
Myllo berhasil membebaskan Zophiel dari takdir yang membelunggu dirinya. Karena aksinya, kini Zophiel memiliki tujuan hidup untuk membimbing Myllo dengan memberikan kekuatannya.
Sementara itu di arena pertarungan, di mana Djinn dan Leonard bertarung.
“*BHUK!!! BHUK!!! BHUK!!!”
Leonard memukul Djinn dengan sangat keras. Ia juga memukulnya lebih dari sekali. Akan tetapi Djinn tetap
berdiri dengan teguh, tanpa merasakan sakit dari pukulan kerasnya.
“Hmph! Gitu doang?!”
“*BHUK!!! BHUK!!! BHUK!!!”
Djinn membalas pukulan keras Leonard, dengan pukulan keras yang sama kerasnya. Namun sama seperti dirinya,
Leonard juga hanya berdiri dan menerima pukulan kerasnya.
Setelah itu…
““*BHUKBHUKBHUKBHUKBHUKBHUKBHUK………””
…mereka saling memukul tanpa henti. Mereka juga saling menerima pukulan keras.
““…””
Zorlyan, Ollie, Paul, serta Daphine, hanya bisa terdiam menyaksikan aksi mereka berdua. Tentunya mereka
berempat merasa heran dan khawatir melihat aksi Djinn dan Leonard.
“G-Gila…! Sekuat-kuatnya gue sebagai Frontliner… gue nggak akan berani untuk adu pukul kayak gitu…!”
Pikir Ollie dengan heran dan gemetar.
“P-Pantes aja semua Beastfolk di Kumotochi sujud di depan dia…! Bahkan dia… nggak takut untuk terima pukulan
sekeras itu…! Andai itu orang lain… mungkin udah mati dipukul bajingan itu…!”
Pikir Daphine, yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
“…”
Zorlyan hanya terdiam melihat aksi brutal yang ada di hadapannya. Ia bahkan tidak bisa berpikir dengan jernih
melihat pertarungan antara Djinn dan Leonard.
Namun berbeda dengan Paul.
“Apa ini kekuatan asli dari orang yang bantai Kaum Naga?!”
Walaupun berpikir seperti itu…
“Gyehehehe…!”
…namun Paul tidak sanggup menahan dahaga untuk ikut bertarung.
“*Swush!”
Paul pun berlari menuju Leonard.
“Jangan lupa sama gue, Leonard—”
“*CYUT!!!”
“*PRANG…!”
“Keuk…!”
Ketika menghampiri Leonard, Paul justru tidak menyadari bahwa ada sebuah bintang yang melaju dengan sangat cepat dari belakangnya. Beruntung ada Ollie yang mampu bereaksi untuk menahan laju cepat bintang itu.
““*BHUKBHUKBHUKBHUKBHUKBHUKBHUK………””
“Nggak usah ganggu gue lo, Monster!”
Seru Leonard, sambil terus beradu pukulan keras dengan Djinn.
““*Crat, crat, crat…””
Tetesan darah terus bercipratan dari Tubuh mereka berdua.
Hingga akhirnya adu pukul antara mereka berdua berhenti.
“Ayo, Djinn Dracorion! Jangan sampe lo hindarin dari—”
“*SWUSH!!!”
“*DHUK!!!”
“Urgh…”
Djinn akhirnya menghindari sebuah ayunan pukulan keras dari Leonard. Setelah itu ia menendang lutut Leonard,
sehingga Penakluk tersebut terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
“Tolol lo, anjing! Lo kira gue mau—”
““*CYUT!!!””
Leonard kembali menggunakan Union Zona, dengan menembakkan beberapa bintang kepada Djinn dari belakangnya.
Akan tetapi…
((Charge))
“*Jgrum!”
…dengan mudah Djinn menghancurkan seluruh bintang yang hendak menghampirinya dari belakang, dengan menggunakan petirnya.
“*SWUSH!!!”
“*Swush, swush, swush…”
Leonard kembali berusaha untuk memukul Djinn. Tetapi Djinn menghindari pukulan kerasnya, dengan berputar ke
belakang.
“Cih! Kita sama-sama bisa regenerasi! Tapi kalo adu jotos kayak gitu terus, bisa nggak kelar-kelar lawan dia—”
“Djinn! Denger gue baik-baik!”
