
Cih! Ada-ada aja sih! Kenapa tiba-tiba ada berita keracunan?!
Gara-gara itu, kita sama-sama balik ke Kochi Village!
“I-Ibu…! Perutku sakit…!”
“B-Bertahanlah, nak!”
“Sini biar aing sembuhkeun—”
“Pergilah!”
“*Phak!”
“Et! Kenapa teh aing ditampar—”
“Jangan mendekat! Karena temanmu sesama Warga Bawah, keluargaku menjadi keracunan!”
Buset! Kok gue dateng-dateng udah liat Garry yang ditampar?!
“Ger, lo nggak apa-a—”
“Djinn! Kenapa atuh mereka semua keracunan kitu?!”
Gue juga penasaran!
Harusnya makanan yang gue masak baik-baik aja!
“Itu dia! Dalang dibalik warga yang keracunan seperti ini!”
“Hey kau, Warga Bawah! Apa yang telah kau lakukan?! Apakah engkau mau mencelakakan kami?!”
“Cih! Kukira kau adalah pria yang baik! Ternyata kau sama busuknya dengan Bakufu!”
Sialan! Dateng-dateng gue udah disalahin!
“T-Tenang dulu, semuanya! Setidaknya biarkan kami menyembuhkan kalian—”
“Kau! Kau adalah anggota Perlawanan, bukan?!”
“Ya! Saya adalah—”
“Tidak hanya merusak desa kami saja karena pertarungan kalian dengan Bakufu! Kali ini kau telah mencelakakan kami, dengan membawa Warga Bawah itu!”
Bahkan Shinikichi juga ikut disalahin?!
“D-Duh… k-kita harus gimana…?”
Nekomi juga udah gemeteran karena dia juga ikut disalahin sebagai anggota Perlawanan.
“Tenang dulu, kalian semua! Seenggaknya kita harus cari tau tentang racun yang masuk ke badan kalian—”
“Tidak! Kalian semua sama saja! Mau itu Perlawanan atau Bakufu!”
“Jangan samain kita sama Bakufu! Kita nggak ada kaitannya sama mereka semua! Kita justru mau bantu kalian, warga Kochi Village!”
Untungnya Yukiari nggak takut sama warga desa ini. Justru dia masih coba untuk ngeyakinin mereka semua.
“M-Mengapa mereka semua keracunan seperti ini…?”
“Gue juga nggak tau. Tapi kalo ngeliat kondisi kayak gini, bukannya lo seharusnya bisa yakinin mereka semua—”
“Tidak.”
“Hm?”
“Mereka tidak mengetahui siapa Aku sebenarnya! Aku berada di tempat ini dengan identitas palsu sebagai adik dari Shinikichi-kun!”
“Tapi bukannya sekarang waktunya—”
“Tidak, Djinn-san! Jika “adik saya” menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya, Ia pasti diincar lebih mudah!”
Bener juga, sih.
Tapi kalo dia nggak tunjukkin siapa diri dia, gimana cara yakinin semua warga ini—
“Hey! Bukankah ia adalah anggota Klan Ishisaru?!”
“Mengapa ia ada di sini?!”
Lah iya!
Kok tiba-tiba dia ada di sini?!
“K-Kayaknya… gue terlalu khawatir… sampe lupa sama saran gue sendiri…”
Haaaaaah…! Jadi kacau deh nih—
“Woy, lo!”
“*Shringgg…”
“Apa mungkin lo yang racunin mereka semua?!”
“H-Hah?! K-Kenapa lo tiba-tiba tuduh gue—”
“Jujur ya! Dari awal gue juga udah nggak percaya sama lo—”
“C-Cukup, Aniue! Jangan memperburuk keadaan!”
“Nekomi-chan benar, Yukiari! Jangan anda ambil kesimpulan sendiri!”
“…”
Keadaannya makin kacau, ya?
“Djinn… tersenyum.”
Ya. Gue senyum, Machinno.
Karena gue… tau cara atasin masalah ini!
“Hahahaha!!! Ya! Gue yang racunin kalian semua!”
““!!!””
Duh, semoga acting gue bagus!
“Et! Sianying teh—”
“Djinn… berbohong.”
“Et! Maksudnya—”
“Ssssttt!”
“H-Hampura!”
Jangan berisik kek, dua bocah sialan ini!
“Djinn-san?! Apa maksud anda?! Anda bercanda kan—”
“Apa gue keliatan kayak orang bercanda di depan mata lo?!”
“…”
“JAWAB GUE, SHINIKICHI?!?!”
“T-T-Tidak!”
