuh di hadapan makam mantan anggota Leo Party dan makam Tarruc Taur.
“*Shringgg…”
“Hm…?”
Leonard mendapati adanya Cassidian Arnault yang menghampiri dirinya yang sudah tidak bisa berdiri dan
bertarung.