Seru Daphine, ketika Djinn sedang memikirkan cara mengalahkan Leonard.
“Gue tau kalo lo kuat! Tapi kalo lo cuma adu pukulan terus, gue yakin nggak akan selesai!”
“Ya! Gue juga tau soal itu—”
“Sekarang kita ada Frontliner, Keeper, Observer, sama Striker! Seharusnya kita bisa serang dia bareng-bareng
pakai pola!”
“Pakai pola? Lo udah dapet?”
“Mungkin udah. Tapi yang ada di kepala gue cuma cara yang paling dasar aja, di mana Frontliner tugasnya untuk—”
“Yaudah, gue paham. Kalo gitu gue jadi badan kedua kalian semua aja. Tapi Zorlyan fokus support kalian aja. Nggak perlu sembuhin gue.”
Jelas Djinn, yang terdengar seperti merevisi rencana dari Daphine.
“Grahahaha! Apa lo beneran Pria Terjanji?! Kenapa lo harus—”
“Bacot lo, anjing! Gue ini Petualang! Pastinya gue butuh peran lain untuk lawan monster kayak lo!”
Balas Djinn kepada Leonard, yang hendak memprovokasinya.
Karena itu mereka berlima bersiap-siap untuk menyerang Leonard. Namun ada suatu permintaan dari Paul kepada Ollie, sebelum menyerang Penakluk tersebut.
“Bos…! Untuk kali ini aja—”
“Yaudah! Kalo lo sampe diincer mereka-mereka ini, gue yang tanggung jawab!”
Balas Ollie dengan berbisik kepada Paul.
Karena mendapatkan izin dari Ollie…
“…”
…Paul pun berubah dalam Wujud Orc miliknya.
““O-Orc?!””
Seru Zorlyan dan Daphine yang terkejut ketika melihat perubahan Paul.
Akan tetapi berbeda dengan Djinn.
“Keliatannya lo nggak kaget, Djinn. Jangan bilang… lo udah tau—”
“Ya taulah! Kalo gue bisa tau siapa lo di kehidupan lo sebelumnya, masa gue nggak bisa tau siapa sebenernya
psikopat yang lo pelihara?!”
Balas Djinn kepada Ollie, yang mempertanyakan dirinya.
“Grahahaha! Bagus! Sekarang lo nggak malu tunjukkin diri lo yang sebenernya! Kalo gitu—”
“*JGRUM!!!”
“Keuk…!”
Djinn tiba-tiba menyambar Leonard dengan petirnya.
{((Star Utuh: Asteroid Smash))}
“*SWUSH!!!”
Leonard terbang dengan cepat menuju Djinn dan rekan-rekannya. Ia hendak menyerang mereka semua.
Namun Daphine, sebagai seorang Observer, mengetahui rencana Leonard dalam menyerang mereka.
“Ollie! Ke belakang Paul bareng Djinn!”
“Hah?! Kok—”
“Dengerin aja apa yang gue bilang!”
“Cih!”
Walaupun tidak suka mendengar perintah Daphine, Ollie pun pergi ke belakang Paul.
Setelah ia dan Djinn pergi ke belakang Paul…
“*PRANGGG!!!”
“Cih! Ternyata ketebak ya?!”
…tiba-tiba Leonard datang dengan sangat cepat dan menyerang mereka semua dari belakang. Beruntung Djinn dan Ollie mampu menghadang serangan Leonard.
“Hmph! Dasar banci lo, Leonard! Lo kira kita nggak tau kalo lo serang kita dari belakang terus?!”
Seru Daphine yang mencemooh Leonard, setelah ia berhasil memprediksi strateginya.
““*Krrrttt…””
Ollie dan Djinn menggenggam Leonard dengan keras.
“Woy, Paul! Siap-siap!”
“*SWUSH!!!”
Setelah itu mereka melemparnya menuju Leonard.
“(Gyehehehe!)”
“*SHRAK!!!”
“(Mantep juga lo, bocah topeng!)”
Seru Paul kepada Djinn, sambil menyerang Leonard yang terlempar ke arahnya, menggunakan kapaknya.