Huuuuh… untung aja dia percaya sama kebohongan gue.
“Kalau begitu, kau adalah anggota Bakufu—”
“Bakufu ini! Perlawanan itu! Emangnya gue peduli sama itu semua?!”
“K-Kalau begitu… siapa kalian, Warga Bawah—”
“Kita bertiga… anggota Children of Purgatory, para penyembah Iblis!”
““!!!””
Cih!
Terpaksa bohong aja udah bikin gue kesel! Tapi dari antara semua grup busuk yang pernah gue temuin, kenapa cuma sekte sesat itu yang kepikiran?!
“Children of Purgatory?! P-Para penyembah Iblis…?! A-Apa maksud kalian—”
“Denger, kalian semua! Kalian udah makan makanan yang gue kasih sebanyak 4 kali! Sebentar lagi, perut kalian meledak, karena ada Iblis yang mau lahir dari perut kalian!”
““!!!””
Ngeliat dari reaksi mereka, gue yakin kalo mereka percaya sama omong kosong gue.
Kecuali satu orang.
“M-Mustahil! Bagaimana bisa—”
“Mustahil, lo bilang?! Hmph! Kalian terlalu lama di atas tempat ini, sampe nggak tau apa-apa tentang beberapa
negara yang hancur karena cara gue ini!”
““!!!””
Mereka semua kaget.
“T-Tidak…”
“Terus… kita harus bagaimana…?”
“A-Apakah kita akan mati…?”
Mereka semua panik.
“*Shringgg…”
“Keterlaluan! Aku padahal percaya sama kalian, Warga Bawah! Tapi kamu nggak cuma ancam warga desa aja! Apa tujuan kalian yang sebenarnya?!”
“Tidak saya sangka, Djinn-san! Berani-beraninya anda hancurkan rasa percaya saya!”
“Gue kecewa sama lo, Djinn! Gue kira lo lebih baik daripada anggota Bakufu! Ternyata… ternyata…!”
Nekomi, Shinikichi, sama Tsuruki juga mulai percaya sama acting gue.
“W-Warga Bawah…!”
“…”
“A-Apa yang sebenarnya kau inginkan?!”
Bagus.
Untung aja Bocil Naga ini nanya gitu ke gue.
Kalo gitu, sekarang kita masuk ke tahap yang paling penting!
“Gue mau kalian semua sembah Iblis! Kalo kalian sembah Iblis, gue kasih tau cara supaya Iblis nggak bisa lahir dari perut kalian!”
“A-A-Ada cara?! Benarkah ada cara—”
“Tapi itu balik lagi ke kemampuan kalian untuk tahan Iblis yang mau keluar dari perut kalian!”
“M-Maksudmu apa, penyembah Iblis—”
“Kalo kalian bisa tahan perut kalian sekuat-kuatnya, ada kemungkinan besar Iblis nggak keluar! Artinya, kalian bisa selamat!”
““!!!””
“Makanya itu, tahan perut kalian! SEKARANG!”
““…””
Mereka semua langsung tahan perut mereka.
“J-Jangan sampai ada Iblis yang keluar!”
“K-Kita harus tahan sekuat-kuatnya!”
““…””
Para warga, dari anak-anak sampe manula, langsung tahan perut mereka.
“S-Sial! Aku masih perawan! Aku mau nikah dulu, sebelum mati!”
“Dj-Djinn…! Gue kecewa sama lo…!”
“A-Andai saya tahu tentang metode Iblis yang paling terbaru!”
“B-Bertahanlah! Shinikichi-kun!”
Selain Bocil Naga yang nggak makan makanan gue, mereka bertiga (Nekomi, Tsuruki, Shinikichi) juga ikut tahan perut mereka.
Tapi dari antara mereka semua, cuma satu orang yang keliatan bingung. Karena saking bingungnya, dia nggak
tahan perutnya sendiri. Nggak kayak semua orang di sini.
Artinya, dia tau kalo gue bohong.
Ya. Dia itu dalang dibalik racun ini!
“*Swush!”
“*Bhuk!”
““!!!””
Semuanya tiba-tiba kaget waktu gue pukul wajah dalang dari kejadian ini.
“K-Kenapa lo pukul gue—”
“Ngaku lo, Yukiari! Kenapa lo racunin mereka semua?!”
““!!!””
Gue juga paham kalo mereka semua kaget sama apa yang mereka liat sekarang. Tapi nggak salah lagi, kalo kucing satu ini tuh orang yang racunin mereka semua!
“Djinn-san! Kenapa kamu—”
“Maafin gue, Nekomi. Tapi kalo lo mau bantuin dia, gue juga bisa curigain lo, semenjak lo adeknya dia.”