Dan lagi, hal tersebut tidaklah cukup untuk menghentikannya.
“Grahahaha!”
“*SWUSH!!!”
“Lo pikir kayak gini aja cukup?!”
Seru Leonard kepada Paul, dengan mengayunkan pukulan keras yang masih bisa dihindari Orc tersebut.
{((Star Zona…
“*Cyutcyutcyutcyut…”
…Comet Shower))}
““*CYUT!!!””
((Judgement: Multi-Charge))
““*Jgrum…””
Beruntung ada Djinn yang menghancurkan semua bintang itu dengan petir miliknya.
Namun serangan itu tidak lebih dari sekedar pengalihan.
“Djinn! Awas—”
“*BHUK!!!”
“Cih! Anak anjing!”
Seru Djinn dengan kesal, setelah dipukul dengan keras oleh Leonard.
Namun Djinn masih sanggup berdiri dengan kuat.
“*Krrrrttt…”
Ia kembali menggenggam Leonard dengan keras.
“Hmph! Lo kira lo bisa lempar gue lagi?!”
Tanya Leonard, yang tidak mengetahui rencana Djinn.
“Ollie! Paul! Sekarang!”
Seru Djinn kepada Ollie dan Paul, dengan maksud memberikan aba-aba.
“Grahahaha! Lo nahan gue supaya mereka bisa serang gue?! Emang lo lupa, kalo gue masih bisa bunuh mereka pake bintang gue?!”
Seru Leonard kepada Djinn, sambil menciptakan bintang-bintang di udara.
“*CYUT!!!”
“*PRANG…”
“Keuk…!”
Ollie masih mampu menahan tembakan bintang dari Leonard.
“Grahahaha! Mungkin lo bisa tahan bintang itu! Tapi bisa gak lo—”
“*DOR!!!”
“!!!”
Leonard terkejut ketika mendapati Daphine yang menghancurkan bintangnya, dengan menggunakan senapan jitunya.
“Cewek itu kok bisa hancurin bintang gue?!”
“…”
“Tunggu! Bukan cewek itu yang hancurin bintang gue! Tapi karena ada Beastwoman itu, dia bisa hancurin bintang
gu—”
{((Giant Axe))}
“GYEAAAAAGH!!!”
““*SHRAK!!!””
“Aaaargh…!”
Leonard masih memikirkan cara Daphine menghancurkan bintang miliknya. Tetapi ia lupa dengan Djinn yang
menahannya dari Ollie dan Paul yang hendak menyerangnya.
““*Crat…””
Ollie memotong dua pasang sayapnya, sedangkan Paul memotong kakinya.
“Gimana?! Udah cukup belom sihir gue?!”
“Ya! Kalo nggak ada duri-duri ini, mungkin kita nggak akan sanggup hajar bajingan satu ini!”
Balas Ollie kepada Zorlyan, yang terus merapal sihirnya kepada Ollie, Paul, dan Daphine, sehingga mereka bertiga
memiliki daya serang yang lebih besar.
“…”
Leonard berusaha secepatnya untuk menyembuhkan dirinya.
“*DHUK!!!”
“Keuk…”
Tetapi Djinn tidak membiarkannya, dengan menendang kepalanya.
Karena itu…
“*DHUUUMMMMMMMMM………”
…Leonard menggunakan Union Domi, dengan maksud mengulur waktu, agar mampu menyembuhkan dirinya.
““*Bruk…””
Beberapa Petualang terjatuh karena merasakan tekanan aura darinya. Mereka tidak bisa menggunakan sihir
mereka karenanya. Sementara Djinn tidak terjatuh, walaupun ia juga tidak bisa menggunakan Mana yang tertampung di dalam
Jiwa-nya.
“Grahahaha…! Gue udah yakin… kalo lo… pasti kuat… lawan Domi gue…! Tapi… lo tetep nggak bisa pake sihir lo kan…?!”
“…”
Djinn terdiam ketika mendengar pertanyaan Leonard.
Bukan karena ia tidak mampu menjawab pertanyaannya, melainkan karena tidak peduli dengan pertanyaannya.
“*Krrrrttt…”
“!!!”
Djinn kemudian mencekik Leonard.
“*Bhuk! Bhuk! Bhuk! Dhuk! Dhuk! Bhuk! Dhuk! Dhuk! Bhuk! Dhuk! Bhuk! Dhuk!”
Walaupun kekuatan fisiknya melemah karena Union Domi dari Leonard, ia tetap memukul dan menendangnya tanpa henti.
“…”
Tetapi Leonard hanya tersenyum, karena berhasil menyembuhkan dirinya.
“GRAAAAGH!”
“*SWUSH!!!”
“…”
Djinn melompat ke belakang, untuk menghindari ayunan pukulan Leonard.
“Grahahaha! Apa lo seputus asa itu untuk hajar gue, Pria Terjanji?!”
“…”
“Lo bisa liat sendiri kan?! Walaupun gue ini Malaikat, tapi gue bisa pake Union Domi berkat kefanaan gue!”
“!!!”
Djinn terkejut dengan apa yang Leonard katakan. Ia teringat kembali akan pesan Melchizedek.
“Mahluk Fana Menginginkan Keabadian. Mahluk Abadi Menginginkan Kefanaan. Budak Yang Kehilangan Tuannya Tetaplah Menjadi Budak Kepada Tuan Yang Lain.”
“Berarti salah satu alesan Mahluk Abadi mau kefanaan, supaya mereka bisa pake Union?!”
Pikir Djinn, setelah teringat pesan Melchizedek.
“*SHRINGGG…!”
““!!!””
Rekan-rekan Djinn sangat terkejut ketika mendapati Leonard yang menciptakan sebuah pedang.
“G-Gila…! Apa Union Utuh dia sekuat itu… sampe bisa bikin pedang—”
“Grahahaha! Lo salah besar, Ollie Remington! Ini bukan Union Utuh! Tapi ini Union Final!”
“!!!”
Ollie terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Leonard, karena ia mengerti akan maksudnya.
Namun tidak bagi Djinn, Zorlyan, Paul, maupun Daphine.
“U-Union Final…?!”
“A-Apaan tuh…?!”
“Kedengerannya… keren…!”
“…”
Bisik Zorlyan, Daphine, dan Paul secara bergantian. Sementara Djinn terdiam dan terus menatap Leonard.
“(({Star Final: Star Wrecker}))! Ini bukti puncak Union gue!”
Seru Leonard kepada Djinn dan rekan-rekannya, sebelum…
(({Star Wrecker: Meteor Strike}))
“*SHRING…!!!”
“*BRUK!!!”
…mengayunkan pedangnya yang dipenuhi dengan kekuatan bintang, hingga setengah tembok Chaoseum hancur
karenanya.
“Untung aja gue nggak keluarin Star Wrecker waktu lawan Rivrith Vamulran! Kalo gue keluarin waktu lawan dia,
mungkin Mana sama energi kehidupan gue udah habis duluan!”
Pikir Leonard, sambil menganalisa pertarungannya dengan para Petualang yang berada di hadapannya.
Walaupun ia melepaskan daya serang yang dahsyat, nyatanya tidak bagi Djinn dan rekan-rekannya.
“…”
Leonard hanya menatap Ollie yang berhasil melindungi mereka.
Walaupun…
“*Crat, crat, crat…”
“A-Andai aja… gue nggak selemah… ini…”
“*Bruk…”
“(B-Bos Ollie…?!)”
…Ollie harus terluka berat karenanya dan tidak sadarkan diri.
Melihat keadaan tersebut, Leonard terbang dengan cepat untuk menyerang mereka semua.
“*SWUSH!!!”
“Grahahaha! Andai kita bisa lanjutin pertarungan kita lagi, mungkin—”
“*Chring…!”
“!!!”
Tetapi Leonard justru dikejutkan dengan Djinn, yang mencegah serangannya dengan petir yang menyelimuti ujung jari hingga sikunya. Seakan petir tersebut menyerupai sebuah pedang.
“L-Lo bisa pake Union Utuh juga—”
“Tolol! Ini bukan Union! Tapi ini teknik gue yang baru!
Namanya…
{Heaven Slaying Sword}!”
Seru Djinn kepada Leonard, setelah menggunakan teknik yang ia lihat dari Cheon-Ma, ketika ia secara tidak sengaja menyeberang ke dunia lain.