Gue juga masih nggak tau kalo Nekomi itu ikut ambil bagian sama abangnya atau nggak. Semoga aja dia nggak ikut-ikutan abangnya.
“Djinn-san…”
“Jadi yang anda sebutkan dari tadi tuh…”
“Ya bohong, lah! Gue aja mau dibunuh mereka!”
““HAAAAAAH?!?! JADI SEMUA HANYALAH KEBOHONGAN?!?!””
Bahkan gue ngerasa lidah gue pahit karena ngaku-ngaku sebagai penyembah berhala itu!
“Ger! Sembuhin mereka! Sekarang!”
“Siap, Djinn!”
Gue nggak tau racun macem apa yang dimasukkin kucing ini. Makanya nggak ada salahnya juga, kalo Garry langsung sembuhin warga desa, mumpung kita udah nggak dicurigain.
OK, sekarang waktunya kita interogasi kucing sialan ini!
“T-Tunggu! Kenapa lo tiba-tiba tuduh gue—”
“Jujur aja, ya! Gue dari awal juga udah nggak percaya sama lo, kucing!”
“M-Maksud lo a—”
“Orang yang sekuat lo kok bisa biarin anggota Bakufu lari[1]? Buat gue pribadi, keliatannya itu nggak masuk akal! Bahkan waktu liat lo lawan monster di hutan 3 hari yang lalu[2], gue yakin banget kalo lo lebih kuat daripada adek lo Nekomi, Tsuruki, bahkan Shinikichi!”
“L-Lebih kuat?! Apa maksud—”
“Union Utuh. Lo bisa pake itu, kan?”
“…”
“Terus ada anggota Bakufu yang tiba-tiba kejar kita ke hutan, 3 hari yang lalu. Padahal gue yakin banget, kalo
jejak kita udah nggak bisa dilacak. Kok bisa tiba-tiba ada mereka yang serang kita? Apa mungkin karena lo tinggalin jejak lewat rambut-rambut di badan lo? Hmph! Pantesan aja lo tutupin kepala lo, karena gue yakin kalo rambut lo makin botak!”
“…”
“Abis itu gue makin curiga, waktu lo ngotot banget untuk temenin Shinikichi ke desa ini. Artinya lo udah tau siapa yang mau ditemuin Shinikichi! Ya, kan?!”
“…”
Gue tau tuduhan gue cuma spekulasi doang. Tapi ngeliat dari responnya, gue yakin kalo dia nggak bisa bantah apa yang gue bilang.
Intinya, gue bener.
“A-Aniue! A-Apa yang dia bilang itu benar?!”
“…”
“Yukiari…! Cepat jawab…! Saya dan Nekomi-chan semakin—”
“Haaaaah…! Padahal ini jadi panggung terakhir gue!”
Oh, nih kucing mau terang-terangan, ya?
“Padahal tujuan gue ngeracunin orang-orang di sini tuh supaya gue bisa ancam Ryūhime. Kalo dia nggak mau liat warga desa ini kenapa-kenapa, dia harus mau serahin diri dia ke Bakufu. Tapi nggak gue sangka, ternyata orang itu (Garry) bahkan bisa sembuhin racun yang bisa hancurin Jiwa orang! Sia-sia deh penawar ini!”
““!!!””
Ternyata racun itu nggak beda jauh parahnya sama “skenario” yang gue bikin tadi!
Tapi racun macem apa yang bisa hancurin Jiwa orang?!
“A-Aniue! K-Kenapa… Aniue…?!”
“Lo tanya gue kenapa, Nekomi?! Liat sendiri! Kita berdua nggak lebih dari sekedar alat doang buat Kepala Perlawanan! Karena tanpa tuan, mereka berlagak jadi tuan!”
“A-Apa?! Alat doang—”
“Liat diri lo sendiri sebagai contohnya! Lo juga tau sendiri kan, betapa pengecutnya lo itu! Tapi lo dipaksa untuk jadi prajurit Perlawanan! Makanya gue lebih pilih untuk diam-diam kerja sama anggota Bakufu, supaya gue bisa hidup tenang jadi bagian dari Komisi di Bakufu!”
Gue juga udah tau sih, kalo Nekomi itu penakut. Tapi, apa itu motivasi sebenernya?
“Keterlaluan…! YUKIARI—”
“G-Gawat…!”
““…””
Hah?! Gawat apaan?!
“Tsuruki! Sia teh kenapa—”
“Ng-Nggak salah lagi…! Gue bisa rasain… kalo ada banyak banget anggota Klan Ishisaru yang udah mau
sampai sini…! Nggak…! Lebih parahnya lagi… anggota Bakufu yang udah mau sampe di desa ini…!”
““!!!””
A-Apa?! Anggota Bakufu mau ke desa i—
“Hahaha! Bener banget, Ishisaru! Sebentar lagi, mereka semua dateng ke sini untuk tangkap Ryūhime!”
““*Swush, swush, swush…!””
J-Jangankan ngerasain…! Bahkan suara gerakan cepetnya aja udah kedengeran dari sini…!
Tapi nggak gue sangka, kalo kita selangkah lebih telat daripada kucing satu ini!
“Hahaha! Sekarang kalian bisa apa?! Liat! Bakufu udah ada di sini!”
“…”
Cih! Ternyata anggota Bakufu udah pada dateng!
“Kalian semua! Cepat serahkan gadis itu kepada kami!”
“Cih! Nggak akan saya biarkan Ryūhime-sama—”
“*Cyut!!!”
“*Bwung!”
G-Gila! Siapa tuh yang lempar batu sekenceng itu?!
Untung aja ada Machinno yang langsung tangkis batu itu!
“T-Tu-Tunggu! Bukankah ia…”
“Kepala Klan Ishisaru! Ishisaru Yasukata!”
Kepala Klan-nya langsung?!
“Tsuruki…! Dasar anak tidak tahu diuntung, kau!”
“A-Ayah…! Ngapain lo ada di sini?!”
Hah?! Dia anaknya Kepala Klan?!
“Hey, hey, hey! Ishisaru-dono! Mengapa kau sangat cepat tiba di sini?!”
“Hiboshino-dono. Nagaimimi-dono. Sepertinya aku yang seharusnya mempertanyakan keterlambatan kalian.”
Siapa dua orang yang ada di belakang bapaknya Tsuru—
“A-Ada dua Kepala Komisi lainnya?!”
I-Itu Kepala Komisi juga?!
Sialan! Kenapa jadi kacau gini?!
Tapi yang lebih penting, kemana mereka—
“Hey kalian! Cepat serahkan Ryūhime kepada kami, sebelum ada pertumpahan darah di tempat ini!”
““…””
Kita semua terpaksa pasang kuda-kuda karena mereka udah mulai ngancem kita!
“Tidak akan saya biarkan kalian—”
“*SWUSH!!!”
Sialan! Dia bisa tembus sihir Machinno—
“*BHUK!!!”
“DJINN-SAN!!!”
D-Dasar brengsek…!
“*Chrang…”
“Hm?! Benda apa ini?!”
Aduh, gue katahuan punya Orb Call, deh.
“T-Tunggu! Bukankah benda ini—”
““*Syut, syut, syut!””
““Aaaargh…””
T-Tiba-tiba… ada ratusan panah yang dateng dari arah sana?!
Nggak salah lagi! Pasti ini…
“Serang mereka semua, Perlawanan!”
““HRUAAAAAGGGGHH!!!””
Ah! Dateng juga!
“Djiiiinnn!!! Garryyy!!! Machinnooo!!!”
“Maafin kita ya yang terlambat datengnya!”
Ah! Mereka bertiga juga dateng!
“T-Tunggu…!”
“Kok… tiba-tiba ada anggota Perlawanan yang dateng…?”
Keliatannya Shinikichi sama Nekomi bingung kenapa ada mereka yang tiba-tiba dateng.
“Woy, bego.”
“Hah?! Siapa yang lo bilang bego—”
“Lo nggak apa-apa, kan?”
“Ya. Untung aja lo masih pegang Orb Call yang gue kasih ke lo, sebelum kita sampe di Kitakaze Village[3]!”
Ya. Sebenernya itu alesan kenapa mereka bisa dateng ke sini.
Tapi yang lebih penting…
“Lindungilah Ryūhime-sama! Jangan sampai mereka menyentuh beliau!”
““Ya!””
…waktunya fokus ke pertarungan
ini!
_______________
[1]Yukiari sengaja membiarkan prajurit Bakufu pergi, dengan alasan bahwa ia tidak sanggup mengalahkannya (Chapter 344).
[2]Djinn mendapati Yukiari yang menggunakan Union Utuh, yang bernama {((Mukizo no Kōri: Neko no Subaya-sa))} (Chapter 348).
[3]Sebelum tiba di Kitakaze Village, Dalbert secara diam-diam memberikan Orb Call kepada Djinn, lalu mengingatkannya agar jangan ada yang tahu, selain sesama anggota Aquilla (Chapter 343).